Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.
Logika Tuhan melatih kemampuan umat manusia khususnya umat Islam bergumen dengan kitab suci Al Quran. Semua ajaran yang mengatasnamakan Islam argumennya harus dari kitab suci Al Quran. Al Quran menjadi induk dari dasar-dasar ajaran Islam.
Setiap umat Islam wajib mengabarkan Al Quran kepada seluruh manusia. Setiap umat Islam wajib menjadikan Al Quran sebagai rujukan dalam mengajarkan ajaran-ajaran Islam. Setiap umat Islam memiliki kemampuan berpikir dengan menjadikan Al Quran sebagai argumen.
Kemampuan berargumen dengan Al Quran mengikuti pola berpikir sebab akibat (kausalitas). Kausalitas digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena di muka bumi. Pemahaman setiap orang terjadi kalau bisa memahami kausalitas dari suatu konsep atau kejadian.
Kita tidak akan bisa mengetahui siapa sosok orang beriman? Jika kita tidak tahu ciri-ciri dari orang beriman, tidak jelas apa yang harus dilakukan. Maka Al Quran bisa memberi pemahaman siapa orang beriman dengan menjelaskan melalui pola kausalitas dari hubungan dua ayat.
Ebok belajar logika Tuhan menuju hidup sejahtera dunia dan akhirat
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal," (Al Anfaal, 8:2).
Untuk menjelaskan siapa orang beriman berdasarkan ayat di atas, konkritnya bisa dilihat dalam penjelasan ayat berikutnya. Inilah salah satu cara penjelasan menggunakan pola hubungan kausalitas.
"(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (Al Anfaal, 8:3).
Keimanan kepada Allah menjadi sebab orang melakukan shalat dan sedekah. Jadi bisa disimpulkan bahwa ciri-ciri orang beriman adalah mereka mengerjakan shalat dan bersedekah.
Dapat dipahami dalam kisah akhir hayat Nabi Muhammad, Beliau mewasiatkan shalat kepada umat sepeninggalnya. Ternyata di dalam Al Quran dijelaskan shalat menjadi ukuran pertama dari orang-orang yang benar-benar beriman diikuti dengan sedekah.
Jika kita bertanya lebih lanjut, untuk apa orang beriman ditandai dengan shalat dan sedekah? Secara kausalitas dijelaskan lagi dalam ayat berikutnya.
"Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia". (Al Anfaal, 8:4).
Mengapa orang beriman ditandai Allah dengan shalat dan sedekah? Penjelasannya ada dalam ayat 4. Maka ayat 4 sebagai akibat dari orang beriman yang shalat dan sedekah.
Ada tiga akibat yang didapat dari orang beriman, shalat, dan sedekah, yaitu tinggi derajat, ampunan, dan rezeki. Inilah kabar gembira yang dijanjikan Allah pada orang beriman, shalat, dan sedekah.
Kesimpulannya, iman, shalat, sedekah, menjadi prasyarat untuk hidup sejahtera di dunia dan akhirat. Kemampuan berpikir berdasar Al Quran menjadi hal penting dimiliki setiap orang beragama. Melatih kemampuan berpikir berbasis pada Al Quran menjadi pondasi penting yang harus diajarkan pada umat manusia khususnya umat Islam.***
.png)


