Sunday, June 26, 2022

Masyarakat Tidak Cinta Pendidikan, Otaknya di Perut

Oleh: Toto Suharya

Otak manusia ada dua yaitu otak di otak dan otak di perut. Apa yang dilakukan manusia sangat tergantung isi otaknya. Namun kondisi perut dapat memengaruhi prilaku manusia. Jika perut sakit seluruh organ tubuh akan terbawa sakit. Sumber energi keseluruh organ diawali dari perut. Namun masyarakat cinta pendidikan tidak akan memerhatikan isi perut melainkan isi otak.  

Kualitas bangsa ditentukan oleh kualitas masyarakat yang cinta pendidikan. Masyarakat pecinta pendidikan mengutakan pendidikan di atas kepentingan perut. Pendidikan adalah urusan leher ke atas. Paling utama pendidikan adalah urusan otak. 

Masyarakat yang tidak begitu cinta pendidikan, diotaknya hanya berisi makanan dan uang. Masyarakat yang tidak cinta pendidikan sangat sensitif ketika berurusan dengan makanan dan uang. Masyarakat yang tidak cinta pendidikan senangnya membuat kegaduhan. Dia tidak suka hidup rukun dan damai.

Masyarakat cinta pendidikan mengatur ekonomi kebutuhan makan dan minum keluarga setelah dana pendidikan terpenuhi. Bagi masayrakat cinta pendidikan, membeli isi otak lebih mengenyangkan dari pada mengutamakan isi perut. Masyarakat yang cinta pendidikan isi perut seada-adanya dipekarangan, namun isi otak harus mewah. Bagi masyarakat cinta pendidikan memenuhi isi otak akan memenuhi isi perutnya. 

Masyarakat yang tidak cinta pendidikan otaknya ada di perut. Bagi masyarakat tidak cinta pendidikan, memenuhi isi perut sama dengan memenuhi isi otaknya, sekalipun faktanya isi otak mereka pindah ke perut. Bagi masyarakat tidak cinta pendidikan, segala tindakannya ditentukan berdasarkan reaksi perut. Masyarakat yang tidak cinta pendidikan, mereka tidak pernah lapar melihat buku. Membeli buku bagi mereka seperti membeli rongsokan yang tidak berguna. Buku tidak ubahnya seperti barang rongsokan yang bisa dijual kiloaan lalu uangnya ditukar jadi semangkok baso.

Masyarakat cinta pendidikan mencintai tempat-tempat bersih. Masyarakat cinta pendidikan berani membeli mahal sebuah lingkungan bersih. Mereka punya keyakinan dari tempat-tempat bersih akan datang rezeki dan ilmu yang berkah. Masyarakat yang cinta pendidikan membeli ilmu pengetahuan sampai jual rumah dan tanah. Masyarakat cinta pendidikan mengirim anak-anaknya sekolah ke luar negeri melalui jalur beasiswa, bekerja, dan biaya orang tua. 

Masyarakat cinta pendidikan sekalipun biaya pendidikan murah bahkan gratis, mereka tidak ridha pendidikan dengan biaya seadanya. Mereka akan tetap membiaya anak-anak mereka untuk mendapat pendidikan berkualitas. Mereka menambah jam belajar anak-anak diluar jam sekolah, memberi kursus-kursus tambahan untuk menambah keterampilan hidup anak-anak.

Masyarakat yang tidak cinta pendidikan, mereka berburu sekolah gratis lalu membiarkan anak-anaknya seperti kambing di padang rumput. Masyarakat yang tidak cinta pendidikan, semua hasil pendidikan adalah selembar ijazah. Bagi masyarakat yang tidak cinta pendidikan, bagi mereka sumber rezeki adalah ijazah. Masyarakat yang tidak cinta pendidikan otaknya ada di ijazah.

Bagi masyarakat tidak cinta pendidikan, ijazah adalah tuhan pemberi rezeki. Masyarakat tidak cinta semua kejadian dilihat dari reaksi perut. Hatinya tergerak ketika perut lapar. Nasfsunya menggebu-gebu hingga tidak terkendali hanya karena isi perut terancam. Masyarakat tidak cinta pendidikan bisa dikendalikan dengan nasi bungkus. Bagi masyarakat cinta pendidikan, semakin banyak nasi bungkus, hidup terasa menyenangkan. 

Bagi masyarakat tidak cinta pendidikan, mau hidup di kota besar atau diperkampungan, selalu hidup kampungan. Bagi masyarakat yang tidak cinta pendidikan dimanapun hidup seperti cara hidup dikampungnya yang kampungan. Masyarakat yang tidak cinta pendidikan kualitasnya bisa dilihat sehari-hari. Mereka lebih banyak berdiskusi urusan isi perut sekalipun otaknya sudah sakit bagaikan kanker stadium empat karena terlalu banyak bicara isi perut.*** 

Saturday, June 4, 2022

Sejarah adalah Ilmu Tafsir

 Oleh: Toto Suharya

Sejarah adalah peristiwa yang terjadi di masa lampau. Menurut konsep waktu, sesuatu yang terjadi di masa lalu tidak akan terulang kembali. Proklamasi kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tahun 1945, peristiwanya tidak akan terulang kembali. Sesuatu yang terjadi di luar kontrol manusia.

Memandang ilmu sejarah bisa terbagi menjadi dua sudut pandang, tergantung argumentasi seseorang dalam memahaminya. Pertama sejarah bisa dipandang sebagai ilmu pasti. Secara universal apa yang terjadi pada setiap orang disebabkan oleh sesuatu yang terjadi. Pandangan ini sering di dukung oleh pendapat Hegel (2012). Hal yang pasti dalam sejarah adalah kejadiannya yang tidak akan pernah berulang, kemudian yang terjadi selanjutnya adalah akibat dari kejadian yang lalu.

 

Pembelajaran sejarah menjadi sebuah pembelajaran reflektif. Hegel (2012, hlm. 5) berpendapat sejarah reflektif adalah sejarah yang secara penyajiannya tidak dibatasi oleh waktu. Hakikatnya semua yang terjadi berhubungan sebagai kesatuan dan inilah ruh dari sejarah (sejarah universal). Dalam hal ini, penyusunan materi sejarah menjadi hal terpenting. Pertimbangan penulis sejarah menjadi sangat penting dan prinsip, mengacu pada motif perbuatan, dan peristiwa yang akan dipaparkan, dan itulah yang menentukan ceritanya.

Mengacu pada pendapat Hegel jalannya sejarah sudah ditentukan aturan-aturannya. Pemahaman sejarah ada di rasio seseorang. Sejarah sebagai kegiatan reflektif diceritakan berdasar subjektivitas seseorang, namun kemutlakkan harus ada dalam pikiran setiap orang, kemutlakkan itu adalah keseleruhan sistem yang saling ketergantungan. Kemutlakkan itu adalah dalam sistem-sistem yang kecil maupun besar. 

Capra (2002, hlm. 49) mengatakan partikel-partikel subatomik tak memiliki arti sebagai entitas terisolir dan hanya dapat dimengerti sebagai interkenokeksi, dan korelasi-korelasi, antara aneka proses dan pengukuran. Dalam keseluruhan sistem keberadaan suatu benda saling berhubungan sebab akibat, dan ditentukan pula oleh sebab dan akibat yang mutlak yang Yang Maha Pemelihara Kebaikan. Bagi penulis, Sang Pemelihara Kebaikan, dalam kontek pemikiran Islam adalah Ar Rahman dan Ar Rohiim.

Inilah yang dimaksud etika  atau cara berpikir (way of thingking). Jika cara berpikir seseorang berbeda, keseluruhan pengalaman hidupnya akan berbeda. Tindakan etis manusia tidak dapat dipisahkan dari cara berpikir. Terdapat hubungan timbal balik antar keduanya (Abdullah, 2022, hlm. 38). Bagi penulis hubungan tembal balik (sebab-akibat) dapat dimaksudkan sebagai bagian absolut idea pemikiran Hegel, dan sebab atau akibat mutlaknya adalah satu kesatuan sistem. 

Gagasan pemikiran Hegel, Capra, Abdullah, menjadi cara bagaimana kita menjalani kehidupan untuk menemukan gagasan-gagasan kebaikan, dan tujuan-tujuan baik, sebagai cara dan tujuan hidup mutlak dari Yang Maha Kasih dan Sayang. Sarana untuk memahamai way of thingking adalah sejarah kehidupan manusia. Jadilah sejarah adalah ilmu tafsir dalam upaya mencari war of thingking.***

Thursday, May 19, 2022

Makna General Ibadah

Oleh: Toto Suharya

Ketika kita dengan kata Ibadah apa yang ada dalam ingatan? Dalam ingatan semua orang pasti muncul kata shalat. Salah tidak? Jawabannya tidak salah, hanya konsep ibadah menjadi bermakna khusus hanya sebatas shalat. 

Padahal jika kita kembali kepada konsep Al Quran, kata ibadah memiliki makna general. Ibadah bermakna general bisa kita renungkan dari keterangan ayat di bawah ini:

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku". (Az Zariyat, 51:56)

Makna luas dari ibadah berarti isi dari seluruh kehidupan di muka bumi ini. Di mana saja manusia dan jin berada, mereka ada di ruang atau tempat ladang untuk beribadah. Dalam tafsir Ibnu Katsir, ayat ini berkaitan dengan penciptaan manusia untuk beribadah. 

Lalu apa konsekuensinya jika ibadah dipahami secara khusus menjadi ritual shalat saja? Jika ibadah dimaknai khusus sebagai kegiatan ritual shalat, kita akan kehilangan makna ibadah dalam aktivitas sehari-hari. Kita kehilangan misi hidup yang suci.

Dalam ayat lain, Ibnu Katsir menafsirkan kata shalat dan ibadah dua konsep yang berbeda. "Katakanlah: "Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam," (Al An'aam, 6:162). Kata ibadah, ditafsir oleh Ibu Katsir dari kata "nusuki" bermakna kurbanku. 

Shalat dan berkurban (ibadah) menjadi dua konsep. Sebagai mana dijelaskan dalam Al Qur'an, "Maka dirikanah shalat dan berkorbanlah (Al Kautsar, 108:2). 

Merujuk pada dua konsep shalat dan berkorban (kurban), dapat disimpulkan bahwa ibadah berkaitan dengan berkorban. Dicontohkan dengan secara khusus berkurban di musim haji dan umrah. Namun jika kita kembangkan makna general, berkorban adalah seluruh kegiatan hidup dan mati manusia untuk berserah diri pada Allah. 

Shalat adalah komitmen yang dibangun manusia untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan, dan seluruh pengorbanan hidup dan mati untuk berserah diri pada Allah. Ibadah adalah seluruh aktivitas hidup untuk mendapat ridha Allah. 

Berbagai bidang yang digeluti manusia di muka bumi sampai bertemu dengan kematiannya tiada lain untuk ibadah. Jadi ibadah adalah implementasi orang-orang shalat dengan untuk berkorban atau berbuat baik atas nama Allah untuk saling berbagi kesejahteraan hidup bagi seluruh alam.

Kata ibadah menjadi pemberi makna bagi seluruh kehidupan manusia. Ibadah adalah praktik-praktik baik atau amal baik manusia dalam mengisi kehidupan. Sebaik-baik amal baik adalah perbuatan yang mengandung pengorbanan untuk menghidupi bukan hanya untuk hidup. 

Ibadah menjadi misi suci manusia dalam mengisi kehidupan. Ibadah menjadi ruh dari seluruh aktivitas manusia dalam berbagai bidang yang digelutinya. Wallahu'alam.***   

  

Thursday, May 12, 2022

Kita Tidak lagi Jadi Bangsa Pengikut

Oleh: Toto Suharya

Kita adalah bangsa dengan pengalaman pahit yang panjang. Kurang lebih 350 tahun mengalami penjajahan, namun selama itu kita tidak pernah mati memperjuangkan kemerdekaan. Kita lahir bukan sebagai bangsa pecundang, kita lahir mewarisi kerajaan-kerajaan besar di dunia. Kita lahir sebagai bangsa berpengaruh di dunia.

Kita tidak kekurangan manusia-manusia berkualitas tinggi. Kita lahir mewarisi gen-gen cerdas warisan nenek moyang. Hari kebangkitan itu semakin mendekat, kita akan tampil menjadi pengendali dunia. Kita lahir kembali menjadi manusia-manusia berpengaruh di dunia. 

Pidato Mendikbud di Hari Kebangkitan Nasional 2022,  kurikulum Merdeka Belajar sudah diimplementasikan pada 140.000 satuan pendidikan di Indonesia. Semangat merdeka belajar akan terus begumul bergelora di seluruh kepala sekolah, guru, dan peserta didik Indonesia. Merdeka belajar adalah memerdekakan pikiran dari segala penjajahan pikiran bangsa-bangsa lain.

Semangat merdeka belajar akan menjadi kekuatan nuklir yang terus bergelora di seluruh hati rakyat Indonesia. Saatnya kita merebut kembali kejayaan Sriwijya, Majapahit, Mataram, yang pernah kita miliki dahulu. Merdeka belajar adalah spirit merdeka dari segala ketergantungan. 

Merdeka belajar tidak ada hukuman, tidak ada lagi cemoohan, tidak ada lagi lecehan dalam dunia pendidikan kita. Perlombaan kita berlaku dengan diri kita masing-masing untuk melepaskan diri dari pikiran-pikiran picik yang selama ini terpelihara. Bangsa-bangsa terbodoh di dunia adalah bangsa yang tidak bangga dengan bangsanya sendiri, bangsa yang menghina bangsanya sendiri, bangsa yang menghina pemimpinnya sendiri. 

Kita harus hentikan pikiran-pikiran bodoh yang selalu menghina antar sesama, kita bangkitkan semangat kolaborasi, saling bantu, saling tolong untuk kembali bangkitkan kejayaan bangsa. Merdeka belajar harus menjadi kekuatan dari dalam untuk melakukan perubahan. Untuk menjadi bangsa besar, kita harus terus membangun kesadaran bahwa kebesaran bangsa bukan karena penghormatan bangsa lain, tapi kita sendiri yang menghargainya dari dalam.

Melalui konferensi tingkat tinggi G20 kita telah membuktikan bahwa kita bukan lagi bangsa pengikut, tetapi sudah menjadi bangsa pemimpin gerakan pemulihan dunia. Abad 20 telah berakhir dan kini memasuki awal abad 21, ini saat nya kita, ini takdir Allah bahwa kita akan kembali memimpin peradaban dunia.

Melalui merdeka belajar, seluruh rakyat Indonesia akan terus menjadi pembelajar. Dimana orang ditemukan disitulah kita ketemu guru, dan ke mana saja ruang kita masuki disitu kita memasuki ruang kelas belajar. Saatnya kita memerdekakan pikiran dari pengaruh-pengaruh budaya asing yang merendahkan budaya bangsa sendiri. 

Tiang-tiang kita tegakkan, puing-puing kita kokohkan, hujatan-hujatan kita abaikan, semua harus berjalan satu arah di jalan yang lebar menuju kejayaan bangsa. Jalan lurus menuju kemenangan sudah kita temukan kembali, kita harus fokus mendidik, membangun jiwa raga bangsa yang merdeka. Gelombang kemerdekaan berpikir sesuai kodrat bangsa sudah mulai menggunung kembali, akan menyapu pemikiran-pemikiran picik yang meredahkan bangsa. Ya Allah bantulah kami untuk bangkit***

Monday, May 2, 2022

Mengajar Al Quran dengan Pentigraf

 Oleh: Toto Suharya

Pentigraf adalah cerita pendek tiga paragraf. Diciptakan oleh Tengsoe Tjahjono dari Universitas Negeri Surabya (Unesa). Menarik sekali pentigraf sangat cocok untuk masyarakat Indonesia yang tidak bisa bertahan lama ketika membaca. Cerita-cerita pendek pas disajikan untuk masyarakat Indonesia. Melalui cerita-cerita pendek tiga paragraf pesan-pesan moral, sains, apa saja bisa disampaikan.

Pelajaran agama bisa memanfaatkan pentigraf untuk mengajarkan isi kandungan Al-Qur'an. Mengajarkan Al-Qur'an melalui pentigraf bisa jadi alternatif guru-guru untuk mengajarkan Al-Qur'an. Pentigraf bisa melatih siswa kreatif, dan menuntut guru-guru kreatif.

Pentigraf yang dikembangkan dari Al-Qur'an dapat membantu berbagai mata pelajaran sebagai pembelajaran menyenangkan, penuh pesan moral. Pentigraf juga bisa dikembangkan menjadi pembelajaran Higher Order Thingking Skills (HOTS).

Contoh pentigraf yang bisa dikembangkan menjadi pembelajaran HOTS dikembangkan dari surah Al 'Alaq. Ide cerita dalam surat Al Alaq dikemas menjadi sebuah cerita yang menutut siswa berpikir.

"Suatu hari dalam situasi pembelajaran, ada siswa bertanya, "mengapa Allah menyuruh manusia membaca?" Guru merespon, "pertanyaan bagus sekali, mari kita jawab bersama. Sekarang perhatikan semua, ketika tengah malam gelap ada yang mengetuk pintu rumah mu, apakah perasaan mu yang bakal muncul? Siswa menjawab, "saya takut pak". Siswa lain menjawab, "saya akan memeriksa siapa yang mengetuk pintu itu?" Guru kembali bertanya, "jika kamu tidak menemukan siapa yang mengetuk pintu itu, apa perasaan mu?" Siswa menjawab, "mungkin rasa takut saya akan muncul pak." Guru bertanya lagi, "lalu bagaiman jika yang ketuk pintu malam-malam itu saudara mu yang baru pulang dari luar kota, apakah kamu masih takut?" Siswa menjawab, "sudah pasti perasaan takut saya akan hilang". Guru menjelaskan, "nah itulah mengapa Allah menyuruh membaca". 

Ini ada kisah lagi yang bisa membantu kalian mengapa membaca itu penting. Dikisahkan ada dua orang dengan karakter berbeda, yang satu berkarakter baik, dan yang satu lagi berkarakter buruk. Orang yang berkarkater baik melarang kamu berbuat baik, dan orang yang berkarakter buruk juga melarang kamu berbuat baik. Jika kebaikan adalah perintah Allah, maka orang manakah yang akan kamu turuti? kemukakan alasan dari pendapat mu?   

Guru kemudian melanjutkan ceritanya, "Jika kamu berhasil menjawab pertanyaan di atas, berarti kamu bisa memahami mengapa Allah memerintahkan membaca". kata guru, "ingat anak-anak kebaikan itu adalah perintah Allah, dan segala keburukan adalah buatan manusia. Orang-orang yang berbuat keburukan akan mendapat balasan sesuai dengan apa yang diperbuatnya".

 Petigraf di atas ide atau gagasannya dikembangkan dari surat Al "Alaq. Pentigraf ini bisa diasjikan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, pendidikan moral, pendidikan agama, sosiologi, atau sejarah. Kisah dengan setting dialog sebuah kasus di atas dapat disajikan dalam pembelajaran yang melatih kemampuan siswa berpikir tingkat tinggi. 

Kunci agar siswa bisa menjawab pertanyaan dari cerita di atas adalah siswa harus membaca cerita tersebut dengan teliti, melakukan analisis, dan dialog dengan teman-temannya. Cerita kasus di atas dapat merangsang siswa untuk berpikir dan mencari tahu apa jawaban yang bisa dikemukakan.

Pentigraf bukan hanya bisa digunakan untuk melatih kemampuan siswa berpikir, tetapi melatih guru juga untuk berpikir menyusun materi ajar yang tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Menyusun pentigraf untuk kepentingan pembelajaran dengan tujuan melatih kemampuan berpikir siswa, secara tidak langsung menuntut guru-guru tidak sembarangan menyajikan materi kepada siswa.

Untuk saat itu, setiap materi ajar yang diajarkan kepada siswa harus mengandung tujuan melatih siswa berpikir tingkat tinggi. Melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah tuntutan zaman. Jadi kemampuan membaca menjadi mutlak bukan hanya diajarkan pada siswa, tetapi berlaku untuk guru, dan seluruh umat manusia.***

Monday, March 21, 2022

LIMA PESAN UNTUK PARA LULUSAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Sebentar lagi anak-anak kelas 12 masa studinya akan berakhir. Semua program telah diupayakan dan semoga para lulusan bisa meraih cita-cita dan kemudahan dalam segala urusan. Sebagaimana kita ketahui, segala apa yang diberikan di sekolah bermuara pada perbendaharaan pengetahuan yang tersimpan dalam long term memory anak-anak. Ijazah hanya sebagai tanda bahwa anak-anak pernah bersekolah, namun yang lebih penting lagi sebagai tanda pernah belajar berpikir. Segala pengetahuan yang diberikan bapak ibu guru tentunya tidak akan semua diingat, dan yang pasti diingat adalah yang memiiki kesan mendalam hingga tersimpan dalam memori yang tak terlupakan. Pengetahuan yang tersimpan dalam jangka waktu lama, itulah ilmu pengetahuan yang menjadi milik anak-anak dan akan menjadi ciri dari kualitas pribadi anak-anak.

Sambi menanda tangani karya tulis hasil projek anak-anak, saya cermati semua projek yang dilakukan anak-anak. Anak-anak di daerah dengan di kota besar memang menunjukkan perbedaan. Mungkin karena latar belakang dari pendidikan orang tua, fasilitas, kesejahteraan, kemudahan akses informasi, saya perhatikan kreatifitas anak-anak di kota besar memiliki perbedaan signifikan. Program projeck base learning yang digulirkan oleh sekolah, disambut dengan berbagai macam ide projek sesuai dengan dunia anak-anak zaman sekarang.  

Satu per satu projek anak-anak saya pahami, dari mana gagasan mereka dapatkan dan dari mana kemampuan memanfaatkan teknologi mereka dapatkan. Mereka gunakan aplikasi-aplikasi yang tidak familiar di pikiran saya. Ketika saya katakan aplikasi yang mereka gunakan baru saya kenal, anak anak menjawab aplikasi yang mereka gunakan sudah familiar di kalangan remaja seusia SMA. Lalu saya minta penjelasan bagaimana cara mengunakan aplikasi tersebut dan apa manfaatnya. Mereka menjelaskan dengan detail hingga poin-poin tertentu yang bisa menghasilkan kapital. Saya katakan pada mereka, “jika nanti presentasi jangan membaca catatan untuk itu materi harus benar-benar dikuasi”. Mereka menjawab dengan percaya diri, “semuanya sudah ada dalam kepala”.

Sedikit merenung, inilah zaman sebagaimana dikatakan Ki Hadjar Dewantara kurang lebih 40 tahun yang lalu, “semua ruang adalah kelas dan semua orang adalah guru”. Ketika saya mendengar penjelasan anak-anak bagaimana aplikasi yang mereka gunakan dan mereka kembangkan untuk kepentingan pendidikan, saya sedang membuktikan kebenaran kata-kata Ki Hadjar Dewantara, saya sedang belajar pada guru yaitu siswa. Jadi saya sadar betul zaman sudah berubah, pengetahuan tidak lagi mutlak milik guru dan guru tidak bisa lagi memonopoli diri sebagai orang paling pintar. Guru dan siswa harus sama-sama rendah hati, interaksi yang terjadi bukan lagi sebagai raja dan abdi, tetapi sebagai partner yang harus bersinergi.

Setelah lama mendengarkan anak-anak menjeaskan projek yang mereka lakukan, saatnya saya sebagai guru yang sudah punya pengalaman dan literasi yang cukup lama dalam bidang pendidikan, menyampaikan sebuah pesan terakhir agar bisa hidup sukses semuda mungkin. Pertama, sesuai dengan tujuan pendidikan, saya sampaikan sampai kapanpun Tuhan akan tetap ada, Dia pengendali dan pemberi kemudahan dalam segala urusan. Untuk itu, dasar karakter yang harus dimiliki adalah harus menjadi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, minimalnya ditandai dengan selalu berpikir positif pada setiap keadaan dengan membiasakan membangun harapan-harapan baik kepada Tuhan dengan disiplin berdoa setiap hari sesuai keyakinan, bagi muslim shalat lima waktu dan dhuha 12 rakaat. Kedua, karakter baik yang harus adalah menjadi pribadi yang menghargai ilmu pengetahuan sebagai kebutuhan untuk memenuhi nutrisi otak. Membaca harus menjadi kegiatan mempribadi dan berlaku sepanjang hayat, karena semua yang berhasil diciptakan manusia dasarnya dari pengetahuan. Ketiga, karakter dermawan harus benar-benar jadi mindset pada saat mau melakukan kegiatan apapun di muka bumi ini. Karakter dermawan adalah prilaku pemberkah yang bisa mendatangkan berbagai macam kebaikan dalam kehdiupan sesama manusia di seluruh dunia. Dalam posisi apapun kedermawanan menjadi karakter yang sangat dinanti-nantikan oleh semua orang pada kita menempati sebuah peran. Keempat, karakter sebagai seorang entrepreneur adalah modal bagi setiap orang agar bisa menghadapi segala permasalahan dalam kehidupan. Seorang entrepreneur tidak pernah tergantung pada sesuatu atau seseorang. Seorang entrepreneur akan selalu kreatif berusaha mencari jalan keluar. Satu-satunya sikap ketergantungan bagi seorang entrepreneur hanya kepada Tuhan Yang Ghaib. Kelima, mental ivestor harus benar-benar menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari. Setiap tindakan harus menjadi investasi hidup di masa mendatang hingga kehidupan setelah kematian. Mental-mental kreditor harus diminimalisir untuk menghindari perbudakkan dalam segala aspek kehidupan. 

Semoga lima pesan ini menjadi akhir pertemuan dan menjadi pedoman yang bisa membawa para lulusan menjadi manusia-manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, kreatif dan berilmu, penyejahtera pembawa damai di muka bumi, mandiri, sukses di dunia dan akhirat. Selamat jalan anak-anak semoga hari-hari mu terus menyenangkan dan mensejahterakan. Kami titipkan cita-cita, semoga kalian bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa besar yang dikelola oleh manusia-manusia berjiwa besar, pemimpin penyejahtera alam di bawah bimbingan Tuhan Allah swt. Wallahu’alam. 

Thursday, March 10, 2022

MUARA KEBERHASILAN PENDIDIKAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Faktor penunjang keberhasilan dunia pendidikan, tidak berdiri sendiri, pemerintah telah menetapkan minimalnya ada delapan standar, yaitu kualitas lulusan, substansi kurikulum, profesionalisme pendidik, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, ketersediaan biaya, manajemen dan evaluasi pembelajaran. Dengan jumlah penduduk 270 lebih, Indonesia punya pekerjaan rumah yang sangat besar untuk tetap menjaga layanan pendidikan berkualitas. Komitmen pemerintah untuk memperbaiki dan menjaga layanan pendidikan berkualitas dituangkan dalam APBN dan APBD minimal 20% untuk investasi pendidikan. Kita apresiasi sungguh suatu langkah maju bagi bangsa Indonesia untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

Kita berharap dari anggaran yang besar ini menjadi sebuah energi untuk terus berusaha memacu perubahan pola layanan pendidikan berkualitas. Pendidikan karakter menjadi sebuah agenda penting untuk menyukseskan program-program pendidikan. Pemerintah sudah membaca dengan cermat pendidikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pedidikan karakter Profile Pelajar Pancasila menjadi ikon dari tujuan pendidikan karakter di Indonesia saat ini. Ikon pendidikan karakter ini sudah menjadi kebutuhan masyarkat di era globalisasi informasi, yang membuat batas-batas geografi sebuah negara dan arus pertukaran informasi serta budaya terjadi setiap hari tanpa batas. Budaya-budaya dominan yang inten dikampanyekan melalui media informasi akan menjadi trend budaya dunia. Pemilik budaya dominan akan jadi pengendali sosial, poilitik, dan ekonomi dunia.

Perang saat ini tidak hanya menggunakan kekuatan senjata pemusnah masal. Di abad teknologi perang bukan lagi fokus pada kekuatan fisik tapi kekuatan psikis bagaimana memengaruhi persepsi masyarakat dunia agar tindakan-tindakan politik sebuah negara mendapat apresisasi dari seluruh dunia. Sedangkan pandangan manusia hanya bisa melihat lahir saja. Sementara yang bathin urusan Allah. Oleh karena itu, di abad teknologi ini, keburukan bisa terbungkus seolah-olah perbuatan baik itu baik karena keterbatan penglihatan manusia. Kita seperti berlomba-lomba berbuat kebaikan, padahal kebaikan yang hakiki hanya ada dalam niat hati setiap orang yang berbuat baik. Kebaikan yang sejatinya baik hanya niat-niat yang transaskinya dengan Allah.     

Ustad Dudi Mutaqin mengatakan bahwa guru-guru yang baik adalah mereka yang memiliki niat-niat baik atas nama Allah dalam melaskanan tugasnya. Selanjutnya pembelajaran menyenangkan dan tidak meyenangkan berawal dari pribadi guru. Antusiasme belajar siswa diawali dari antusiasme guru. Guru sebagai pengendali kualitas pengajaran. Ketertarikan siswa pada mata pelajaran sangat signifikan kembali pada daya tarik guru dihadapan siswa. Muara keberhasilan pendidikan adalah guru. Walahu’alam. 

Masyarakat Tidak Cinta Pendidikan, Otaknya di Perut

Oleh: Toto Suharya Otak manusia ada dua yaitu otak di otak dan otak di perut. Apa yang dilakukan manusia sangat tergantung isi otaknya. Namu...