Tuesday, March 17, 2026

KEMULIAAN PEREMPUAN DALAM AL QURAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Di dalam Al Quran, perempuan dimuliakan Allah, maka di dalam hadis Nabi Muhammad kedudukan perempuan tiga derajat lebih tinggi dari laki-laki. Banyak fakta di dalam Al Quran, perempuan berada pada posisi mulia.

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) RAHIM (SILATURAHMI). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (An Nisaa, 4:1).

Amina Wadud seorang penafsir melihat bahwa pada surat An Nisaa ayat satu ada posisi perempuan yang istimewa. Perintah bertakwa kepada Allah ada kaitannya dengan memelihara rahim yang identik dengan perempuan. 

Beliau menafsirkan Allah mengamanatkan pada seluruh manusia untuk menjaga, menghormati, memuliakan  kaum perempuan yang telah melahirkan manusia dari rahim perempuan. Untuk itulah Al Quran menamai salah satu suratnya dengan perempuan (An Nisaa). 

Perihal ayat kepemimpinan, laki-laki dan wanita sama-sama memiliki kelebihan. "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (An Nisaa, 4:34).

Ibn Arabi memahami ayat ini dengan memberi peluang kepada laki-laki dan perempuan punya jiwa pemimipin. Beliau menjelaskan kata Arijalu adalah ruh dan Nisaa adalah jasad. Artinya baik laki-laki dan perempuan harus bisa mengaktifkan ruhnya menjadi pemimpin jasadnya. 

Garis tengahnya laki-laki dan perempuan bisa jadi pemimpin sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Hal ini dapat dipahami karena ada kalimat, "Allah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain". Kalimat ini bisa jadi laki-laki memiliki fungsi kepemimpinan dijalannya masing-masing. 

Di dalam Al Quran dijelaskan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan dengan jalannya masing-masing. "dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda." (Al Lail, 92:3-4). Laki-laki dan perempuan berbeda bukan dalam bentuk hirarki. Mereka memiliki jalan hidup berbeda-beda, maka lebih tepatnya laki-laki dan perempuan sederajat untuk saling melengkapi. 

Peran laki-laki dan perempuan bisa jadi sebagai pengambil keputusan secara kolaboratif dengan tidak saling merendahkan. Sifat laki-laki yang agresif diimbangi dengan sifat perempuan yang asertif. Maka dalam menjaga keharmonisan hidup harus dijaga keseimbangan peran dari keduanya. 

Ketika laki-laki menjadi pengambil keputusan, diharapkan perempuan menjadi pengendali. Posisi laki-laki dan perempuan menjadi sederajat sama-sama punya peran penting. Jika dibaratkan laki-laki punya kemampuan intelektual, maka perempuan punya kemampuan emosinal. Intelektual bersifat aktif, dan emosinal bersifat pasif. 

Keunggulan perempuan diisyaratkan oleh Allah dalam Al Quran memiliki peran besar dalam melahirkan keturunan yang tidak dilakukan oleh laki-laki. Ayat Al Quran ini bisa jadi dasar hadis Nabi Muhammad yang memberikan penghargaan pada perempuan tiga kali lebih besar dari laki-laki. 

"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (Al Ahqaaf, 46:15).

Peran perempuan secara eksplisit dijelaskan dalam Al Quran, yaitu mengandung, melahirkan, dan menyusui. Inilah dasar penghormatan Nabi Muhammad kepada kaum perempuan, dengan mendudukkan penghormatan pada perempuan tiga kali lebih tinggi dari laki-laki.

Jadi jelas, di dalam Islam posisi perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan hidup manusia. Al Quran bukan saja mendudukan laki-laki dan perempuan setara tetapi kaum perempuan lebih dimuliakan karena perannya yang tidak tergantikan laki-laki. Al Quran bukan hanya mengingatkan manusia tentang kesetaraan gender, tetapi memualiakan kaum perempuan karena jasa yang dimilikinya untuk umat manusia.***  

 


Saturday, March 14, 2026

SAATNYA BANGUN KEMANDIRIAN BELAJAR DARI IRAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. 

Dominasi geopolitik Amerika Serikat dan Israel yang sering kali memaksakan kehendak telah memicu kejenuhan luar biasa di panggung dunia. Kekuatan besar ini merasa memiliki kendali mutlak atas alur ekonomi, cadangan minyak, hingga infrastruktur teknologi informasi global. Noam Chomsky, intelektual terkemuka asal AS, berpendapat bahwa imperialisme modern ini bekerja dengan cara menekan kedaulatan negara lain demi kepentingan segelintir elit.

Dipahami oleh masyarakat dunia sekarang, Amerika Serikat sangat bernafsu menjadi pengendali dunia, dan penduduk dunia tidak memiliki nafsu untuk dikendalikan negara lain. Iran menjadi bukti kepada dunia bahwa setiap negara ingin tetap berdaulat.

Kini, manusia mulai bangun dan menyadari bahwa ketergantungan pada satu poros kekuasaan adalah jebakan yang melumpuhkan kreativitas bangsa. Kesadaran kolektif ini muncul sebagai respons terhadap ketidakadilan sistemik yang selama ini dianggap sebagai kewajaran ekonomi global. Joseph Stiglitz, ekonom pemenang Nobel, menekankan bahwa sistem ekonomi yang tidak adil pada akhirnya akan memicu perlawanan dari negara-negara yang selama ini dipinggirkan.

Dunia sebenarnya masih sangat luas dengan kekayaan sumber daya yang belum terpetakan sepenuhnya secara mandiri. Setiap negara memiliki potensi unik untuk berdiri di atas kaki sendiri tanpa harus tunduk pada intimidasi teknologi atau blokade ekonomi tertentu. Ilmuwan lingkungan Vandana Shiva sering menyuarakan bahwa kemandirian sejati dimulai dari kedaulatan pangan dan benih yang terbebas dari monopoli korporasi global.

Iran menjadi bukti keajaiban dunia bahwa dengan blokade ekonomi berpuluh-puluh tahun, Iran tidak miskin, tetapi sebaliknya Iran menjadi negara sejahtera dan punya kreativitas, menciptakan senjata-senjata dengan teknologi sederhana tapi tepat guna. 

Transformasi digital kini memungkinkan distribusi pengetahuan terjadi secara horizontal, menghancurkan tembok monopoli informasi yang selama ini dijaga ketat. Masyarakat dunia mulai mengadopsi teknologi alternatif dan sistem keuangan desentralisasi untuk memutus rantai ketergantungan pada institusi konvensional. Manuel Castells, pakar sosiologi komunikasi, menyebut fenomena ini sebagai kekuatan jaringan yang mampu menggulingkan struktur kekuasaan lama yang kaku.

Iran menjadi satu-satunya negara yang mempu bertahan ditekanan global, dan bangkit menjadi bangsa kuat dan sulit digoyahkan. Pemerintah dan masyarakatnya beridiri kokoh mempertahankan kedaulatan negara. 

Pada akhirnya, kesadaran manusia adalah kunci untuk menciptakan tatanan dunia baru yang lebih seimbang dan manusiawi. Hidup mandiri bukan berarti mengisolasi diri, melainkan membangun kerja sama yang setara berdasarkan rasa hormat antarnegara. Sebagaimana dikatakan oleh Albert Einstein, perubahan nyata tidak akan terjadi dengan cara berpikir yang sama dengan saat masalah itu diciptakan.

SATU SUJUD DI LANGIT TEHERAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Langit Teheran memerah bukan karena senja, melainkan akibat rentetan rudal yang membelah kegelapan malam. Di sebuah gubuk kecil pinggiran kota, seorang pemimpin tua duduk tenang tanpa pengawal ataupun ambisi kekuasaan di pundaknya. Ia tidak bernafsu menguasai dunia, baginya kepemimpinan hanyalah titipan singkat untuk melayani sesama hamba.

Saat dentuman bom menggetarkan bumi, pria bersahaja itu justru menggelar sajadahnya dengan sangat perlahan. Ia melupakan hiruk-pikuk politik dunia dan memilih menenggelamkan diri dalam kekhusyukan yang amat dalam. Di atas gemuruh maut yang mendekat, ia meletakkan keningnya ke bumi dalam sujud terakhir yang paling sunyi.

Gedung itu runtuh seketika, mengubur sang pemimpin dalam diam tanpa sempat mengucapkan salam perpisahan. Seorang pemuda yang menyaksikan keruntuhan itu dari kejauhan berteriak histeris menembus debu reruntuhan. Ia merasa dunia begitu kejam karena membiarkan orang sebaik itu mati dalam kehancuran yang mengerikan.

"Di mana keadilan Tuhan bagi orang yang setulus dia?" teriak si pemuda sambil mengepalkan tangan ke arah langit yang kelam. Air matanya jatuh menyatu dengan debu mesiu, meratapi kepergian sosok yang ia anggap sebagai pahlawan tanpa mahkota. Baginya, kematian tragis di tengah perang adalah sebuah ketidakadilan yang tidak bisa diterima oleh akal sehat.

Namun, di tengah kemarahannya, ia teringat sepotong ayat dari mushaf tua yang sering dibaca sang pemimpin. Adz-Dzariyat ayat 56 tiba-tiba bergema di kepalanya, mengingatkan kembali tujuan utama penciptaan jin dan manusia. Ia menyadari bahwa seluruh eksistensi ini sebenarnya hanya bermuara pada satu titik tunggal: menyembah Sang Pencipta.

Pemuda itu perlahan terduduk, menyadari bahwa setiap embusan napas manusia telah diatur dengan sangat presisi oleh Allah. Tak ada satu pun kejadian yang luput dari skenario-Nya, termasuk cara seseorang mengembuskan napas yang terakhir. Kematian di tengah bom bukan lagi terlihat sebagai tragedi, melainkan sebuah kepulangan yang telah dijadwalkan.

Keadilan Tuhan ternyata tidak diukur dari megahnya istana atau panjangnya usia di dunia yang fana ini. Sang pemimpin tidak kalah oleh perang, ia justru menang karena berhasil menjaga status penghambaannya hingga detik terakhir. Ia meninggal bukan sebagai korban politik, melainkan sebagai hamba yang sedang menjalankan tugas suci dari Tuhannya.

Cara kematian hanyalah pintu masuk, namun kondisi hati saat melangkah adalah kunci yang menentukan segalanya. Pria tua itu telah memastikan bahwa saat maut menjemput, ia sedang berada dalam posisi tertinggi seorang manusia: bersujud. Ia tidak sedang bekerja untuk dunia atau jabatan, melainkan murni bekerja untuk keridaan Allah semata.

Kesadaran baru mulai meresap ke dalam jiwa si pemuda, menghapus amarah yang tadi membakar dadanya dengan hebat. Ia memahami bahwa tugas manusia bukan untuk mengatur bagaimana cara mereka mati atau kapan perang berakhir. Tugas utama kita adalah memastikan bahwa setiap detik yang tersisa digunakan untuk mengabdi kepada-Nya tanpa henti.

Kini, di bawah sisa-sisa reruntuhan, keheningan terasa begitu damai dan penuh dengan makna spiritual yang mendalam. Seluruh hidup memang sepenuhnya urusan agama, mulai dari cara kita memimpin hingga cara kita kembali pulang. Si pemuda pun bangkit dengan tekad baru, menjalani sisa hidupnya sebagai pekerja Allah di muka bumi.***

Saturday, February 28, 2026

POPULERKAN SEDEKAH

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd.


"Kalau umat mau maju tinggalkan zakat. Al Quran tidak terlalu mempoplerkan zakat, Zaman Nabi Muhammad zakat tidak populer, zaman para sahabat zakat tidak populer." Hal ini dikemukakan oleh Menteri Agama Prof. K.H. Nazarudin Umar, MA. 

Lalu Beliau mengemukakan ayat Al Quran, "Ambillah shodaqotan (zakat) dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (At Taubah, 9:103).

Kalau kita cek dalam bahasa Arab di dalam Al Quran, yang diambil itu bukan zakat tapi shodaqotan (sedekah) untuk membersihkan dan menyucikan jiwa. Kata shodaqotan diterjemahkan menjadi zakat.

Berdasarkan keterangan ini, Menteri Agama mengajak untuk mempopulerkan sedekah. Berbicara zakat orang terikat dengan aturan-aturan syarat sahnya zakat. Sedangkan kalau berbicara sedekah tidak mengenal batasan-batasan rigid. 

Zakat itu standar kewajiban sedekah yang harus dikeluarkan oleh orang Islam supaya tidak kikir. Kadang-kadang ada orang kikir yang tidak mau sedekah. Ditentukanlah standar minimal sedekah bagi muslim yaitu zakat, untuk sekikir-kikirnya orang Islam.  

 Ketika orang mau bersedekah bisa kapan saja dan berapa saja. Tapi kalau orang mau zakat harus memenuhi syarat ketentuan, dan tidak dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Bagi orang ahli sedekah zakat itu urusan kecil, karena sedekahnya bisa melampaui kewajiban zakat.

Bisa dipahami kalau Menteri Agama berpendapat jangan mempopulerkan zakat tapi populerkan sedekah. Sebagai mana Nabi Muhammad mengajak kepada umat untuk menyuburkan sedekah. Dengan banyak muslim ahli sedekah bumi Indonesia akan berubah jadi negara maju.***

Saturday, February 14, 2026

MENGAPA NABI MUHAMMAD JADI TELADAN?

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

"Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". (Al Ahzab, 33:21). 

Mengapa Allah menjadikan Nabi Muhammad sebagai contoh teladan bagi umat manusia? Nabi Muhammad sudah dijelaskan dalam Al Quran, bahwa Beliau telah dijadikan sebagai contoh teladan bagi umat manusia. Pertanyaannya mengapa tidak Nabi Isa atau Yesus. Kenapa tidak Nabi Ibrahim atau Musa?

Mari kita jawab masalah ini dengan pendekatan historis. Jarak terdekat antara manusia zaman sekarang dengan Nabi Muhammad kurang lebih 1400 tahun. Jarak dengan Nabi Ibrahim, Musa, dan Isa (Yesus), kurang lebih 4000 s.d. 2000 tahun. 

Jarak antara hidup manusia sekarang dengan para nabi sangat panjang hingga ribuan tahun. Jarak paling dekat antara umat manusia sekarang dengan para nabi adalah dengan Nabi Muhammad yaitu sekitar 1400 tahun. Artinya apa? Kisah hidup Nabi Muhammad masih dapat digali karena jaraknya tegolong dekat.

Fakta berikutnya, mengapa Nabi Muhammad dijadikan contoh teladan umat manusia?  Kisah hidup Nabi Muhammad terekam utuh dari sejak dalam kandungan, lahir hingga kematiannya di usia 63 tahun. Fakta ini terekam dikolektif memori umat Islam di seluruh dunia. Kisah nabi Muhammad direkam oleh para ahli sejarah dan melahirkan ribuan penulis kisah hidup Nabi Muhammad. 

Bukti-bukti fisik kehadiran Nabi Muhammad di muka bumi sebagai rasul masih ada hingga sekarang, dan didatangi oleh umat Islam di seluruh dunia melalui ibadah haji dan umrah. Dalam kegiatan haji dan umrah, jejak-jejak Nabi Muhammad di Mekah dan Madinah dibuktikan oleh umat Islam.

Pemikiran, ucapan, tindakan Nabi Muhammad dicatat dalam penelitian ketat melalui seleksi hadis-hadis shahih dilakukan para peneliti hadis dengan tingkat kejujuran dan integritas tinggi. Para penutur hadis diteliti berdasarkan integritas dan kejujurannya oleh peneliti berintegritas tinggi. 

Melalui para sahabat terdekat Nabi Muhammad, wahyu yang diterima Nabi Muhammad dikumpulkan dalam satu musaf dikenal dengan Al Quran. Berkat kejujuran dan integritas sahabat-sahabat terdekat Nabi Muhammad, Al Quran hingga sekarang terpelihara tidak bercampur dengan pemikiran manusia. 

Berdasar bukti-bukti ilmiah dan berbagai fakta yang terkandung dalam Al Quran, dibandingkan dengan kitab-kitab suci yang dimiliki agama selain Islam, telah terbukti bahwa apa-apa yang dikabarkan di dalam Al Quran mengandung kebenaran.

Inilah jawaban terakhir yang menjadi alasan kuat Nabi Muhammad dijadikan sebagai contoh teladan untuk umat manusia. Nabi Muhammad di dalam Al Quran, digambarkan sebagai manusia pada umumnya manusia.

"Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya". (Al Kahfi, 18:110).

Nabi Muhammad manusia yang hidup layaknya manusia, segala prilakumnya bisa ditiru manusia, dan kisah hidupnya terekam dalam Al Quran, hadis, dan kisah-kisah sejarah. Nabi Muhammad bukan Tuhan, bukan malaikat, sehingga Allah menjadikannya contoh bagaimana hidup dijalan Allah melalui keteladanan Nabi Muhammad.***


 

Sunday, February 8, 2026

MEMAHAMI ALGORITMA AL QURAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Algoritma adalah serangkaian instruksi atau langkah-langkah yang telah disusun secara terstruktur. Secara sederhana, algoritma adalah serangkaian istruksi yang tersusun mengikuti instruksi pertama dibuat. Istilah algoritma digunakan pada dunia teknologi informasi untuk membaca data para pengguna di internet. Data ini disimpan dan digunakan untuk berbagai kepentingan. 

Salah satunya algoritma digunakan di media sosial untuk membaca informasi yang diakses pengguna. Selanjutnya algoritma akan diarahkan kepada informasi selanjutnya sesuai dengan informasi yang pertama kali diakses pengguna. Itulah algoritma karena instruksikan sudah ditentukan. 

Artinya bukan algoritma yang menentukan seseorang, tetapi apa yang pertama kali dilakukan orang akan dibentuk oleh algoritma melakukannya lagi sehingga menjadi kebiasaan. Ketika di media sosial orang mengakses informasi tentang agama, algoritma akan menyediakan informasi agama berikutnya, dan seterusnya. 

Jadi bukan algoritma yang mengendalikan manusia, tetapi manusia yang membuat algoritmanya sendiri. Algoritma adalah ketetapan-ketetapan yang telah ditentukan dan manusialah yang menentukan algoritmanya sendiri. 

Al Quran didalamnya menjelaskan algoritma-algoritma yang sudah ditentukan Allah. Algoritma di dalam Al Quran sama dengan takdir-takdir dalam bentuk kausalitas yang telah Allah tetapkan berlaku untuk seluruh makhluk. Algoritma yang ditetapkan Allah berlaku di dunia dan akhirat.

Al Quran mengabarkan algoritma kausalitas jika seseorang ingin mendapatkan kesuksesan di dunia dan akhirat. Beberapa algoritma Al Quran dapat kita ditemukan pada contoh beberapa ayat berikut:

Al Quran

Algoritma

Sebab

Akibat

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Ar Ra’ad, 13:11)

Melakukan perubahan diri.

Akan terjadi perubahan

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (Fushshilat, 41:35)

Sabar

Beruntung besar

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Thaahaa, 20:132)

Shalat dan sabar

Rezeki

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah, 2:261)

Sedekah, menafkahkan harta dijalan Allah satu butir.

Berlipat ganda  tujuh ratus butir

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan. (Ar Rahman, 55:60)

Kebaikan

Kebaikan

Jika kamu berbuat baik kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri, (Al Israa, 17:7)

Berbuat baik atau berbuat jahat

Kebaikan dan kejahatan untuk diri sendiri

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan, (Luqman, 31:8)

Iman dan beramal

 Surga-surga penuh Kenikmatan

Algoritma ini sudah menjadi ketetapan Allah, siapa yang melakukannya akan mendapatkan algoritma sebagai dijelaskan dalam Al Quran. Algorimat ini bisa menjadi pegangan bagi siapa saja yang menginginkan hidup sejahtera di dunia dan akhirat. 

Algoritma Al Quran ini bisa menjadi pemahaman ketika melakukan sebuah perbuatan. Ketika kita paham algoritma, maka pikiran kita akan dipandu sesuai dengan algoritma dari Allah melalui Al Quran. Selamat mencoba dan lakukan dengan konsisten berpedoman pada algoritma Al Quran.***


Saturday, January 31, 2026

PETUNJUK SUKSES DARI ILMU GHAIB

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Ilmu ghaib itu datang dari Allah, karena sesungguhnya Allah adalah ghaib. Ilmu dari Allah diturunkan melalui para nabi. Para nabi mewariskan pada manusia melalui kitab suci. Kita mengenal kita Taurat, Zabur, Injil, dan Al Quran. 

Kitab-kitab yang kita kenal diturunkan pada para nabi, namun ribua tahun yang lalu nabi-nabi telah meninggal. Nabi Musa, Daud, Isa, sudah lama meninggal dan sulit mendeteksi apakah kitab suci yang ditinggalkan masih asli dari Tuhan sampai sekarang? Sulit membedakan antara buku sejarah dan kitab suci. 

Jarak antara Nabi Musa dengan manusia zaman sekarang kurang lebih 3.300 tahun, Nabi Dawud kurang lebih 3000 tahun, Nabi Isa kurang lebih 2000 tahun, dan Nabi Muhammad kurang lebih 1.400 tahun. Nabi Muhammad memiliki jarak paling dekat dengan manusia zaman sekarang. 

Kisah hidup Nabi Muhammad masih terekam hingga sekarang dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga menjadi nabi dan wafat. Sementara nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad sulit ditelusuri kisah hidupnya karena sulit menemukan data primernya. 

Al Quran sebagai peninggala Nabi Muhammad, dapat dikatakan satu-satunya kitab suci yang memiliki ciri-ciri otentik kitab suci dari Tuhan dan tidak bercampur dengan pemikiran manusia. Nabi Muhammad pun tidak mencampurkanadukkan antara Al Quran dengan pemikirannya.

Al Quran hingga sekarang dicetak berulang-ulang dan setelah 1400 tahun isinya tidak berubah. Inilah salah satu bukti otentik Al Quran sebagai wahyu dari Tuhan yang terpelihara hingga sekarang. Hal ini telah dijelaskan di dalam Al Quran.  

"sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lohmahfuz)", (Al Waqiah, 56:77-78)

Bukti Al Quran terpelihara dapat kita buktikan kitab suci yang dibaca seluruh umat Islam hingga sekarang antara umat Islam di Indonesia dengan di Arab, Amerika Serikat, China, Rusia, dan India, tidak berbeda. 

Al Quran adalah ilmu ghaib yang datang dari Allah. Di dalam terdapat petunjuk bagaimana manusia bisa hidup sukses di dunia dan akhirat. Ilmu ghaib itu tertulis di dalam Al Quran secara jelas. 

"Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung." (Al Baqarah, 2:2-5).

Jika dipetakan petunjuk sukses dari ilmu ghaib ada tiga. Ilmu itu dapat dijelaskan sebagai berikut:

Ilmu Ghaib 👉

Shalat

👉Sukses

Sedekah

Akhirat

Jadi, berdasarkan petunjuk dari Al Quran, petunjuk sukses dari ilmu ghaib adalah lakukan shalat, sedekah, dan yakin ada kehidupan akhirat. Shalat, sedekah, dan akhirat, tidak dapat dipahami dengan mudah oleh akal material.

Jika dipahami secara material, shalat, sedekah, dan akhirat, perlu penelitian dan perdebatan panjang, karena ilmu ini ghaib. Untuk membuktikan kebenaran shalat, sedekah, dan kehidupan akhirat ada sebagai kunci hidup sukses, perlu kajian dari para ilmuwan lintas disiplin. 

Tidak sedikit para ilmuwan yang gagal memahami, sehingga mereka murni menjadi pemikir materialistik, menggunakan penglihatan sebagai standar pembenaran. Mereka mereka menjadi atheis, dan agnostik, akibatnya tidak sedikit manusia menciptakan tuhan-tuhannya sendiri.***  

KEMULIAAN PEREMPUAN DALAM AL QURAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Di dalam Al Quran, perempuan dimuliakan Allah, maka di dalam hadis Nabi Muhammad kedudukan perempuan ti...