Showing posts with label karakter entrepreneur. Show all posts
Showing posts with label karakter entrepreneur. Show all posts

Monday, July 26, 2021

KARAKTER ENTREPRENEUR PARA TOKOH SEJARAH

 BAHAN AJAR SEJARAH

Mata pelajaran          : Sejarah Indonesia

Kelas / Semester        : XII / Ganjil

Materi Pokok            : Meneladani karakter tokoh-tokoh sejarah

Metode/waktu          : Online/40 menit

Tujuan                      : Menganalisis ciri tokoh berkarakter entrepreneur

 

MATERI  Pertemun 1

Herodotus mengatakan, “sejarah menceritakan perputaran jatuh-bangunnya seorang tokoh, masyarakat, dan peradaban”. Jadi memelajari kisah tokoh-tokoh besar di suatu negara sama dengan memahami sejarah sebuah negara. Untuk kemajuan bangsa dibutuhkan tokoh-tokoh yang mampu mensejahterakan bangsa. Di zaman kemerdekaan,  berdasar hasil survey John Stanley terhadap 700 lebih miliarder di dunia, mereka mengatakan kesuksesan para miliarder didukung oleh kemampuan bergaul dan kecerdasan berada di urutan ke-21. Mitshubisi Research Institute (dalam Dewajani, 2008) menyatakan bahwa keberhasilan seseorang 40% bergantung pada keterampilan bertahan hidup yang dimilikinya, 30% tergantung pada kemampuan membangun komunikasi (networking), 20% tergantung pada kecerdasannya, baru 10% diantaranya ditentukan dari uang yang dimilikinya (Rohmah, 2017, hlm. 149).

Ada hukum sejarah yang berlaku pada tokoh-tokoh besar dimanapun berada. Mereka akan mengalami kisah hidup sebagaimana sebagai seorang berkarakter entrepreneur. Kisah-kisah tokoh sejarah akan menggambarkan sebagai sosok yang selalu berusaha mencari solusi, dan kreatif menggali berbagai ide atau gagasan untuk mencapai cita-citanya dengan membaca. Mereka berteman baik dengan buku-buku bacaan, dan sangat pandai membaca situasi. Mereka tidak berhenti membaca pengalaman hidup yang dialaminya untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Selain itu, perjalanan hidup para tokoh besar selalu berdampingan dengan kegagalan demi kegagalan. Mereka para pemberani, karena mereka tidak takut gagal untuk mewujudkan cita-cintanya. Kekuatan karakternya ditempa dengan ujian-ujian berat yang dapat dilaluinya dengan sabar dan tabah hingga mencapai tujuan. Mereka tidak pernah putus asa dan terus berusaha bertahan hidup (survival), hingga penderitan-penderitaan hidupnya bisa mereka lalui. Perjalanan hidupnya yang berat membuat mereka sukses, merdeka, dan mandiri dalam mementukan nasib hidupnya. Mereka tidak tergantung pada orang lain, dan keberhasilannya sangat bermanfaat bagi banyak orang.

Seorang filsuf Yunani berkata, “segala yang terjadi dan berlaku di alam ini dikuasai oleh hukum sebab akibat”. Untuk itu, kisah-kisah keuletan dalam membaca, kegagalan dan penderitaan hidup seseorang selalu menjadi sebab suksesnya orang-orang besar dalam memperjuangkan cita-citanya. Sudah menjadi hukum sejarah atau ketetapan (determinisme) sejarah bahwa orang-orang sukses akan mengalami kisah sebagaimana orang-orang besar mengalaminya. Inilah ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan sebagai takdir manusia yang tidak dapat dihindari. Dengan membaca, kisah-kisah kehidupan orang-orang besar (The Great Man) kita bisa membuktikan kebenaran hukum sejarah berlaku dalam kehidupan tokoh besar dan harus kita teladani.

Wednesday, June 30, 2021

MERDEKA BELAJAR DARI KI HADJAR

OLEH: TOTO SUHARYA

Ketika jargon “merdeka belajar” digulirkan oleh kementerian pendidikan dibawah kepemimpinan Mas Nadiem, banyak orang bertanya-tanya apa sebenar esensi dari merdeka belajar yang dimaksud? Semua berusaha menejemahkan berdasarkan pemahaman masing-masing. Tidak sedikit pula yang nyinyir dengan jargon merdeka belajar dengan menafsirkan bahwa merdeka belajar adalah belajar “kumaha urang” (bagaimana saya). Bersamaan dengan jargon merdeka belajar, Mas Menteri memperkenalkan kembali pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam implementasi pendidikan.

Ada baiknya untuk memahami jargon merdeka belajar, kita gali kembali pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara dari buku-buku karya Ki Hadjar yang sudah menjadi sejarah pemikiran pendidikan beliau. Salah satu buku karangan beliau berjudul “Bagian Pertama Pendidikan”. Buku terbitan tahun 1962 dicetak oleh percetakan Taman Siswa Jogjakarta, penulis dapatkan buku ini di pasar loak salah satu sudut Kota Bandung. Membaca pemikiran-pemikiran Ki Hadjar tentang pendidikan, penulis menemukan bahwa pemikir-pemikir leluhur kita di bidang pendidikan tidak kalah dengan pemikir-pemikir dari bangsa lain. Sudah saatnya kita tumbuh dewasa dengan percaya diri pada pemikiran leluhur kita. Setiap bangsa memiliki karakter, budaya, sosial, politik, agama dan kondisi alam berbeda-beda. Model pendidikan yang paling cocok untuk bangsa Indonesia, pendidikan yang lahir dari kondisi lingkungan alam, sosial, budaya, di mana bangsa Indonesia tinggal.

Ki Hadjar berpendapat mendidik anak adalah mendidik rakyat. Sistem pendidikan harus sesuai dengan hidup dan penghidupan rakyat. Pengaruh pendidikan adalah memerdekakan lahir dan batin. Belajar yang memerdekakan adalah gagasan Ki Hadjar untuk mendidik rakyat Indonesia. Kemerdekaan lahir dan batin diartikan oleh Ki Hadjar adalah melahirkan manusia-manusia yang tidak tergantung pada orang lain, dan harus bersandar pada kekuatan diri sendiri. Pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk penghidupan bersama ialah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan bangsa. Dalam hidup merdeka seseorang harus ingat bahwa anak-anak hidup bersama-sama dengan orang lain, dan menjadi bagian dari persatuan manusia. Dalam pendidikan, kemerdekaan bersifat tiga macam, berdiri sendiri, tidak tergantung kepada orang lain, dan dapat mengatur diri sendiri.  (Ki Hadjar, 1962, hlm. 3-4).

Selanjutnya, prasyarat merdeka belajar menurut Ki Hadjar adalah “pendidikan harus terbebas dari bantuan yang mengikat, yang dapat menimbulkan hutang budi pada pemberi bantuan. Kondisi ini membahayakan bagi dunia pendidikan. Di peringatkan juga sudsidi pendidikan dari pemerintah  dapat mengurangi kemerdekaan dalam pengajaran. Bantuan pendidikan harus bersifat sukarela dan tidak mengikat. Biaya pendidikan harus membiayai dirinya sendiri.” (Ki Hadjar, 1962, hlm. 4-5). Imam Ahmad mengatakan, “kebaikan orang baik itu mengikat karena kita punya kewajiban membalas kebaikan mereka”. Kewajiban membalas budi inilah bisa menjadi penghambat kemerdekaan pengajaran.   

Gagasan Ki Hadjar menggambarkan kondisi bantuan pendidikan saat ini. Bantuan-bantuan luar negeri untuk pendidikan tentu memiliki syarat dan akan mengikat pada kemerdekaan pengajaran. Bantuan pemerintah juga dapat mengurangi kemerdekaan belajar jika batasan-batasan aturan dalam penggunaan anggaran sangat kaku. Dunia pengajaran bukan dunia baku dan linier, karena yang dihadapi adalah anak-anak yang memiliki jiwa, dia hidup dan sangat dinamis. Untuk mengajarknya dibutuhkan kecerdasan para pendidik untuk mengelola dan mengembangkan pengajaran kreatif, adaftif, dengan pendekatan multidimensi. Kesejahteraan pendidik, sarana-prasarana, dan media pengajaran harus dibangun secara berkesinambungan dan harus selalu menyesuaikan dengan perubahan zaman. Jika subsidi pendidikan diberikan dengan batasan-batasan rigid, dan mengingat, maka pengajaran akan kehilangan kemerdekaannya dan tidak mampu beradaftasi dengan perkembangan zaman.

Selain itu, untuk mendukung merdeka belajar, harus banyak tersedia badan-badan yang bisa menolong anak-anak istimewa yang pantas ditolong. Anak-anak dari latar belakang ekonomi lemah harus mendapat kemudahan untuk melanjutkan pendidikan kemanapun mereka mau. Dana-dana pendidikan untuk golongan ekonomi lemah harus tersedia melimpah dan negara harus bertindak.

Merdeka belajar yang dicanangkan oleh Ki Hadjar tidak berarti bebas membabi buta. Pendidikan harus tetap mengacu kepada kodrat yang bersumber pada adat istiadat. Kodrat lebih kuasa dalam pengajaran. Contoh dalam pengajaran antara anak laki-laki dan perempuan. Pendidikan yang sesuai dengan adat isitiadat (kodrat) harus mengajarkan etika, kesopanan, pergaulan, antara laki-laki dan perempuan sebagaimana terjadi pada pendidikan dalam lingkungan keluarga, terutama kepada mereka yang sudah menginjak masa birahinya datang. Masa-masa birahi memuncak pada anak-anak terjadi pada usia 16-18 tahun untuk perempuan, dan usia 18-25 untuk laki-laki. Namun demikian anak permpuan dan laki-laki perlu bergaul dengan pengawasan agar mereka bisa terbiasa dalam pergaulan dan bersaudara.

Demikian sedikit pemikiran dari Ki Hadjar sebagai modal dasar kita untuk memahami makna merdeka belajar yang digadang-gadang oleh generasi kita sekarang. Memaknai kemerdekaan belajar harus hati-hati dan selayaknya kita gali pemikiran-pemikiran pendidikan dari pendahulu-pendahulu kita untuk memahami dasar-dasar pendidikan bagi anak-anak kita, yang telah dirintis dari sejak awal kemerdekakan bangsa Indonesia. Wallahu’alam. 

Wednesday, June 23, 2021

MENGURANGI PENGANGGURAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Dampak pandemi Covid-19 paling kasat mata adalah meningkatnya angka pengangguran. Pada tahun 2020 BPS mencatat pengangguran di Jawa Barat selama Pandemi mengalami kenaikan menjadi 10, 46 persen, mengalami kenaikan 0,60 persen dari tahun. Lulusan SMK menjadi penyumbang tingkat pengangguran terbuka (TPT) di anggka 18,75 persen pada agustus 2020, lebih tinggi dari warga lulusan SD yang berada di angka 5,68 persen. Tahun 2020 jumlah angkatan kerja pada Agustus 2020 sebanyak 24,21 juta orang mengalami peningkatan 0,22 orang dari tahun 2019. 

Semasa pandemi Covid-19, peningkatan angka pengangguran terkait dengan terjadinya PHK. Ada 1.983 perusahan yang terhambat kinerjanya karena pandemi covid-19. Sudah ada 19.089 pekerja yang terkena PHK dari 460 perusahaan. (https://www.merdeka.com/peristiwa/angka-pengangguran-di-jawa-barat-naik-selama-pandemi.html). 

Apa yang dapat kita ambil hikmah dari data di atas untuk pendidikan? Memprihatinkan data pengangguran lulusan SMK (18,75%) lebih tinggi dari pada lulusan SD (5,68%). Logika lucu, daya serap lulusan ke dunia kerja lebih bagus lulusan SD dibanding dengan luusan SMK. Kesimpulan lucu, jika ingin diterima kerja jangan melanjutkan sekolah ke SMK, cukup sekolah SD saja. Lulusan SMA tercatat pula sebagai penyumbang tingkat pengangguran terbuka.

Terkait dengan keberadaan pengusaha, jika 460 perusahaan melakukan PHK sebanyak 19.089 artinya rata-rata satu perusahaan melakukan PHK sebanyak kurang lebih 41 orang. Fakta ini menjadi jelas bahwa para pengusaha sangat dibutuhkan posisinya untuk membantu kesejahteraan masyarakat. Jika satu perusahaan bisa membuka lapangan pekerjaan 41 orang, berapa persen dibutuhkan pengusaha di negeri ini? Dengan populasi pengusaha 2,5% dari  270 juta penduduk Indonesia, seandainya satu pengusaha bisa merekrut tenaga kerja 41 orang, maka akan ada 276.750.000 terhidupi. Artinya kita membutuhkan minimal 2,5% pengusaha jika setiap pengusaha bisa merekrut 41 orang tenaga kerja.

Dalam sebuah webinar, Sandiaga Uno mengatakan, 99% ekonomi Indonesia digerakkan oleh para entrepreneurship usaha kecil, mikro dan ultra mikro. Namun sayangnya, entrepreneurship UKM di Indonesia masih ketinggalan dibanding negara Asean lainnya. “Singapura sudah 7%, Malaysia sudah 6%, Thailand sudah 5%, sedangkan Indonesia masih di bawah 3%. (8/09/20/ https://economy.okezone.com/ diakses, 07/06/2021)

Permasalahan bagi Indonesia untuk menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia, pertama; bagaimana meningkatkan jumlah pewirausaha dari populasi penduduk Indonesia. Kedua; bagaimana meningkatkan kualitas para pengusaha Indonesia agar mereka bisa merekrut tenaga kerja minimal 41 orang pekerja. Apakah yang bisa diupayakan dunia pendidikan khususnya di level pendidikan SMA? Pada tahun 2018 dari sebanyak 131,01 juta anggkatan kerja, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMA menyumbang sebanyak 7,95%. (https://nasional.tempo.co/read/1173343/lulusan-sma-penyumbang-pengangguran-terbesar/full&view=ok). Pendidikan kewirausahaan adalah solusi tepat untuk dunia pendidikan menengah. Perlu keseriusan di dunia pendidikan untuk mensosialisasikan pendidikan kewirausahaan untuk meningkatkan jumlah pewirausaha secara nasional yang sudah tertinggal dari negara-negara tentangga.

Karakter Entrepreneur

Pendidikan kewirausahaan harus dikerjakan mulai dari pengembangan pola pikir, skill, dan praktek. Tiga ranah ini harus dikerjakan secara bersamaan dan berkelanjutan untuk mengembangkan karakter entrepreneur. Pengembangan karakter entrepreneur harus jadi trend pendidikan di era industri 4.0. Karakter entrepreneur adalah soft skill yang wajib dimiliki peserta didik di abad sekarang. Para para peserta didik yang memiliki karakter entrepreneur tidak ada istilah menganggur karena mereka bukan pencari kerja tetapi pencipta pekerjaan.

Pengembangan pola pikir pewirausaha bisa dilakukan melalui integrasi karakter entrepreneur ke dalam berbagai mata pelajaran. Pengembangan pola pikir dalam berbagai mata pelajaran dengan cara mengungkap fenomena,  hukum alam dan sosial yang dapat menjadi inspirasi untuk memahami bagaimana cara hidup optimis, tahan derita, sabar, disiplin, kreatif dan inovatif. Pola pikir ini harus terus di tanamkan pada peserta didik sesering mungkin sampai menjadi mindset dan menjadi dasar dalam menentukan sikap terhadap segala masalah dan kesulitan yang akan dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari.

Skill adalah pengalaman kemampuan teknis yang harus dimiliki peserta didik agar mereka punya keterampilan hidup. Keterampilan teknis dalam mengaplikasikan berbagai macam aplikasi menjadi keniscayaan hidup saat ini. Ke depan semua perangkat hidup manusia akan banyak bersentuhan dengan teknologi informasi.  Kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan politik, tidak akan lepas dari bantuan teknologi informasi. Skill memanfaatkan teknologi informasi dalam menyelesaikan berbagai masalah kehidupan harus menjadi kompetensi dasar setiap peserta didik.

Praktek adalah kegiatan nyata berkaitan dengan pembelajaran projek berkaitan dengan kewirausahaan dengan tujuan memberikan pemahaman dan pengalaman langsung mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan sebuah program kewirausahaan. Proyek pembentukan karakter entrepreneur yang sudah dilakukan seperti proyek Student Company, Vidoe Conference Training¸ Student Corp, dan Chanel TV sekolah, sebagai wadah untuk menampung segala gagasan dana pembentukan karakter peserta didik yang berkaitan dengan kewirausahaan. Walahu’alam.  

Thursday, June 3, 2021

KIAT HIDUP MAPAN BUAT WISUDAWAN

Oleh: Toto Suharya

Bagi guru, setiap momen adalah panggung tempat mengajar, menyampaikan pesan apa yang harus dilakukan agar peserta didik bisa hidup sukses dan mulia. Tuhan memberi tugas pada guru, untuk mengajar dengan memberi peringatan demi peringatan. Sedangkan perubahan pada peserta didik bukan tanggung jawab pemberi peringatan. Perubahan prilaku dan kesuksesan adalah tanggung jawab peserta didik dengan Tuhannya.

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka, (Al Ghaasyiyah, 88:22).

Tidak ada sedikitpun kerugian bagi guru, jika murid-murid tidak mentaati penringatannya. Kebaikan dan keburukan datang bukan dari luar, tapi datang dari apa yang dilakukan. Keburukan yang di dapatkan oleh guru, jika selama tugas tidak menyampaikan pengajaran. Dan inilah pesan tiada akhir para peserta didik.

Pertama, dunia hakikatnya adalah masalah, maka ketika manusia terlahir ke dunia sesungguhnya dia dilahirkan dalam sebuah kehidupan tempatnya berbagai macam masalah. Untuk itu mereka yang akan hidup sukses adalah yang berani menghadapi masalah, haram mengeluh, haram menyalahkan orang lain, dan selalu optimis dengan fokus pada Allah.

Kedua, Allah Maha Penolong umatnya, tidak semata-mata menciptakan manusia di dunia dengan penuh masalah jika tidak menyediakan solusinya. Shalat adalah alat komunikasi manusia dengan Allah. Isi dari komunikasi yang dibangun dalam shalat adalah memohon pertolongan kepada Allah agar bisa hidup sejahtera di dunia dan akhirat. Semakin sering berkomunikasi dengan Allah, semakin besar kesejahteraan yang akan diberikan. Jangan tinggalkan shalat, karena shalat adalah ukuran kesejahteraan hidup. Kesejahteraan manusia diukur dari berapa banyak ingat Allah. Orang-orang yang sering mengingat Allah, merekalah yang dijanjikan kedudukan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat. Shalatlah sebanyak-banyaknya agar selalu ingat Allah.

Ketiga, Allah menutup sumber kesejahteraan hidup manusia jika tidak berbakti kepada ibu dan bapaknya. Sekalipun di dunia internasional nama seseorang sangat terkenal, namun jika dia tidak dikenal baik oleh ibu dan bapaknya, sesungguhnya orang itu tidak akan mendapat kesejahteraan dalam hidup. Allah menyimpan lisan-Nya pada kedua orang tua, jadi apa yang dikatakan orang tua itulah yang akan jadi kenyataan untuk anaknya. Berbuat baiklah pada ibu bapak mu, terutama pada saat mereka telah berusia lanjut. Jika ibu bapak mu telah meninggal, berbaktilah dengan medoakannya minimal lima kali sehari, di waktu dhuha, atau di sepertiga malam.


Keempat, Allah menciptakan pengetahuan, dan apa yang diciptakan manusia diawali dari pengetahuan. Cara untuk mendapat pengetahuan adalah membaca. Jadi membaca adalah kata kunci untuk membuka semua rahasia di langit dan dibumi. Berapa banyak penduduk yang suka membaca, menjadi ukuran kesejahteraan sebuah bangsa. Seberapa lama membaca menjadi ukuran dari berkualitasnya seseorang. Suka membaca adalah syarat utama bagi siapa saja yang menghendaki hidup sejahtera. Ciri orang berpendidikan adalah membaca. Omong kosong mengaku berpendidikan tetapi nol membaca.

Itulah empat minimal hasil dari pendidikan yang insya Allah dapat membawa semua lulusan menjadi orang-orang sukses bermanfaat bagi orang tua dan bangsa. Hidup adalah masalah, menjadi kesuksesan sangat tergantung bagaimana cara menyikapinya. Jika seluruh sikap kita terhadap masalah baik, maka sudah pasti kebaikan akan kita terima. Jika ingin sukses, rumusnya bukan berapa banyak ilmu yang kita kumpulkan, tapi berapa banyak yang bisa kita berikan. Wallahu’alam. 

Sunday, May 9, 2021

MENGAJARKAN KARAKTER SABAR

Oleh: TOTO SUHARYA
(Kepala Sekolah / Sekretaris DPP AKSI)

Tidak dapat dikatakan orang baik tanpa memiliki kesabaran. Sebaik-baiknya manusia dia belum menjadi orang baik, tanpa memiliki sifat dan prilaku sabar.

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (Fushshilat, 41:35).

Kata sabar sering dinasehatkan kepada siapa saja yang sedang menghadapi ujian dari Allah. Namun demikian jarang orang memahami apa arti sabar menurut Al-Qur’an. Awam memahami sabar hanya sekedar diam menerima apa yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Pandangan ini sangat pasif dan orang-orang sabar dianggap penderita dan tertindas. Pandangan ini sangat negatif dan membuat orang-orang sabar pesimis dan enggan menjadi orang sabar.

Jika kita belajar dari Al-Qur’an orang sabar pasti optimis dan bahagia. Banyak orang pasti memilih dan bercita-cita jadi orang sabar. Untuk memahaminya kita coba pahami konsep sabar dari penjelasan Al-Qur’an. Kabar gembira bagi orang yang memilih hidup berkarakter sabar. Orang-orang sabar teman dekatnya Allah. Siapa yang mengganggu orang sabar dia berurusan dengan teman dekatnya yaitu Allah. Dalam Al-Baqarah, 2:153), Allah mengatakan:

Betapa beruntungnya orang-orang yang menjadi teman dekat Allah. Lalu siapa orang-orang sabar ini? Al-Qur’an memberi kriteria siapa orang-orang sabar. Berikut kriteria orang-orang sabar menurut penjelasan Al-Qur’an.

1.  Shalat

Karakter yang dapat dilihat sebagai orang sabar adalah rajin shalat. Kepada orang-orang yang shalat, Allah akan menganugerahkan kesabaran. Minimal kesabaran itu terjadi, ketika peserta didik disiplin melaksanakan shalat. Kegiatan shalat bukan hanya ritual tetapi membangun pikiran dan tindakan yang selalu tergantung pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Konsepsi shalat tentu bukan hanya praktek ritual tetapi termasuk dalam tindakan-tindakan secara faktual dalam kehidupan di masyarakat. 

Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (Al Baqarah, 2:45).

2.  Pemberi Maaf

Orang sabar berprilaku pemberi maaf. Pemberi maaf dipraktekkan dengan karakter suka bermusyawarah dan cinta damai. Tidak akan dikategorikan orang sabar jika tidak memeiliki karakter pemaaf. “Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan” (Asy Syuura, 42:43).

3.  Menolak kejahatan dengan kabaikan.

Karakter orang sabar sudah tidak lagi terpengaruh oleh rangsangan-sangsangan untuk berbuat baik yang datangnya dari luar. Apapun reaksi yang datang dari luar, sudah tidak berpengaruh pada karakternya, karena respon yang dihasilkan kepada setiap kejadian adalah respon yang selalu mencerminkan prilaku baik.

Kemampuan paling menonjol dari orang-orang sabar adalah merespon keburukan dengan kebaikan. “disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan”, (Al Qashshas, 28:54).

4.  Taat dijalan benar dengan bersedekah

Kesabaran seseorang diuji dalam ketaatannya menjalani jalan yang benar. Tidak ada kesabaran pada orang-orang yang taat pada jalan salah. Orang-orang sabar memiliki prilaku konsisten dalam menjaga tetap berada di jalan benar yaitu bersedekah.

“orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya, dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (Ali Imran, 3:17).

Kesimpulannya, sabar adalah ciri prilaku agung dari orang-orang baik. Siapa memiliki karakter sabar, maka dia telah diberi keberuntungan yang besar dari Allah. Kesabaran adalah karakter yang dapat mendatangkan kesuksesan. Prilaku sabar wajib diajarkan kepada anak-anak agar kelak mereka menjadi pemimpin-pemimpin sukses di muka bumi. Allah berjanji kepada orang-orang sabar:

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az Zumar, 39:10).

Sabar sangat perlu diajarkan di sekolah-sekolah sebagai karakter sukses yang akan mendampingi anak-anak di masa mendatang. Apa yang harus diajarkan? Latih anak-anak dengan program-program karakter seperti praktek shalat, jadi pemaaf, membalas keburukan dengan kebaikan, sedekah, dan mengawal program secara konsisten serta mengevaluasinya secara berkesinambungan.  Wallahu’alam.

Saturday, February 20, 2021

MENDIDIK ORANG INDONESIA

OLEH: TOTO SUHARYA

(Kepala Sekolah, Sekretaris DPP AKSI, KACI)

Orang Indonesia hidup di negara dengan kualitas lingkungan surga. Gunung-gunung setiap tahun hijau, air mengalir sepanjang tahun, dan laut yang luas nan biru dimiliki orang Indonesia. Tongkat bisa jadi tanaman, dan batu bisa jadi berlian. Lingkungan hidup Indonesia sangat nyaman, sekalipun hidup orang Indonesia terancam oleh seribu satu macam bencana. Kenyamanan lingkungan Indonesia telah mengalahkan rasa takutnya terhadap berbagai macam bencana.

Dengan kondisi lingkungan sangat rentan dengan ancamanan bencana, orang Indonesia tidak suka dengan ancaman. Sebaliknya orang Indonesia sangat suka dengan kenyamanan. Apapun akan dilakukannya agar bisa hidup nyaman. Untuk itu karakter orang Indonesia sangat suka dengan suasana harmonis dan damai.

Berlatar belakang lingkungan nyaman, mendidik orang Indonesia harus penuh dengan kasih sayang dan kearifan. Orang Indonesia akan berusaha melawan sekuat tenaga kepada siapa saja yang membuatnya tidak nyaman sekalipun hanya dengan hatinya. Sebaliknya orang Indonesia akan membangun kerja sama erat dengan orang-orang yang bisa membangun kesejahteraan dan kenyamanan hidupnya. Selama kurang lebih 350 tahun menghadapi penjajahan bangsa asing, orang Indonesia tidak pernah berhenti melawannya.

Atas dasar itu, pendidikan yang menerapkan berupa sanksi, ancaman, cemoohan, dan diskriminasi, sangat tidak disenangi. Pendidikan dengan hukuman yang membuat orang Indonesia malu, putus asa, sangat tidak disenangi. Oleh karena itu, pendidikan yang menerapkan syarat-syarat kelulusan sangat ketat akan cenderung dihindari dengan berbagai macam cara.  Orang Indonesia bukan tidak mau gagal, tetapi mereka harus merasakan kegagalan sebagai sebuah keberuntungan. Bagi orang Indonesia, Boleh gagal tapi harus ada alternatif lain agar kegagalannya langsung tergantikan dengan keberuntungan. Orang Indonesia harus tetap merasakan posisi beruntung sekalipun dia gagal. Untuk itu menghadapi orang Indonesia harus punya banyak alternatif dan solusi agar kegagalan tetap menjadi harapan hidup sukses tetap ada.

Maka caara mengajar orang Indonesia harus seperti apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripada-Nya, (Huud, 11:2). Jadi tugas para pendidik hanya memberi peringatan dan kabar gembira yang menyenangkan serta memotivasi.  Para pendidik sekalipun mengajar siswa dengan berbagai latar belakang kecerdasan dan kemampuan, semua siswa harus mendapatkan peringatan dan kabar gembira dari berbagai macam kecerdasan dan kemampuan yang mereka miliki. Kecerdasan para pendidik di Indonesia adalah harus punya keterampilan memberikan peringatan dan kabar gembira bagi siapapun yang mendengarnya.

Mengajar orang Indonesia harus penuh dengan pujian, sanjungan, dan kabar-kebar gembira atas apa yang telah mereka lakukan. Orang Indonesia sangat tidak suka dengan harapan-harapan kosong, atau pujian-pujian palsu. Orang Indonesia sangat religius, karena dasar negaranya mengatasnamakan sebagai warga negara yang berkeyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ritual-ritual keagamaan sangat digemari, karena dalam ritual yang menyenangkan membuat orang Indonesia harapannya tetap ada.

Untuk itu mengajar orang Indonesia harus selalu menyisipkan keyakinan kepada Tuhan yang diyakini oleh seluruh bangsa Indonesia sebagai penentu mutlak kehidupan bangsa Indonesia. Mengembangkan pendidikan untuk orang Indonesia harus senantiasa menyentuh otak-otak spiritualnya selalu aktif. Ritual agama harus selalu disandingkan dengan kegiatan pembelajaran, sebagai pembangkit otak spiritual, pembangun motivasi  dan harapan hidup sejahtera tanpa batas.

Orang Indonesia ketika dijanjikan harapan-harapan baik dari Tuhan, mereka tidak akan merasa dibohongi, mereka yakin Tuhan adalah tempat segala makhluk bergantung dan diyakini tidak mungkin ingkar janji. Keyakinan ini harus dimanfaatkan dalam segala situasi pembelajaran sebagai penggerak untuk melakukan perubahan secara permanen.

Orang Indonesia sudah terlahir kreatif karena terlahir dalam lingkungan dan situasi yang penuh dengan perbedaan. Maka yang dibutuhkan orang Indonesia adalah motivator yang membangkitkan kepercayaan diri mereka agar mereka merasa memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan. Dorongan harus didatangkan dari apa yang mereka yakini sebagai penggerak dan penentu perubahan yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan harus selalu ada dalam otak orang Indonesia, karena dengan keyakinan pada Tuhan YME, orang Indonesia dapat bergerak tanpa batas melebihi manusia-manusia lain yang ada di muka bumi ini.

Mengajar orang Indonesia adalah menanamkan keyakinan kepada Tuhan bahwa dirinya benar-benar bisa hidup lebih sejahtera setelah mendapat pendidikan. Model pendidikan yang melibatkan aspek spiritual harus dikemas menjadi sebuah pembelajaran yang menyenangkan, penuh kabar gembira, kreatif, inspiratif, dan penuh optimisme. Orang Indonesia harus diajarkan bagaimana Tuhan menjadi motivator abadi dalam menjalani segala proses kehidupannya. Dengan demikian akan lahir manusia-manusia Indonesia yang tangguh, pantang menyerah, tekun, dan kreatif selalu ada ide untuk tetap bangkit ketika mengalami kegagalan. Pendidikan untuk orang Indonesia harus bisa mendekatkan mereka dengan Tuhan hingga punya keyakinan kuat bahwa Tuhan penentu dan penjamin hidup sejahtera di dunia dan akhirat. Wallahu’alam. 

Friday, January 8, 2021

BAHAYA MENGANCAM GURU

OLEH: TOTO SUHARYA

Perkembangan teknologi informasi, mau tidak mau telah menggusur seluruh sendi kehidupan untuk melakukan perubahan. Teknologi bukan hanya alat untuk menyelesaikan masalah hidup tetapi mengubah pola hidup masyarakat. Saat ini, aktivitas masyarakat lebih banyak diam dalam sibuk. Kesibukkan tidak dilihat lagi dengan bentuk mobilitas perpindahan antar tempat. Sekarang mobilitas dapat dilakukan dalam diam, tetapi mobilitas melebihi mobilitas orang sibuk secara konvensional, kesibukkan masyarakat di era teknologi informasi bisa lintas daerah, nasional, bahkan internasional.

Maka di era informasi saat ini ada karakter-karakter yang membahayakan bagi guru dan peserta didik. Karakter ini berkaitan erat dengan dunia pendidikan dan profesi guru. Karakter yang membahayakan guru dan peserta didik di era informasi adalah tidak suka membaca. Tidak suka membaca sebenarnya menjadi kanker yang bisa menjalar ke mana-mana menjadi penyakit akut dalam dunia pendidikan.

Manusia kreatif, cerdas, berkarakter, multitalenta, bisa diciptakan dengan kepemilikan pengetahuan. Tanpa pengetahuan manusia sekalipun memiliki akal akan mengalami hambatan dalam perkembangan hidupnya. Kecerdasan akal sangat tergantung pada jumlah pengetahuan yang dimiliki. Akal seperti mesin perang, bisa bekerja jika ada pelurunya. Senjata yang pelurunya sedikit kalah bersaing dengan senjata dengan jumlah peluru banyak. Pistol akan sangat mudah dilumpuhkan dengan senapan mesin yang memiliki jumlah peluruh banyak. Akal adalah senjata dan pengetahuan adalah pelurunya. Pengetahuan di dapat dengan membaca.

Jika  guru tidak suka membaca, seperti macan tidak punya taring, seperti gajah tidak punya belalai, dan seperti kuda tidak bisa berlari. Guru yang tidak suka membaca seperti kendaraan mewah yang setiap tahun mengalami penurunan harga karena ketinggalan teknologi. Bahaya dari tidak suka membaca, guru akan mengalami degradasi kualitas pribadi dan semangat mengabdi.

Tidak suka membaca berdampak pada stok pengetahuan guru jadi terbatas, sementara teknologi, gaya hidup, kondisi zaman, dan pola asuh anak-anak didik selalu mengalami perubahan. Tidak suka membaca, bisa berdampak semangat mengajar guru mengalami penurunan karena bosan, karena pengetahuan yang dimiliki tidak pernah mengalami pertambahan. Guru yang mengalami defisit pengetahuan seperti mobil ketinggalan zaman puluhan tahun. Guru yang mengalami defisit pengetahuan akan mengalami bosan menjalani profesinya, dan semakin malas untuk melaksanakan tugas. Guru yang mengalami defisit pengetahuan seperti mobil tua, tidak bisa dibawa lari dan sulit bermanuver. 

Malas dan tidak suka membaca adalah ancaman laten yang selalu mengintai guru-guru. Dengan cara membacalah semua pengetahuan dapat diinput ke otak. Alat-alat untuk membaca yang sudah diberikan Allah kepada manusia adalah panca indera, akal dan hati. Maka barang siapa tidak membaca maka bukan inderanya yang akan buta tetapi hatinya. Guru dapat berhasil mengantisifasinya dengan memprogram dan membiasakan membaca, minimal dua jam per hari, guru-guru akan selamat dari mara bahaya. Semoga Allah melindungi kita semua. Wallahu’alam.

Tuesday, January 5, 2021

JANGAN LUPA BAHAGIA, BAGAIMANA CARANYA?

OLEH: TOTO SUHARYA

Masa kesehatan dengan obat-obatan sudah tamat, pandemi covid-19 seolah-olah mengubahnya. Cara hidup sehat ke depan harus dengan cara tetap bahagia (wellbeing), menjaga pola makan sehat, istirahat tidur yang cukup, olah raga teratur, dan konsumsi multivitamin.

Kita sering saling mengingatkan dengan teman agar jangan lupa hidup bahagia, tetapi jika kita pikirkan bagaimana caranya hidup bahagia? Ada yang sudah punya jawabannya, ada pula yang bingung karena bagaimana mau bahagia karena realitasnya pandemi telah mengurangi kualitas hidup manusia menjadi terbatas, terutama dalam bidang ekonomi. Namun demikian Allah telah menetapkan bagaimana agar manusia bisa hidup bahagia. Berikut penulis rangkum beberapa kabar dari Allah agar bisa hidup bahagia.

Kabar gembira. Allah selalu mengabarkan kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. “Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”. (Al Hajj, 22:37). Penyebab kebahagiaan adalah berbuat baik. Jangan lupa bahagian adalah peringatan agar kita selalu berbuat baik. Perbuatan-perbuatan baik akan membawa efek psikologis positif. Perasaan dan pikiran positif akan merangsang munculnya endorphin (hormon bahagia) di otak. 

Selanjutnya ada syarat yang harus dipenuhi agar perbuatan-perbuatan baik kita bisa menghasilkan endorphin. Iklash adalah syarat perbuatan baik dapat menghasilkan endorphin di otak. "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri". (Al ‘Araaf, 7:126). Kondisi iklhas tertinggi adalah ketika kita berserah diri kepada Allah atas segala perbuatan baik yang kita lakukan. Iklhas juga dapat berarti bahwa segala perbuatan baik kita selalu diharapkan kepada Allah, dan atas perintah Allah.

Kesabaran menghadapi kesulitan selama pandemi akan menjadi efek positif jika kita menjaga kesabaran dengan berbuat baik dan selalu berserah atau berharap sesuatu yang baik dari Allah. Ini adalah pola pikir yang harus selalu melandasi setiap perbuatan baik yang kita lakukan.

Berbuat baik tidak perlu mengada-ngada tetapi cukup melakukan kebaikan berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan yang setiap hari harus kita lakukan. Pekerjaan rumah, pekerjaan kantor, lakukanlah dengan niat ikhlas berserah diri dan berharap sesuatu yang baik dari Allah. Jangan lupa sisihkan sedikit harta sekecil apapun untuk menyantuni saudara-saudara kita. Kebahagiaan adalah anugerah rezeki dari Allah sebagai balasan bagi orang-orang yang berbuat baik karena Allah. Sesungguhnya segala sesuatu terjadi atas izin Allah, termasuk rasa dan pikiran bahagia yang kita inginkan.

Demikian sedikit perjelasan bagaimana agar hidup kita agar selalu bahagia. Sesederhana itu Allah mengajarkan bagaimana hidup bahagia kepada umat manusia. Semoga bermanfaat dan bahagia selalu. Awali semua kebaikan dengan bismillah dan akhiri dengan alhamdulillah.Wallahu’alam.

Saturday, December 19, 2020

MENCETAK AHLI SAHAM DI SEKOLAH

OLEH: TOTO SUHARYA

Apa yang ada dalam pikiran anda ketika mendengar kata saham? Awalnya mungkin berpikiran seperti saya, “saham adalah semacam permainan seperti judi”. Pemikiran ini saya miliki mungkin 10 tahun yang lalu, ketika tidak begitu mengenal apa itu saham, padahal diajarkan di sekolah pada mata pelajaran ekonomi. Saya ingat, dulu guru ekonomi mengajak murid-murid studi langsung ke Bursa Efek di Jakarta. Dulu, saya termasuk siswa yang tidak pernah ikut kunjungan tersebut. Penyebabnya karena pengetahuan saya tentang saham sangat minim dan akibatnya tidak sedikit pun menaruh perhatian pada saham.  Pada saat itu dipikiran terlintas pula bahwa saham adalah mainan orang-orang berduit dan sangat tidak cocok dengan orang yang hanya punya uang recehan.

Pernah terbersit ingin mengerti apa itu saham, dan apa arti dari deretan angka-angka yang selalu bergerak dan berubah-ubah setiap saat. Namun kesempatan untuk belajar saham tidak pernah terjadi karena sedikit sekali orang yang mengerti. Saya membutuhkan orang yang bisa mengajarkan saham dengan mudah dan bisa langsung dimengerti oleh akal sederhana.

Keinginan itu terjadi secara tidak sengaja. Pada bulan Maret 2020 serangan wabah virus Corona terjadi sangat cepat. Sekolah tiba-tiba dibubarkan, dan pembelajaran harus dilakukan melalui jarak jauh karena tidak boleh ada kerumunan. Penyakit virus Corona menyebar jika ada kerumunan. Guru-guru dan siswa harus bergantung pada internet dan teknologi informasi. Setiap hari guru dan siswa duduk di meja menggunakan smart phone atau laptop melakukan pembelajaran daring dari pagi sampai sore, bahkan sampai malam guru masih melayani siswa belajar.

Suatu hari saya melihat berita di media sosial, para karyawan menangis masal karena perusahan tempat bekerja terpaksa melakukan PHK, akibat dari larangan pemerintah berbelanja guna menghindari kerumunan. Di satu sisi saya menyaksikan orang bekerja dari rumah, tanpa ke mana-mana dengan penghasilan 32 juta per bulan. Ada Corona tidak ada Corona bagi orang ini tidak ada masalah, karena mereka bekerja menggunakan teknologi informasi dari jarak jauh dan tetap tinggal di rumah.

Saya melihat ketika pandemi Corona terjadi, orang-orang yang sudah kerja puluhan tahun sangat terpukul karena terancam tak berpenghasilan. Tabungan kosong, investasi tidak punya. Lalu saya berpikir, apa yang harus diajarkan di sekolah agar murid-murid dibekali kemampuan untuk mengelola aset agar hidupnya bisa tetap sejahtera dan lebih sejahtera sekalipun situasi bencana. Hampir 70% lulusan SMA tidak bisa melanjutkan kuliah karena masalah biaya. Lalu mereka terjun ke dunia kerja, padahal mereka dipersiapkan untuk melanjutkan kuliah.

Lulusan SMA terjun ke dunia kerja hanya menghasilkan uang cukup makan dan minum. Paling bagus bisa kredit motor dan nilai aset terus berkurang seiring usia motor tersebut bertambah. Berpuluh-puluh tahun kerja tidak pernah menambah sejahtera, karena tidak ada investasi untuk masa depan. Dari situ saya berpikir untuk mencari tahu tentang saham. Melalui media sosial, saya menelusuri tentang cara berinvestasi di saham. Informasinya sangat banyak tersedia.

Saya menemukan penjelasan dari beberapa investor yang menawarkan investasi saham dengan uang receh. Ternyata saham di era digital sudah tidak seperti dulu. Saham kini sudah bisa diakses dari gadget dengan aplikasi. Uang yang dibutuhkan untuk investasi pun hanya butuh puluhan ribu saja. Saham yang tadinya hanya bisa dibeli kalangan berduit, kini bisa dimiliki oleh rakyat dengan penghasilan kecil dan pas-pasan.

Saya mencari aplikasi dan mempelajari cara mengoperasikannya di media sosial. Dua hari dua malam saya tekun mempelajari dan berhasil mendaftar menjadi investor saham pada sebuah aplikasi tanpa harus mendatangi kantor broker saham. Semua pendaftaran langsung dari rumah melalui gadget. Pertama kali membeli saham dengan modal 500 ribu, membeli saham bank milik pemerintah daerah Jawa Barat dan perusahaan telekomunikasi terbesar milik negara. Saya merasakan sensasi bahagia, percaya diri, ketika sudah memiliki beberapa lot saham dalam portofolio di aplikasi. Saya naikan investasi sampai lima juta. Niat saya menabung, tetapi ketika melihat keuntungan jutaan saya mencoba menjualnya kembali dan merasakaan sensasi untung jutaan dari saham.

Semangat untuk belajar dan nabung saham semakin tinggi, ketika mendapat penjelasan dari kuliah master saham Indonesia, mengabarkan bahwa saham adalah investasi aman. Saham adalah investasi jangka panjang yang menjanjikan kapital berlipat dan penghasilan passive income. Beliau sangat menyayangkan tidak banyak orang Indonesia yang tertarik investasi di saham. Kata dia, “harta karun bukan ada di laut dan gunung, tetapi di bursa saham”, Kekayaaan alam kita yang kaya tidak akan bisa dieksplorasi tanpa modal. Jadi dengan mengajarkan investasi saham pada dasarnya kita sedang berusaha memberi peluang kepada negara untuk mengolah harta karun yang kita miliki di laut dan gunung. Jika penduduk Indonesia yang berjumlah 270 juta memilih nabung di saham dapat dibayangkan puluhan ribu triliun dapat dikumpulkan untuk mengelola harta karun kekayaan alam kita untuk kesejahteraan rakyat.

Berinvestasi saham bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, tetapi ada efek untuk kepentingan negara dan kesejahteraan rakyat. Dengan berinvestasi saham di bank-bank milik pemerintah, kita sedang membantu ekonomi kecil menengah yang mendapat pinjaman dari bank-bank pemerintah. Atas dasar inilah investasi, menabung saham, menjadi hal penting untuk diajarkan di sekolah agar lebih banyak orang Indonesia mengenal dan memahami manfaat berinvestasi saham bukan saja untuk dirinya tetapi untuk kepentingan negara. Saya bertekad mencetak analis-analis saham sejak di sekolah agar kelak mereka menjadi pelaku investasi sekaligus penunjang kekuatan ekonomi negara. Wallahu’alam.

Thursday, December 10, 2020

GENERASI BARU KEPALA SEKOLAH

OLEH: TOTO SUHARYA
(kepala Sekolah, Sekretaris AKSI/KACI)

Dirjen GTK Iwan Syahril mengatakan dalam kegiatan forum komunikasi organisasi profesi di Jakarta, “sulit sekali mencari kepala sekolah di bawah usia 45 tahun yang akan dijadikan sebagai kepala sekolah penggerak”. Rata-rata kepala sekolah sudah diatas 45 tahun. Tujuan mencari kepala sekolah dibawah 45 tahun adalah untuk melahirkan generasi baru kepala sekolah sebagai kepala sekolah penggerak.

Saat ini, generasi baru kepala sekolah akan direkrut dari guru-guru terbaik. Action-nya akan dimulai dari rekruitmen calon guru penggerak, pelatihan guru penggerak melalui magang dan lokakarya, dan pelatihan guru penggerak melalui pendampingan (on the job coaching). Selanjutnya pada tahap awal ini akan direkrut 40.000 kepala sekolah dan 12.500 pengawas sebagai generasi baru yang berorientasi pada pembelajaran siswa. Inilah rencana peta jalan pendidikan yang akan dilakukan pada kementerian pendidikan Indonesia.

Provinsi Jawa Barat sudah berada satu langkah di depan. Sistem seleksi BCKS yang terbuka melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, komite sekolah, dan dinas pendidikan adalah mungkin bagian dari peta jalan yang telah direncanakan oleh kemdikbud. Penggunaan teknologi informasi dalam seleksi BCKS di Jawa Barat telah mendapat apresiasi dan kontra. Namun semangat untuk memperbaiki kualitas pendidikan dengan mengembangkan seleksi BCKS secara holistis patut diacungi jempol.

Dunia pendidikan kita sudah tertinggal 18 tahun oleh bangsa-bangsa lain. Dalam rancangan peta jalan pendidikan, kemdikbud telah mengidentifikasi berbagai perkembangan masyarakat di masa mendatang. Kemdikbud juga mengidentifikasi faktor apa yang menyebakan kualitas pembelajaran di kelas tertinggal dari negara lain.

Berdasar hasil tes PISA, pendidikan Indonesia, 70% siswa mengalami kelemahan dalam kompetensi membaca, 71% dalam kompetensi matematika, 60% dalam kompetensi sains, dan kemampuan lemah dalam pola pikir. Anak-anak Indonesia masih takut gagal, kurang motivasi belajar, dan tidak memiliki keyakinan pada pendidikan sebagai faktor terpenting dalam mewujudkan kesejahteraan hidupnya.

Selain itu kemdikbud memetakan hasil pendidikan dasar dan menengah kurang memadai karena rendahnya kualitas guru, infrastruktur dan kesenjangan pada pemerintahan. Pembelajaran kurang fokus pada karakter dan tidak menyenangkan. Pembelajaran kurang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kompetensi guru berada pada grade 52 dari skala 100. Sekolah sebanyak 43% tidak akses internet, dan 20% tidak memiliki perpustakaan produktif.

Selanjutnya kemampuan siswa dalam berkomunikasi rendah, rata-rata kata yang dikemukakan guru dan siswa dibanding dengan negara lain masih rendah. Guru Indonesia berkomunikasi rata-rata dengan 3,243 dan siswa berkomunikasi dengan rata-rata 509 kata. Sementara rata-rata kata yang digunakan oleh guru dan siswa di negara lain antara guru 5000 lebih dan siswa 600 lebih.

Faktor lainnya penyebab rendahnya mutu pembelajaran adalah guru paruh waktu bergaji rendah, pelatihan guru kurang, profesi guru tidak menarik sehingga sulit menarik SDM guru berkualitas. Kondisi geografis menyulitkan mobilisasi guru dan terbatasnya pendirian sekolah karena jumlah penduduk tersebar di berbagai lokasi dan rendahnya kontribusi swasta dalam sektor pendidikan.

Dari berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, langkah kecil namun akan berdampak besar pada dunia pendidikan adalah membuat sebuah sistem rekruitmen calon kepala sekolah dari guru-guru terbaik. Dinas pendidikan provinsi Jawa Barat sudah melakukan langkah sekalipun kecil untuk merekrut kepala sekolah dari guru-guru terbaik.

Langkah kecil yang dilakukan oleh dinas pendidikan provinsi Jawa Barat adalah melakukan seleksi terbuka bagi para bakal calon kepala sekolah dengan memanfaatkan aplikasi TRK (Tunjangan Remunerasi Kinerja). Menurut Yerry Yanuar (kepala BKD Provinsi Jawa Barat) TRK adalah aplikasi untuk mengukur kinerja PNS yang berujung pada tunjangan. Pada seleksi bakal calon kepala sekolah TRK digunakan untuk melakukan seleksi terbuka bakal calon kepala sekolah dengan menyediakan vasilitas vote video BCKS dengan melihat pemampilan video selama satu menit, dan file data prestasi yang telah dicapai BCKS selama menjadi guru.

Keunggulan dari sistem seleksi ini kemungkinan besar akan menghasilkan para bakal calon generasi baru yang diharapkan oleh dunia pendidikan. Harapan ini terwujud pada sosok-sosok bakal calon yang sudah diketahui publik dari cara komunikasi, pengalaman manajemen sekolah, dan prestasi-prestasi yang diraihnya. Jadi jika dikemudian hari ada kejanggalan rekam jejaknya bisa ditelusuri oleh semua pihak melalui jejak digital.

Penggunaan aplikasi TRK yang dilakukan dinas pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat bisa jadi langkah kecil yang dapat ditiru daerah lain dan terus dikembangkan untuk mewujudkan peta jalan pendidikan Indonesia menuju Indonesia makmur pada tahun 2045. Selamat datang generasi baru kepala sekolah semoga anda menjadi bagian dari langkah benar untuk mengubah arah kapal besar. Pemerintah daerah yang dipetakan oleh kemdikbud telah menjadi salah satu penghambat lahirnya pendidikan berkualitas, mudah-mudahan tidak terjadi di pemerintah Provinsi Jawa Barat.  Wallahu’alam.

PETA JALAN PENDIDIKAN

OLEH: TOTO SUHARYA
(Kepala Sekolah, Sekretaris AKSI/KACI)

Tulisan ini menjelaskan laporan singkat dari peta jalan pendidikan yang dirancang oleh kemdikbud. Latar belakang kondisi sosial, politik, ekonomi, budaya, dan agama Indonesia akan menentukan peta jalan pendidikan Indonesia ke depan. Kemdikbud memetakan pada tahun 2030, PDB Indonesia mengalami pertumbuhan berdasar pada aspek layanan, terutama pada bidang logistik, komumikasi, dan tranpsortasi. Pada tahun 2030 akan terjadi peningkatan pendapatan dari golongan bawah ke golongan menengah sekitar 70%. Populasi penduduk kurang lebih 67% ada di perkotaan, dan akan mendapat bonus demografi ditandai dengan jumlah kelompok umur produktif yang mencapai puncaknya pada tahun itu.

Situasi politik Indonesia diprediksi lebih baik dibanding negara Vietnam dan Thailand. Penduduk Indonesia diprediksi pada tahun 2030 sudah 73% mengakses internet. Akibat perkembangan teknologi akan tercipta pekerjaan-pekerjaan baru pada bidang pertanian dan pertambangan. Kurang lebih  1,8 juta pada bidang grosir, retail 2,3 juta, dan pada bidang industri 1,4 juta pekerjaan baru tercipta. Untuk menghadapinya kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh perserta didik adalah membaca, menulis, mendengar, komunikasi interaktif, dan keterampilan memanfaatkan teknologi informasi. Bidang kontruksi, transportasi, pariwisata, dan retail menghadirkan pekerjaan terbanyak di masa mendatang sekitar 62%.

Atas dasar itu peta Pendidikan Indonesia di tahun 2030-2045, mengarah pada penyiapan sumber daya terampil dilandasi dengan kemampuan membaca, menulis, bernalar tinggi, berkomunikasi, dan berkemampuan TI. Untuk itu, dari saat ini harus dipersiapkan peta jalan pendidikan yang mengarah pada kondisi sosiologis masyarakat di atas.  

Beberapa faktor pendukung tersedianya masyarakat kompeten dan sejahtera di masa mendatang adalah tingginya angka partisifasi sekolah, pembelajaran berkualitas, dan pemerataan kualitas pendidikan di jenjang pra sekolah, dasar, menengah, vokasi, dan perguruan tinggi. Pendidikan pra sekolah dan pendidikan tinggi perlu ditingkatkan angka partisifasinya. Permasalahan partisifasi terletak pada peningkatan kesadaran persepsi orang tua tentang pendidikan dan meningkatkan akses pendidikan pra sekolah dan perguruan tinggi di berbagai daerah.

Selanjutnya berdasar pada hasil tes PISA, kondisi siswa Indonesia mengalami kelemahan di kompetensi membaca 70%, matematika 71%, sains 60%, dan pola pikir. Anak-anak Indonesia masih takut gagal, kurang motivasi belajar, dan tidak memiliki keyakinan pada pendidikan sebagai faktor terpenting dalam mewujudkan kesejahteraan. Inilah tantangan besar dunia pendidikan ke depan yang harus dipetakan solusinya dari sekarang.

Hasil pendidikan dasar dan menengah kurang memadai karena rendahnya kualitas guru, infrastruktur dan kesenjangan pada pemerintahan. Pembelajaran kurang fokus pada karakter dan tidak menyenangkan. Pembelajaran kurang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kompetensi guru berada pada grade 52 dari skala tertinggi 100. Sekolah 43% tidak akses internet, dan 20% tidak memiliki perpustakaan produktif.

Kemampuan siswa dalam berkomunikasi masih rendah, rata-rata kata yang dikemukakan guru dan siswa dibanding dengan negara lain masih rendah yaitu 3,243  kata untuk guru dan 509 kata untuk siswa. Negara lain berada di rata-rata 5000 kata lebih untuk guru dan 600 kata lebih untuk siswa. Guru paruh waktu bergaji rendah, pelatihan-pelatihan guru kurang, profesi guru tidak menarik sehingga sulit merekrut SDM berkualitas. Kondisi geografis menyulitkan mobilisasi guru dan terbatasnya pendirian sekolah baru, karena jumlah penduduk tersebar diberbagai lokasi. Kontribusi swasta dalam sektor pendidikan masih sangat rendah.

Maka fokus utama peta jalan pendidikan ke depan adalah ada dipeningkatan kualitas profesi guru untuk menciptakan pembelajaran bermutu yang mengacu pada kompetensi membaca, numerasi, mendengar, berkomunikasi, bernalar tingkat tinggi, dan kemampuan memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang kemampuan bertahan hidup siswa di era global. Pembelajaran harus menyenangkan dan mendorong semua siswa menjadi pembelajar dengan menjadikan guru sebagai living kurikulum yang mampu beradaftasi sesuai dengan substansi dan kontek kebutuhan zaman. Guru adalah ruhnya bangsa sepanjang masa, yang harus terus mendapat prioritas perhatian dalam peta jalan pendidikan Indonesia sebagai upaya menjaga mutu pendidikan berkelanjutan. Wallahu’alam.

Monday, October 26, 2020

KEGAGALAN MENGELOLA SEKOLAH

OLEH: TOTO SUHARYA
(Kepala Sekolah, Sekretaris I DPP AKSI, KACI)

“Kuasailah informasi maka kamu akan menggenggam dunia”. (John Naisbitt). Pernyataan ini sangat masuk akal. Dulu ketika saya pergi ke Jakarta selalu tersesat karena tidak tahu jalan. Sekarang dengan informasi dari GPS, pelosok Jakarta mana yang tidak bisa saya temukan. Dulu kampung saya tidak dikenal, jangankan sama orang Jakarta, tetangga kampung saja masih bertanya-tanya dimana letak kampung saya. Sekarang dengan GPS orang Jakarta tiap minggu menghindari kemacetan lewat jalan kampung saya. Inilah bukti bahwa dengan informasi kita dapat menguasai medan.

Di abad 21 kebutuhan masyarakat tentang pentingnya informasi semakin meningkat. Namun sayang kemampuan memilah dan memilih informasi-informasi yang bermanfaat rendah. Masyarakat terbuai oleh informasi-informasi remeh tentang kriminal, kekerasan, pornografi, dan ujaran kebencian. Pendidikan telah gagal mengajarkan betapa pentingnya menguasai informasi. Berjubelnya informasi yang bisa diakses semakin sadar betapa pentingnya punya kemampuan berpikir tinggi untuk menginterpretasi, mengintegrasi, meng-create dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang diterima.

Keberhasilan mengelola sekolah salah satu faktornya adalah mengelola informasi. “Semua masalah terjadi karena miskomunikasi” (Muhammad Plato). Ada orang duduk di trotoar marah-marah kepada orang yang lewat karena menginjaknya. Orang yang terinjak memaki dengan kata-kata kotor dan sangat tidak pantas. Tetapi setelah orang yang menginjak itu menceritakan bahwa dirinya buta, jadi berbalik orang yang terinjak meminta maaf kepada yang menginjak. Inilah gambaran umum bahwa sebuah masalah terjadi karena miskomunikasi.

Sahabat saya seprofesi mengatakan, “komunikasi itu gampang, tapi susah”. Memang komunikasi itu gampang melakukannya, tetapi belum tentu orang yang diajak komunikasi memahami dan menganggap penting apa yang kita komunikasikan. Maka susahnya berkomunikasi karena kita butuh kesabaran untuk mengulang-ulang informasi yang disampaikan untuk menjamin tidak terjadi miskomunikasi.

Program sekolah belum tentu berhasil sebelum informasi program sampai ke seluruh warga sekolah. Maka dibutuhkan komunikasi inten pihak sekolah dengan anak-anak untuk menginformasikan program. Untuk membangun komunikasi inten, pihak sekolah harus mengerahkan seluruh tenaga dan cara yang bisa dijadikan sebagai media komunikasi. Semakin banyak tenaga dan alat atau teknologi dimanfaatkan untuk mengkomunikasikan program, semakin besar kemungkinan program menjadi kolektif memori anak-anak dan semakin besar peluang program bisa berhasil.

Segala prilaku manusia ditentukan oleh apa yang ada di memorinya. Mengubah prilaku siswa adalah mengubah isi memori siswa. Sosialisasi program sekolah harus dilakukan inten dan dilakukan oleh seluruh warga sekolah. Sosialisasi program harus dilakukan dan terkondisikan tiap hari.

“Dan sebutlah Allah banyak banyak agar kamu mendapat kemenangan” (Al Jumu’ah, 62:10).

Ayat di atas mengispirasi dunia pendidikan bahwa kata kata positif, kata-kata yang membangun optimisme, kata-kata yang menggembirakan harus disampaikan berulang-ulang sesering mungkin untuk membentuk pola pikir anak-anak. Maka janji Allah jika informasi-informasi positif terus dikomunikasikan, maka peluang besar kemenangan, keberhasilan, dan kesuksesan akan diraih oleh anak-anak.

Demikian juga komunikasi antar pendidik harus dibangun terus dalam kerangka membangun optimisme, dan harmonisasi dalam dunia kerja. Komunikasi menjadi faktor penting dalam mengelola sekolah untuk meminimalisir terjadinya permasalahan yang dapat mengganggu keberhasilan mengelola program sekolah. Wallahu’alam.

Friday, September 11, 2020

KARAKTER MEMBERI

 OLEH: TOTO SUHARYA

Mellihat kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan orang-orang senang memberi, lebih banyak orang yang diberi dibanding orang yang memberi. Orang-orang yang suka memberi itu menyenangkan. Kehadirannya dinanti-nanti orang. Bumi dan isinya tidak akan cukup bagi mereka yang serakah, tetapi bumi ini akan melimpah bagi orang-orang yang suka memberi.

Fenomena sangat memilukan hati ketika masa pandemi telah berdampak pada ekonomi masyarakat. Ribuan orang kehilangan pekerjaan karena aktivitas ekonomi masyarakat menurun dan perusahaan terbebani oleh gaji karyawan. Pemberhentian karyawan besar-besaran menjadi solusi bagi setiap perusahaan. Lapangan kerja menjadi sempit dan persaingan sangat ketat. Antrian panjang lamaran kerja ke sebuah perusahaan menjadi fenomena memilukan. Di sebuah kantor polisi, penduduk antri berdesakkan sejak subuh hanya untuk mendapatkan keterangan kelakuan baik sebagai syarat lamaran kerja. Fenomena ini menunjukkan bahwa negara ini membutuhkan lebih banyak orang dengan karakter memberi yang kelak bisa mengembangkan binis untuk memberikan banyak pekerjaan kepada masyarakat.   

Pendidikan adalah upaya kita melestarikan nilai-nilai yang baik agar tetap hidup di lingkungan masyarakat. Nilai-nilai yang baik yang harus kita lestarikan adalah nilai-nilai yang dapat membawa kesejahteraan pada umat manusia. Salah satu nilai pembentuk karakter yang harus diwariskan secara turun menurun adalah  suka memberi.

Jumlah orang berkarakter memberi yang dibutuhkan berdasarkan populasi jumah penduduk sebuah negara adalah sepertiga (1/3) dari jumlah penduduk. Diperkirakan satu orang penduduk minimal harus menanggung tiga sampai empat orang ekonomi penduduk agar negara menjadi sejahtera. Manusia berkarakter memberi adalah manusia kualitas tinggi yang akan menghidupkan ekonomi negara dan menanggung kesejahteraan masyarakat dalam sebuah negara.

Karakter memberi menjadi karakter dasar yang harus diwariskan terus menerus dalam dunia pendidikan karena memberi bagian dari konsep dasar kehidupan. Alam semesta diciptakan dalam konsep memberi. Matahari, air, tanah, udara, tugasnya hanya memberi. Alam memberi berbagai fasilitas pada kehidupan manusia. Sinar matahari setiap hari bersinar memberikan berbagai keuntungan pada tumbuhan, hewan dan manusia, seolah tanpa lelah memberi. Ribuan ayam, sapi, kambing telah dipotong tanpa memperhatikan kondisi hewan-hewan tersebut apakah sedih atau senang. Namun belum pernah terjadi ada demo ayam, sapi dan kambing memprotes prilaku manusia terhadap mereka. Hewan-hewan diciptakan untuk memberi kesejahteraan pada kehidupan. Karakter memberi adalah sebuah prinsip dasar dalam kehidupan.

Hanya manusia yang kadang hidupnya bertentangan dengan prinsip kehidupan. Manusia bisa saling memangsa antar sesama. Egoisme, narsisme, hedonisme, kapitalisme adalah pola-pola prilaku pikir manusia yang bertentangan dengan prinsip kehidupan. Kisah Khabil, Qorun dan Firaun adalah gambaran kisah sosok manusia yang hidup bertentangan dengan prinsip kehidupan. Kaum Tsamud, Luth, Qurais, adalah gambaran karakter masyarakat yang bertentangan dengan prinsip kehidupan. Kisah-kisah masa lalu dikabarkan Tuhan kepada manusia agar manusia bisa belajar membuktikan kebenaran tanpa harus melakukan percobaan atau terjerumus pada perbuatan buruk. Keberadaan masa lalu sangat penting agar manusia bisa mengetahui berlakunya prinsip-prinsip kehidupan dan termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip kehidupan.  

Prinsip kehidupan dikabarkan di dalam kitab suci sebagai anugerah untuk manusia. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (Al Baqarah, 2:261).

Informasi yang tertulis dalam Al-Qur’an menjadi bukti bahwa tugas utama pendidikan adalah menciptakan manusia-manusia berkarakter memberi. Berbagai macam cara, program-program di sekolah harus mengarah pada karakter memberi agar generasi-generasi penerus kita menjadi manusia-manusia penyejahtera di masa yang akan datang. Wallahu’alam.

Wednesday, July 1, 2020

Young Entrepreneur From Home Generation

Oleh: Toto Suharya
(Kepala Sekolah, Sekretaris I DPP AKSI)

Kegiatan akhir tahun di sekolah selain momen terakhir untuk anak-anak juga momen terakhir untuk guru guru dalam mendidik. Kegiatan akhir tahun, yang sering kita sebut wisuda atau perpisahan menjadi puncak dari seluruh program pendidikan selama satu tahun. Pandemi covid 19 telah merubah kegiatan akhir tahun menjadi kegiatan tidak biasa, karena dilaksanakan melalui daring.

Tema pendidikan di akhir tahun kali ini adalah Young Entreprener From Home. Tema ini diangkat ketika terjadi pandemic Covid 19 pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di masyarakat dan media sosial dikenal istilah lock down dengan berbagai macam dialek tulisan. Dengan tiba-tiba pembelajaran di sekolah dihentikan dan harus dilakukan dari rumah. Guru dan siswa mendadak belajar daring. Setengah dipaksa karena tidak ada pilihan, dengan berbagai jurus guru dan siswa melakukan pembelajaran dari rumah. Beruntung sekolah memiliki teknisi komputer handal, bisa melakukan inovasi dengan mengembangkan aplikasi belajar jarak jauh sendiri.


Pandemi covid 19 membawa pesan bahwa internet bukan hanya untuk chating dan up date status gosip. Internet di negara lain sejak 25 tahun lalu sudah dibidik sebagai tempat belajar, bekerja, dan mencari nafkah. Pengguna internet sekitar 173 juta orang dari jumlah penduduk 270 jutaan, isinya masih belum produktif. Pandemi covid 19 memberi peringatan pada dunia pendidikan untuk mulai mengembangkan metode dan model-model pembelajaran berbasis internet, sambil memperkenalkan dunia internet yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai aspek kehidupan. Dunia internet sudah menjadi dunia nyata kedua bagi anak-anak generasi sekarang.

Saat ini dunia pendidikan harus bisa menciptakan para entrepreneur dari rumah. Belajar dan bekerja dari rumah sudah bukan lagi mimpi. Sudah banyak fakta, ada orang tiap hari tidak pergi ke tempat kerja, tidak pergi ke kampus, tapi dia bisa menghasilkan uang puluhan juta dan milyaran per bulan dan tiba-tiba mengikuti wisuda. Pandemi Covid 19 yang memaksa orang melakukan isolasi diri dan stay at home, tidak mengubah apapun bagi mereka yang sudah melakukan learn and work from home sebelum pandemi terjadi.  Bagi mereka yang sudah biasa learn and work from home, semua terasa berjalan normal.

Pada momen terakhir di sekolah ini, kita semua berpesan pada anak-anak, “jadilah entrepeneur yang terus belajar dan bisa bekerja dari rumah”. Dunia nyata sudah terbagi dua, dunia menginjak tanah dan dunia tanpa tanah. Saat ini manusia bisa pergi kemana-mana tanpa pergi kemana-mana. Tidak ada lagi manusia terisolir karena jarak tempuh dan poisisi geografi. Tidak ada lagi yang ketinggalan informasi atau ketinggalan zaman. Semua manusia cerdas dan berwawasan, bedanya hanya diketerampilan berpikir. Semua bisa diselesaikan dengan berpikir tanpa pergi ke luar rumah. Inilah tantangan dunia pendidikan di zaman sekarang.

Saat ini semua kegiatan harus bernilai investasi. Segala tindakan yang kita lakukan harus bernilai investasi. Di dunia tanpa tanah (internet) setiap tindakan akan terekam dan menjadi rekaman abadi dan akan terus disaksikan oleh anak-anak cucu dari generasi ke generasi. Orang-orang sukses di zaman sekarang adalah mereka yang rajin berivestasi.

Belajar dari Li Ka-Shing salah satu orang terkaya di dunia yang lahir dari keluarga sangat miskin. Li Ka-Shing memiliki kekayaan 600 triliun. Mengutif dari Youtube Helmy Yahya, ada tiga rahasia investasi yang harus dilakukan Li Ka-Shing agar jadi orang sukses. Pertama; Investasi Beramal. Li Ka Shing rajin memberikan donasi untuk kemanusiaan. Tercatat sebagai orang kaya dengan jumlah charity terbesar kelas dunia. Kedua; investasi belajar.  Never stop learning. Membelanjakan uang untuk belajar adalah investasi yang akan selalu menambah keberkahan hidup. Ketiga; investasi berbakti. Orang sukses rata-rata memiliki hubungan baik dengan orang tuanya terutama ibu. Pada usia 17 tahun Li Ka Shing memberikan gaji pertama kepada ibunya.  

Itulah tiga investasi dalam hidup yang akan terus meningkatkan kualitas hidup manusia dan abadi sampai di kehidupan setelah kematian. Kami semua berharap generasi-generasi sekarang ke depan harus menjadi young entrepreneur from home generation yang tidak melupakan tiga investasi yang diajarkan oleh Li Ka-Shing, semua bisa dilakukan dari rumah terutama pada ibu… ibu…ibu. Selamat berinvestasi dan semoga sukses dunia dan akhirat. Wallahu’alam. 

MANUSIA TIDAK BOLEH DITUHANKAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. Mengapa manusia tidak boleh di Tuhankan? Ada beberapa argumen yang bisa dipahami akal dengan logis. Argu...