Thursday, May 19, 2022

Makna General Ibadah

Oleh: Toto Suharya

Ketika kita dengan kata Ibadah apa yang ada dalam ingatan? Dalam ingatan semua orang pasti muncul kata shalat. Salah tidak? Jawabannya tidak salah, hanya konsep ibadah menjadi bermakna khusus hanya sebatas shalat. 

Padahal jika kita kembali kepada konsep Al Quran, kata ibadah memiliki makna general. Ibadah bermakna general bisa kita renungkan dari keterangan ayat di bawah ini:

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku". (Az Zariyat, 51:56)

Makna luas dari ibadah berarti isi dari seluruh kehidupan di muka bumi ini. Di mana saja manusia dan jin berada, mereka ada di ruang atau tempat ladang untuk beribadah. Dalam tafsir Ibnu Katsir, ayat ini berkaitan dengan penciptaan manusia untuk beribadah. 

Lalu apa konsekuensinya jika ibadah dipahami secara khusus menjadi ritual shalat saja? Jika ibadah dimaknai khusus sebagai kegiatan ritual shalat, kita akan kehilangan makna ibadah dalam aktivitas sehari-hari. Kita kehilangan misi hidup yang suci.

Dalam ayat lain, Ibnu Katsir menafsirkan kata shalat dan ibadah dua konsep yang berbeda. "Katakanlah: "Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam," (Al An'aam, 6:162). Kata ibadah, ditafsir oleh Ibu Katsir dari kata "nusuki" bermakna kurbanku. 

Shalat dan berkurban (ibadah) menjadi dua konsep. Sebagai mana dijelaskan dalam Al Qur'an, "Maka dirikanah shalat dan berkorbanlah (Al Kautsar, 108:2). 

Merujuk pada dua konsep shalat dan berkorban (kurban), dapat disimpulkan bahwa ibadah berkaitan dengan berkorban. Dicontohkan dengan secara khusus berkurban di musim haji dan umrah. Namun jika kita kembangkan makna general, berkorban adalah seluruh kegiatan hidup dan mati manusia untuk berserah diri pada Allah. 

Shalat adalah komitmen yang dibangun manusia untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan, dan seluruh pengorbanan hidup dan mati untuk berserah diri pada Allah. Ibadah adalah seluruh aktivitas hidup untuk mendapat ridha Allah. 

Berbagai bidang yang digeluti manusia di muka bumi sampai bertemu dengan kematiannya tiada lain untuk ibadah. Jadi ibadah adalah implementasi orang-orang shalat dengan untuk berkorban atau berbuat baik atas nama Allah untuk saling berbagi kesejahteraan hidup bagi seluruh alam.

Kata ibadah menjadi pemberi makna bagi seluruh kehidupan manusia. Ibadah adalah praktik-praktik baik atau amal baik manusia dalam mengisi kehidupan. Sebaik-baik amal baik adalah perbuatan yang mengandung pengorbanan untuk menghidupi bukan hanya untuk hidup. 

Ibadah menjadi misi suci manusia dalam mengisi kehidupan. Ibadah menjadi ruh dari seluruh aktivitas manusia dalam berbagai bidang yang digelutinya. Wallahu'alam.***   

  

Thursday, May 12, 2022

Kita Tidak lagi Jadi Bangsa Pengikut

Oleh: Toto Suharya

Kita adalah bangsa dengan pengalaman pahit yang panjang. Kurang lebih 350 tahun mengalami penjajahan, namun selama itu kita tidak pernah mati memperjuangkan kemerdekaan. Kita lahir bukan sebagai bangsa pecundang, kita lahir mewarisi kerajaan-kerajaan besar di dunia. Kita lahir sebagai bangsa berpengaruh di dunia.

Kita tidak kekurangan manusia-manusia berkualitas tinggi. Kita lahir mewarisi gen-gen cerdas warisan nenek moyang. Hari kebangkitan itu semakin mendekat, kita akan tampil menjadi pengendali dunia. Kita lahir kembali menjadi manusia-manusia berpengaruh di dunia. 

Pidato Mendikbud di Hari Kebangkitan Nasional 2022,  kurikulum Merdeka Belajar sudah diimplementasikan pada 140.000 satuan pendidikan di Indonesia. Semangat merdeka belajar akan terus begumul bergelora di seluruh kepala sekolah, guru, dan peserta didik Indonesia. Merdeka belajar adalah memerdekakan pikiran dari segala penjajahan pikiran bangsa-bangsa lain.

Semangat merdeka belajar akan menjadi kekuatan nuklir yang terus bergelora di seluruh hati rakyat Indonesia. Saatnya kita merebut kembali kejayaan Sriwijya, Majapahit, Mataram, yang pernah kita miliki dahulu. Merdeka belajar adalah spirit merdeka dari segala ketergantungan. 

Merdeka belajar tidak ada hukuman, tidak ada lagi cemoohan, tidak ada lagi lecehan dalam dunia pendidikan kita. Perlombaan kita berlaku dengan diri kita masing-masing untuk melepaskan diri dari pikiran-pikiran picik yang selama ini terpelihara. Bangsa-bangsa terbodoh di dunia adalah bangsa yang tidak bangga dengan bangsanya sendiri, bangsa yang menghina bangsanya sendiri, bangsa yang menghina pemimpinnya sendiri. 

Kita harus hentikan pikiran-pikiran bodoh yang selalu menghina antar sesama, kita bangkitkan semangat kolaborasi, saling bantu, saling tolong untuk kembali bangkitkan kejayaan bangsa. Merdeka belajar harus menjadi kekuatan dari dalam untuk melakukan perubahan. Untuk menjadi bangsa besar, kita harus terus membangun kesadaran bahwa kebesaran bangsa bukan karena penghormatan bangsa lain, tapi kita sendiri yang menghargainya dari dalam.

Melalui konferensi tingkat tinggi G20 kita telah membuktikan bahwa kita bukan lagi bangsa pengikut, tetapi sudah menjadi bangsa pemimpin gerakan pemulihan dunia. Abad 20 telah berakhir dan kini memasuki awal abad 21, ini saat nya kita, ini takdir Allah bahwa kita akan kembali memimpin peradaban dunia.

Melalui merdeka belajar, seluruh rakyat Indonesia akan terus menjadi pembelajar. Dimana orang ditemukan disitulah kita ketemu guru, dan ke mana saja ruang kita masuki disitu kita memasuki ruang kelas belajar. Saatnya kita memerdekakan pikiran dari pengaruh-pengaruh budaya asing yang merendahkan budaya bangsa sendiri. 

Tiang-tiang kita tegakkan, puing-puing kita kokohkan, hujatan-hujatan kita abaikan, semua harus berjalan satu arah di jalan yang lebar menuju kejayaan bangsa. Jalan lurus menuju kemenangan sudah kita temukan kembali, kita harus fokus mendidik, membangun jiwa raga bangsa yang merdeka. Gelombang kemerdekaan berpikir sesuai kodrat bangsa sudah mulai menggunung kembali, akan menyapu pemikiran-pemikiran picik yang meredahkan bangsa. Ya Allah bantulah kami untuk bangkit***

Monday, May 2, 2022

Mengajar Al Quran dengan Pentigraf

 Oleh: Toto Suharya

Pentigraf adalah cerita pendek tiga paragraf. Diciptakan oleh Tengsoe Tjahjono dari Universitas Negeri Surabya (Unesa). Menarik sekali pentigraf sangat cocok untuk masyarakat Indonesia yang tidak bisa bertahan lama ketika membaca. Cerita-cerita pendek pas disajikan untuk masyarakat Indonesia. Melalui cerita-cerita pendek tiga paragraf pesan-pesan moral, sains, apa saja bisa disampaikan.

Pelajaran agama bisa memanfaatkan pentigraf untuk mengajarkan isi kandungan Al-Qur'an. Mengajarkan Al-Qur'an melalui pentigraf bisa jadi alternatif guru-guru untuk mengajarkan Al-Qur'an. Pentigraf bisa melatih siswa kreatif, dan menuntut guru-guru kreatif.

Pentigraf yang dikembangkan dari Al-Qur'an dapat membantu berbagai mata pelajaran sebagai pembelajaran menyenangkan, penuh pesan moral. Pentigraf juga bisa dikembangkan menjadi pembelajaran Higher Order Thingking Skills (HOTS).

Contoh pentigraf yang bisa dikembangkan menjadi pembelajaran HOTS dikembangkan dari surah Al 'Alaq. Ide cerita dalam surat Al Alaq dikemas menjadi sebuah cerita yang menutut siswa berpikir.

"Suatu hari dalam situasi pembelajaran, ada siswa bertanya, "mengapa Allah menyuruh manusia membaca?" Guru merespon, "pertanyaan bagus sekali, mari kita jawab bersama. Sekarang perhatikan semua, ketika tengah malam gelap ada yang mengetuk pintu rumah mu, apakah perasaan mu yang bakal muncul? Siswa menjawab, "saya takut pak". Siswa lain menjawab, "saya akan memeriksa siapa yang mengetuk pintu itu?" Guru kembali bertanya, "jika kamu tidak menemukan siapa yang mengetuk pintu itu, apa perasaan mu?" Siswa menjawab, "mungkin rasa takut saya akan muncul pak." Guru bertanya lagi, "lalu bagaiman jika yang ketuk pintu malam-malam itu saudara mu yang baru pulang dari luar kota, apakah kamu masih takut?" Siswa menjawab, "sudah pasti perasaan takut saya akan hilang". Guru menjelaskan, "nah itulah mengapa Allah menyuruh membaca". 

Ini ada kisah lagi yang bisa membantu kalian mengapa membaca itu penting. Dikisahkan ada dua orang dengan karakter berbeda, yang satu berkarakter baik, dan yang satu lagi berkarakter buruk. Orang yang berkarkater baik melarang kamu berbuat baik, dan orang yang berkarakter buruk juga melarang kamu berbuat baik. Jika kebaikan adalah perintah Allah, maka orang manakah yang akan kamu turuti? kemukakan alasan dari pendapat mu?   

Guru kemudian melanjutkan ceritanya, "Jika kamu berhasil menjawab pertanyaan di atas, berarti kamu bisa memahami mengapa Allah memerintahkan membaca". kata guru, "ingat anak-anak kebaikan itu adalah perintah Allah, dan segala keburukan adalah buatan manusia. Orang-orang yang berbuat keburukan akan mendapat balasan sesuai dengan apa yang diperbuatnya".

 Petigraf di atas ide atau gagasannya dikembangkan dari surat Al "Alaq. Pentigraf ini bisa diasjikan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, pendidikan moral, pendidikan agama, sosiologi, atau sejarah. Kisah dengan setting dialog sebuah kasus di atas dapat disajikan dalam pembelajaran yang melatih kemampuan siswa berpikir tingkat tinggi. 

Kunci agar siswa bisa menjawab pertanyaan dari cerita di atas adalah siswa harus membaca cerita tersebut dengan teliti, melakukan analisis, dan dialog dengan teman-temannya. Cerita kasus di atas dapat merangsang siswa untuk berpikir dan mencari tahu apa jawaban yang bisa dikemukakan.

Pentigraf bukan hanya bisa digunakan untuk melatih kemampuan siswa berpikir, tetapi melatih guru juga untuk berpikir menyusun materi ajar yang tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Menyusun pentigraf untuk kepentingan pembelajaran dengan tujuan melatih kemampuan berpikir siswa, secara tidak langsung menuntut guru-guru tidak sembarangan menyajikan materi kepada siswa.

Untuk saat itu, setiap materi ajar yang diajarkan kepada siswa harus mengandung tujuan melatih siswa berpikir tingkat tinggi. Melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah tuntutan zaman. Jadi kemampuan membaca menjadi mutlak bukan hanya diajarkan pada siswa, tetapi berlaku untuk guru, dan seluruh umat manusia.***

Monday, March 21, 2022

LIMA PESAN UNTUK PARA LULUSAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Sebentar lagi anak-anak kelas 12 masa studinya akan berakhir. Semua program telah diupayakan dan semoga para lulusan bisa meraih cita-cita dan kemudahan dalam segala urusan. Sebagaimana kita ketahui, segala apa yang diberikan di sekolah bermuara pada perbendaharaan pengetahuan yang tersimpan dalam long term memory anak-anak. Ijazah hanya sebagai tanda bahwa anak-anak pernah bersekolah, namun yang lebih penting lagi sebagai tanda pernah belajar berpikir. Segala pengetahuan yang diberikan bapak ibu guru tentunya tidak akan semua diingat, dan yang pasti diingat adalah yang memiiki kesan mendalam hingga tersimpan dalam memori yang tak terlupakan. Pengetahuan yang tersimpan dalam jangka waktu lama, itulah ilmu pengetahuan yang menjadi milik anak-anak dan akan menjadi ciri dari kualitas pribadi anak-anak.

Sambi menanda tangani karya tulis hasil projek anak-anak, saya cermati semua projek yang dilakukan anak-anak. Anak-anak di daerah dengan di kota besar memang menunjukkan perbedaan. Mungkin karena latar belakang dari pendidikan orang tua, fasilitas, kesejahteraan, kemudahan akses informasi, saya perhatikan kreatifitas anak-anak di kota besar memiliki perbedaan signifikan. Program projeck base learning yang digulirkan oleh sekolah, disambut dengan berbagai macam ide projek sesuai dengan dunia anak-anak zaman sekarang.  

Satu per satu projek anak-anak saya pahami, dari mana gagasan mereka dapatkan dan dari mana kemampuan memanfaatkan teknologi mereka dapatkan. Mereka gunakan aplikasi-aplikasi yang tidak familiar di pikiran saya. Ketika saya katakan aplikasi yang mereka gunakan baru saya kenal, anak anak menjawab aplikasi yang mereka gunakan sudah familiar di kalangan remaja seusia SMA. Lalu saya minta penjelasan bagaimana cara mengunakan aplikasi tersebut dan apa manfaatnya. Mereka menjelaskan dengan detail hingga poin-poin tertentu yang bisa menghasilkan kapital. Saya katakan pada mereka, “jika nanti presentasi jangan membaca catatan untuk itu materi harus benar-benar dikuasi”. Mereka menjawab dengan percaya diri, “semuanya sudah ada dalam kepala”.

Sedikit merenung, inilah zaman sebagaimana dikatakan Ki Hadjar Dewantara kurang lebih 40 tahun yang lalu, “semua ruang adalah kelas dan semua orang adalah guru”. Ketika saya mendengar penjelasan anak-anak bagaimana aplikasi yang mereka gunakan dan mereka kembangkan untuk kepentingan pendidikan, saya sedang membuktikan kebenaran kata-kata Ki Hadjar Dewantara, saya sedang belajar pada guru yaitu siswa. Jadi saya sadar betul zaman sudah berubah, pengetahuan tidak lagi mutlak milik guru dan guru tidak bisa lagi memonopoli diri sebagai orang paling pintar. Guru dan siswa harus sama-sama rendah hati, interaksi yang terjadi bukan lagi sebagai raja dan abdi, tetapi sebagai partner yang harus bersinergi.

Setelah lama mendengarkan anak-anak menjeaskan projek yang mereka lakukan, saatnya saya sebagai guru yang sudah punya pengalaman dan literasi yang cukup lama dalam bidang pendidikan, menyampaikan sebuah pesan terakhir agar bisa hidup sukses semuda mungkin. Pertama, sesuai dengan tujuan pendidikan, saya sampaikan sampai kapanpun Tuhan akan tetap ada, Dia pengendali dan pemberi kemudahan dalam segala urusan. Untuk itu, dasar karakter yang harus dimiliki adalah harus menjadi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, minimalnya ditandai dengan selalu berpikir positif pada setiap keadaan dengan membiasakan membangun harapan-harapan baik kepada Tuhan dengan disiplin berdoa setiap hari sesuai keyakinan, bagi muslim shalat lima waktu dan dhuha 12 rakaat. Kedua, karakter baik yang harus adalah menjadi pribadi yang menghargai ilmu pengetahuan sebagai kebutuhan untuk memenuhi nutrisi otak. Membaca harus menjadi kegiatan mempribadi dan berlaku sepanjang hayat, karena semua yang berhasil diciptakan manusia dasarnya dari pengetahuan. Ketiga, karakter dermawan harus benar-benar jadi mindset pada saat mau melakukan kegiatan apapun di muka bumi ini. Karakter dermawan adalah prilaku pemberkah yang bisa mendatangkan berbagai macam kebaikan dalam kehdiupan sesama manusia di seluruh dunia. Dalam posisi apapun kedermawanan menjadi karakter yang sangat dinanti-nantikan oleh semua orang pada kita menempati sebuah peran. Keempat, karakter sebagai seorang entrepreneur adalah modal bagi setiap orang agar bisa menghadapi segala permasalahan dalam kehidupan. Seorang entrepreneur tidak pernah tergantung pada sesuatu atau seseorang. Seorang entrepreneur akan selalu kreatif berusaha mencari jalan keluar. Satu-satunya sikap ketergantungan bagi seorang entrepreneur hanya kepada Tuhan Yang Ghaib. Kelima, mental ivestor harus benar-benar menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari. Setiap tindakan harus menjadi investasi hidup di masa mendatang hingga kehidupan setelah kematian. Mental-mental kreditor harus diminimalisir untuk menghindari perbudakkan dalam segala aspek kehidupan. 

Semoga lima pesan ini menjadi akhir pertemuan dan menjadi pedoman yang bisa membawa para lulusan menjadi manusia-manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, kreatif dan berilmu, penyejahtera pembawa damai di muka bumi, mandiri, sukses di dunia dan akhirat. Selamat jalan anak-anak semoga hari-hari mu terus menyenangkan dan mensejahterakan. Kami titipkan cita-cita, semoga kalian bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa besar yang dikelola oleh manusia-manusia berjiwa besar, pemimpin penyejahtera alam di bawah bimbingan Tuhan Allah swt. Wallahu’alam. 

Thursday, March 10, 2022

MUARA KEBERHASILAN PENDIDIKAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Faktor penunjang keberhasilan dunia pendidikan, tidak berdiri sendiri, pemerintah telah menetapkan minimalnya ada delapan standar, yaitu kualitas lulusan, substansi kurikulum, profesionalisme pendidik, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, ketersediaan biaya, manajemen dan evaluasi pembelajaran. Dengan jumlah penduduk 270 lebih, Indonesia punya pekerjaan rumah yang sangat besar untuk tetap menjaga layanan pendidikan berkualitas. Komitmen pemerintah untuk memperbaiki dan menjaga layanan pendidikan berkualitas dituangkan dalam APBN dan APBD minimal 20% untuk investasi pendidikan. Kita apresiasi sungguh suatu langkah maju bagi bangsa Indonesia untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

Kita berharap dari anggaran yang besar ini menjadi sebuah energi untuk terus berusaha memacu perubahan pola layanan pendidikan berkualitas. Pendidikan karakter menjadi sebuah agenda penting untuk menyukseskan program-program pendidikan. Pemerintah sudah membaca dengan cermat pendidikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pedidikan karakter Profile Pelajar Pancasila menjadi ikon dari tujuan pendidikan karakter di Indonesia saat ini. Ikon pendidikan karakter ini sudah menjadi kebutuhan masyarkat di era globalisasi informasi, yang membuat batas-batas geografi sebuah negara dan arus pertukaran informasi serta budaya terjadi setiap hari tanpa batas. Budaya-budaya dominan yang inten dikampanyekan melalui media informasi akan menjadi trend budaya dunia. Pemilik budaya dominan akan jadi pengendali sosial, poilitik, dan ekonomi dunia.

Perang saat ini tidak hanya menggunakan kekuatan senjata pemusnah masal. Di abad teknologi perang bukan lagi fokus pada kekuatan fisik tapi kekuatan psikis bagaimana memengaruhi persepsi masyarakat dunia agar tindakan-tindakan politik sebuah negara mendapat apresisasi dari seluruh dunia. Sedangkan pandangan manusia hanya bisa melihat lahir saja. Sementara yang bathin urusan Allah. Oleh karena itu, di abad teknologi ini, keburukan bisa terbungkus seolah-olah perbuatan baik itu baik karena keterbatan penglihatan manusia. Kita seperti berlomba-lomba berbuat kebaikan, padahal kebaikan yang hakiki hanya ada dalam niat hati setiap orang yang berbuat baik. Kebaikan yang sejatinya baik hanya niat-niat yang transaskinya dengan Allah.     

Ustad Dudi Mutaqin mengatakan bahwa guru-guru yang baik adalah mereka yang memiliki niat-niat baik atas nama Allah dalam melaskanan tugasnya. Selanjutnya pembelajaran menyenangkan dan tidak meyenangkan berawal dari pribadi guru. Antusiasme belajar siswa diawali dari antusiasme guru. Guru sebagai pengendali kualitas pengajaran. Ketertarikan siswa pada mata pelajaran sangat signifikan kembali pada daya tarik guru dihadapan siswa. Muara keberhasilan pendidikan adalah guru. Walahu’alam. 

Saturday, March 5, 2022

RAHASIA SUKSES INVESTOR SAHAM

 OLEH: TOTO SUHARYA

Bagi penulis, tidak ada pekerjaan yang nikmat seperti surga di bumi ini, kecuali menjadi investor. Lo Kheng Hong, Warren Buffett, adalah orang-orang yang sudah merefresentasikan bagaimana hidup di muka bumi ini seperti di surga. Bagi mereka yang sudah berinvestasi saham selama puluhan tahun, di masa tuanya benar-benar mendapati hidup seperti di surga, yang hanya tidur, kerja dari rumah, semuanya seperti sudah dilayani Tuhan. Semua orang pasti bercita-cita hidup seperti di surga, dan mungkin hanya Lo Kheng Hong yang sudah merasakan bagaimana nikmat seperti hidup di surga nanti. Bukan halusinasi, bukan khayalan, hidup banyak tidur penghasilan terus meningkat, telah dialami oleh para investor dalam dan luar negeri.

Para investor yang sudah menikmati hidup senang saat ini, bukan berarti tanpa risiko hidup yang telah dialaminya. Tentu saja, ada syarat agar bisa mencapai tahapan hidup seperti di surga seperti dirasakan oleh Lo Keng Hong sekarang. Menyimak dan belajar dari pola hidup Lo Kheng Hong, syarat menjadi seorang investor berkaitan dengan karakter baik yang harus dimiliki seseorang. Seorang investor bukan juara-juara lomba di sekolah, atau orang dengan ulusan kuliah IPK tinggi, atau lulusan universitas ternama dari luar negeri. Syarat menjadi investor itu adalah berakarakter baik, berakhlak mulia, berjiwa tenang, sabar, berani mengambil risiko, dan cinta damai. Karakter baik Lo Kheng Hong seperti karakter baik yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada kita semua.

Menyimak pernyataan Lo Kheng Hong, syarat menjadi seorang investor; Pertama adalah berkarakter sabar. Keuntungan-keuntungan besar dari saham tidak didapat dalam waktu singkat. Hong menanamkan sahamnya untuk jangka panjang. Saham terlamanya sampai bisa menghasilkan berlipat ganda pernah menunggu sampai 16 tahun. Hidupnya yang penuh dengan kesejahteraan dan kedamaian setelah kurang lebih 30-40 tahun berinvestasi saham. Jika tidak punya karakter sabar, keuntungan besar itu tidak akan pernah bisa diraihnya. Untuk itu para investor saham mengajarkan untuk mulai berinvestasi sejak dini. Warren Buffett mulai berinvestasi saham sejak usia 11 tahun, bahkan jika dia bisa mengulang masa hidupnya, akan berinvestasi saham sejak usia lima tahun.

Kesabaran ternyata karakter yang pasti dimiliki oleh manusia-manusia unggul di seluruh muka bumi ini. Allah mengajarkan di dalam Al-Qur’an, “Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu” (Ali Imran, 3:120). Allah menjamin orang-orang sabar tidak akan mendapat kerugian. Inilah rumus dasar menjadi seorang investor. Bertahun-tahun menanam saham pada akhirnya akan diganjar dengan kelimpahan keuntungan saham beratus-ratus persen dari harta yang diinvetasikannya. Para investor telah membuktikan kebenaran ayat ayat Allah Yang Maha Benar.

Tidak akan dikatakan orang berkarakter baik tanpa memiliki kesabaran. Kesabaran adalah induk dari segala kebaikan karakter yang dimiliki manusia. Semua orang berkualitas baik di muka bumi ini memiliki kualitas kesabaran yang tinggi. Semua profesi dapat mendatangkan kesuksesan didasari oleh kesabaran orang-orang pada profesi tersebut. Ketentuan ini sudah Allah tetapkan sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar” (Fushshilat, 41:35). Tidak ada karakter baik, tidak ada keberuntungan besar, sebelum orang-orang itu punya kualitas kesabaran yang tinggi. Para investor telah membuktikan kebenaran ayat Allah ini. Para investor yang memiliki kesabaran tinggi lah yang sekarang mendapat keberuntungan besar dan punya karkater-karakter baik dalam pribadinya.

Dikabar dalam sejarah di dalam Al-Qur’an, orang-orang yang telah mengetahui bahwa kesabaran adalah karakter yang selalu membawa kebaikan, maka orang-orang terdahulu berdoa, "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)" (Al ‘Araaf, 7:126). Orang-orang terdahulu meminta untuk dijadikan orang sabar sampai mati menjemputnya. Sungguh berbahagialah para investor, karena mereka mendapat segala apa yang dijanjikan Tuhan kepada manusia, menjadi orang berpikiran sehat, berkarkater baik, mensejahterakan sesama, dan diberi keberuntungan besar. Para investor adalah orang-orang yang punya kualitas kesabaran tinggi, dan mereka termasuk pada golongan orang-orang yang dicintai Allah. “Allah menyukai orang-orang yang sabar” (Ali Imran, 3:146).

Para investor sebaik-baiknya manusia di republik ini, karena mereka tidak bermental pengemis tetapi mereka bermental pemberi manfaat kepada banyak orang. Investasi sahamnya di pasar modal, sekalipun tidak seberapa, namun investasinya telah menggerakkan roda ekonomi dalam sebuah negara bahkan dunia. Semoga bangsa Indonesia menjadi bangsa investor yang dicintai Allah karena kualitas kesabarannya. Semoga IndonesiA menjadi negeri para investor, negeri para penghuni surga yang diberi keberuntungan besar oleh Allah swt. Walahu’alam.

MENDIDIK SISWA JADI INVESTOR

OLEH: TOTO SUHARYA

Kekuatan bangsa Indonesia ada di jumlah penduduk dan kekayaan alam yang melimpah. Kondisi alam ini membuat bangsa Indonesia terkenal santai dan suka kenduri. Cara berpikir yang imajinatif dipengaruhi agama dan tradisi menjadi suatu modal bahwa bangsa Indonesia punya karakternya hidup tersendiri. Pendidikan untuk bangsa Indonesia harus berkiblat pada budaya bangsa Indonesai sendiri, tidak bisa disamakan dengan cara-cara hidup mereka yang tinggal di iklim sub tropis. Dunia ekonomi yang cocok untuk dilakukan oleh orang Indonesia adalah menjadi private investor, sebagai mana sudah dicontohkan oleh Lo Keng Hong.

Tugas dunia pendidikan Indonesia adalah memperkenalkan dunia investasi sedini mungkin untuk meningkatkan jumlah investor yang tidak mencapai 1% dari penduduk Indonesia. Sedikitnya kita membutuhkan 30% dari penduduk Indonesia untuk menjadi investor agar bangsa Indonesai memiliki kekuatan capital untuk mengolah sumber-sumber daya alam yang dimiliki. Selama ini kekayaan Indonesia lebih banyak dinikmati oleh asing. Kekayaan alam bangsa Indonesia tidak membuat hidup sejahtera bangsa Indonesai karena selama ini, bangsa Indonesai hanya menjadi kuli-kuli rendahan dengan menjadi pekerja di perusahaan-perusahan dalam maupun luar negeri.

Sebagaimana kita ketahui jumlah kapital anggaran belanja negara yang ada lebih banyak kapital yang ada di bursa saham. Menjadi investor saham harus menjadi gerakan seluruh bangsa Indonesia. Dengan kondisi masyarkat Indonesai sebagai pekerja dan pengusaha-pengusaha kecil, mereka harus dilatih untuk menabung kelebihan uangnya dengan berinvestasi di pasar saham. Bangsa Indonesia bukan bangsa yang tidak pandai mengelola uang, tetapi mereka belum mendapat pengetahuan yang cukup bagaimana cara agar dana yang mereka miliki bisa ikut bekerja keras mensejahterakan hidup mereka. Menjadi investor saham sangat cocok untuk kondisi bangsa Indonesia sekarang yang mindsetnya menjadi pekerja. Menjadi pekerja tidak terlalu salah karena setiap orang harus bisa menghidupi kehidupannya, untuk melengkapi hidupnya sebagai pekerja, masyarakat Indonesia harus digiring untuk menjadi investor agar kapital hasil kerjanya ikut berkerja meningkatkan kualitas hidupnya.  

Gerakan ini bisa dimulai dari para pekerja pemerintah yang cenderung memiliki gaji tetap dan penghasilannya tidak terganggu karena telah dijamin negara. Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) Indonesia, tahun 2021 tercatat ada 3.995.634 pegawai negara, di tambah 50.553 jumlah pegawai dengan perjanjian kerja. Jumah ini cukup signifikan untuk memasyarakatkan budaya investasi di bursa saham. Budaya kredit harus diubah dengan budaya investasi. Program ini bisa disosiaisasikan oleh pemerintah dengan memberikan pelatihan dan memperkenalkan sekuritas-sekuritas legal agar para pekerja tidak tertipu dengan investasi-investasi bodong.

Untuk menyokong gerakan ini, dunia pendidikan di level SMK dan SMA, gaya hidup sebagai investor perlu diperkenalkan secara masif, melaui kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Jumah siswa SMA negeri dan swasta tahun 2020/2021 tercatat dalam data statistik Kemdikbud sebanyak 5.009.059 dan jumlah siswa SMK negeri dan swasta sebanyak 5.224.276 siswa. Jika gerakan menjadi investor digerakkan mulai dari pegawai negara dan siswa-siswa SMA/SMK, setidaknya budaya investasi sudah bisa mencapai di atas 5% dari penduduk Indonesia. Mengajarkan masyarakat menjadi investor tentu bukan hal mudah, namun jika ingin menjadi bangsa besar kita butuh pelajaran-pelajaran sulit yang jelas arahnya. Pelajaran-pelajaran sulit akan mengubah bangsa Indonesai menjadi bangsa yang hebat. Bisa jadi budaya investasi akan mengikis budaya korupsi yang tidak mungkin akan hilang karena korupsi melekat dengan mental budaya masyarakat pekerja. Bisa jadi juga setelah budaya investasi menjadi bagian gaya hidup bangsa Indonesia, budaya demo yang dilakukan oleh buruh setiap tahun akan mereda.  Budaya masyarakat investor tidak suka kegaduhan dan tidak suka peperangan. Masyarakat investor lebih suka suasana damai agar roda ekonomi berjalan normal sehingga menggairahkan untuk para investor dan mensejahterakan.

Masyarakat Indonesai sudah cukup memiliki keberanian untuk menjadi investor. Saat ini hanya tinggal menggeser mindset masyarakat dari budaya kredit ke budaya investasi di bursa saham. Di sekolah level SMA dan SMK yang rata-rata mereka banyaknya menjadi pekerja, budaya investasi harus terus diperkenalkan untuk mendampingi budaya menjadi pekerja yang sudah kadung melembaga di masyarakat Indonesia. Melalui sosialisasi budaya investasi saham di dunia pendidikan ke depan virus investasi saham akan terus menyebar dan menjadi gaya hidup bangsa Idnonesia, dan tidak menutup kemungkinan akan lahir pengusaha-pengusaha kelas internasional dari Indonesia. Wallahu’alam.

REVOLUSI PENDIDIKAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Melihat cara-cara pendidikan yang selama ini kita lakukan, tidak ada salahnya pendapat-pendapat dari para pengkritik bahwa “pendidikan memang bisa jadi penyebab kemiskinan”. Para pengkritik mengatakan dari sejarahnya sekolah didirikan bertujuan untuk membuat orang berkuasa tetap berkuasa. Sekolah hanya mengajarkan kepada orang-orang agar memiliki pemikiran sama, dan setelah itu mereka mudah dikendalikan. Sekolah mengajarkan bagaimana seseorang harus mengikuti langkah demi langkah yang telah mereka tentukan sehingga hidup seseorang seumur-umur mengikuti apa yang telah diperintahkan. Sekolah adalah penjajahan pikiran yang dilembagakan melalui lembaga formal. Sekolah terkadang menjadi tidak memerdekakan, tetapi sekolah mewariskan kebodohan turun-turun dan dilabel dengan surat tanda tamat belajar, sehingga belajarnya tamat.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara berpikir dunia. Cara berpikir linier mengikuti langkah-langkah formal tidak lagi menjanjikan dapat memuaskan tujuan hidup seseorang. Jika dulu sekolah mengajarkan siswa untuk menghidari risiko, sekarang siswa harus diajarkan untuk berani menghadapi risiko dengan banyak-banyak mencoba. Situasi berubah, melalui bantuan teknologi informasi modal hidup sekarang hanya tinggal berani mencoba, karena risiko besar yang dihadapi bukan lagi kehilangan aset tetapi kehilangan waktu untuk cepat melakukan perubahan. Semua orang didorong untuk melanjutkan ke perguruan tinggi kelas dunia, tetapi ada fakta kesuksesan bisa datang dari orang yang hanya kuliah di ruko.

Perkembangan teknologi informasi telah membuka pemikiran-pemikiran dan fakta-fakta baru, bahwa sekolah, kampus tidak menjadi sebab tunggal kesuksesan seseorang. Sekolah dan kampus selama ini tidak ubahnya seperti lembaga pembuat surat izin mengemudi hanya menjadi syarat adminsitratif seseorang untuk melakukan sesuatu memasuki dunia kerja formal. Sementara ada pekerjaan yang tidak membutuhkan syarat pendidikan formal yaitu menjadi pengusaha atau investor tidak serius diajarkan di lembaga pendidikan. Pendidikan kita yang meniru gaya negara-negara maju yaitu melahirkan masyarakat saintifk telah gagal, karena para saintis sampai saat ini tidak bisa menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi di Indonesia. Pendidikan yang bertujuan melahirkan saintis hanya cocok di negara-negara dengan sumberdaya alam yang miskin.

Masyarakat Indonesia yang sebagian besar memanfaatkan kecerdasan hidup inter dan antar personal, sangat tidak cocok jika orientasi pendidikannya melahirkan banyak saintis. Kemenangan bangsa Indonesia dalam sejarah penjajahan adalah juara diplomasi. Tokoh sukses Moehtar Kusumaatmadja adalah diplomat yang berhasil meyakinkan dunia tentang hukum laut. Bagaimanapun kita ketinggalan dalam hal teknologi dan sains, namun demikian tidak mesti kita harus fokus membuat seluruh warga negara menjadi saintis. Pendidikan kita harus fokus melahirkan para diplomat, entrepreneur, dan investor yang handal sesuai dengan takdir sejarah dan kondisi kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah. 

Cara berpikir linier kurang cocok untuk diajarkan di Indonesia. Rhenald Kasali menjelaskan pendekatan berpikir eksponensial adalah cara berpikir imajinatif, berpikir yang sangat dinamis seperti main ping pong. “Think make difference, it’s not just make better”, itulah cara berpikir eksponensial. Untuk melakukan perubahan, semuanya harus dari nol, dengan membuat perubahan radikal, radikal solution, radikal teknologi, radikal education. “Kita tidak mau melakukan hal-hal yang mudah, karena dengan melakukan hal-hal yang sulit sebuah bangsa akan berubah menjadi bangsa yang hebat” (John F. Kennedy). Perubahan dapat dilakukan dengan melakukan perubahan pada tujuan pendidikan dan cara-cara pembelajaran.

Tujuan pendidikan harus sesuai dengan kondisi alam, kecerdasan dominan, dan karakter masyarakat di dalamnya. Bangsa Indonesia dengan kondisi alam tropis, sangat percaya Tuhan, cenderung berkarakter tenang, santai dan imajinatif. Pendidikan yang cocok untuk masyarakat Indonesia harus dilatih menjadi entrepreneur di bidang investasi. Seperti yang dikatakan oleh Lo Kheng Hong, “ ketika kita sudah memiliki saham perusahaan hebat, yang terbaik adalah tidur, investor saham yang tidur bukan saja akan mendapatkan cuan yang besar, tidur juga bisa meningkatkan imunitas sehingga kita bisa terhindar dari covid 19”. Tidur di sini bukan pekerjaan malas tetapi sebuah kualitas hidup yang dapat dinikmati oleh orang-orang yang sudah bisa menjamin hidupnya dengan investasi yang dilakukannya. Tidur yang bisa menghadirkan imunintas adalah akibat dari pekerjaan yang dilakukannya memiliki harapan-harapan baik di masa mendatang. Inilah kualitas manusia Indonesia yang “malas” tetapi produktif dan harus diajarkan di sekolah-sekolah. Wallahu’alam.

Friday, February 25, 2022

DOSA BESAR KEPALA SEKOLAH

 OLEH: TOTO SUHARYA

Selama delapan belas tahun dunia pendidikan kita memang hanya main-main, tidak berusaha menyelesaikan masalah dan mewariskan generasi yang tertinggal dengan perubahan zaman. Kondisi inilah yang menyebabkan harus terjadi perubahan kurikulum karena dunia pendidikan kita sedang mengalami krisis pembelajaran. Krisis itu sudah ada di depan mata dan datanya bisa kita saksikan di bawah ini:

Tabel 1: Skor Membaca, Matematika, dan Sains

Kategori

Reading

Mathematics

Science

Tahun

2000

2018

2000

2018

2000

2018

Skor

371

371

360

379

393

396


Sumber (PISA 2018 Realeased, OECD)

Data pada tabel 1.  di atas menunjukkan kemampuan membaca, matematika, dan sains siswa Indonesia dari tahun 2000 sampai tahun 2018. Skor rata-rata terbaik internasional 500. Data itu juga bermakna bahwa siswa-siswi Indonesia memiliki kelemahan dalam berpikir, karena soal-soal tes PISA lebih menekankan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Apa sebab terjadinya permasalahan ini? Pertama, dunia pendidikan kita terlambat shifting karena lalai mengikuti perubahan zaman. Kedua, kualitas pembelajaran di kelas memang belum bisa mengoptimalkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Permasalahan ini, intinya kembali pada kualitas pembelajaran di kelas. Pekerjaan Rumah (PR) besar pendidikan kita adalah meningkatkan kemampuan guru-guru dalam mengajar. Kemampuan guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran menggunakan konstruksi soal-soal HOTS, sebagaimana disajikan dalam tes PISA.

Sebagai negara religius, berpikir adalah perintah Tuhan yang tidak boleh diabaikan. Kemampuan berpikir menunjukkan kualitas manusia yang harus terus diupayakan. Mengajar tentang berpikir di kelas adalah ibadah kita kepada Tuhan. Mengajarkan kemampuan berpikir kepada siswa menjadi kewajiban bagi guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Dosa besar bagi kita semua jika tidak mengajarkan kemampuan berpikir kepada siswa, karena seluruh aktivitas manusia adalah aktivitas berpikir. Kegagalan berpikir dalam beraktivitas menjadi bukti nyata penyebab prilaku manusia yang buruk dalam berakhlak kepada sesama dalam bermasyarakat dan bernegara.

Pembelajaran dengan menyajikan soal-soal HOTS standar PISA dapat menjadi sebuah pendekatan dalam pembelajaran. Berdasarkan kajian dari soal-soal PISA tahun 2015, 2018, dalam literasi membaca dan finansial, soal disajikan dengan kriteria, menyajikan materi esensial, kontektual, dan pertanyaan menguji siswa mengolah data yang disajikan dalam soal. Aspek yang diuji dari siswa adalah kemampuan analisis, contoh membedakan antara fakta dan dan opini, mengambil kesimpulan dengan mengintegrasikan dua fakta, dan menginterpretasi nilai dari sebuah kejadian dalam materi yang disajikan.

Menyimak soal-soal yang disajikan PISA, soal tersebut bisa kita modifikasi menjadi sebuah proses pembelajaran HOTS, dengan melakukan adaftasi. Materi disesuaikan dengan kebutuhan siswa secara esensial dan kontektual kontruksi materi dan pertanyaan mengikuti pola yang disajikan dalam soal PISA. Ukuran materi esensial, berdasarkan dari tampilan-tampilan materi yang disajikan dalam soal PISA, bersumber pada sumber bacaan yang akuntabel, yaitu dari hasil penelitian atau pendapat ahli. Materi bisa diambil dari koran, media sosial, blog, atau jurnal. Materi esesnsial mengajarkan pada siswa, setiap informasi yang diakses harus materi akuntabel, memiliki derajat kebenaran yang bersumber pada hasil penelitian atau pendapat para ahli dalam berbagai bidang kajian. Secara kontektual materi bisa digunakan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari menghadapi dunia nyata.

Betapa pentingnya untuk memastikan bahwa apa yang diajarkan guru-guru sesuai dengan kaidah dan kebutuhan zaman. Sebuah dosa besar bagi para kepala sekolah jika proses ini tidak dikawal ketat melalui tugas pokoknya yaitu supervisi pembelajaran. Untuk itu seluruh aktivitas kepala sekolah dalam berbagai kegiatan harus bertujuan untuk menjaga kualitas pembelajaran terutama di kelas. Bangsa besar meregenerasikan kualitas bangsanya sangat tergantung apa yang terjadi di ruang ruang belajar terutama kelas. Wallahu’alam.  

Tuesday, February 22, 2022

SUPERVISI ON THE LINE

OLEH: TOTO SUHARYA

Hasil survey PISA dari tahun 2000 perolehan skor membaca siswa Indonesia 371, dan terakhir survey PISA tahun 2018 adalah 371. Data ini menjadi alasan penyataan Mendikbud Nadim Anwar Makarim pendidikan Indonesia selama 18 tahun jalan ditempat. Pak Menteri tidak sedang merendahkan kualitas pendidikan kita, tetapi memang faktanya demikian. Situasi pandemi ikut memperparah kualitas pendidikan kita, karena ditemukan kurang lebih 50% siswa Indonesia mengalami learning loss. Faktor penunjang dari learning loss adalah kualitas pembelajaran di kelas (daring), kemampuan akses internet, dan penurunan motivasi belajar siswa.   

Situasi pandemi yang belum berakhir turut menunjang terhadap kekhawatiran semua pihak. Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) 50% hingga 100% yang diujicobakan mengalami kegagalan karena varian virus Covid-19 masih menjadi hantu yang menakutkan. Siswa teridentifikasi terjangkit virus Covid-19 varian omicron dan memaksa kembali pembelajaran harus dilakukan secara daring.  

Situasi belum dapat diprediksi kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Namun kita harus sadar bahwa masalah esensial kualitas pendidikan bukan terletak pada kapan akan berakhir pandemi, tetapi bagaimana kita mengubah cara mengajar kita di kelas agar kualitas pembelajaran benar-benar berkualitas. Dari hasil supervisi pembelajaran on line, kita memang kita harus kerja keras mengubah paradigma guru dalam mengemas pembelajaran berkualitas. Guru-guru harus terus diberi pemahaman bahwa rendahkan kemampuan membaca siswa-siswi kita adalah produk dari pembelajaran yang selama ini kita lakukan. Pembelajaran masih bersifat teacher center, selama pembelajaran aktivitas siswa sangat minim. Sedikit sekali siswa yang bertanya, dan selama pembelajaran siswa cenderung pasif.

Merdeka belajar memang jargon yang harus didengungkan terus untuk mendorong guru-guru melakukan inovasi pembelajaran. Faktor utama yang harus diperbaiki dalam pembelajaran, bagaimana mengajarkan dan meningkatkan minat baca siswa, serta melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam hal ini guru-guru perlu bimbingan serius dari orang-orang yang benar-benar pengalaman dan ahlinya dalam menerapkan metode-metode pembelajaran HOTS. Guru perlu diberi pemahaman serius bahwa mengajar dengan metode LOTS sudah sangat ketinggalan zaman.

Saat ini berbagai macam pengetahuan sudah bisa diakses langsung oleh siswa melalui internet dengan mengunjungi situs jurnal, youtube, dan blog. Apapun materi belajarnya, internet selalu menyajikan materi tersebut dalam jumlah jutaan. Jika saja siswa kita punya motivasi tinggi dalam belajar, dan secara mandiri mau menelusuri berbagai macam kompetensi dan pengetahuan di Internet, pembelajaran di sekolah bisa jadi yang sangat sekunder.  Banjirnya informasi di internet, akan menggeser fungsi sekolah hanya sebatas lembaga formal pemberi keterangan bahwa siswa telah tamat belajar. Sementara proses pembelajaran sangat dominan tergantung pada motivasi dan rasa ingin tahun siswa terhadap materi yang ingin dipelajari dan bisa diakses di internet sendiri.

Paradigma pembelajaran di sekolah sekarang bukan lagi sebagai penyampai pengetahuan, tetapi sebagai pembimbing informasi-informasi mana yang esesnsial dan kontektual bermanfaat bagi kesuksesan siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Soal-soal ujian yang disajikan oleh PISA, menjadi contoh yang patut ditiru dan dikembangkan menjadi sebuah pembelajaran menarik dan melatih literasi, numerasi, serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Jika seluruh guru dari berbagai mata pelajaran sudah memiliki kemampuan ini, tidak menutup kemungkinan kualitas pembelajaran dan kemampuan berpikir siswa dapat itingkatkan. Dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi tidak menutup kemungkinan akan lahir generasi mendatang yang bukan hanya terampil bekerja tetapi menjadi pencipta pekerjaan dan penyelesai masalah-masalah bangsa.

Supervisi pembelajaran yang menjadi tugas pokok para pemimpin sekolah adalah tugas wajib yang harus dilakukan untuk mengawal apa yang terjadi di kelas ketika guru beinteraksi dengan siswa. Tugas kepala sekolah melebihi tugas presiden dan menteri, karena kualitas bangsa ada dipundak para pemimpin pembelajaran di sekolah. Dalam situasi pandemi saat ini, masalahnya tidak lagi terletak pada metode belajar on line atau tatap muka, tetapi memastikan bahwa setiap interaksi guru dengan siswa harus mengajarkan kemampuan berpikir dengan materi-materi ajar esensial hasil seleksi ketat agar seluruh relung memori siswa di isi dengan pengetahuan-pengetahuan berkualitas dan bermanfaat bagi kehidupan.

Seluruh isi tulisan ini merupakan relfleksi penulis setelah melakukan supervisi pembelajaran on the line. Semangat perubahan harus terus digelorakan, untuk memerdekakan guru-guru dari pola-pola pikir old mind. Guru-guru harus dimerdekakan dari ketergantungan pada buku paket yang sudah menjadi berhala pendidikan. Bukut paket sebagai berhala pendidikan telah mengabaikan  kebutuhan siswa dalam mengarungi derasnya badai perubahan zaman. Dosa besar bagi para pemimpin pembelajaran di sekolah jika tidak melakukan pengawalan terhadap pembelajaran di kelas. Wallahu’alam.

Friday, February 18, 2022

SEMUA MATA PELAJARAN ADA TUHANNYA

OLEH: TOTO SUHARYA

Tuhan harus jadi inspirasi dalam setiap aktivitas kehidupan. Tuhan penyebab kesejahteraan manusia. Setiap relung pikiran dan hati manusia harus lebih banyak ruang di isi oleh ketuhanan. Phobia kepada ajaran agama adalah produk pemikiran gagal dari umat manusia. Ilmu yang hanya menciptakan phobia terhadap ajaran agama adalah penyesat kehidupan. Para pencipta phobia terhadap ajaran agama adalah perusak pikiran yang akan membawa kehidupan manusia pada kebinasaan di dunia dan akhirat. Ilmu yang hanya berkiblat kepada pengetahuan Alam adalah pembawa kesesatan umat manusia di muka bumi ini.

Kegagalan para ilmuwan yang saat ini bisa menciptakan teknologi adalah tidak bisa menghadirkan dan menemukan Tuhan dalam teknologi yang diciptakannya. Penyebabnya adalah egoisme dari kemampuan akal manusia. Para pencipta teknologi merasa bahwa semua teknologi berhasil diciptakan karena kemampuan akalnya, padahal segala fasilitas yang ada di muka bumi ini ada penciptanya. Manusia merasa bahwa segala yang berhasil diciptakannya adalah ciptaannya, padahal hakikatnya semua yang berhasil diciptakan adalah penemuan. Apa yang dicitakannya, semuanya sudah ada sebagai anugerah dari Tuhan.

Kegagalan para penganut agama ikut andil menjadikan agama sebagai wajah yang menakutkan. Sebabnya karena penganut agama merasa dirinya sebagai pemilik kebenaran, padahal kebenaran mutlak hanya millik Allah, dan manusia tempatnya salah. Nabi sekalipun tugasnya hanya menayampaikan kebenaran-kebenaran yang diwahyukan dari Tuhan. Kegagalan manusia dalam beragama adalah mengalamatkan seolah-olah kebenaran telah menjadi miliknya, mereka mengajarkan dan menginformasikan seolah-olah dirinya paling benar. Egoisme umat beragama sama-sama menjadi kesesatan berpikir bagi para penganutnya. Kebenaran milik Allah dan fenomena-fenomena yang terjadi di muka bumi adalah ayat-ayat Tuhan, yang harus dibaca atas nama Tuhan. Sehingga apapun yang dikatakan dan ditemukan manusia dari mana saja semua berada di atas kehendak Tuhan.

Manusia hanya mengolah segala apa yang telah diciptakan Tuhan. Energi, gaya, gerak; Tanah, air, udara; semuanya diciptakan Tuhan. Tugas manusia adalah mengungkap kehadiran Tuhan dalam segala fenomena di alam pikiran dan benda. Sekolah-sekolah melalui pengajaran berbagai macam ilmu pengetahuan memfasilitasi siswa untuk mengetahui teori-teori kehidupan sebagai sarana untuk mengagungkan kemahakuasaan Tuhan. Ilmu alam dan sosial dipelajari untuk mengajari manusia agar bisa hidup dengan sejahtera sebagai anugerah dari Tuhan.

Semua ilmu datangnya dari Tuhan, tidak ada kategori ilmu hitam atau putih, karena yang membuat hitam dan putih adalah pikiran manusia. Pemikiran manusia yang membuat ilmu menjadi hitam dan putih. Jika semua ilmu dipersepsi untuk kesejahteraan dan kedamaian manusia, nuklir akan tercipta untuk keberkahan hidup manusia bukan untuk memusnahkan manusia. Jika teknologi informasi diciptakan untuk membantu segala aktivitas kehidupan manusia, teknologi informasi menjadi berkah bagi manusia. Teknologi-teknologi diciptakan sangat tergantung pada niat-niat manusia dalam menggunakannya.

Niat-niat baik harus selalu menjadi pola pikir manusia dalam segala tindakan, dan itulah yang dikehendaki Tuhan. Hadirnya Tuhan dalam pikiran manusia akan membuat manusia sadar bahwa dirinya hanya pengungkap dan penyampai kebenaran dengan segala latar belakang ilmu yang digelutinya. Kegagalan manusia dalam berilmu pengetahuan hanya sedikit yaitu menghilangkan peran Tuhan dalam penemuan-penemuannya. Intinya para ilmuwan dan agamawan harus menurunkan tensinya, anda bukan pemilik pemilik kebenaran, anda bukan pencipta dan pemilik surga, kita semua hanya penyampai kebenaran dan pebimbing umat manusia agar tetap memiliki keimanan dan keyakinan bahwa setelah kematian aka nada pengadilan.

Tuhan itu satu, yaitu Tuhan gaib untuk seluruh manusia. Tuhan memerintahkan untuk menggai ilmu, teknologi, untuk menciptakan kesejahteraan dan menjaga perdamaian antar umat manusia. Saling kenal mengenallah, tolong menolonglah, tidak ada manusia lebih cerdas dari manusia lain, tidak ada manusia lebih mulia dari manusia lain, semuanya sama dihadapan Tuhan, kecuali dia yang paling bermanfaat bagi umat manusia dan saling mengingatkan untuk tetap ingat Tuhan tempat kita kembali. Maka semua mata pelarjaran yang diajarkan di sekolah harus berakhir pada kekuasaan Tuhan. Wallahu’alam.

Thursday, February 17, 2022

Sukses itu Gratis

Oleh: Toto Suharya

Judul ini menjadi sebuah kegiatan webinar di sekolah dalam ranggka pendidikan karakter. Webinar adalah sebuah kegiatan tambahan ketika dimasa pandemi, pembelajaran hanya empat jam, sambil santai di rumah anak-anak diajak untuk tetap belajar dengan menikmati suguhan webinar dari pemateri internal dan eksternal sekolah. Pendidikan karakter yang identik dengan pembiasaan, sesungguhnya termasuk pembiasaan berpola pikir. Berpola pikir ada ilmunya, dan ilmu berpikir ini jarang diajarkan di sekolah-sekolah. Padahal semua sepakat bahwa apa yang dikatakan dan dilakukan orang semuanya bersumber dari apa yang dipikirkan.

Sukses itu gratis, sebelumnya tidak terpikirkan. Ketika membuat poster tentang shalat dhuha 12 rakaat, saya merinci apa akibat dari shalat dhuha jika dilakukan mulai dari 2 rakaat, empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat, dan 12 rakaat. Dua rakaat tercatat sebagai ahli sedekah, empat rakaat dicukupkan rezeki sepanjang hari, enam rakaat dijamin hidup sukses, delapan rakaat dicintai Allah, dan 12 rakaat dibuatkan rumah di surga. Ketika menyusun akibat-akibat dari kegiatan ritual shalat yang akan diajarkan kepada anak-anak, saya berkesimpulan bahwa untuk mendapatkan sukses itu ternyata gratis. semua modal sukses sudah diberikan Allah kepada kita berupa kepala dan isinya, kaki, tangan, dan seluruh anggota badan, yang gratis kita dapat sudah lebih dari cukup untuk meraih sukses dengan gratis di muka bumi ini.

Sukses itu gratis semuanya berangkat dari pola berpikir, sebab semua kejadian adalah pola pikir. Apapun yang menjadi milik kita di dunia maupun akhirat adalah hasil dari pola pikir kita. Mengatur dan mengubah apa yang ingin kita pikirkan semuanya gratis, tidak mengeluarkan biaya, dan tidak perlu tenaga besar. Semuanya hanya mengandalkan kesadaran bahwa kita harus berpikir positif.

Mengata kita harus berpikir positif? Dasar pemikirannya sudah banyak saya jelaskan dalam berbagai kesempatan. Dasar berpikir itu adalah kitab suci Al-Qur’an. Salah satu ayat yang selalu saya jadikan dasar berpikir adalah “Jika kamu berbuat baik kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri,” (Qs. 17:7). Ayat ini menjadi cara berpikir sebab akibat dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari, kapanpun, dimanapun, kejadiannya akan seperti ini. Ayat ini harus jadi pedoman dalam segala aktivitas di muka bumi. Ayat ini harus jadi moralitas masyarakat. Ayat ini harus jadi pengingat kepada Tuhan. Orang-orang yang ingatannya dikendalikan oleh ayat-ayat Tuhan, maka dialah orang-orang yang akan selalu dekat dengan Tuhan. Janji Allah pada orang-orang yang dekat dengan Tuhan, Dia akan menimpakan kesejahteraan dunia dan akhirat, kesejahteraan yang sebaik-baiknya kesejahteraan.

Orang-orang yang pikirannya dipandu oleh Tuhan, setiap kejadian dan apapun yang akan terjadi selalu membawa kabar gembira. Satu ayat di atas, dapat menjadi pegangan hidup agar kita semua berada di jalan yang lurus yaitu jalan yang selalu mendapatkan peringatan dari Tuhan. Maka dengan berpegang pada satu ayat, segala kesuksesan yang ingin kita dapatkan di muka bumi ini menjadi gratis. Sukses bukan karena pekerjaan, perniagaan, kecerdasan, tetapi sukses karena kelakukan yang kita miliki menejahterakan dan mencerdaskan. Sesungguhnya yang memberi semua kesuksesan adalah Allah yang menilai pola pikir dan prilaku kita selalu diberkahi oleh Allah karena dalam kondisi sempit maupun lapang kita selalu ingat Allah. Ingat Allah itu gratis, seribu kali ingat Allah dalam sehari tetap gratis. Optimis tanpa batas! Wallahu’alam. 

Monday, February 7, 2022

MENGAPA DHUHA 12 RAKAAT?

OLEH: TOTO SUHARYA

Psikologi Well Being adalah sebuah aktivitas individu dalam merasakan kehidupan sehari-hari dengan melakukan refleksi diri terhadap kualitas dan pengalaman hidupnya Jika hasil evaluasi dirinya membuat dirinya menyerah maka psikologi wellbeing-nya rendah, sebaiknya jika hasil refleksi dirinya membuat dirinya menjadi giat berusaha maka psikologi wellbeing-nya tinggi Fitriani, (2016). Salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat wellbeing seseorang adalah intensitas menjalankan ibadah ritual. Semakin tinggi intensitas ritual ibadah seseorang semakin baik hubungan sosial, solidaritas rasa kekeluargaannya (Fitriani, 2016).

Program pendidikan ritual dhuha 12 rakaat bersumber pada keterangan hadist. “Barang siapa shalat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga” (HR. Tirmiji dan Ibnu Majah).  Program shalat dhuha 12 rakaat bertujuan meningkatkan religiusitas para siswa. Tingkat religiusitas dapat meningkatkan wellbeing (kebahagiaan) siswa. Kebahagian akan melahirkan hormon imun, harapan, pikiran dan perasaan positif. Shalat memiliki dampak efektif menyembuhkan gangguan jiwa seperti stress dari problem kehidupan. Ada empat teraputik yang terdapat dalam shalat yaitu, olah raga, meditasi, auto sugesti, dan kebersamaan. (Zulkarnain, 2020)

Studi terhadap 103 orang mahasiswa tentang pengaruh shalat, hasilnya shalat berpengaruh pada prilaku mahasiswa, sekalipun dalam kategori sangat rendah (Fitria, 2018). Ada faktor yang harus diperbaiki dalam memahami shalat. Salah satunya dengan mendefinisikan shalat dalam makna luas, tidak sebatas ritual. Sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar (Al Ankabut, 29:45). Ayat ini bisa menjadi dasar pembuatan definisi, shalat adalah upaya mencegah timbulnya prilaku-prilaku buruk. Kualitas shalat tidak dipahami berhenti pada dimensi ritual tetapi terkait erat dengan dimensi faktual.

Untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kegiatan dhuha 12 rakaat, dilakukan ceramah berisi motivasi dhuha. Motivasi berisi informasi-informasi positif tentang manfaat ibadah ritual 12 rakaat dhuha. Shalat dhuha bermanfaat untuk pembentukkan akhlak, kesehatan, kecerdasan, dan keberhasilan dalam meraih cita-cita kehidupan dunia dan akhirat. Ceramah motivasi dhuha dilakukan oleh guru-guru secara bergiliran.

Data dari 10 siswa berprestasi akademik terbaik di sekolah, seluruh siswa tergolong pada kelompok yang disiplin melaksanakan shalat lima waktu full time dan disiplin dhuha tiap hari delapan sampai 12 rakaat. Sedangkan 10 siswa dengan kecerdasan akademik rendah di sekolah, semua tergolong siswa yang tidak disiplin ibadah. Kelompok siswa jurusan IPA, berdasar hasil survey tiap akhir semester termasuk kelompok siswa yang lebih disiplin melaksanakan shalat dibanding jurusan IPS. 

Fenomena menarik jika melihat data shalat siswa berdasarkan level kelas. Semakin tinggi level kelas siswa semakin sedikit yang melaksanakan shalat. Jadi pada saat kelas 10 anak anak rajin shalat, naik ke kelas 11 mulai jarang shalat, dan setelah kelas 12 semakin jarang yang shalat. Jika melihat fakta ini, seolah-olah berlaku kesimpulan semakin tinggi pendidikan siswa, semakin tidak percaya Tuhan. Mungkin bisa jadi, pendidikan sekuler harus terus dikritisi karena faktanya saat ini sedang terjadi kriris dalam pembeajaran.     

Gerakan shalat lima waktu dan dhuha 12 rakaat adalah upaya pendidikan karakter religius melalui pembiasaan bersumber pada ajaran agama. Bagi siswa Kristen, mereka dituntut pula untuk melaksanakan ibadah secara disiplin sesuai keyakinan. Pada akhir bulan, kegiatan dievaluasi melalui survey google form. Data diambil melalui survey google form disebar ke tiap kelas dan di isi langsung oleh siswa dengan tujuan melatih kesadaran kejujuran siswa terhadap Tuhan. Target pembiasaan karakter religius ditentukan dengan standar minimal yaitu 30% dari populasi siswa, kemudian ditingkatkan berdasarkan hasil evaluasi bulanan.

Dari hasil pengamatan, kegiatan rutin dhuha 12 rakaat yang dilaksanakan bersama-sama di masjid atau lapangan, meningkatkan kedisiplinan seluruh warga sekolah untuk hadir bersama-sama di pagi hari. Lingkungan sekolah kondusif dan suasana kekeluargaan lebih terasa. Sikap saling menghargai antar umat beragama tercipta. Beberapa siswa mulai terlatih menghadapi masalah dengan tetap optimis menggantungkan segala harapannya kepada Tuhan. Inilah generasi-generasi unggul, yang akan selalu kreatif, berani menghadapi risiko, pantang menyerah, dan selalu optimis sebagai bagian dari capaian program. Wallahu’alam. 

Wednesday, February 2, 2022

PROGRAM INTERNET PRODUKTIF

 Oleh: Toto Suharya

Salah satu inovasi program di sekolah untuk melatih kreativitas siswa yang penulis kembangkan adalah internet produktif. Program ini dilaterbelakangi oleh perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat telah membuat kewalahan dunia pendidikan menyikapinya. Sikap terlalu membuka diri di media sosial, keterbatasan internet literacy, dan minimnya mediasi orang tua, menjadi faktor rendahnya kesadaran privasi dan risiko dalam berinternet (Setyaningsih, 2014).  Media sosial menyebabkan beberapa kasus cyber bullying meningkat karena sifat penyebaran informasi melalui media sosial sangat cepat (Hidayat, dkk, 2015). Beredarnya kata, hinaan, hinaan, hinaan, di media sosial semakin mendorong masyarakat ke arah tidak produktif dalam bermedia sosial dan bahkan menimbulkan perpecahan serta konfik horizontal di masyarakat (Susanto, dkk., 2021).

Dari hasil penelitian, anak-anak remaja yang memiliki bekal pengetahuan tentang menggunakan internet secara positif dapat menghindari penggunaan internet secara negatif (Hamzah, 2021). Sosialisasi penggunaan media sosial yang tepat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran bahaya penyalahgunaan media sosial (Hidayat, dkk, 2015).

Menyikapi situasi di atas, dunia pendidikan yang sangat diandalkan dapat melahirkan generasi-generasi produktif dalam berinternet, sudah sepatutnya mengembangkan program-program pendidikan yang dapat mengedukasi anak-anak dalam berinternet. Program Internet Produktif diluncurkan untuk mengedukasi anak-anak dalam berinternet. Program ini bertujuan mengembangkan kemampuan kreatif anak-anak dalam membuat konten-konten kreatif, edukatif, dan insiratif yang layak disajikan di publik melalui media youtube sekolah. Program dirancang dengan target pantastis yaitu menghasilkan karya konten kreatif di youtube dalam setahun 500 video.

Program digulirkan sebagai proyek bersama antara kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Semua sumber daya di sekolah dikerahkan untuk mencapai target, dengan membagi-bagi tugas dalam membuat konten kreatif di youtube. Melalui organisasi OSIS, anak-anak dituntut untuk membuat proyek video-video kreatif dengan menampilkan praktik-praktik baik dalam aktivitas pendidikan di sekolah atau di lingkungan masyarakat. Seluruh siswa diwajibkan untuk melakukan subscribe youtube sekolah agar karya-karya yang dihasilkan dapat tersebar dan mendapat apresiasi untuk memotivasi.

Program-program produktif seperti podcast, editorial, catatan kegiatan pembelajaran, dan materi-materi pelajaran  produk guru, tutorial, bedah buku, webinar, diciptakan untuk mengisi konten youtube sekolah. Anak-anak dituntut untuk kreatif menciptakan gagasan konten youtube dengan melakukan riset internet mencari contoh untuk melakukan ATM (amati, tiru, dan modifikasi). Pengalaman melakukan ATM diharapkan dapat membangun kepercayaan diri dengan meciptakan ide konten kreatif karya sendiri.

Dari pengalaman yang sudah dilakukan, hasilnya cukup menggembirakan. Di lingkungan anak-anak terjadi diskusi-diskusi membicarakan sebuah proyek video berdurasi singkat untuk membuat drama atau film pendek. Situasi ini terjadi tidak lepas dari keterlibatan guru yang melibatkan anak-anak dalam tugas pembelajaran yang harus disajikan dalam bentuk karya video. Beberapa video berhasil menjadi viral sampai ribuan penonton. Kondisi ini menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri bagi anak-anak untuk terus berproduksi konten-konten tayangan di youtube.

Beberapa anak diluar dugaan ada yang sukses menjadi influencer di media sosial dengan follower 800 ribu hingga 2,5 juta. Sungguh pantastis dalam usia masih muda dan status sebagai pelajar tanpa mengganggu kegiatan belajar, mereka sudah berpenghasilan 6 s.d 12 juta per bulan dari pekerjaannya sebagai influencer. Penghasilan tertingginya mereka bisa menghasilkan 24 s.d 30 juta per bulan. Salah satu siswa yang sudah lulus, dia tidak bingung mencari pekerjaan, tetapi terus melanjutkan karirnya sebagai influencer di media sosial dan bercita-cita menjadi artis di layar lebar. Mereka semakin profesional dengan melibatkan manajemen untuk mengorganisir waktu dan mengembangkan karirnya.

Kata-kata bijak dari mereka yang masih muda muncul, “hidup sekarang lebih enak, karena jika punya niat serius mencari penghasilan di internet ternyata sangat mudah, yang penting jangan pernah putus asa untuk terus mencoba dan mencipta”. Itulah sekelumit keberhasilan dari program internet produktif, sedikitnya telah melahirkan kesadaran bagi semua siswa, bahwa berinternet jika disadari dan digeluti untuk hal-hal produktif, mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan bisa sukses semuda mungkin. Internet seperti pisau bermata dua satu sisi bisa membunuh satu sisi bisa bermanfaat untuk kehidupan. Wallahu’alam.    

Saturday, January 22, 2022

TUKAR ANAK NUSANTARA

OLEH: TOTO SUHARYA

Dalam salah satu nilai profil Pelajar Pancasila dijelaskan bahwa peserta didik karakternya harus dibentuk sebagai manusia berkebinekaan global. Artinya bukan berarti anak-anak melupakan dirinya sebagai anak nusantara, anak-anak harus tetap memiliki karakter berkebinekaan bersumber pada ruang lingkup terdekatnya sebagai bangsa. Karakter berkebinekaan global bukan berarti kita harus fokus menghormati perbedaan suku bangsa di luar sana, tetapi pembangunan karkater itu harus tetap berfokus pada bagaiman car akita hidup sehari-hari yang memang sudah beraneka ragam.

Di sekolah bisa kita kembangkan program Tukar anak Nusantara. Program ini bisa jadi proyek pembelajaran secara kolaboratif antar mata pelajaran. Perencanaan disusun secara koaboratif untuk menentukan kompetensi yang ingin di capai, tujuan pembelajaran, dan produk yang dihasilkan. Dalam pembelajaran proyek Tukar Anak Nusantar, ada beberapa capaian pembelajaran yang bisa dikembangkan pada program ini, antara lain capaian hasil pengetahuan, sikap dan prilaku hidup sebagai masyarakat yang hidup dalam kebinekaan.

Kemudian capaian pembelajaran dalam bentuk produk pembelajaran, dapat diarahkan pada peningkatkan kemampuan literasi dengan membuat buku tentang kehidupan masyarakat yang ditempatinya, bisa buku bertema budaya, agama, sosial, keluarga, dan sebagainya. Buku ini bisa dibuat perkelompok atau per individu. Buku diterbitkan oleh penerbit dan ber ISBN. Untuk itu pertukaran anak nusantara dapat dikemas dalam bentuk tema-tema, agar anak selama mengikuti pertukaran pelajar dapat menggali informasi sesuai tema yang mereka tentukan.

Untuk menjamin keamanan dan proses pembimbingan selama pertukaran, anak-anak harus didampingi guru pendamping, yang juga melakukan pertukaran guru. Namun jika dalam program tukar anak nusantara ingin mencapai kemandirian anak, guru pembimbing diberikan kepada guru di tempat pertukaran. Guru pembimbing hanya bertugas sebagai pemantau kegiatan, dan fasilitator jika dibutuhkan.

Selama anak-anak mengikuti program tukar anak nusantara, aktivitasnya lebih banyak berkomunikasi anak-anak teman sebanyanya. Mereka tinggal bersama teman sebanyanya, bermain, belajar, dan bertukar informasi tentang budaya, agama, tradisi, dan berbagai hal tentang kehidupan masyarakat yang ditempati. Program ini bisa berjalan satu samapai tiga bulan untuk memberikan ruang agar anak-anak betul-betul merasakan manis pahitnya kehidupan di tempat anak-anak nusantara berada.

Dalam kontek merdeka belajar, penentuan peserta program, tempat yang akan dituju, kompentensi, capaian dan produk pembelajaran yang akan dihasikan hasil lebih banyak melibatkan anak-anak. Tidak akan semua anak bersedia mengikuti program ini, tetapi pasti ada anak-anak pemberani dan antusias mengikuti program ini. Kreasi program ini bagi anak-anak tertentu dapat menjadi program yang menghindarkan anak-anak dari kejenuhan dan keputusasaan belajar karena terlalu dibatasi oleh ruang kelas dan lingkungan sekolah yang terbatas.

Pembianyaan program dapat dilakukan dengan kolaborasi antar sekolah, dan keluarga. Untuk beban transport, makan minum, bisa dibebankan kepada dana BOS sesuai kemampuan. Selanjutnya untuk meringankan beban anggaran bisa dilakukan kerjasama antar sekolah dengan orang tua siswa. Perjanjian kerjasama dapat dilakukan dengan saling pinjam rumah, kamar, fasilitas, dengan anak peserta program. Sekolah dan orang tua bisa saling jamin, anak peserta program dari daerah lain dijamin oleh sekolah yang dikunjungi demikian juga sebaliknya. Dengan kolaborasi program ini sangat mungkin dilakukan oleh seluruh sekolah di Indonesia.

Program ini dapat menjadi jembatan jalinan persaudaraan anak-anak se nusantara. Program ini dapat membawa anak-anak pada suasana Indonesia yang sesungguhnya sebagai anak nusantara yang hidup di lautan ke anekaragaman, dan kelak menjadi manusia berkebinekaan global. Ikatan kebangsaan Indonesia akan terus terjalin dan semakin kuat dari masa ke masa.

Sudah saatnya dunia pendidikan kita membuat program-program yang membuat anak-anak merdeka pikiran dan hatinya. Pikiran dan hati anak-anak merdeka adalah mereka yang menerima berbagai perbedaan yang ada dalam kehidupan dunia nyata. Dengan kolaborasi program ini dapat menjadi unggulan bagi setiap sekolah yang mau melakukanya, dengan anggaran biaya yang bisa disesuaikan sesuai dengan kemampuan keuangan sekolah yang ada. Siapa yang berani memulai, dialah insan-insan pendidikan merdeka. Wallahu’alam.

Makna General Ibadah

Oleh: Toto Suharya Ketika kita dengan kata Ibadah apa yang ada dalam ingatan? Dalam ingatan semua orang pasti muncul kata shalat. Salah tida...