Friday, December 30, 2022

PENDIDIKAN KITA MEMBAHAYAKAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Sekularisme telah membedakan antara pendidikan agama dan umum. Cara berpikir ini telah menjadi sebab tidak bertemunya pendidikan agama dan umum. Pendidikan agama dan pendidikan umum jadi berjalan masing-masing. Seperti hidup damai tetapi tidak saling tegur sapa. Sementara bertegur sapa, saling berkomunikasi, saling berkolabirasi, saling bersinergi, adalah absolut sebab kesejahteraan  hidup. Jika cara berpikir sekuler yang sudah dipahami parsial dipertahankan bisa membahayakan umat manusia. Umat manusia sedang digiring cepat musnah. 

Sekularime menurut Buya Syakur bukan memisahkan agama, tetapi menjadi kemurnian agama dari niat-niat kotor kepentingan politik. Tetapi sudah kadung dipahami awam, pola pikir sekuler adalah memisahkan agama dan ilmu, memisahkan politik dan agama. Pemahamannya sudah sangat komfleks dan kata orang Sunda pabaliut atau sophisticated. Pemahaman sekuler sebagai pemisahan antara agama dan ilmu sudah jadi kolektif memori masyarakat. 


Solusinya ganti konsep berpikir. Untuk itu, ada paradigma berpikir yang cocok untuk negara kesatuan dengan ideologi Pancasila, yaitu cara berpikir integralistik. Para pendidi negara ini dulu pernah menawarkannya pada saat penyusunan ideologi Pancasila. Integralistik pola pikir yang cocok dengan negara religius seperti Indonesia. Pancasila sendiri merupakan produk berpikir integralistik. 

Pendidikan yang memisahkan antara agama dan ilmu sangat berbahaya bagi kesejahteraan bangsa. Indonesia dengan wilayah besar, dan penduduk terbanyak nomor 4 di dunia, sangat berat untuk diberdayakan jika menggunakan pola pikir sekuler. Kekuuatan pikiran sekuler yang dipahami sebagai kekuatan akal material, membebani pikiran dan hati manusia, seolah-olah dirinya menjadi pengubah hidup manusia. Penyakit-penyakit mental hadir menjadi potret mengerikan dan menjadi penyebab segala penyakit yang tidak terdeteksi medis. 

Pendidikan yang membahayakan dari paradigma sekuler adalah mereduksi peran pendidikan agama dalam kehidupan masyarakat. Pengajaran agama menjadia parsial, cenderung ke akhirat, bukan menjadi pengajaran karakter sebagai pemebentuk pribadi-pribadi cerdas dengan keyakinan penuh pada Tuhan. Ada persepsi agama menjadi racun, karena dianggap menghambat kemajuan zaman. Etika, moralitas, digiring bukan menjadi pelajaran agama, tapi pelajaran ilmu kemanusiaan. 

Ideologi Pancasila lebih cocok dengan pola pikir integralis. Pola pikir ini senapas dengan cara berpikir orang-orang beragama. Pola pikir integralis memandang dunia sebagai bentang kehidupan dari dunia material hingga non material (akhirat). Cita-cita hidup sejahtera tidak sebatas dalam kehidupan dunia tetapi senapas dengan target kehidupan setelah kematian. Moralitas manusia dengan berpikir integralis jauh lebih tinggi, karena tindakan-tindakannya dikontrol oleh moralitas cita-cita hidup setelah kematian. 

Prilaku manusia-manusia integralis tidak murni untuk tujuan duniawi tetapi dikombinasikan untuk tujuan-tujuan hidup mulia di akhirat. Prilaku orang-orang berpikir integralis tidak mengutamakan kehidupan dunia, juga tidak mengutamakan akhirat. Dua-duanya dikondisikan harus selaras bisa mensejahterakan. Keakhiratan dipandang sebagai kehidupan nyata di dimensi lain, yang sebab-sebabnya harus ditentukan semasa hidup di dunia. Pola pikir integralis lebih unggul dibanding pola pikir sekuler yang kadung telah dipahami awam. 

Pola pikir integralis tidak murni mempertimbangkan pandangan pola pikir material yang dikonstruksi akan, tetapi mempertimbangkan pola pikir non material dari Tuhan. Mengharmonisasikan pola pikir material dengan non material, menjadi pola pikir bermoral akhirat bagi pemikir integralis. Tujuan hidup sejahtera untuk umat manusia di dunia dan akhirat menjadi keseimbangan yang selalu dijaga. 

Pendidikan membahayakan umat manusia ketika mengabaikan moralitas akhirat. Manusia tanpa moral akhirat menjadi manusia-manusia lepas kontrol yang berjuangan demi keunggulan di dunia, dan melepaskan moralitas sebagai manusia yang harus menjaga keseimbangan alam, serakah, dan berani mengorbankan orang lain untuk tujuan hidup yang duniawi. Melepaskan diri dari keyakinan pada Tuhan, adalah pola pikir membahayakan umat manusia. Pola-pola pikir manusia menjadi tergantung pada sudut pandang dirinya tentang alam, dan menjadikan dirinya sebagai Tuhan. Manusia-manusia sekuler mendidik manusia menjadi manusia-manusia serakah yang tergantung pada sudut pandangnya tanpa ada ikatan moral kehidupan setelah kematian. 

Pendidikan dengan pola pikir sekuler pada akhirnya memunculkan tuhan-tuhan egois, temperamen, mudah tersinggung, dan mengukur kebenaran hanya berdasarkan pertimbangan pengetahuan alam dan akalnya, tanpa petunjuk pengetahuan dari Tuhan. Para pemikir integralis mengambil pesan-pesan dari Tuhan, dari pengetahuan material dan non material, kemudian memikirkannnya untuk tujuan kebajikan sebagai Tuhan memerintahkannya. Para pemikir integralis menjadikan Tuhan sebagai pemilik pengetahuan,  dan menjadi penentu moralitas dalam setiap tindakannya. Tuhan dipsersepsi absolut positif sebagai pemberi petunjuk dan pemilik segala ilmu pengetahuan. 

Pola pikir integralis tidak memisah-misahkan kehidupan dunia matreial dan non material. Keduanya dunia ini berada dalam satu rentang perjalanan hidup yang pasti dialami manusia. Kekayakinan dalam menjalankan perintah agama tidak sebatas pada ritual tetapi berkaitan dengan kegiatan faktual. Ritual sebagai cara untuk merenung, berpikir reflekif, dan kegiatan rutin dalam membangun harapan-harapan baik pada Tuhan.***





BEGINI CARA JADI ORANG KAYA, NABUNG SEJUTA LEMBAR SAHAM

OLEH: TOTO SUHARYA

Program nabung saham di sekolah sebenarnya bukan untuk melatih siswa supaya banyak uang, tapi yang paling penting melatih berpikir, berimajinasi jadi orang kaya. Untuk itu, saya ajarkan saham kepada siswa SMA dengan melatih pola pikir terlebih dahulu. Tidak semua siswa punya jiwa investor, karena investor adalah manusia berkualitas tinggi, berbeda dengan kelas pekerja.

Sebelum siswa, memutuskan untuk nabung saham, mereka harus diajari dulu beberapa cara berpikir. Cara berpikir pertama mereka harus bercita-cita jadi orang kaya. Perlu diluruskan orang kaya bukan dalam arti banyak uang, tetapi menjadi orang yang banyak bermanfaat bagi banyak orang. Bermanfaat bagi banyak orang adalah penyebab orang jadi banyak harta dan uang. Berlaku rumus, semakin banyak manfaat bagi banyak orang, semakin banyak harta kekayaannya.

Cara berpikir kedua, berani sabar dan disiplin, untuk mencoba wujudkan mimpinya dari mulai tindakan-tindakan kecil dan konsisten. Mimpi yang tinggi, setinggi langit, harus dimulai dari satu langkah demi satu langkah yang benar. Dahulu Warent Buffet membeli saham perusahaan minuman kelas dunia, dengan mencicil sahamnya satu lembar demi satu lembar. Jiwa sabar, disiplin konsisten, melakukan langkah yang benar adalah tindakan nyata yang harus diwujudkan setiap hari untuk mencapai cita-cita besar.

Cara berpikir ketiga, siswa dilatih harus banyak membaca, karena orang-orang kaya rajin mambaca sehingga pengetahuanya banyak dan luas. Orang kaya selalu punya ide untuk menyelesaikan masalah hidup yang dihadapinya karena punya banyak stok pengetahuan.

Cara berpikir keempat, siswa harus punya keyakinan pada pengetahuan yang diberitakan Tuhan bersumber pada kitab suci. Al Quran adalah sumber pengetahuan utama bagi umat manusia. Siapapun bisa memanfaatkan pengetahuan dari Al Quran sebagai alat untuk menyelesaikan setiap masalah dan untuk menggapai cita-citanya.

Cara berpikir kelima yaitu perbanyak berbuat kebajikan dengan membantu banyak orang sesuai dengan kemampuan harta yang dimiliki. Mulai dengan menggunakan harta kita yaitu anggota badan untuk digunakan dijalan-jalan yang diperintahkan Tuhan. Sedekah dengan mata, tangan, kaki, pikiran, perasaan, untuk membangun pikiran dan perasaan selalu optimis. Sedekah dengan uang-uang receh yang kita miliki dengan konsisten setiap hari.

Praktek nabung saham terbagi menjadi tiga keterampilan yaitu, trading harian (scalping), trading berjangka (swing), dan trading jangka panjang (nabung atau ivesting). Bagi pemula disarankan untuk memulai manabung saham. Menabung saham dengan target satu juta lembar, fokus pada satu emitan perusahaan yang punya pundamental bagus, dengan harga terjangkau.

Cara prakteknya yaitu, siswa harus punya cita-cita kuat jadi orang bermanfaat bagi banyak orang yaitu jadi orang kaya. Lakukan dengan sabar mulai dari satu lot demi satu lot secara disiplin dan konsisten. Gunakan uang khusus untuk investing. Cari saham dengan harga murah mulai dari 5000 sampai dengan 10.000 per lot. Lalu banyak membaca untuk selalu menambah pengetahuan tentang berbagai banyak hal terutama ekonomi, budaya, agama, dan keterampilan.

Selama menjalani proses menabung menjadi orang kaya, bangun cita-cita setiap hari dengan berdoa kepada Tuhan. Doa dilakukan dengan menjalankannya sesuai dengan keyakinan agama masing-masing.  Bagi muslim lakukan doa dengan shalat lima kali sehari dan dhuha 12 rakaat tiap hari. Shalat yang isinya doa adalah penyebab keberkahan. Nabung saham yang kita lakukan harus dengan niat kebaikan untuk membangun kesejahteraan bersama. Doa dalam shalat menjadi penghantar kita untuk mencapai cita-cita. 

Apa yang terjadi di masa lalu dan masa mendatang hanya Tuhan yang tahu, manusia hanya diberi pengetahuan sedikit, berdasarkan apa yang dialami dan dibacanya. Pengetahuan yang kita ketahui hanya diberikan pada manusia pada saat terjadi. Setelah itu apa yang telah terjadi dan akan terjadi menjadi ghaib. Masa lalu hanya jadi pelajaran, dan masa depan harus jadi optimisme. 

Saturday, December 17, 2022

DIDAKTIK DAN PEDAGOGIK GURU DARI AL QURAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Pemikiran dari tulisan ini saya gunakan sumbernya dari Al Quran. Mengapa saya lakukan? Para ilmuwan bisa mengambil kesimpulan karena mereka berhasil meyakinkan diri bahwa fakta yang mereka temukan melalui metode peneltian benar, sehingga mereka berani mengatakan apa yang dia simpulkan benar. 

Sekarang, saya akan gunakan fakta yang sudah benar tanpa melalui verifikasi dengan metode penelitian. Fakta atau konsep dari Al Quran sudah punya validitas kebenaran, dan memiliki dasar kuat untuk dijadikan argumen. Namun demikian keterbatasan pemikiran manusia membuat tafsir terhadap Al Quran menjadi beragam. 

Dari sudut pandang dunia pendidikan, Al Quran adalah sumber ide untuk pengembangan dasar-dasar teori tentang didaktik dan pedagogik. Didaktif berkaitan dengan pengetahaunnya pengetahuan, dan pedagogik berkaitan dengan cara mengajarkannya. Al Quran adalah wahyu ilahi, tidak sepadan dengan pemikiran manusia. Tetapi informasi dari Al Quran banyak perintah kepada manusia untuk memikirkan ayat-ayatnya.

Isi Al Quran ada dua yaitu yang bisa terjangkau oleh pemahaman manusia berkaitan dengan informasi-informasi lahiriah, dan yang tidak terjangkau oleh pemahaman manusia berkaitan dengan informasi batiniah. "Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al Hadiid, 57:3).

Informasi gejala lahiriah tidak bertentangan dengan gejala batiniah. Manusia diberi peluang sedikit kemampuan untuk mengungkap gejala-gejala lahiriah dan batiniah. Peluang sedikit inilah yang dimanfaatkan oleh manusia-manusia yang berani dan mau berpikir untuk mengenal siapa Tuhannya. 

Di bawah adalah teks terjemahan Digital Al Quran Versi 3.2. Inilah sedikit pengetahuan yang sedikit-sedikit bisa kita ungkap dari sudut pandang pendidikan. Lebih spesifik dalam hal ini bicara tentang  profesi guru. Ayat ini menjelaskan tentang didaktik dan pedagogik.

"Demi yang diutus untuk membawa kebaikan, dan yang terbang dengan kencangnya, dan yang menyebarkan dengan seluas-luasnya, dan yang membedakan dengan sejelas-jelasnya, dan yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi" (Al Mursalaat, 77:1-7).

Dalam terjemahan ayat ini umumnya menjelaskan tentang malaikat. Namun demikian, malaikat dalam hal ini adalah makhluk sebagai pembentuk unsur manusia yang diberitakan dalam Al Quran tunduk pada manusia mengikuti perintah Allah. Keutamaan malaikat adalah memiliki keimanan dan ketakwaan yang taat. Sebaliknya unsur manusia yang lainnya adalah iblis, yang memiliki karkter sombong dan pembangkang. Dua sifat ini adalah dalam diri manusia. Sebagaimana dijelaskan di dalam Al Quran. 

"dan jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya" (Asy Syams, 91:7-10).

Jadi dari kedua unsur manusia yang fujur dan takwa, ada manusia-manusia takwa berkualitas tinggi dengan ciri-ciri berilmu tinggi dan sangat mencintai kebaikan. Selalu berusaha mengajarkan kebaikan, memiliki kemampuan membedakan dengan jelas bersumber dari wahyu. Mengajarkan bagaimana cara berargumen dan memberi nasehat dengan kepastian yang jelas. 

Manusia berkualitas tinggi yang selalu membawa misi kebaikan adalah guru. Kebaikan adalah pengetahuan-pengetahuan yang benar, mengandung keyakinan, dan bisa dibuktikan. Inilah ilmu didaktik yang dimiliki para guru, ilmu tentang pengetahun yang baik yang bisa menghasilkan argumen-argumen terbaik. Melatih kemampuan berargumen merupakan pedagogik yang harus dimiliki guru.***  



TIGA KUALITAS OTAK

OLEH: TOTO SUHARYA

Mohon dibaca tuntas. Ketika Mas Menteri Nadeim Anawar Makarim membatalkan Ujian Nasional, itulah awal dari kemerdekaan dunia pendidikan dari belenggu kejumudan dalam berpikir. Lahirnya konsep merdeka belajar, sebagai genderang dimulainnya perubahan paradigma dalam pendidikan. Tentu saja mengubah paradigma pendidikan berurusan dengan memperbaiki isi otak orang-orang. 

Kualitas isi otak dapat dibedakan dengan tiga kondisi. Pertama, otak berisi judul dan pesan singkat. Otak ini hanya diisi oleh bacaan-bacaan singkat bersumber pada judul-judul artikel, judul berita, judul buku, judul film, dan judul di pesan-pesan singkat di media sosial.   

Kedua, kualitas otak berisi bacaan tidak tuntas. Otak ini lebih jauh tidak hanya berisi judul, isi bacaannya, namun terbatas pada hal-hal yang menarik bagi dirinya. Sehingga otak ini sering salah persepsi dan baper akibat bacaannya tidak tuntas. Kritikan-kritikan yang dihasilkannya selalu memperlihat kebodohan karena kritikannya terkadang tidak relevan dengan isi bacaan yang dibacanya. 

Ketiga, kualitas otak berisi bacaan tuntas. Kualitas otak ini sangat berkelas. Otak ini tidak pernah gagal paham, dan selalu mengedepankan literasi, verifikasi, dan konfirmasi. Kritikan-kritikan yang dihasilkan otak ini, bersumber pada argumen-argumen yang kebenaran argumennya benar, meyakinkan, dan bisa dijastifikasi. 

Ketiga kualitas otak ini ada dalam kehidupan sehari-hari kita. Otak pembaca judul dia tidak bisa bertahan lama belajar, konsentrasinya hanya menitan. Bawaannya cepat bosan, dan jika diberi pekerjaan tidak sampai tuntas, dan cenderung mencari kesenangan untuk dirinya. Semua sudut pandang untuk kesenangan dirinya dengan argumen dari judul-judul yang dia kumpulkan. Sifat emosionalnya mudah terungkap dari bahasa tubuhnya yang tidak bisa rilek ketika komunikasi dengan otak lain. Otak pembaca judul mudah sekali terprivokasi, karena terlalu cepat mengambil keputusan.

Otak pembaca tidak tuntas, selalu kritis menanggapi pemikiran otak lain, namun tidak pernah cukup argumen untuk mempertanggung jawabkan kritikannya. Pandangannya nampak objektif, tapi sayang argumen yang dibangunnya berangkat dari kesalahpahaman. Otak kritisnya tidak bertahan lama karena selalu kehabisan argumen. Perubahan ditanggapinya sebatas nama tanpa memahami secara teknis apa yang harus dan bisa dilakukan. Otak pembaca tuntas cenderung kurang toleran pada perbedaan. Rasa ingin tahunya hanya sebatas menguji dan setelah itu meninggalkannya. 

Otak pembaca tuntas, kekritisannya muncul dari rasa ingin tahu pada hal-hal unik berbau prubahan. Konsentrasinya bisa bertahan dalam durasi panjang. Otak pembaca tuntas tertarik pada konsep-konsep perubahan dan berusaha diskusi untuk memahami sampai pada tataran teknis apa yang harus dan bisa dilakukannya. Otak pembaca tuntas, emosinya lebih stabil, dia selalu menjaga marwahnya untuk tidak membenci dan menyalahkan otak lain. 

Pendidikan adalah soal isi otak, apakah dia berisi penuh, setengan penuh, atau tidak penuh-penuh. Otak pembaca judul otaknya selalu penuh. Ruang otaknya menjadi sempit karena selalu terasa penuh akibat terlalu banyak membaca judul. Orang pembaca setengah, otaknya selalu berisi setengah tak pernah penuh. Bagi otak ini, pengetahuan yang dibutuhkannya hanya untuk mengkritik. Bagi otak pembaca tuntas, dia selalu memenuhi seluruh ruang otaknya, namun tidak pernah penuh-penuh. Otak pembaca tuntas mereka selalu menyadari, "semakin banyak tahu, semakin tahu, lebih banyak tidak tahu". Karakter otak pembaca tuntas, tidak pernah melupakan dirinya untuk terus berefleksi diri.*** 


Sunday, November 13, 2022

IDE PENGAJARAN DALAM AL QURAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Al Quran mengandung kabar gembira dan peringatan. "Dan Kami turunkan (Al Qur'an itu dengan sebenar-benarnya dan Al Qur'an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan." (Al Israa, 17:05).

Kabar gembira dan peringatan dapat kita terima dalam bentuk pengetahuan. Ruh adalah substansi dari unsur manusia yang bisa menerima pengetahuan. Jenis pengetahuan yang diterima ruh, akan jadi bakat bawaan seseorang. Pengetahuan yang dimiliki ruh sangat tergantung pada lingkungan pemberi pengetahuan di mana manusia tinggal. Pengetahuan dominan yang sering masuk pada ruh, itulah kecenderungan tabiat yang akan muncul. 

Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaan (tabiat) masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (Al Israa, 17: 84-85). 

Pendidikan adalah upacara terencana untuk memberi ruh pengetahuan yang menggembirakan atau petunjuk hidup. Jadi inti pengajaran adalah merencanakan pengetahuan menggembirakan dan petunjuk apa yang harus diberikan pada ruh.

Perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru adalah merancang pengetahuan yang bisa membawa harapan baik berupa kabar gembira. Juga, memilih pengetahuan teknis yang bisa membekali siswa dalam menjalani hidup sukses dan sejahtera. Petunjuk hidup dalam bentuk etika, dan keterampilan teknis dalam menyelesaikan masalah hidup sehari-hari. 

Selain itu pendidikan berisi pengajaran keterampilan bagaimana berargumen untuk menolak perbuatan-perbuatan buruk, dan menjelaskan perbuatan-perbuatan baik yang harus dilakukan. Keterampilan ini bertujuan agar siswa bisa membedakan dan memilih jalan-jalan terbaik yang dapat membawa kesejahteraan dunia dan hidup setelah kematian.

"dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu,  untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," (Al Mursaalat, 7:4-6). 

Kemampuan berargumen seperti kemampuan berpikir ilmiah. Argumen didukung oleh data-data, untuk memperkuat kesimpulan. Informasi dari Al Quran dapat digunakan untuk membangun argumen. Shalat dapat diajarkan dengan pendekatan argumen, bukan sekedar perintah. Mengajarkan agama tidak selalu pasif hanya menerima hukum-hukum baku yang sudah ditetapkan. Agama melalui pengetahuan Al Quran dapat diajarkan melalui pemahaman argumen. 

Pengajaran literasi dan numerasi dengan pendekatan HOTS adalah pengajaran yang menganjurkan siswa harus belajar berargumentasi. Siswa harus mampu membuat keputusan dalam berbagai hal dengan menggunakan argumentasi. 

Pendidikan yang dianjurkan dari Al Quran sebenarnya tidak berbeda dengan ajaran dari hasil pemikiran manusia dari alam. Mengapa bisa memiliki kesamaan? Fakta dari Al Quran mengatakan bahwa bahwa Al Quran punya dimensi lahir dan batin. Alam semesta adalah versi lahir dari Al Quran.  

Belajar agama dengan belajar ilmu-ilmu umum sebenarnya tidak ada perbedaan. Agama sering diajarkan dengan pendejakatan-pendekatan doktrin terima jadi. Pelajaran di mata pelajaran diajarkan dengan argumentasi. Agama sebenarnya bisa diajarkan dengan pendekatan argumentatif. 


Wednesday, November 2, 2022

SEBAB PENDIDIKAN MEMBUAT MISKIN

Oleh: Toto Suharya

Tujuan pendidikan adalah membantu siswa mencapai kehidupan sejahtera dan bahagia (Ki Hadjar Dewantara). Pemikiran Ki Hadjar Dewantara jika ditelusuri sesungguhnya mengandung nilai-nilai Al Qur'an. Di dalam ayat-ayat Al Qur'an banyak kita temukan tujuan dari manusia diberi petunjuk oleh Allah melalui para utusan untuk mendapatkan keberuntungan dan kebahagian hidup.

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung" (Ali Imran, 3:104) 

Isi pendidikan konsep dasarnya adalah "menyeru pada kebajikan" dan "mencegah kemunkaran".  Konsep kebajikan di dalam Al Qur'an dijelaskan bersamaan dengan "kerelaan hati" dan "berserah diri". Konsep ini dapat diteliti dalam surat  Al Baqarah ayat 112 dan 158. 

(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Baqarah, 2:112)

"Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui." (Al Baqarah, 2:158).

Pendidikan adalah upaya sengaja agar peserta didik bisa berprilaku mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dalam Al Qur'an dengan berserah diri pada Allah dan dengan kerelaan hati.

Konsep general dari prilaku-prilaku nyata yang harus dilakukan dengan kerelaan hati dan berserah diri pada Allah dijelaskan dalam Al Qur'an. 

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al Baqarah, 2:177).

Konsep kebijakan dijelaskan dalam Al Qur'an dalam dua dimensi yaitu spiritual (ruhaniah) dan faktual (lahiriah). Jelas sekali bahwa Al Qur'an memberi petunjuk pada manusia agar bisa hidup bahagia dan sejahtera secara lahiriah dan ruhaniah. Nabi Muhammad bersabda bahwa setiap ayat Al Qur'an punya "lahir dan batin". (Lings, 2022 hlm. 38)

Di dalam hadis dijelaskan, Nabi Muhammad diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak (karakter). Dengan demikian pembentukkan akhlak memiliki dua dimensi yaitu ruhaniah dan lahiriah. Pendidikan dalam dimensi ruhaniah adalah melatih pola pikir peserta didik agar mau beriman kepada Allah, para utusan-Nya, dan kitab-kitab petunjuk-Nya. 

Pada dimensi lahiriah pendidikan berisi perintah (menyuruh) peserta didik untuk berbuat baik dengan harta yang dimilikinya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan membebaskan manusia dari penindasan. Komitmen ini dilakukan dengan shalat, zakat, menepati janji, dan sabar. 

Konsep-konsep pendidikan di atas tidak bersifat ekslusif untuk sekelompok umat tertentu, tetapi bersifat general untuk umat manusia. Konsep-konsep pendidikan dalam Al Qur'an dapat dikembangkan dalam muatan kurikulum dengan penjelasan konsep sesuai dengan bahasa dan budaya masyarakat dimana mereka tinggal. 

Pendidikan yang membuat miskin selama ini diawali dari pendangkalan dari tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan tertutupi oleh kegiatan-kegiatan lahiriah tanpa didukung oleh pembentukan karakter secara ruhaniah. Selama ini sifat-sifat ilahiah pendidikan untuk membentuk manusia-manusia rela dan berserah diri pada Allah dalam melakukan segala perbuatan terabaikan. Sifat ilahiah pendidikan tergeser, sehingga melahirkan manusia-manusia berkepentingan dan individualis dalam melakukan berbagai hal. 

Dunia pendidikan jadi miskin, tidak melahirkan manusia-manusia penyejahtera bagi kehidupan masyarakat. Pendidikan karakter hanya dibentuk dalam bentuk pembiasaan, sementara ruhaniahnya kering dengan makna. Pembiasaan dalam pendidikan karkater dirasakan siswa seperti penjajahan, pemakasaan, dan tidak menarik minat. 

Disadari saat ini kita berada di awal abad 21, dimana setiap awal abad dunia seperti melakukan refleksi. Konsep-konsep pendidikan yang dianggap mapan di abad sebelumnya, secara alamiah menuntut kita untuk melakukan refleksi, verifikasi, dan redefinisi. Hal ini merupakan gejala alamiah yang kerap terjadi dalam siklus seratus tahunan. Sebagaimana dalam sebuah Hadis Nabi Muhammad bersabda, "Tuhan akan mengutus kepada umat ini di awal setiap seratus tahun seseorang yang akan memperbarui agama-Nya untuk Nya. (HR. Thabrani). Wallahu'alam*** 




NABUNG SAHAM DENGAN LOGIKA TUHAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Menabung saham saat ini bukan lagi barang langka yang hanya dilakukan segelintir orang. Ilmu tentang saham sudah banyak beredar di media sosial. Namun masih sedikit sekali orang yang paham mengapa harus nabung saham. Maraknya judi online, penipuan mengatasnamakan investasi dan trading saham masih saja terjadi. Dunia pendidikan harus berperan untuk mengantisifasi fenomena ini. 

Berikut adalah panduan singkat bagaimana cara mengajarkan nabung saham pada anak-anak SMA. Anak-anak SMA sedikitnya setiap hari dia dibekali dengan uang jajan atau uang saku. Uang ini biasanya mereka gunakan untuk membeli makanan atau ongkos transportasi. Uang jajan yang mereka kantongi biasanya antara Rp. 20.000 hingga 50.000 per hari. Jika saja anak-anak bisa menyisikan Rp. 5000 per hari, mereka bisa membeli 100 lembar (1 lot) saham dengan harga Rp. 50 rupiah perhari. 

Jika nabung saham 100 lebar perhari dikali satu tahun dengan hari efektif sekolah setahun 300 hari, maka anak SMA dalam satu tahun bisa mengumbulkan 30.000 per lembar saham setahun dengan jumlah dana Rp. 1.500.000 per tahun. Jumlah ini cukup pantastis untuk ukuran anak SMA. 

Jika dalam satu tahun terjadi kenaikan harga saham tiga kali lipat dari harga awal beli, maka dana yang diinvestasikan siswa menjadi bertambah yaitu 4.500.000. Itulah gambaran keuntungan menabung saham dalam jangka waktu panjang. Sebaliknya bagaimana jika harga saham mengalami penurunan misalnya 30% dari harga awal. Jika harga turun selama uang dalam tabungan saham uang dingin, yang harus dilakukan adalah tidur saja menunggu harga saham naik. Selama harga saham turun jika tidak dijual maka penabung saham tidak akan mengalami kerugian. 

Masalahnya ketika harga saham turun, penabung saham harus mampu bersabar hingga harga saham kembali naik. Berapa lama harga saham akan naik kembali? Tidak ada yang tahu, dan hanya Tuhan yang tahu. Dalam situasi ini, saya ajarkan para penabung saham gunakan logika Tuhan dengan sumber logika pada Al Qura'an. Inilah yang harus dilakukan ketika harga saham turun. 

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (Al Baqarah, 2:45). 

Sesungguhnya seluruh pergerakan harga adalah Tuhan. Para ahli ekonomi menyebutkannya invisible hand. Maka yang harus dilakukan adalah sabar dan mohon pertolongan pada Allah dengan shalat. Dalam memohon pertolongan pada Allah kuncinya adalah sabar. Dalam logika Tuhan sabar adalah penyebab dan keberuntungan adalah akibat. Semakin lama bersabar dalam investasi semakin besar keberuntungan. 

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (Al Baqarah, 2:155). 

Berpegang teguhlah pada logika Tuhan, "sabar adalah sebab, dan kebetuntungan besar adalah akibat". Sesunguhnya janji Allah adalah kepastian, cepat atau lambat akan terjadi. 

"Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Az Zumar, 39:10).

Yakinlah pada janji Allah. Dia akan memberi keberuntungan pada orang sabar. Inilah logika Tuhan yang harus terus dipegang. Sebagaimana Allah berjanji dalam Al Qur'an. 

Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. (Ar Ruum, 30:60). 

Sebaik-baiknya menabung saham dilakukan sejak dini, agar anak-anak bisa belajar bersabar dalam jangka waktu lama. Semakin lama dalam kesabaran maka keberuntungan akan semakin besar. Wallahu'alam. 

Tuesday, October 25, 2022

HADAPI ANCAMAN RESESI EKONOMI DENGAN LOGIKA TUHAN

Oleh: Toto Suharya

Resesi di tahun 2023 diprediksi akan terjadi, apa sebabnya? Analisa dengan guru ekonomi, kemugkingan sebabnya ada dua. Pertama, kemungkinan resesi terjadi karena efek dari pandemi. Amerika Serikat melakukan printing money sehingga membuat negaranya inflasi. Transaksi ekonomi dunia kebanyakan menggunakan dolar Amerika, maka kemungkinannya inflasi yang terjadi di Amerika dapat berpengaruh pada ekonomi dunia. Kedua, perang Rusia dan Ukrania. Rusia adalah penyumbang bahan bakar fosil terbesar dunia. Ketika negara penyuplai minyak dunia perang, otomatis produksi dan distribusi bahan bakar minyak dunia terganggu. 

Kondisi ini hanya prediksi dalam kehidupan ekonomi dunia yang saling ketergantungan. Namun demikian, tidak mesti resesi ekonomi dunia jadi hantu menakutkan. Allah mengajarkan bahwa setiap kesulitan ada kemudahan, maka bisa dipahami dalam resesi ekonomi dunia selalu ada peluang. Untuk itu, fokus yang dapat dipelajari dari prediksi terjadinya resesi ekonomi dunia adalah peluang apa yang bisa dipelajari? inilah materi yang harus didiskusikan bersama anak-anak di kelas. 

Dalam kondisi resesi tidak semua orang akan mengalami resesi, jika orang belajar dan siap-siap untuk menghadapi kemungkinan resesi ekonomi dunia terjadi. Salah satu peluang agar bisa bertahan jika resesi ekonomi dunia terjadi adalah membangun kompetensi kemandirian dalam ekonomi. Mencari peluang ketika terjadi resesi ekonomi dunia di abad teknologi adalah mengajari anak-anak dan masyarakat mengembangkan berbagai bisnis yang memanfaatkan teknologi informasi. 

Bisa kita analisis dan petakan, bisnis apa yang terus berjalan ketika resesi ekonomi terjadi? Salah satunya bisnis bidang kuliner, hiburan, bahan pokok dan pendidikan. Jika resesi dunia terjadi mengakibatkan daya beli masyarakat menurun, maka sejak sekarang bisa diperkenalkan bisnis kuliner, hiburan, bahan pokok, dan pendidikan dengan biaya terjangkau masyarakat. Artinya bisnis dibidang-bidang tersebut bisa dikemas, diolah, dengan perhitungan harga tetap terjangkau masyarakat jika resesi ekonomi dunia terjadi. 

Kedua, anak-anak dan masyarakat bisa diajari, ketika resesi ekonomi dunia terjadi bisa diantisifasi dengan mengubah gaya dan pola hidup. Misalnya, mengubah gaya hidup konsumtif dengan gaya-gaya hidup produktif, seperti berhemat, investasi, nabung, dan belajar ilmu-ilmu yang menghasilkan keterampilan hidup yang mendukung kemampuan survival di saat resesi ekonomi terjadi. 

Ketiga, melakukan literasi mendalam pada ajaran-ajaran agama yang dianut. Sesungguhnya segala kondisi yang terjadi berada di atas kehendak Tuhan. Semua yang diprediksi manusia sebatas membaca kemungkinan yang akan terjadi. Namun dari sudut pandang religius, segala sesuatu yang terjadi sudah pasti mengandung kebaikan bagi kehidupan manusia. Melatih positif thingking pada Allah adalah keterampilan hidup agar bisa selalu optimis dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. 

Ritual-ritual yang ada dalam ajaran agama tidak semata-mata kegiatan hampa. Ritual ajaran agama adalah alat manusia bagaimana menyelesaikan masalah yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia. Dalam ajaran Islam, Rasulullah mengajarkan bagaimana ritual shalat sebagai alat untuk memohon pertolongan dari Allah Yang Maha Kuasa. Kejadian di masa lalu dan masa yang akan datang semua berada di atas kehendak dan pengetahuan Allah. 

Dalam ajaran agama hendaklah manusia berpikir berdasarkan apa-apa yang mereka inginkan dan membahagiakan. Pikiran dan perasaan positif hendaknya menjadi bagian dari isi segala kehendak manusia. Jika pikiran dan perasaan selalu khawatir maka kekhawatiranlah yang akan datang terjadi. Untuk itu melatih pikiran dan perasaan positif adalah upaya manusia agar bisa survival dalam segala kejadian. Ingatlah kabar-kabar gembira dari Allah bagi orang-orang yang sabar. Melatih kesabaran dapat dilakukan dengan memikirkan dan merasakan hal-hal baik yang akan diberikan Allah dengan cara memohon pengharapan baik pada Allah. 

Ingatlah doktrin dari Allah, apa yang akan terjadi ketika manusia berharap pada Allah. "Aku mengabulkan setiap hamba yang memohon bantuan kepada Ku". Dari mana kita bisa yakin ini doktrin dari Allah. Keimanan dan keyakikan itu dibangun dari pengetahuan yang diberikan Allah dalam kitab suci Al Qur'an. 

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Al Baqarah, 2:186). 

Nah itulah ajaran berlogika dari Allah, bagaimana cara manusia menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di masa depan. Maka tindakan nyatanya adalah bacalah setiap kejadian dan yang akan terjadi atas nama Allah. Perbanyak sujud dan berdoalah yang banyak karena di saat sujud adalah saat-saat kita sedang dekat dengan Allah. Allah menjanjikan keberuntungan besar bagi siapa saja yang mengingat Allah dalam jumlah banyak. Bersabarlah dalam kebaikan.Wallahu'alam.***


Saturday, October 22, 2022

DUNIA PENDIDIKAN ADALAH PASAR IDE

Oleh: Toto Suharya

Jika dalam soal evaluasi pembelajaran guru masih bertanya, "apa yang dimaksud saham?". Dapat dipastikan guru tersebut belum memahami perubahan paradigma pendidikan. Perubahan paradigma pendidikan bukan karena ganti menteri ganti kurikulum, tetapi menjadi sebuah konsekuensi karena telah terjadi perubahan cara atau budaya hidup masyarakat di zaman sekarang. 

Teori determinisne sejarah meyakini bahwa perubahan yang terjadi saat ini karena pesatnya perkembangan teknologi informasi. Ingat dulu, ketika belum ada komputer, jasa pengetikkan naskah skripsi, tesis, disertasi, berjejer di sepanjang jalan Dipatiukur. Mereka mengetik dengan kecepatan sebelas jari. Namun ketika komputer sudah dikenal masyarakat, maka jasa pengetikan pakai mesin ketik terdisrupsi, berubah menjadi jasa rental komputer. Itulah gambaran bagaimana teknologi mengubah budaya hidup masyarakat.

Sekolah Adalah Pasar Ide Untuk Mendorong Siswa Berani Mencipta

Dunia pendidikan tidak bisa berdiam diri pada situasi lama, karena yang kita didik adalah siswa yang akan hidup di masa depan. Perkembangan teknologi informasi semakin cepat dengan mudahnya akses internet dan tersedianya berbagai macam aplikasi. Sekarang berbagai macam aspek kehidupan terus dikoneksikan dengan internet dengan kreativitas produk aplikasi. 

Akibat dari perkembangan internet dan terkoneksinya berbagai aktivitas kehidupan dengan internet, maka terjadi perubahan cara hidup. Main game dulu identik dengan pemalas, sekarang berubah 180 derajat bisa menjadi profesi. Bermain media sosial dulu identik dengan kegiatan narsis, hiburan, sekarang menjadi pekerjaan dan menjanjikan. Dahulu ilmu pengetahuan dan keterampilan milik orang-orang yang belajar di sekolah, sekarang semua orang bisa belajar kapan saja. Dahulu orang yang setiap harinya hanya tinggal di rumah, dianggap tidak punya pekerjaan, sekarang orang bisa bekerja tetapi tiap hari tinggal di rumah.  

Hal ini sudah terjadi, lalu apa peran pendidikan saat ini? Inilah fenomena-fenomena yang harus dipahami para pendidik. Dunia pendidikan sekarang bukan tempatnya lagi anak-anak menggali pengetahuan. Dunia pendidikan sekarang menjadi pasar ide dan menawarkan berbagai macam keterampilan hidup. Para pendidik harus cepat tanggap membaca berbagai peluang dari perubahan yang sedang terjadi. 

Salah satu keterampilan hidup yang paling mendasar adalah keterampilan berpikir. Keterampilan berpikir harus dilatihkan bukan dengan menghitung angka dengan rumus-rumus.  Keterampilan berpikir dilatih dengan memperkenalkan materi esensial, penting, dan kontekstual. Untuk menemukan ide materi esensial, penting, dan kontekstual, pendidik butuh literasi dan peduli pada perubahan sosial yang terjadi. 

Sekarang, determinisme teknologi informasi telah mendisruspi budaya lama dan hadirnya budaya baru, harus terus dicermati para pendidik. Kodrat zaman saat ini harus dibaca dengan cermat oleh pendidik. Ide-ide baru akibat perubahan teknologi informasi harus cepat diperkenalkan pada siswa. Ide konsep teknologi sebagai alat komunikasi harus diperkenalkan sebagai alat produksi. Diperkenalkan dengan menyajikan data-data dari sumber-sumber terpercaya, kemudian disajikan kepada siswa untuk dianalisis, diinterpretasi, dan diintegrasikan menjadi sebuah pemahaman. Setelah memahami, siswa harus bisa menemukan solusi, sebagai dasar untuk mengambil keputusan apa yang harus dilakukannya.

Tahun 1994 saat penulis usia SMA, main game dianggap pemalas. Saat ini persepsi pemain game pemalas harus berubah. Dalam satu rumah, ada sekitar empat orang terlihat hanya bermain game. Mereka ada yang sudah punya istri. Lalu istrinya berprasangka, suaminya telah jadi pemalas. Setelah suaminya menyetorkan uang Rp. 150.000 per hari mulai terjadi keanehan. Sang istri setiap pagi menyuruh suaminya bangun dan cepat-cepat main game. Ternyata bermain game telah bergeser bukan hanya sebatas hobi dan hiburan, tapi jadi pekerjaan. Padahal kerjanya setiap hari hanya duduk di depan monitor, tidak pergi ke mana-mana. Kerjanya pun mengikuti ship yang telah ditentukan. 

Ide bermain game sebagai pekerjaan harus dibongkar, ditawarkan kepada siswa sebagai isu dalam pembelajaran, "mengapa bermain game bisa jadi pekerjaan? Bagaimana bisa terjadi?" Data-data disajikan oleh pendidik kepada siswa untuk diolah supaya dipahami dan diberi kesimpulan. Begitulah cara guru mamasarkan ide-ide baru untuk memantik ide-ide baru dari siswa setelah memahami fenomena apa yang sedang terjadi.   

Seorang siswa, tiap pulang sekolah terus terlihat mengoperasikan smartphone nya. Awalnya dia hanya melihat, lalu dengan keberaniannya dia mencoba mendownload sebuah aplikasi. Hobinya dibidang seni telah mendorong dia menekuni sebuah aplikasi untuk membuat konten musik-musik DJ kemudian di upload ke youtube. Hingga youtubenya disukai banyak orang sampai puluhan ribu pelanggan. Dalam satu bulan dia bisa menghasilkan satu sampai dua juta per bulan. Padahal dia masih status sebagai pelajar. Ide mengkompilasi musik-musik DJ tidak dia dapatkan di sekolah, tetapi hasil pengamatan dan keberanian dia sesuai dengan minat dan bakatnya. 

Jika saja para pendidik kreatif, mengait-ngaitkan kurikulum pembelajaran dengan konteks zaman, seharusnya banyak siswa merasakan manfaat dari sekolah. Inilah tantangan terbesar pendidik dalam dunia pendidikan. Bagaimana memasarkan ide-ide kreatif yang membuat siswa kreatif, bukan sebatas penghafal dan jago jawab soal-soal ujian, tetapi siswa yang mampu memahami konteks perubahan zaman. Sehingga siswa terdorong untuk mandiri, mencari, dan mempersiapkan hidupnya sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan zaman.***



  

Friday, September 30, 2022

MEMBENTUK PROFIL PELAJAR PANCASILA DENGAN NABUNG SAHAM

OLEH: TOTO SUHARYA

Jumlah statistik investor saham di Indonesia jauh tertinggal oleh negara-negara tetangga. Dikutif  dari laman ojk.go.id jumlah investor di Indonesia pada akhir April 2022 telah mencapai 8,62 juta, meningkat 15,11% dibanding tahun 2021. Di bandingkan dengan jumlah kurang lebih 270 juta penduduk Indonesia, kita baru mencapai 0.03%. Berdasarkan informasi dari para pengamat pasar modal, jumlah ini jauh tertinggal oleh Singapura yang sudah mencapai 30% dan Amerika Serikat yang sudah mencapai 90%.

Sementara di masyarakat Indonesia dari lapisan bawah sampai atas, pengetahuan tentang investasi saham di pasar modal sangat minim. Atas dasar itu, masyarakat Indonesia sebagian besar termasuk masyarakat awam dalam mengenali pasar modal. Dalam tayangan youtube, Lo Kheng Hong sebagai investor saham sangat menyayangkan, mengapa masyarakat Indonesia tidak mengenali pasar saham di pasar modal dengan baik. Menurut Lo Kheng Hong, harta karun bukan ada di laut, atau gunung, tapi ada di pasar modal. Minyak bumi di laut, emas di dalam perut bumi, tidak bisa kita manfaatkan tanpa kita punya banyak modal. 

Kondisi masalah di atas, penulis jadikan sebuah tantangan dalam dunia pendidikan, dengan menciptakan program pembentukkan profil pelajar Pancasila melalui pengenalan ilmu nabung saham di kalangan siswa SMA. Setelah penulis pelajari sejak tahun 2019, dan terjun mendalami ilmu nabung saham di pasar modal, ternyata banyak ilmu yang dapat dikembangkan dalam dunia pendidikan. Menyimak pendapat para ahli saham, seperti Lo Kheng Hong dan Vier Abdul Jamal, menabung saham menuntut semua kecerdasan difungsikan. Menurut Benjamin Graham dalam bukunya The Intelegent Investor, dunia saham berkaitan dengan kemampuan mengendalikan emosi yang cenderung serakah, dan sangat menuntut kesabaran.

Berdasarkan pengamatan penulis, mengajarkan investasi saham kepada siswa seiring dengan pendidikan karakter profil pelajar Pancasila. Enam dimensi yang ada dalam profil pelajar Pancasila dapat dikembangkan dengan program menabung saham di tingkat SMA. Kemampuan bernalar kritis, kreatif, keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia, berkebhinekaan global, semangat gotong royong, dan kemandirian, menjadi karakter yang dibutuhkan bagi seorang investor saham.

Kemampuan bernalar kritis wajib dimiliki seorang investor saham. Seorang investor saham harus punya kemampuan analisis kritis terhadap aspek fundamental perusahaan, laporan keuangan, dan faktor-faktor eksternal yang memengaruhi fluktuasi pasar saham. Seorang investor dituntut kreatif untuk menemukan gaya investasi yang ingin dilakukannya, apakah menjadi seorang investor jangka panjang, pendek, atau seorang trader harian. Hal ini membutuhkan kemampuan kreatif seorang investor dalam menerapkannya. 

Seorang investor saham tidak hanya dituntut memerhatikan kebijakan politik, ekonomi, dan budaya lokal, tapi harus mengenal juga kebijakan politik, ekonomi, dan budaya global. Fluktuasi saham sangat ditentukan oleh kebijakan politik negara-negara secara internasional. Selain itu, seorang investor harus punya jiwa petarung, daya juang, dan survival tinggi. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mengendalikan emosi dalam situasi sulit dan bersabar dalam kondisi ekstrim. Seorang investor butuh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan sebagai pemandu dikala kondisi-kondisi sulit menerpa dunia pasar modal. 

Seorang investor dituntut punya jiwa nasionalis dan sosialis. Investasi yang ditanam di pasar modal bukan semata-mata untuk keuntungan pribadi, tetapi punya nilai gotong royong mengembangkan ekonomi nasional, menghidupkan lapangan pekerjaan, serta dapat membantu para pengusaha kecil menengah dalam permodalan. Sikap kemandirian juga sangat dituntut dimiliki para investor saham. Tindakannya di pasar modal jangan semata-mata ikut-ikutan atau fear of missing out (fomo), tetapi harus berdasarkan analisis, perhitungan, dan prediksi pribadi yang mandiri. Salah satu sikap mandiri yang dewasa dan harus dimiliki investor saham adalah kedewasaan dalam mengelola uang. Itulah keterampilan hidup yang bisa didapatkan para siswa dari program nabung saham.

Langkah yang dapat dilakukan di sekolah adalah menjadikan program nabung saham sebagai program karakter profil pelajar Pancasila. Program dituangkan dalam visi, misi, dan kurikulum operasional sekolah. Sosialisasi awal dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan pengenalan melalui rapat-rapat sosialisi program dengan orang tua siswa, guru, dan siswa. Kerjasama dengan pihak ketiga melalui kegiatan webinar, dan workshop, dilakukan untuk memperkaya pemahaman. Mengundang ahli-ahli investasi saham dan komunitas hadir ke sekolah. Dalam kurikulum pembelajaran, investasi nabung saham, dapat diterapkan dalam kegiatan intra maupun ektrakurikuler. 

Target program ditentukan dengan capaian aksi nyata siswa dalam investasi pasar modal sebanyak 2,5%, 30% hingga 60% dari populasi jumlah siswa di sekolah. Pendekatan yang dilakukan adalah pembelajaran proyek, kolaboratif, dan personal. Hambatan-hambatan mental blok negatif tentang investasi saham dapat diantisifasi dengan menyebarluarkan artikel, tayangan youtube, dan informasi-informasi singkat di media sosial. Menampilkan duta-duta siswa yang telah investasi saham dalam kegiatan podcast ditampilkan di youtube sekolah, di share melalui wali kelas dan grup orang tua siswa.

Cita-cita besar dari program profil pelajar Pancasila melalui nabung saham adalah setelah nabung saham diperkenalkan kepada siswa, pemahaman investasi saham dapat menyebar diantara siswa, dan terus berkembang menjadi gaya hidup siswa dan masyarakat. Target besarnya adalah pada tahun 2045 saat Indonesia merdeka ke 100 tahun, jumlah investor saham Indonesia semoga bisa mendekati 30 persen dari populasi penduduk Indonesia. Hal ini akan berdampak pada kekuatan besar ekonomi negara secara global dan kedaulatan bangsa Indonesia di dunia internasional.***  

  


 

Wednesday, September 21, 2022

BEDANYA TRADING SAHAM DENGAN JUDI ONLINE

OLEH: TOTO SUHARYA

Diskusi dengan alumni yang kebetulan sudah investasi saham di pasar modal. Pembahasan diskusi fokus pada jual beli saham di pasar modal. Dari hasil pengamatan di lapangan, masyarakat masih banyak yang berprasangka bahwa invesatasi saham dikaitkan dengan judi dan haram. Mereka juga sering menyebut jual beli saham dengan main saham. Mental blok ini terjadi pada masyarakat dari berbagai kelas sosial. Sayang sekali, jual beli saham yang sudah dilegalisasi pemerintah dan ada fatwa MUI halal, masih dipersepsi judi oleh sebagian besar masyarakat. 

Padahal di tingkat SMA pelajaran saham dipelajari pada mata pelajaran ekonomi. Ditambah ada kunjungan siswa-siswa ke pasar saham di Bursa Efek Jakarta. Namun demikian persepsi masyarakat masih tetap saja bertahan dengan cerita dari mulut ke mulut bahwa jual beli saham dianggap judi. Padahal informasi di media sosial youtube, blog, insragram, dan media online sudah begitu terbuka bahwa saham adalah sebuah perdagangan. 

Dari hasil riset dari berbagai media, saham jelas berbeda dengan judi online. Perbedaan antara investor saham dengan tukang judi online bisa dilihat dari karkaternya. Investor saham sebelum investasi ada beberapa pengetahuan dasar yang harus dimiliki. Judi online modalnya tebak-tebakan, sedangkan investasi saham dibangun oleh ilmu pengetahuan. Beberapa ilmu yang harus dimiliki para investor saham yaitu ilmu tentang kemampuan membaca laporan keuangan perusahaan. Membaca faktor-faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham sepeti kebijakan politik, ekonomi, di dalam dan luar negeri. 

Para investor saham selalu membaca berita-berita terbaru tentang pertumbuhan ekonomi dan kebijakan-kebijakan psoitif untuk kesejahteraan rakyat. Para investor saham punya kebiasaan literasi tinggi. Pemikirannya rasional, selalu melakukan analisis, interpretasi, berdasarkan data dan fakta.  

Berbeda dengan tukang judi online, dia tidak punya budaya literasi. Tukang judi tidak perlu berita tentang kebijakan ekonomi dan politik. Tukang judi online tidak perlu analisis teknikal ataupun fundamental. Tukang judi online tidak paham laporan keuangan perusahaan. Cara berpikir mereka irasional, mistik, dan utopis, ingin untung dari enteng. Modal para penjudi online adalah untung-untungan berdasarkan angan-angan yang mereka miliki. Para penjudi sering mengambil keputusan dengan emosinya dan akalnya jarang berfungsi. 

Trading saham terjadi di pasar saham dengan informasi terbuka. Judi online dilakukan di pasar gelap dengan informasi tertutup. Judi online selalu mengiming-ngimingi pelakunya dengan keuntungan besar. Permainan judi online hanya sedikit gunakan otak, sekalipun digunakan otaknya untuk permainan curang, penipuan, dan merugikan orang lain. 

Logika investor saham adalah untung dan rugi, sedang logika penjudi online adalah kalah dan menang. Para investor di saat harga saham turun dituntut untuk sabar menunggu kembali pergerakan saham naik. Setiap tahun para investor akan mendapat keuntungan dari perusahan dalam bentuk dividen. Setiap pembangian deviden para investor akan diundang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

Para penjudi online tidak terikat apa-apa. Setelah mereka kalah mereka tidak akan ada tunjangan, undangan rapat, atau pun bantuan dari bandar judi. Para penjudi yang kalah benar-benar akan bangkrut dan jatuh miskin. Risiko para penjudi online adalah harta kekayaan habis. Setelah jatuh miskin mereka akan jadi gembel. 

Mental seorang investor selalu belajar dan penuh perhitungan dalam bertindak. Kegagalan-kegagalan yang dialami akan jadi ilmu sebagai modal tumbuh menjadi manusia berkualitas tinggi. Kecerdasan investor bukan hanya intelegen, tetapi emosinal, dan spiritual sangat diperlukan. 

Jadi perbedaan antara investor saham dan tukang judi online bukan di otaknya. Perbedaan kontrasnya adalah isi otak tukang judi online adalah sampah dan isi otak investor saham adalah ilmu. Emosi tukang judi online dikendalikan hawa nafsu, sedangkan investor saham emosinya dikendalikan oleh akal sehat. Jelas sekali mental tukang judi dengan investor saham berbeda kontras. Namun kadang-kadang ada juga jual beli saham dengan mental tukang judi. So jadi, "syarat jadi investor saham harus terus belajar, dan jadilah pembelajar sepanjang hayat".*** 

Sunday, September 18, 2022

BELAJAR LITERASI FINANSIAL DARI NABI YUSUF

OLEH: TOTO SUHARYA

Dari laporan Rapor Pendidikan hasil Asesmen Nasional yang dilakukan Kemdikbudristek tahun 2021, menyajikan fakta bahwa generasi kita masih mengalami kelemahan dalam literasi. Dari kelemahan ini, generasi bangsa kita mengalami kelemahan dalam berbagai bidang. Literasi dasar yang dikaitkan dengan kebiasaan membaca, menjadi pokok permasalah dasar dalam dunia pendidikan. Semua kompetensi yang dimiliki manusia dapat ditingkatkan dengan membaca. Kunci dari membaca adalah memiliki perbendaharaan pengetahuan, karena manusia dewasa, damai, sejahteran, dan terampil, diawali dari pengetahuan. Atas dasar itu, Allah mewahyukan kepada Nabi Muhammad pada awal kenabiannya dengan memerintahkan membaca.

Secara spesifik, kali ini penulis akan menjelaskan pentingnya literasi finansial untuk meningkatkan kemampuan generasi bangsa kita dalam hal finansial. Literasi finansial bermanfaat bagi pembentukan karakter bangsa yang berdaya saing, dan menunjang pada kedaulatan ekonomi keluarga dan negara. Mental bangsa yang harus dibangun untuk generasi emas mendatang adalah menjadikan mereka sebagai manusia-manusia bermental sebagai investor menuju pada masyarakat merdeka finansial.

Pesan ini penulis kaitkan dengan pesan dari kitab suci Al Qur'an.  (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): "Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya." Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. (Yusuf, 12:46-47).

Informasi dari Al Quran ini mengandung pesan agar masyarakat punya kemampuan mengelola pangan, finansial dalam waktu jangka panjang. Dalam siklus kehidupan akan terjadi sebuah kondisi kriris yang menuntut masyarakat bisa survival dalam kondisi tersebut. Sebagaimana kita saksikan, situasi krisis kerap berulang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Para peneliti berpendapat siklus kriris teresebut kerap terjadi tujuah, sepuluh, 100, dan 1000 tahunan. Saat ini, di awal abadi 21 kita sedang menghadapi krisis karena terjadi perubahan pola hidup masyarakat dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam berbagai bidang kehidupan. Selain itu terjadi kelangkaan dan keterbatasan sumber daya alam, dengan semakin bertambahnya jumlah manusia di seluruh dunia. 

Dalam hal literasi finansial masyarakat Indonesia masih rendah dalam hal investasi saham di pasar modal. Kecerdasan finansial yang perlu kita ajarkan kepada generasi bangsa sesuai pesan dari Nabi Yusuf adalah bertanam tujuh tahun, dan sedikit untuk kamu makan". Generasi bangsa harus diajarkan untuk berpikir jangka panjang dan berhemat untuk menjaga kestersesiaan pangan atau finansial. Prilaku konsumtif yang cenderung mewabah di abad sekarang, perlu diimbangi dengan pendidikan yang mengajarkan kepada masyarakat memiliki budaya produktif dan investatif. 

Budaya hidup menjadi kreditor yang sudah menjadi gaya hidup masyarakat, harus diubah menjadi gaya hidup hemat, investatif, dengan kemampuan mengelola kebutuhan pangan dan finansial dengan berpikir ke masa depan. Salah satu alternatif yang bisa diajarkan untuk melatih kemerdekaan finansial dengan mengajarkan investasi saham di pasar modal melalui pemanfaatan teknologi informasi smart phone yang sudah menjadi gaya hidup masyarakat.  

Investasi di pasar modal bukan lagi gaya hidup milik orang-orang dengan finansial besar. Dengan kemajuan teknologi informasi, investasi saham di pasar modal bisa menjadi gaya hidup seluruh lapisan masyarakat. Ini peluang besar bagi bangsa Indonesia untuk memiliki mental berdaya saing, mental investor, yang akan ikut membangun kedaulatan bangsa dalam ekonomi. Investasi di pasar modal melalui teknologi infomasi bisa jadi sebuah gerakan gotong royong untuk menjaga kedaulatan dan menghidupkan ekonomi negara. 

Investasi saham di pasar modal bisa dipelajari dari berbagai saluran informasi yang ada di media sosial internet. Masyarakat selain belajar di ruang-ruang informal, harus didorong di ruang-ruang formal di sekolah pada usia tertentu. Warren Buffett sebagai investor legendaris dari Amerika, mengaku mulai investasi saham dari usia 11 tahun. Di Indonesia pengenalan investasi saham di pasar modal bisa dilakukan di pendidikan tingkat menengah. 

Pesan dari Nabi Yusuf untuk dunia pendidikan adalah ajari siswa untuk berpikir jangka panjang, ajarkan sejak dini kemampuan mengelola finansial. Salah satu ciri dari kedewasaan manusia adalah kemampuan mengelola finansial. Ciri dari kedewasaan finasial ditandai dengan kepemilikan mental berpikir jangka panjang dan tindakan-tindakan yang bersifat investatif. Salah satu tindakan yang biasa diajarkan untuk membangun mental ini adalah dengan mengajarkan gerakan menabung saham di  pasar modal di tingkat pendidikan memengah melalui pengelolaan uang saku siswa.

Negara-negara maju maju kemandirian finansial dibangun oleh masyarakat yang punya kesadaran investasi. Berdasarkan informasi dari berbagai media, Singapura memiliki 30% penduduknya punya budaya investasi. Amerika Serikat memiliki 70% penduduk berbudaya investasi. Informasi dari Vier Abdul Jamal sebagai legenda pasar saham Indonesia mengatakan, di Hongkong yang sekarang sebagai bagian dari China, obrolan masyarakat di saat kencing saja mereka ngobrol tentang saham. 

Dari tulisan ini, penulis berharap dengan gerakan nabung saham yang inspirasinya dari Nabi Yusuf, dapat memperbaiki kualitas mental bangsa, dan meningkatkan kedaulatan ekonomi bangsa di tingkat internasional. Semoga Indonesia di tahun 2045 menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Semua ini bisa dicapai dengan budaya yang diajarkan Nabi Yusuf pada masyarakat yaitu, "sedikit makan dan biarkan sebagian besar ditangkai".  Minimalnya tujuh tahun kita lakukan. Wallahu'alam.*** 


Saturday, September 17, 2022

TIGA PROGRAM MERDEKA BELAJAR UNTUK MERDEKA

OLEH: TOTO SUHARYA

Kurang lebih 20 tahun merenung. Program pendidikan apa yang bisa dipakai siswa ketika setelah lulus nanti. Setelah diperhatikan, siapa siswa yang sukses setelah berpendidikan? Pengamatan mata telanjang, pandangan umum, sukses selalu berukuran pada material. Jika sukses ukurannya material, maka sudah pasti ada siswa-siswi yang tidak sukses. Jadi untuk apa berpendidikan?

Jika ukuran sukses adalah gelar akademik, kehormatan, dan kedudukan, maka sudah pasti juga ada yang tidak punya gelar, kehormatan, dan berkedudukan di mata masyarakat. Jadi, apa tujuan pendidikan? Ukuran pandangan keduniawian memang tidak bisa dijadikan ukuran sebagai kesuksesan, kecuali oleh mereka yang sudah punya sudut pandang materialistik. Orang materialistik cara berpikirnya, "pokoknya dunia". 

Dari sudut pandang lain, kesuksesan dari pendidikan adalah ketika siswa-siswi bisa berprilaku baik. Namun ketika melihat kenyataan, ada saja orang-orang yang berpendidikan prilakunya tidak baik. Kadang prilaku baik bersifat relatif tergantung geografi dan budaya masyarakat yang ada. Jadi apa peran pendidikan?

Berdasarkan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, tujuan pendidikan adalah mengantarkan siswa kepada kebahagiaan setinggi-tingginya. Hal ini dapat dicapai dengan membimbing siswa merdeka belajar, dan mendiri, dan bisa mengatur dirinya sendiri. Hasilnya, ada siswa yang merasa terancam, dan merasa cemas ketika berada di lingkungan pendidikan. Artinya ada siswa-siswa yang merasa tidak bahagia ketika berada dalam lingkungan pendidikan. Jadi apa sebenarnya pendidikan? 

Bisa jadi mungkin, pendidikan adalah usaha-usaha pembimbingan kepada siswa-siswi agar mereka bisa menemukan jalan hidupnya masing-masing. Pendidikan tidak ada kaitan dengan kesuksesan, karena pendidikan adalah proses. Sarana pembelajarannya adalah kegagalan, kekecewaan, kemenangan, kebahagian, yang sifatnya sementara. Untuk itu hasil penilaian pendidikan tidak bisa jadi alat ukur baku untuk menentukan keberhasilan siswa. Hasil penilaian dari sebuah pendidikan hanya sebagai informasi. 

Pengguna informasi adalah masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk membantu pekerjaan-pekerjaan dalam berbagai bidang. Kualitas pendidikan bukan terletak pada jumlah kejuaraan yang dihasilkan, tetapi ketelitian dalam mengidentifikasi dan mengungkap kepermukaan berbagai kecerdasan yang dimiliki siswa-siswi. Namun, guru sebagai pelaku pendidikan akan merasa kesulitan jika harus mengungkap semua kecerdasan yang dimiliki siswa. Apalagi jika jumlah siswanya ribuan. 

Hemat penulis, ada konsep dasar yang harus diajarkan dalam dunia pendidikan. Konsep dasar ini digunakan untuk memabngkitkan seluruh kecerdasan yang dimiliki peserta didik. Ada lima dasar pendidikan yang penulis renungkan menjadi pondasi agar siswa-siswi bisa punya kemampuan menyelesaikan masalah hidupnya hingga kelak dia bisa mandiri dan menemukan kebahagian hidupnya. 

Pertama, pendidikan harus membangun harapan siswa-siswa tetap optimis. Siapapun agamanya, apapan rasnya, dari mana pun asalnya, dan apapun warna darah keturunannya, dia harus punya harapan setelah berpendidikan. Harapan dapat dibangun jika mereka punya informasi-informasi baik di memori otaknya. Lalu siapa yang selalu memberi harapan baik? Hal-hal yang sifatnya langsung duniawi tidak dapat permanen memberi harapan. Sudah jadi pemahaman umum, pemberi harapan mutlak adalah Tuhan Yang Maha Esa. 

Untuk itu, dimensi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, merupakan dimensi pendidikan dalam rangka membangun harapan-harapan optimis siswa-siswi. Upaya-upaya membangun harapan siswa-siswi kepada Tuhan, bukan urusan satu mata pelajaran, tetapi harus jadi gerakan bersama, meliputi seluruh keyakinan agama dan dikemas dalam berbagai mata pelajaran. Program bisa dilakukan di dalam ektrakurikuler, intra dan ko kurikuler. Pada prakteknya seluruh informasi yang dikaitkan dengan Tuhan harus berisi kabar gembira. Kemampuan kritis dan kreatif yang harus dilatih dalam dimensi ketuhanan adalah membaca seluruh kejadian menjadi harapan baik dari kacamata ketuhanan. Dimensi ini ada pada dimensi keterampilan kognitif.

Keimanan dan ketakwaan berkaitan dengan pengetahuan yang dimiliki siswa. literasi dan numerasi merupakan prorgam yang terletak pada dimensi keiman dan ketakwaan kepada Tuhan. Literasi membaca berbagai aspek kehidupan disimpan di ketuhanan karena literasi budaya dasar orang-orang beriman dan bertakwa sehingga membawa harus menjadi tugas setiap manusia berada di atas perintah Tuhan. 

Kedua, pendidikan harus membangun tindakan-tindakan siswa-siswi ke arah yang membawa dampak baik bagi orang lain. Pembelajaran proyek dilakukan dalam koridor mencari masalah, dan membantu memecahkan masalah untuk kepentingan orang lain atau masyarakat. Gotong royong, kolaborasi antar suku, agama, ras, dan bangsa, dilakukan dalam rangka memecahkan masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari. 

Proyek pembelajaran yang diorientasikan pada kompetensi sosial yaitu membantu menemukan dan memecahkan masalah yang akan jadi modal siswa-siswi untuk bisa berkomunikasi, berkontribusi, berkolaborasi pada kehidupan masyarakat. Apapun latar belakang agama, budaya, suku, bangsa, seseorang, mereka cenderung bisa menerima orang-orang yang bermanfaat bagi masyarakat. Siswi-siswi yang terbiasa membantu dan bermanfaat bagi masyarakat, mereka pasti bisa bergotong royong, berkolaborasi secara global dan cepat beradaftasi dengan berbagai macam dan lapisan masyarakat. 

Dari kompetensi sosial yang terbiasa membantu menemukan dan memecahkan masalah, siswa-siswi dapat memiliki ketermapilan hidup. Semakin terbangun karakter sosial siswa, maka berbagai keterampilan hidup akan siswa-siswi dapatkan. 

Ketiga, membangun kemandirian dengan membiasakan diri untuk berinvestasi. Kemandirian adalah kemampuan siswa-siswi utuk merencanakan kehidupan untuk dirinya di masa depan. Salah satu investasi yang perlu ditawarkan kepada siswa adalah pasar modal dan emas. Investasi di pasar modal dan emas melatih siswa punya kemampuan mengelola uang sejak dini. Kemandirian merupakan ciri kedewasaan seseorang, ditandai dengan kemampuan mengelola uang untuk investasi. 

Ketiga konsep pendidikan ini dikembangkan dari kitab Al Qur'an. "(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, (Al Baqarah, 2:3). Di dalam ayat ini ada dua dimensi yang saling terikat dengan kuat yaitu dimensi ketuhanan dan sosial kemasyarakatan. 

Pada dimensi keimanan pada Tuhan, didalamnya termasuk kegiatan membaca. "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah," (Al Alaq, 94:1-3).

Pada dimensi kemandirian, kegiatannya dikaitkan dengan kemampuan mengelola uang sebagai ciri dari kedewasaan seseorang. Maka program investasi emas, pasar modal dapat menjadi pilihan untuk membangun kemandirian.  "Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan." (Yusuf, 12:47). 

Itulah tiga program merdeka belajar yang akan memerdekakan hidup manusia di dunia dan akhirat. Semoga Allah Tuhan Yang Maha Esa membimbing kita dijalan yang penuh dengan kenikmatan merdeka. Kemerdekaan adalah ketika kita punya harapan yang tidak pernah mati karena berharap kepada yang tidak pernah mati. Wallahu'alam.

KADANG AKU BERPIKIR, PERAN GURU HARUS SEPERTI "IBLIS"

OLEH: TOTO SUHARYA

Diskusi-diskusi kecil sering terjadi baru-baru ini. Kurikulum merdeka belajar menuntut kita untuk terus berdialog bagaimana mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar dalam berbagai metode. Saat ini, sudah masanya dimanpun tempat berada harus jadi tempat diskusi. Kapan pun dan dalam situasi apapun diskusi tentang peran guru dan penerapan metode belajar untuk siswa, selalu menarik untuk diperbincangkan. 

Diskusi-diskusi informal dengan wakasek, guru, petugas kebersihan, satpam, staf tata usaha, selalu terjadi. kadang sampai berjam-jam. Isu yang paling hangat didiskusikan adalah tentang profesionalisme guru, metode mengajar, program sekolah, agama, filsafat pendidikan, dan perkembangan teknologi informasi. 

Dalam sebuah diskusi dengan guru tentang peran guru di masa kurikulum merdeka belajar, disepakati bahwa "peran guru sangat berat".  Di era keterbukaan melalui teknologi informasi, faktor lingkungan semakin dominan dapat memengaruhi karakter siswa. Akses terhadap berbagai macam informasi, sudah tidak mungkin lagi dibatasi. Informasi sudah menjadi milik pribadi dan setiap orang bebas menentukan informasi apa yang akan diakses. Guru kesulitan memantau siswa, informasi apa yang diaksesnya setiap hari. Apakah informasi bergizi atau sampah? Jika informasi yang diakses bergizi maka siswa akan jadi siswa produktif, sebalik jika yang diakses informasi sampah, siswa akan sulit dikendalikan perilakunya. 

Peran guru saat ini, seperti berpacu dengan waktu, untuk sesering mungkin memberikan informasi-informasi positif yang harus diakses. Dalam diskusi terlontar ide, "peran guru sekarang jika bisa harus seperti Iblis ketika menggoda Nabi Adam dan Hawa". Bedanya jika Iblis menggoda Nabi Adam dan Hawa untuk berbuat dosa, sedangkan guru menggoda siswa-siswa untuk berbuat kebajikan". 

Banjirnya informasi melalui teknologi informasi, siswa-siswi milenial sekarang dituntut oleh kondisi menjadi anak dewasa sejak dini. Kemampuan berpikir untuk memilah, menginterpretasi, dan menilai sebuah informasi harus diajarkan sejak pendidikan dasar. Untuk mengajarkan kemampuan berpikir sangat tidak mudah. Perlu ketekunan, ketelitian, dan kemahiran dalam mengembangkan metode belajar yang melatih kemampuan berpikir. 

Komunikasi inten dengan siswa, orang tua siswa, harus dibangun sesering mungkin. Di abad informasi, komunikasi menjadi kompetensi penting yang harus dikuasi para guru. Ketika Iblis menggoda Nabi Adam dan Hawa, dia tidak pernah putus asa menggoda. Demikian juga guru sebagai pendidik tidak boleh putus asa untuk terus sesering mungkin membangun komunikasi positif dengan siswa, kadang tanpa batas waktu. Dengan adanya teknologi informasi, kadang peran guru dalam membimbing menjadi 24 jam. Guru tidak boleh kalah kreatif oleh Iblis, mereka menggoda siswa 24 jam, bahkan sampai masuk dalam mimpi. 

Faktanya, dalam diskusi terungkap ada guru yang berperan hingga 24 jam. Melalui media informasi siswa dipantau mulai sejak bangun tidur, di sekolah, hingga kembali ke rumah. Tahajud call, subuh call, hingga absen kehadiran di kelas dan mengikuti program-program karakter di sekolah terus dipantau melalui media teknologi informasi. Namun demikian, sesering apapun guru berkomunikasi positif dengan siswa, masih kalah langkah sama Iblis, yang bisa masuk pada aliran darah siswa. 

Untuk itulah pendidikan agama menjadi media belajar yang bisa diandalkan abad ini. Agama mengajarkan kemandirian dan kesadaran siswa untuk selalu ingat pada Tuhan. Kedekatan siswa dengan Tuhan yang diajarkan melalui keyakinan agama masing-masing dapat menjadi kompetensi siswa untuk menjadi manusia dewasa yang tidak mudah tergoda oleh Iblis. Melalui pembelajaran agama, dan ketermpilan berpikir yang diajarkan dari berbagai mata pelajaran, siswa bisa punya alat pertahanan diri untuk bertarung melawan godaan-godaan Iblis.  

Tugas guru di abad ini semakin berat, pengaruh-pengaruh negatif melalui media informasi begitu mudah tersebar. Informasi-informasi positif yang diajarkan guru, bisa saja hilang dalam hitungan menit, karena setelah selesai pembelajaran, kita tidak tahu informasi apa yang diakses siswa. Kadang-kadang dalam situasi belajar pun, ada saja siswa yang asik mengakses informasi yang disukaainya sembunyi-sembunyi. Tidak ada yang dapat menolong dalam situasi seperti ini, kecuali kita semua memberi teladan kepada seluruh siswa sesering mungkin untuk selalu mendekat dan berserah diri kepada Tuhan dalam segala kondisi. 

Setiap hari kita harus melatih siswa berdoa, "ya Allah selamatkan kami dari keburukan prilaku, dan selamatkan kami dari keburukan hidup di dunia dan di akhirat. Jadikanlah kami setiap hari sebagai pemenang, yang berhasil menjaga prilaku tetap baik, dan terhindar dari prilaku-prilaku buruk!". Itulah isi diskusi-diskusi yang  kita lakukan dan berakhir karena waktu shalat tiba.***  

Monday, September 5, 2022

WALI KELAS PRESIDEN KECIL

OLEH: TOTO SUHARYA

Jabatan wali kelas merupakan jabatan strategis di sekolah. Wali kelas diumpamakan seperti pemimpin dalam sebuah lembaga. Program-program pendidikan di sekolah, dapat terkoordinir dan tersosialisasikan dengan baik oleh wali kelas. Tertibnya di sekolah, sangat ditentukan dengan tertibnya organisasi di kelas. Kedisiplinan, semangat belajar, kesadaran dan kemandirian, sangat mungkin terjadi di kelas. Pengorganisasian kelas yang optimal dapat menjamin disiplin di sekolah dapat diwujudkan.

Organisasi di kelas, yang dipimpin oleh ketua kelas, wakil, sekretaris, bendahara, dan koordinator bidang, dapat difungsikan sebagai sebuah organisasi otonom yang dapat mengatur anggota kelas. Pemberdayaan kepemimpinan kelas oleh siswa dengan bimbingan wali kelas dapat mendukung program merdeka belajar, melalui penanaman sikap kemandirian. 

Untuk mengendalikan kelas dengan tertib, setiap kelas harus punya visi dan misi masing-masing. Visi dan misi mengacu kepada program-program sesuai visi sekolah. Kepemimpinan kelas oleh siswa, menjadi pendidikan karakter yaitu melatih kemandirian dan kesadaran siswa sebagai pelajar. Kepemimpian siswa di kelas dapat melatih siswa mengelola sebuah organisasi dan dapat diimplementasikan kelak ketika siswa terjun di masyarakat. 

Wali kelas sebagai pendidik berperan penting di kelas sebagai teladan, mediator, dan motivator bagi siswa dalam mendorong tumbuhnya kesadaran untuk belajar dari dalam dirinya. Berjalannya sistem organisasi kelas, dapat mendorong suasana kelas teratur, berbudaya positif, dan terciptanya suasana kehidupan ideal di masyarakat.

Peran sebagai wali kelas di dalam struktur sekolah, harus menjadi perhatian penting. Peranan wali kelas dalam mengontrol dan membimbing siswa dalam berprilaku sebagai masyarakat kecil perlu disosialisasikan. Pelatihan pengelolaan kelas terhadap wali kelas harus diagendakan secara rutin, dan di beri porsi khusus dalam anggaran sekolah. 

Peran wali kelas selain membimbing jalannya organisasi kelas, juga berperan sebagai komunikator antara aktivitas siswa di sekolah dengan para orang tua siswa. Wali kelas bisa mengakses langsung pada orang tua siswa untuk mengomunikasikan program-program unggulan di sekolah. 

Dengan bantuan wali kelas, komunikasi inten antara orang tua siswa dengan pihak sekolah dapat terjembatani. Dukungan-dukungan moril pada siswa dan guru di sekolah dalam melaksanakan program pendidikan signifikan membantu pertumbuhan siswa menjadi manusia-manusia bertanggung jawab dan mandiri. 

Komunikasi wali kelas dengan orang tua melalui grup media sosial, dapat menjalin hubungan emosional positif antara pihak sekolah dengan orang tua. Program-program di sekolah bisa langsung terkomunikasikan kepada orang tua dengan bantuan media informasi secara real time. Terbukti dengan menjalin hubungan baik antara pihak sekolah dengan orang tua melalui peran wali kelas, dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan program pendidikan sekolah terlaksana dengan baik.

Untuk itu, posisi peran wali kelas di sekolah harus menjadi jabatan penting dan strategis. Posisi ini harus diisi oleh guru-guru profesional dan berpengalaman. Guru-guru yang diangkat menjadi wali kelas harus mendapat pelatihan-pelatihan khusus dalam hal pengelolaan organisasi kelas. Wali kelas adalah pemimpin pembelajar pada organisasi terkecil di sekolah. Posisi wali kelas seperti orang tua dalam sebuah keluarga yang akan menjamin lahirnya manusia-manusia berkualitas dalam sebuah negara. 

Menduduki jabatan wali kelas di lembaga sekolah, adalah jabatan terhormat karena posisi ini sangat signifikan menentukan berkualitas dan tidaknya sebuah lingkungan belajar di sekolah. Dalam paradigma kurikulum merdeka, kepemimpinan wali kelas dirasakan menjadi sebuah posisi penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan yaitu membentuk siswa berprofil pelajar Pancasila.

Jabatan wali kelas di sekolah harus dikondisikan sebagai jabatan penting, dengan seleksi dan kriteria-kriteria khusus bagi guru yang akan menjabat sebagai wali kelas. Dalam pengalokasian dan pengelolaan anggaran pun, wali kelas harus mendapat porsi untuk mendukung kinerja mereka masksimal. Berkualitasnya lingkungan belajar sekolah dapat diukur dari berkualitasnya pengelolaan organisasi kelas dengan faktor pendukungnya seorang wali kelas***

Saturday, August 13, 2022

INTI PERUBAHAN PADA KURIKULUM MERDEKA

OLEH: TOTO SUHARYA

Perubahan kurikulum memang sudah layak dilakukan. Konsep Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan sekarang sebagai tanda bahwa kurikulum harus berubah. Isi dari Kurikulum Merdeka, menurut hemat penulis terletak pada konten dan metode pembelajaran untuk para siswa di kelas. 

Dari pengamatan penulis, esensi perubahan pada kurikulum merdeka sekarang ada mengubah cara pandang guru terhadap siswa. Paradigma lama, guru terlalu memandang berlebihan pada kecerdasan akademik sebagai akhir dari proses pendidikan. Sehingga hasil akhir dari evaluasi pendidikan adalah capaian nilai akademik. Nilai angka di raport, hasil ujian nasional, terlalu parsial memandang kecerdasan siswa hanya diukur dari hasil tes potensi akademik.

Pada paradigma lama sistem penerimaan siswa baru diklasifikasi berdasarkan nilai akademik. Sehingga terjadi homogenisasi sekolah berdasarkan nilai akademik rendah dan nilai akademik tinggi. Sekolah-sekolah favorit muncul berdasarkan keunggulan potensi akademik tinggi, dengan latar belakang yang sudah tersaring hanya potensi akademik tinggi. Siswa-siswa dengan potensi akademik tinggi, cenderung berlatar belakang ekonomi tinggi, dan latar belakang orang tua dengan berpendidikan.

Oleh karena itu terjadi klasifikasi sekolah berdasarkan kecerdasan akademik dan kelas ekonomi. Kondisi ini telah melahirkan perbedaan kualitas pendidikan di setiap daerah. Pelabelan sekolah favorit jumlahnya hanya sedikit dan sisanya dianggap sekolah-sekolah yang tidak berkualitas.

Dalam paradigma baru yang harus jadi kolektif memori pada guru sekarang adalah semua siswa dilahirkan cerdas. Kecerdasan siswa tidak sebatas kecerdasan akademik, tetapi berbagai kecerdasan yang sudah melekat dimiliki setiap siswa. Menurut filosofi Ki Hadjar Dewantara (1961) seluruh siswa sudah memiliki berbagai macam kecerdasan, mereka seperti kertas yang sudah ada tulisannya namun masih samar. Tugas para guru adalah menebalkan tulisan-tulisan yang ada pada siswa sesuai bakat dan minatnya. 

Pada sistem penerimaan siswa pun, diberlakukan sistem zonasi yang tidak lagi memebda-bedakan siswa berdasarkan latar belakang kecerdasan, karena pada dasarnya semua siswa cerdas. Sekolah harus menerima berbagai latar belakang kecerdasan siswa, termasuk yang berkebutuhan khusus. Keberhasilan sekolah tidak lagi ditentukan oleh latar belakang kecerdasan siswa tetapi berdasar pada kecerdasan para guru dalam melatih dan mengembangkan bakat para siswa.

Pada pembelajaran dalam paradigma lama, guru-guru cenderung fokus pada konten materi yang terdapat dalam buku paket. Guru tidak memikirkan materi itu bermanfaat atau tidak bagi kehidupan siswa, targetnya adalah menyampaikan semua materi ajar yang ada dalam buku paket. Siswa dilatih kemampuan berpikir melalui materi ajar, tetapi kebermanfaatannya di dalam kehidupan sehari-hari materi tersebut tidak begitu berguna.

Pada  pembelajaran paradigma baru, guru-guru tidak lagi dipasung oleh materi ajar dari buku paket. Berdasarkan pada kompetensi dasar atau capaian belajar yang ada dalam kurikulum guru bisa memanfaatkan berbagai macam sumber materi ajar, untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi ajar harus dianalisis sesuai dengan kebutuhan siswa dimana dia tinggal dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Dalam filosofi Ki Hadjar Dewantara, materi harus esensian dan berguna bagi siswa dengan memperhatikan kodrat alam dan zaman. 

Pendekatan dalam pembelajaran harus lebih banyak memperkenalkan siswa dengan masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari mereka (kontekstual). Materi ajar adalah bahan yang membantu memperjelas masalah, dan solusi bagi siswa untuk menyelesaikannya. Dalam paradigma baru, siswa mengerjakan soal matematika dengan rumus-rumus yang diperkenalkan pada siswa tidak lagi berlaku. Pengerjaan soal-soal matermati, harus dikemas dalam menyelesaikan sebuah permasalahan hidup yang dialami sehari-hari dan dibutuhkan oleh siswa dalam kehidupan mereka sehari-hari. 

Teori-teori ekonomi harus dikemas menjadi cara bernaral siswa dalam menyelesaikan masalah nyata dalam kehdiupan mereka. Cara berpikir ilmiah harus menjadi cara berpikir mereka untuk mengidentifikasi dan menemukan pemecahan masalahnya. Evaluasi pembelajaran tidak lagi monoton pada tes kognitif, tetapi memberi kesempatan kepada siswa untuk menguji berbagai macam kompetensi yang dimiliki oleh siswa. 

Pedagogik kreatif harus menjadi acuan guru dalam mengembangkan sebuah perencanaan pembelajaran (Supriatna, 2020). Pedagogik kreatif menjadi kreativitas guru dalam mendiagnosis berbagai kecerdasan siswa, kemudian mengembangkan metode yang tepat dalam pembelajaran, dan mengukur dengan alat evaluasi yang mengukur kemampuan siswa sesuai bakat dan minatnya. 

Jadi, Kurikulum Merdeka membawa angin segar bagi bangsa Indonesia untuk melakukan transformasi mental agar terlahir manusia-manusia kreatif dan berdaya saing. Sesungguhnya tidak ada bangsa bodoh, kecuali mereka tidak diberi pendidikan sesuai dengan kodrat manusia. Dasgufta (2019) mengatakan kreatifitas adalah inti dari kisah sejarah hidup manusia sejak zaman para sejarah hingga sekarang. Manusia-manusia kreatif mampu beradaftasi dan memiliki kemampuan survival di segala zaman.*** 


Sumber:

Dasgupta, S. (2019) A Cognitive Historical Approach to Creativity.  Routledge.

Dewatara K.H. (1961) Bagian Pertama: Pendidikan. Percetakan Taman Siswa. 

Supriatna, N. & Maulidah, N. (2020) Pedagogi Kreatif Menumbuhkan Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah dan IPS. Rosdakarya. 

MATA PELAJARAN AGAMA PALING SULIT SEDUNIA

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Setelah mengamati kegiatan pendidikan selama 23 tahun, penulis melakukan refleksi. Menngungkap semua pe...