Showing posts with label karakter. Show all posts
Showing posts with label karakter. Show all posts

Saturday, February 22, 2025

PENGAJARAN UNTUK ANAK ADAM?

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Semua penganut agama percaya, kita semua adalah anak-anak Adam. Di dalam kisah Al Quran, Adam adalah makhluk mulia dihadapan Tuhan.

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (Al Israa', 17:70).

Adam memiliki kelebihan dari makhluk-makhluk lain. Kelebihan bukan dimiliki Yahudi, Nasrani, Majusi, atau Muslim, tapi semua manusia anak-anak Adam telah diberi kelebihan oleh Allah.

Kelebihan anak-anak Adam tidak dibendingkan dengan anak-anak Adam yang lain, tetapi dari makhluk-makhluk lain yang telah ddiciptakan Allah. Jadi sesama anak-anak Adam tidak ada diskriminasi secara fisik, kecerdasan, dan keterampilan. 

Apa kelebihan Adam dari makhluk-makhluk ciptaan Allah yang lain? Adam adalah makhluk dengan level kemampuan lebih tinggi dari Iblis dan Malaikat. Kelebihan Adam bukan terletak pada kemampuan menciptakan sains dan teknologi semata.

Adam adalah akal yang cerdas. Kecerdasan akal budi Adam mampu menangkap dan mengolah informasi dari Tuhan. Malaikat makhluk yang selalu taat pada Tuhan. Iblis makhluk yang selalu menolak perintah Tuhan. Kecerdasan Adam secara kognitif mampu mengkoding data, memilah, memberi makna, mensintesa, menjaga keseimbangan, dan menjaga harmonisasi kehidupan.

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" (Al Baqarah, 2:31).

Di sisi lain Adam adalah karakter atau akhlak yang cerdas. Kecerdasan karakter Adam tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk lain. Kisah terusirnya Adam dari surga sesungguhnya mengandung pengajaran untuk anak-anak Adam. 

Adam bukan pembawa atau penyebab dosa seluruh umat manusia. Adam makhluk mulia menjadi pemeran drama sebagai sajian kisah pelajaran untuk manusia. Pengajaran penting yang ingin disampaikan dari kisah Adam adalah karakter Adam yang mulia. 

Karakter Adam yang mulia dikabarkan di dalam Al Quran. "Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". (Al A'raaf, 7:23).

Karakter mulia dari Adam adalah tidak menimpakan kesalahan pada orang lain. Adam menanggung sendiri kesalahan yang dilakukannya sekalipun ada peran setan yang menggodanya. Inilah sepenggal kisah Adam yang kelak kejadian ini akan menimpa kepada anak-anak Adam.

Dari kisah ini, pengajaran untuk anak-anak Adam terbagi menjadi dua dimensi yaitu sains teknologi dan karakter. Sumber utama ilmu pengetahuan yang dikembangkan anak-anak Adam adalah wahyu Tuhan. Sumber yang masih otentik terverifikasi dari berbagai sudut kajian ilmu hingga sekarang adalah Al Quran.

Sebagai sumber ilmu pengetahuan Al Quran terbagi menjadi dua yaitu Al Quran dalam bentuk teks dan alam raya. Sains teknologi tanpa karakter buta, dan karakter tanpa sains teknologi lumpuh.***  

 

 


Saturday, November 16, 2024

OTAK PEMBENTUK KARAKTER

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Prilaku seseorang dapat dipahami dari prilaku otak. Pembentukkan karakter seseorang dibentuk di otak. Pernyataan ini didukung oleh temuan bagian-bagian otak dan fungsinya. 

Di dalam otak ada bagian yang dikategorikan sebagai sistem limbik. Bagian otak ini bertangggung atas respon prilaku dan emosional. Di dalamnya termasuk pengaturan rasa takut, marah, benci, bahagia, dan cinta. Bagian ini ada di bagian bawah otak besar. (Musi & Nurjanah, 2021).

Sistem limbik terbagi beberapa bagian, antara lain; amygdala, hippocampus, thalamus. hipotalamus, dan epitalamus. Amygdala berfungsi sebagai pengatur emosi. Hippocampus berfungsi sebagai penyimpanan memori jangka pendek dan panjang. Talamus berfungsi sebagai relay, pengirim informasi ke ingatan. Hipotalamus berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh, emosi, yang berpengaruh pada pengambilan keputusan. Epitalamus berfungsi sebagai sistem saraf penghubung dengan seluruh bagian otak. (Musi & Nurjanah, 2021). 

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (Al Baqarah, 2:155)

Hal menarik adalah fungsi sistem limbik berkaitan dengan pengaturan rasa takut. Saya memprediksi rasa takut menjadi faktor kunci timbulnya prilaku pada seseorang. Rasa takut menjadi naluri yang dimiliki setiap manusia. Pengendalian rasa takut jadi faktor penting timbulnya respon seseorang terhadap kejadian. Amigdala memiliki peran penting dalam persepsi emosi rasa takut. Orang yang memiliki rasa takut dianggap normal.

"Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik". (Ali Imran, 3:14).

Hipotalamus memiliki peran sebagai pengendali rasa lapar, haus, dan emosi. Emosi tampaknya mengatur kehidupan sehari-hari. Keputusan-keputusan sehari-hari perasaan sedih, bahagia, benci, cinta, putus asa, optimis. (Musi & Nurjanah, 2021). 

Manusia memiliki dua emosi takut kekurangan (sedih) dan ingin kesenangan (bahagia). Kesimpulan sementara, prilaku manusia ditentukan dua emosi yaitu takut dan ingin. Mengendalikan emosi menjadi hal penting dalam membentuk karakter manusia. Kemampuan mengendalikan rasa takut dan ingin, menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas emosi. Ketakutan dan keinginan tidak bisa dihilangkan, tapi dapat dikendalikan sesuai dengan kadarnya.

Ketakutan dan keninginan dapat dikendalikan tergantung pada informasi yang tersimpan di memori (hipocampus) seseorang. Allah mengabarkan dalam Al Quran, agar memberikan informasi baik (kabar gembira) kepada orang-orang yang ketakutan dan berkeinginan agar bisa bersabar. 

Kabar gembira di dapat diperoleh dengan membangun pola pikir positif, kritis dan kreatif melihat setiap kejadian dari sudut pandang peluang baik atau manfaat. Pola pikir tumbuh (growth mindset) salah satu cara membangun persepsi terhadap setiap kejadian dengan optimis. Berpikir dengan panduan Al Quran (logika Tuhan) bisa membantu persepsi positif pada setiap kejadian.

Maka, informasi atau kabar baik selalu diberikan oleh Allah kepada orang-orang sabar. "Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan." (Huud, 11:115). Allah sebaik-baiknya pemberi kabar baik. *** 

 

  




 

MANUSIA TIDAK BOLEH DITUHANKAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. Mengapa manusia tidak boleh di Tuhankan? Ada beberapa argumen yang bisa dipahami akal dengan logis. Argu...