Monday, March 21, 2022

LIMA PESAN UNTUK PARA LULUSAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Sebentar lagi anak-anak kelas 12 masa studinya akan berakhir. Semua program telah diupayakan dan semoga para lulusan bisa meraih cita-cita dan kemudahan dalam segala urusan. Sebagaimana kita ketahui, segala apa yang diberikan di sekolah bermuara pada perbendaharaan pengetahuan yang tersimpan dalam long term memory anak-anak. Ijazah hanya sebagai tanda bahwa anak-anak pernah bersekolah, namun yang lebih penting lagi sebagai tanda pernah belajar berpikir. Segala pengetahuan yang diberikan bapak ibu guru tentunya tidak akan semua diingat, dan yang pasti diingat adalah yang memiiki kesan mendalam hingga tersimpan dalam memori yang tak terlupakan. Pengetahuan yang tersimpan dalam jangka waktu lama, itulah ilmu pengetahuan yang menjadi milik anak-anak dan akan menjadi ciri dari kualitas pribadi anak-anak.

Sambi menanda tangani karya tulis hasil projek anak-anak, saya cermati semua projek yang dilakukan anak-anak. Anak-anak di daerah dengan di kota besar memang menunjukkan perbedaan. Mungkin karena latar belakang dari pendidikan orang tua, fasilitas, kesejahteraan, kemudahan akses informasi, saya perhatikan kreatifitas anak-anak di kota besar memiliki perbedaan signifikan. Program projeck base learning yang digulirkan oleh sekolah, disambut dengan berbagai macam ide projek sesuai dengan dunia anak-anak zaman sekarang.  

Satu per satu projek anak-anak saya pahami, dari mana gagasan mereka dapatkan dan dari mana kemampuan memanfaatkan teknologi mereka dapatkan. Mereka gunakan aplikasi-aplikasi yang tidak familiar di pikiran saya. Ketika saya katakan aplikasi yang mereka gunakan baru saya kenal, anak anak menjawab aplikasi yang mereka gunakan sudah familiar di kalangan remaja seusia SMA. Lalu saya minta penjelasan bagaimana cara mengunakan aplikasi tersebut dan apa manfaatnya. Mereka menjelaskan dengan detail hingga poin-poin tertentu yang bisa menghasilkan kapital. Saya katakan pada mereka, “jika nanti presentasi jangan membaca catatan untuk itu materi harus benar-benar dikuasi”. Mereka menjawab dengan percaya diri, “semuanya sudah ada dalam kepala”.

Sedikit merenung, inilah zaman sebagaimana dikatakan Ki Hadjar Dewantara kurang lebih 40 tahun yang lalu, “semua ruang adalah kelas dan semua orang adalah guru”. Ketika saya mendengar penjelasan anak-anak bagaimana aplikasi yang mereka gunakan dan mereka kembangkan untuk kepentingan pendidikan, saya sedang membuktikan kebenaran kata-kata Ki Hadjar Dewantara, saya sedang belajar pada guru yaitu siswa. Jadi saya sadar betul zaman sudah berubah, pengetahuan tidak lagi mutlak milik guru dan guru tidak bisa lagi memonopoli diri sebagai orang paling pintar. Guru dan siswa harus sama-sama rendah hati, interaksi yang terjadi bukan lagi sebagai raja dan abdi, tetapi sebagai partner yang harus bersinergi.

Setelah lama mendengarkan anak-anak menjeaskan projek yang mereka lakukan, saatnya saya sebagai guru yang sudah punya pengalaman dan literasi yang cukup lama dalam bidang pendidikan, menyampaikan sebuah pesan terakhir agar bisa hidup sukses semuda mungkin. Pertama, sesuai dengan tujuan pendidikan, saya sampaikan sampai kapanpun Tuhan akan tetap ada, Dia pengendali dan pemberi kemudahan dalam segala urusan. Untuk itu, dasar karakter yang harus dimiliki adalah harus menjadi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, minimalnya ditandai dengan selalu berpikir positif pada setiap keadaan dengan membiasakan membangun harapan-harapan baik kepada Tuhan dengan disiplin berdoa setiap hari sesuai keyakinan, bagi muslim shalat lima waktu dan dhuha 12 rakaat. Kedua, karakter baik yang harus adalah menjadi pribadi yang menghargai ilmu pengetahuan sebagai kebutuhan untuk memenuhi nutrisi otak. Membaca harus menjadi kegiatan mempribadi dan berlaku sepanjang hayat, karena semua yang berhasil diciptakan manusia dasarnya dari pengetahuan. Ketiga, karakter dermawan harus benar-benar jadi mindset pada saat mau melakukan kegiatan apapun di muka bumi ini. Karakter dermawan adalah prilaku pemberkah yang bisa mendatangkan berbagai macam kebaikan dalam kehdiupan sesama manusia di seluruh dunia. Dalam posisi apapun kedermawanan menjadi karakter yang sangat dinanti-nantikan oleh semua orang pada kita menempati sebuah peran. Keempat, karakter sebagai seorang entrepreneur adalah modal bagi setiap orang agar bisa menghadapi segala permasalahan dalam kehidupan. Seorang entrepreneur tidak pernah tergantung pada sesuatu atau seseorang. Seorang entrepreneur akan selalu kreatif berusaha mencari jalan keluar. Satu-satunya sikap ketergantungan bagi seorang entrepreneur hanya kepada Tuhan Yang Ghaib. Kelima, mental ivestor harus benar-benar menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari. Setiap tindakan harus menjadi investasi hidup di masa mendatang hingga kehidupan setelah kematian. Mental-mental kreditor harus diminimalisir untuk menghindari perbudakkan dalam segala aspek kehidupan. 

Semoga lima pesan ini menjadi akhir pertemuan dan menjadi pedoman yang bisa membawa para lulusan menjadi manusia-manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, kreatif dan berilmu, penyejahtera pembawa damai di muka bumi, mandiri, sukses di dunia dan akhirat. Selamat jalan anak-anak semoga hari-hari mu terus menyenangkan dan mensejahterakan. Kami titipkan cita-cita, semoga kalian bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa besar yang dikelola oleh manusia-manusia berjiwa besar, pemimpin penyejahtera alam di bawah bimbingan Tuhan Allah swt. Wallahu’alam. 

Thursday, March 10, 2022

MUARA KEBERHASILAN PENDIDIKAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Faktor penunjang keberhasilan dunia pendidikan, tidak berdiri sendiri, pemerintah telah menetapkan minimalnya ada delapan standar, yaitu kualitas lulusan, substansi kurikulum, profesionalisme pendidik, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, ketersediaan biaya, manajemen dan evaluasi pembelajaran. Dengan jumlah penduduk 270 lebih, Indonesia punya pekerjaan rumah yang sangat besar untuk tetap menjaga layanan pendidikan berkualitas. Komitmen pemerintah untuk memperbaiki dan menjaga layanan pendidikan berkualitas dituangkan dalam APBN dan APBD minimal 20% untuk investasi pendidikan. Kita apresiasi sungguh suatu langkah maju bagi bangsa Indonesia untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

Kita berharap dari anggaran yang besar ini menjadi sebuah energi untuk terus berusaha memacu perubahan pola layanan pendidikan berkualitas. Pendidikan karakter menjadi sebuah agenda penting untuk menyukseskan program-program pendidikan. Pemerintah sudah membaca dengan cermat pendidikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pedidikan karakter Profile Pelajar Pancasila menjadi ikon dari tujuan pendidikan karakter di Indonesia saat ini. Ikon pendidikan karakter ini sudah menjadi kebutuhan masyarkat di era globalisasi informasi, yang membuat batas-batas geografi sebuah negara dan arus pertukaran informasi serta budaya terjadi setiap hari tanpa batas. Budaya-budaya dominan yang inten dikampanyekan melalui media informasi akan menjadi trend budaya dunia. Pemilik budaya dominan akan jadi pengendali sosial, poilitik, dan ekonomi dunia.

Perang saat ini tidak hanya menggunakan kekuatan senjata pemusnah masal. Di abad teknologi perang bukan lagi fokus pada kekuatan fisik tapi kekuatan psikis bagaimana memengaruhi persepsi masyarakat dunia agar tindakan-tindakan politik sebuah negara mendapat apresisasi dari seluruh dunia. Sedangkan pandangan manusia hanya bisa melihat lahir saja. Sementara yang bathin urusan Allah. Oleh karena itu, di abad teknologi ini, keburukan bisa terbungkus seolah-olah perbuatan baik itu baik karena keterbatan penglihatan manusia. Kita seperti berlomba-lomba berbuat kebaikan, padahal kebaikan yang hakiki hanya ada dalam niat hati setiap orang yang berbuat baik. Kebaikan yang sejatinya baik hanya niat-niat yang transaskinya dengan Allah.     

Ustad Dudi Mutaqin mengatakan bahwa guru-guru yang baik adalah mereka yang memiliki niat-niat baik atas nama Allah dalam melaskanan tugasnya. Selanjutnya pembelajaran menyenangkan dan tidak meyenangkan berawal dari pribadi guru. Antusiasme belajar siswa diawali dari antusiasme guru. Guru sebagai pengendali kualitas pengajaran. Ketertarikan siswa pada mata pelajaran sangat signifikan kembali pada daya tarik guru dihadapan siswa. Muara keberhasilan pendidikan adalah guru. Walahu’alam. 

Saturday, March 5, 2022

RAHASIA SUKSES INVESTOR SAHAM

 OLEH: TOTO SUHARYA

Bagi penulis, tidak ada pekerjaan yang nikmat seperti surga di bumi ini, kecuali menjadi investor. Lo Kheng Hong, Warren Buffett, adalah orang-orang yang sudah merefresentasikan bagaimana hidup di muka bumi ini seperti di surga. Bagi mereka yang sudah berinvestasi saham selama puluhan tahun, di masa tuanya benar-benar mendapati hidup seperti di surga, yang hanya tidur, kerja dari rumah, semuanya seperti sudah dilayani Tuhan. Semua orang pasti bercita-cita hidup seperti di surga, dan mungkin hanya Lo Kheng Hong yang sudah merasakan bagaimana nikmat seperti hidup di surga nanti. Bukan halusinasi, bukan khayalan, hidup banyak tidur penghasilan terus meningkat, telah dialami oleh para investor dalam dan luar negeri.

Para investor yang sudah menikmati hidup senang saat ini, bukan berarti tanpa risiko hidup yang telah dialaminya. Tentu saja, ada syarat agar bisa mencapai tahapan hidup seperti di surga seperti dirasakan oleh Lo Keng Hong sekarang. Menyimak dan belajar dari pola hidup Lo Kheng Hong, syarat menjadi seorang investor berkaitan dengan karakter baik yang harus dimiliki seseorang. Seorang investor bukan juara-juara lomba di sekolah, atau orang dengan ulusan kuliah IPK tinggi, atau lulusan universitas ternama dari luar negeri. Syarat menjadi investor itu adalah berakarakter baik, berakhlak mulia, berjiwa tenang, sabar, berani mengambil risiko, dan cinta damai. Karakter baik Lo Kheng Hong seperti karakter baik yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada kita semua.

Menyimak pernyataan Lo Kheng Hong, syarat menjadi seorang investor; Pertama adalah berkarakter sabar. Keuntungan-keuntungan besar dari saham tidak didapat dalam waktu singkat. Hong menanamkan sahamnya untuk jangka panjang. Saham terlamanya sampai bisa menghasilkan berlipat ganda pernah menunggu sampai 16 tahun. Hidupnya yang penuh dengan kesejahteraan dan kedamaian setelah kurang lebih 30-40 tahun berinvestasi saham. Jika tidak punya karakter sabar, keuntungan besar itu tidak akan pernah bisa diraihnya. Untuk itu para investor saham mengajarkan untuk mulai berinvestasi sejak dini. Warren Buffett mulai berinvestasi saham sejak usia 11 tahun, bahkan jika dia bisa mengulang masa hidupnya, akan berinvestasi saham sejak usia lima tahun.

Kesabaran ternyata karakter yang pasti dimiliki oleh manusia-manusia unggul di seluruh muka bumi ini. Allah mengajarkan di dalam Al-Qur’an, “Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu” (Ali Imran, 3:120). Allah menjamin orang-orang sabar tidak akan mendapat kerugian. Inilah rumus dasar menjadi seorang investor. Bertahun-tahun menanam saham pada akhirnya akan diganjar dengan kelimpahan keuntungan saham beratus-ratus persen dari harta yang diinvetasikannya. Para investor telah membuktikan kebenaran ayat ayat Allah Yang Maha Benar.

Tidak akan dikatakan orang berkarakter baik tanpa memiliki kesabaran. Kesabaran adalah induk dari segala kebaikan karakter yang dimiliki manusia. Semua orang berkualitas baik di muka bumi ini memiliki kualitas kesabaran yang tinggi. Semua profesi dapat mendatangkan kesuksesan didasari oleh kesabaran orang-orang pada profesi tersebut. Ketentuan ini sudah Allah tetapkan sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar” (Fushshilat, 41:35). Tidak ada karakter baik, tidak ada keberuntungan besar, sebelum orang-orang itu punya kualitas kesabaran yang tinggi. Para investor telah membuktikan kebenaran ayat Allah ini. Para investor yang memiliki kesabaran tinggi lah yang sekarang mendapat keberuntungan besar dan punya karkater-karakter baik dalam pribadinya.

Dikabar dalam sejarah di dalam Al-Qur’an, orang-orang yang telah mengetahui bahwa kesabaran adalah karakter yang selalu membawa kebaikan, maka orang-orang terdahulu berdoa, "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)" (Al ‘Araaf, 7:126). Orang-orang terdahulu meminta untuk dijadikan orang sabar sampai mati menjemputnya. Sungguh berbahagialah para investor, karena mereka mendapat segala apa yang dijanjikan Tuhan kepada manusia, menjadi orang berpikiran sehat, berkarkater baik, mensejahterakan sesama, dan diberi keberuntungan besar. Para investor adalah orang-orang yang punya kualitas kesabaran tinggi, dan mereka termasuk pada golongan orang-orang yang dicintai Allah. “Allah menyukai orang-orang yang sabar” (Ali Imran, 3:146).

Para investor sebaik-baiknya manusia di republik ini, karena mereka tidak bermental pengemis tetapi mereka bermental pemberi manfaat kepada banyak orang. Investasi sahamnya di pasar modal, sekalipun tidak seberapa, namun investasinya telah menggerakkan roda ekonomi dalam sebuah negara bahkan dunia. Semoga bangsa Indonesia menjadi bangsa investor yang dicintai Allah karena kualitas kesabarannya. Semoga IndonesiA menjadi negeri para investor, negeri para penghuni surga yang diberi keberuntungan besar oleh Allah swt. Walahu’alam.

MENDIDIK SISWA JADI INVESTOR

OLEH: TOTO SUHARYA

Kekuatan bangsa Indonesia ada di jumlah penduduk dan kekayaan alam yang melimpah. Kondisi alam ini membuat bangsa Indonesia terkenal santai dan suka kenduri. Cara berpikir yang imajinatif dipengaruhi agama dan tradisi menjadi suatu modal bahwa bangsa Indonesia punya karakternya hidup tersendiri. Pendidikan untuk bangsa Indonesia harus berkiblat pada budaya bangsa Indonesai sendiri, tidak bisa disamakan dengan cara-cara hidup mereka yang tinggal di iklim sub tropis. Dunia ekonomi yang cocok untuk dilakukan oleh orang Indonesia adalah menjadi private investor, sebagai mana sudah dicontohkan oleh Lo Keng Hong.

Tugas dunia pendidikan Indonesia adalah memperkenalkan dunia investasi sedini mungkin untuk meningkatkan jumlah investor yang tidak mencapai 1% dari penduduk Indonesia. Sedikitnya kita membutuhkan 30% dari penduduk Indonesia untuk menjadi investor agar bangsa Indonesai memiliki kekuatan capital untuk mengolah sumber-sumber daya alam yang dimiliki. Selama ini kekayaan Indonesia lebih banyak dinikmati oleh asing. Kekayaan alam bangsa Indonesia tidak membuat hidup sejahtera bangsa Indonesai karena selama ini, bangsa Indonesai hanya menjadi kuli-kuli rendahan dengan menjadi pekerja di perusahaan-perusahan dalam maupun luar negeri.

Sebagaimana kita ketahui jumlah kapital anggaran belanja negara yang ada lebih banyak kapital yang ada di bursa saham. Menjadi investor saham harus menjadi gerakan seluruh bangsa Indonesia. Dengan kondisi masyarkat Indonesai sebagai pekerja dan pengusaha-pengusaha kecil, mereka harus dilatih untuk menabung kelebihan uangnya dengan berinvestasi di pasar saham. Bangsa Indonesia bukan bangsa yang tidak pandai mengelola uang, tetapi mereka belum mendapat pengetahuan yang cukup bagaimana cara agar dana yang mereka miliki bisa ikut bekerja keras mensejahterakan hidup mereka. Menjadi investor saham sangat cocok untuk kondisi bangsa Indonesia sekarang yang mindsetnya menjadi pekerja. Menjadi pekerja tidak terlalu salah karena setiap orang harus bisa menghidupi kehidupannya, untuk melengkapi hidupnya sebagai pekerja, masyarakat Indonesia harus digiring untuk menjadi investor agar kapital hasil kerjanya ikut berkerja meningkatkan kualitas hidupnya.  

Gerakan ini bisa dimulai dari para pekerja pemerintah yang cenderung memiliki gaji tetap dan penghasilannya tidak terganggu karena telah dijamin negara. Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) Indonesia, tahun 2021 tercatat ada 3.995.634 pegawai negara, di tambah 50.553 jumlah pegawai dengan perjanjian kerja. Jumah ini cukup signifikan untuk memasyarakatkan budaya investasi di bursa saham. Budaya kredit harus diubah dengan budaya investasi. Program ini bisa disosiaisasikan oleh pemerintah dengan memberikan pelatihan dan memperkenalkan sekuritas-sekuritas legal agar para pekerja tidak tertipu dengan investasi-investasi bodong.

Untuk menyokong gerakan ini, dunia pendidikan di level SMK dan SMA, gaya hidup sebagai investor perlu diperkenalkan secara masif, melaui kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Jumah siswa SMA negeri dan swasta tahun 2020/2021 tercatat dalam data statistik Kemdikbud sebanyak 5.009.059 dan jumlah siswa SMK negeri dan swasta sebanyak 5.224.276 siswa. Jika gerakan menjadi investor digerakkan mulai dari pegawai negara dan siswa-siswa SMA/SMK, setidaknya budaya investasi sudah bisa mencapai di atas 5% dari penduduk Indonesia. Mengajarkan masyarakat menjadi investor tentu bukan hal mudah, namun jika ingin menjadi bangsa besar kita butuh pelajaran-pelajaran sulit yang jelas arahnya. Pelajaran-pelajaran sulit akan mengubah bangsa Indonesai menjadi bangsa yang hebat. Bisa jadi budaya investasi akan mengikis budaya korupsi yang tidak mungkin akan hilang karena korupsi melekat dengan mental budaya masyarakat pekerja. Bisa jadi juga setelah budaya investasi menjadi bagian gaya hidup bangsa Indonesia, budaya demo yang dilakukan oleh buruh setiap tahun akan mereda.  Budaya masyarakat investor tidak suka kegaduhan dan tidak suka peperangan. Masyarakat investor lebih suka suasana damai agar roda ekonomi berjalan normal sehingga menggairahkan untuk para investor dan mensejahterakan.

Masyarakat Indonesai sudah cukup memiliki keberanian untuk menjadi investor. Saat ini hanya tinggal menggeser mindset masyarakat dari budaya kredit ke budaya investasi di bursa saham. Di sekolah level SMA dan SMK yang rata-rata mereka banyaknya menjadi pekerja, budaya investasi harus terus diperkenalkan untuk mendampingi budaya menjadi pekerja yang sudah kadung melembaga di masyarakat Indonesia. Melalui sosialisasi budaya investasi saham di dunia pendidikan ke depan virus investasi saham akan terus menyebar dan menjadi gaya hidup bangsa Idnonesia, dan tidak menutup kemungkinan akan lahir pengusaha-pengusaha kelas internasional dari Indonesia. Wallahu’alam.

REVOLUSI PENDIDIKAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Melihat cara-cara pendidikan yang selama ini kita lakukan, tidak ada salahnya pendapat-pendapat dari para pengkritik bahwa “pendidikan memang bisa jadi penyebab kemiskinan”. Para pengkritik mengatakan dari sejarahnya sekolah didirikan bertujuan untuk membuat orang berkuasa tetap berkuasa. Sekolah hanya mengajarkan kepada orang-orang agar memiliki pemikiran sama, dan setelah itu mereka mudah dikendalikan. Sekolah mengajarkan bagaimana seseorang harus mengikuti langkah demi langkah yang telah mereka tentukan sehingga hidup seseorang seumur-umur mengikuti apa yang telah diperintahkan. Sekolah adalah penjajahan pikiran yang dilembagakan melalui lembaga formal. Sekolah terkadang menjadi tidak memerdekakan, tetapi sekolah mewariskan kebodohan turun-turun dan dilabel dengan surat tanda tamat belajar, sehingga belajarnya tamat.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara berpikir dunia. Cara berpikir linier mengikuti langkah-langkah formal tidak lagi menjanjikan dapat memuaskan tujuan hidup seseorang. Jika dulu sekolah mengajarkan siswa untuk menghidari risiko, sekarang siswa harus diajarkan untuk berani menghadapi risiko dengan banyak-banyak mencoba. Situasi berubah, melalui bantuan teknologi informasi modal hidup sekarang hanya tinggal berani mencoba, karena risiko besar yang dihadapi bukan lagi kehilangan aset tetapi kehilangan waktu untuk cepat melakukan perubahan. Semua orang didorong untuk melanjutkan ke perguruan tinggi kelas dunia, tetapi ada fakta kesuksesan bisa datang dari orang yang hanya kuliah di ruko.

Perkembangan teknologi informasi telah membuka pemikiran-pemikiran dan fakta-fakta baru, bahwa sekolah, kampus tidak menjadi sebab tunggal kesuksesan seseorang. Sekolah dan kampus selama ini tidak ubahnya seperti lembaga pembuat surat izin mengemudi hanya menjadi syarat adminsitratif seseorang untuk melakukan sesuatu memasuki dunia kerja formal. Sementara ada pekerjaan yang tidak membutuhkan syarat pendidikan formal yaitu menjadi pengusaha atau investor tidak serius diajarkan di lembaga pendidikan. Pendidikan kita yang meniru gaya negara-negara maju yaitu melahirkan masyarakat saintifk telah gagal, karena para saintis sampai saat ini tidak bisa menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi di Indonesia. Pendidikan yang bertujuan melahirkan saintis hanya cocok di negara-negara dengan sumberdaya alam yang miskin.

Masyarakat Indonesia yang sebagian besar memanfaatkan kecerdasan hidup inter dan antar personal, sangat tidak cocok jika orientasi pendidikannya melahirkan banyak saintis. Kemenangan bangsa Indonesia dalam sejarah penjajahan adalah juara diplomasi. Tokoh sukses Moehtar Kusumaatmadja adalah diplomat yang berhasil meyakinkan dunia tentang hukum laut. Bagaimanapun kita ketinggalan dalam hal teknologi dan sains, namun demikian tidak mesti kita harus fokus membuat seluruh warga negara menjadi saintis. Pendidikan kita harus fokus melahirkan para diplomat, entrepreneur, dan investor yang handal sesuai dengan takdir sejarah dan kondisi kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah. 

Cara berpikir linier kurang cocok untuk diajarkan di Indonesia. Rhenald Kasali menjelaskan pendekatan berpikir eksponensial adalah cara berpikir imajinatif, berpikir yang sangat dinamis seperti main ping pong. “Think make difference, it’s not just make better”, itulah cara berpikir eksponensial. Untuk melakukan perubahan, semuanya harus dari nol, dengan membuat perubahan radikal, radikal solution, radikal teknologi, radikal education. “Kita tidak mau melakukan hal-hal yang mudah, karena dengan melakukan hal-hal yang sulit sebuah bangsa akan berubah menjadi bangsa yang hebat” (John F. Kennedy). Perubahan dapat dilakukan dengan melakukan perubahan pada tujuan pendidikan dan cara-cara pembelajaran.

Tujuan pendidikan harus sesuai dengan kondisi alam, kecerdasan dominan, dan karakter masyarakat di dalamnya. Bangsa Indonesia dengan kondisi alam tropis, sangat percaya Tuhan, cenderung berkarakter tenang, santai dan imajinatif. Pendidikan yang cocok untuk masyarakat Indonesia harus dilatih menjadi entrepreneur di bidang investasi. Seperti yang dikatakan oleh Lo Kheng Hong, “ ketika kita sudah memiliki saham perusahaan hebat, yang terbaik adalah tidur, investor saham yang tidur bukan saja akan mendapatkan cuan yang besar, tidur juga bisa meningkatkan imunitas sehingga kita bisa terhindar dari covid 19”. Tidur di sini bukan pekerjaan malas tetapi sebuah kualitas hidup yang dapat dinikmati oleh orang-orang yang sudah bisa menjamin hidupnya dengan investasi yang dilakukannya. Tidur yang bisa menghadirkan imunintas adalah akibat dari pekerjaan yang dilakukannya memiliki harapan-harapan baik di masa mendatang. Inilah kualitas manusia Indonesia yang “malas” tetapi produktif dan harus diajarkan di sekolah-sekolah. Wallahu’alam.

Makna General Ibadah

Oleh: Toto Suharya Ketika kita dengan kata Ibadah apa yang ada dalam ingatan? Dalam ingatan semua orang pasti muncul kata shalat. Salah tida...