Sunday, November 29, 2020

SEKOLAH AGEN PROPAGANDA

OLEH: TOTO SUHARYA
(Kepala Sekolah, Sekretaris DPP AKSI, KACI)

Sekolah adalah lembaga yang ditugasi negara untuk mempropagandakan tujuan-tujuan negara. Propaganda dalam bahasa latin modern adalah propagare yang artinya mengembangkan atau memekarkan, isinya berupa rangkaian pesan yang bertujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang (id.wikipedia.org).

Tujuan sekolah adalah memengaruhi warga sekolah untuk memiliki pola pikir, prilaku dan kepribadian, yang sesuai dengan ideologi dan tujuan-tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh negara. Sekolah harus bisa mewujudkan tujuan-tujuan negara menjadi pola pikir dan kepribadian warga negaranya.

Agen propaganda di sekolah dipimpin oleh kepala sekolah, guru, para pengawas, dan dinas pendidikan. Propaganda adalah seni memengaruhi pendapat warga sekolah, masyarakat, dengan mengembangkan dan menyampaikan pesan berulang-ulang, dengan berbagai macam cara agar pesan yang dikembangkan menjadi opini dan kolektif memori warga. Propaganda berkaitan dengan kreativitas mengolah pesan agar menjadi pusat perhatian, buah bibir, dan diapresiasi terus oleh masyarakat menjadi obrolah sehari-hari.

Kunci dari keberhasilan propaganda adalah intensitas komunikasi sekolah dengan warga sekolah dan masyarakat. Penggunaan berbagai media informasi dan kualitas informasi yang disampaikan ikut menentukan keberhasilan propaganda. Tidak kalah penting adalah tim kreatif yang punya keahlian mengemas informasi sekecil apapun menjadi informasi yang menarik, dikemas secara digital hingga mudah diakses oleh masyarakat.

Propaganda dilakukan oleh negara-negara besar di dunia yang ingin menguasi dunia. Kehebatan sebuah negara tergantung pada kemasan informasi di media massa dan disebarluaskan ke seluruh negara. Monopoli informasi menjadi salah satu alat keberhasilan negara-negara besar menguasai negara-negara kecil. Bumi bulat, peluncuran satelit, pendaratan di bulan, kekuatan militer, penemuan teknologi, penerapan sistem ekonomi, dominasi peredaran mata uang dan paradgima pengembangan ilmu, dikemas dalam sebuah propaganda demi eksistensi dan kehebatan sebuah negara. Penguasaan teknologi informasi di abad ini menjadi faktor vital guna menunjang keberhasilan propaganda.

Di abad informasi ini, sekolah selayaknya memiliki agen-agen kreatif propaganda. Agen propaganda di sekolah bertugas untuk membangun opini, pola pikir, dan mindset positif warga sekolah dan masyarakat. Agen propaganda sekolah beranggotakan kepala sekolah, guru, dan seluruh siswa. Agen propaganda adalah mereka yang berani to create hal-hal positif dan menyebarluaskannya di media massa. Keberanian to create hal positif adalah level tertinggi dalam dunia pendidikan yang harus terus dipompa.

Sekolah sebagai agen propaganda harus diisi oleh kepala sekolah dan guru-guru yang penuh “birahi” to create. “Birahi” to create hal-hal positif, edukatif, inspiratif harus terus digaungkan oleh leader to create yaitu kepala sekolah dan guru-guru. Di tangan kepala sekolah dan guru-guru, birahi to create ratusan sampai ribuan anak dalam satu sekolah harus tersalurkan dengan memerhatikan berbagai kompetensi yang dimilikinya.

Jika sekolah sudah menjadi agen propaganda pola pikir positif, pola pikir optimistik, pola pikir growth, dan berwujud dalam prilaku-prilaku positif, kemudian dipropagandakan melalui berbagai media sosial oleh ribuan warga sekolah, maka sekolah akan berubah menjadi wellbeing school. Sekolah menyenangkan, sekolah memuaskan dan sekolah yang menjadi harapan masyarakat dalam mengubah nasib hidupnya di masa yang akan datang.

Ilmu-ilmu propaganda harus diajarkan di sekolah, karena di zaman sekarang, kebenaran dan kebesaran sebuah negara tidak lepas dari propaganda yang berhasil mengubah mindset warga negaranya sesuai dengan ideologi dan tujuan negara. Sekecil apapun kebaikan anak-anak di sekolah akan menjadi besar namun sangat tergantung pada para agen propaganda dan leader to create di sekolah yaitu kepala sekolah dan guru-guru. Wallahu’alam.

PERANGKINGAN SEKOLAH MENYESATKAN

OLEH: TOTO SUHARYA
(Kepala Sekolah, Sekretaris DPP AKSI)

Beredar berita tentang urutan rangking dari 1000 sekolah berdasarkan hasil Ujian Tulis Bebrbasis Komputer (UTBK). Berderet nama-nama sekolah dari urutan tertinggi sampai terendah.  Urutan nama sekolah berdasar nilai hasil UTBK yang diumukan oleh perguruan tinggi, sebenarnya menggambarkan apa? Jika dasarnya hasil tes akademik, maka urutan sekolah tersebut menandakan capaian prestasi sekolah berdasarkan prestasi akademik. Ini berarti urutan 1000 sekolah dengan capaian nilai terbaik dalam UTBK menandakan pendidikan masih berorientasi pada prestasi akademik. Hal ini mengandung arti bahwa ribuan sekolah lainnya yang ada di Indonesia menghasilkan anak-anak dengan prestasi akademik rendah.

Apakah sekolah-sekolah yang tidak menghasilkan prestasi akademik tinggi, telah menghasilkan anak-anak bodoh?  Maslow (1954) menjelaskan “pada prinsipnya setiap bayi yang lahir terdapat kemampuan aktif kearah pertumbuhan aktualisasi potensi-potensi manusia. (Supardan, 2015, hlm. 219). fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah.” (Ar ruum, 30:30). Fitrah dikamuskan sebagai sifat, bakat, atau pembawaan. Sifat Allah ada 99, menjadi dasar penciptaan manusia. Atas dasar itu, tugas pendidikan memfasilitasi peserta didik agar bisa beraktualisasi diri dengan sifat, bakat, potensi yang dimilikinya manusia sejak penciptaanya.


Beraktualisasi diri tidak melulu harus dilihat dari capaian prestasi akademik. Artinya prestasi akademik adalah hanya salah satu dari kecerdasan yang dimiliki manusia. Howard Gardner mengidentifikasi ada sembilan kecerdasan dimiliki manusia. Jadi selain prestasi akademik ada delapan kecerdasan yang harus diapresiasi dari manusia. Prestasi akademik tidak dapat mewakili dari seluruh kecerdasan manusia. Stanley (2015) setelah meneliti 733 orang paling kaya (miliarder), mereka tidak mengandalkan kecerdasan akademik dalam meraih kesuksesannya, mereka lebih mengedepankan kemampuan bergaul sebagai faktor pendukung dalam meraih keberhasilannya. Para miliarder menempatkan prestasi akademik pada urutan ke-21 dan sekolah ternama pada urutan ke-23.

Jadi informasi tentang urutan sekolah terbaik berdasar capaian akademik, tidak menggambarkan kualitas sekolah secara keseluruhan. Informasi ini hanya menggambarkan sekolah berdasarkan satu kecerdasan saja yaitu akademik dan sangat parsial. Informasi ini bisa menyesatkan masyarakat dan mendorong dunia pendidikan stagnan karena paradigmanya tidak menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Paradigma pendidikan abadi ke-21 adalah mengembangkan dan mengaktualisasikan sembilan potensi yang dimiliki anak-anak didik. Dari sembilan kecerdasan yang diidentifikasi dimiliki anak-anak, tidak mungkin dapat disamakan dengan ukuran prestasi akademik yang hanya satu sisi. Kecerdasan-kecerdasan lainnya perlu dikembangkan dan diukur sehingga akan lebih banyak prestasi anak-anak berdasarkan potensinya yang dapat diapresiasi. Itulah mengapa ada pendapat bahwa, “sekolah-sekolah ternama banyak menghasilkan anak-anak bodoh, karena yang terbaik hanya ada pada peringkat tertinggi secara akademik”. Informasi yang menggambarkan urutan 1000 sekolah berdasarkan rangking prestasi akademik, telah menjudment ribuan sekolah menghasilkan anak-anak bodoh. 

Jack Ma mengatakan “siswa-siswa paling pintar di sekolah biasanya mudah frustrasi jika menghadapi masalah di dunia nyata” (Clark, 2017, hlm. 137). Siswa-siswa pintar tidak mau bekerja memulai karir dengan gaji rendah. Siswa-siswa pintar tidak mau merintis usaha dari bawah. Mereka rata-rata ingin memulai sesuatu dari tempat nyaman. Siswa-siswa pintar tidak tertarik pada wirausaha karena tidak mau menghadapi kesulitan dan menderita. Dapat dipahami mengapa para peraih prestasi akademik tidak mau turun ke sawah, kebun, pasar, dan lapangan untuk menciptakan lapangan kerja.

Itulah sebab mengapa selama ini, sekolah-sekolah yang melahirkan siswa-siswa cerdas akadmeik tidak banyak melahirkan banyak entrepreneuer di negeri ini. Sebaliknya siswa-siswa yang ditempa dengan kesulitan hidup dan tidak memiliki prestasi akademik,  lebih berani menciptakan lapangan pekerjaan sekalipun berangkat dari jalanan dan kaki lima. Siswa-siswa dengan prestasi akademik rendah lebih berani menghadapi risiko hidup dan kesulitan yang harus mereka hadapi.

Perangkingan sekolah berdasarkan hasil ujian akademik tidak lagi popular di abad ke-21. Sekolah-sekolah harus lebih kreatif mengeluarkan rangking-rangking siswa berdasarkan multi pendekatan mengacu pada kecerdasam majemuk yang dimiliki siswa. Sekolah-sekolah tidak lagi perlu mengejar target-target akademik sebagai ukuran sukses sebuah sekolah, tetapi harus berinovasi mengeluarkan rangking-rangking siswa berdasar keunggulan dilihat dari kecerdasan majemuk.

Berdasar hasil penelitian Masaru Emoto (2016) air bereaksi dan membentuk hexagonal berbeda-beda sesuai dengan jenis getaran suara yang dia terima. Demikian juga dengan siswa-siswa kita, mereka memiliki karakter berdasarkan pada latar belakang pengetahuan, lingkungan keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekolah. Keberhasilan siswa tidak disebabkan oleh sebab tunggal. Oleh karena itu pendidikan harus lebih holistik dan harus banyak memperkenalkan berbagai sudut pandang yang dapat menggambarkan keberhasilan siswa.

Penyeragaman prestasi anak dari sudut pandang akademik yang selama ini terus dipromosikan, ternyata tidak banyak menghasilkan bangsa cerdas, karena siswa berprestasi akademik jumlahnya sedikit. Selama ini pendidikan telah gagal mencerdaskan masyarakat, karena diluar prestasi akademik sebagian besar siswa dianggap bodoh dan dunia pendidikan berpuluh-puluh tahun menganggap sebagian besar siswa-siswa kita bodoh karena sudut pandang yang sempit dan bodoh.

Perangkingan siswa berdasarkan hasil akademik sudah tidak lagi menggambarkan keberhasilan pendidikan. Pandangan bisa keliru, menyesatkan, dan tidak mengubah paradigma berpikir masyarakat sesuai dengan dengan tuntutan zaman. Wallahu’alam.

Monday, October 26, 2020

KEGAGALAN MENGELOLA SEKOLAH

OLEH: TOTO SUHARYA
(Kepala Sekolah, Sekretaris I DPP AKSI, KACI)

“Kuasailah informasi maka kamu akan menggenggam dunia”. (John Naisbitt). Pernyataan ini sangat masuk akal. Dulu ketika saya pergi ke Jakarta selalu tersesat karena tidak tahu jalan. Sekarang dengan informasi dari GPS, pelosok Jakarta mana yang tidak bisa saya temukan. Dulu kampung saya tidak dikenal, jangankan sama orang Jakarta, tetangga kampung saja masih bertanya-tanya dimana letak kampung saya. Sekarang dengan GPS orang Jakarta tiap minggu menghindari kemacetan lewat jalan kampung saya. Inilah bukti bahwa dengan informasi kita dapat menguasai medan.

Di abad 21 kebutuhan masyarakat tentang pentingnya informasi semakin meningkat. Namun sayang kemampuan memilah dan memilih informasi-informasi yang bermanfaat rendah. Masyarakat terbuai oleh informasi-informasi remeh tentang kriminal, kekerasan, pornografi, dan ujaran kebencian. Pendidikan telah gagal mengajarkan betapa pentingnya menguasai informasi. Berjubelnya informasi yang bisa diakses semakin sadar betapa pentingnya punya kemampuan berpikir tinggi untuk menginterpretasi, mengintegrasi, meng-create dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang diterima.

Keberhasilan mengelola sekolah salah satu faktornya adalah mengelola informasi. “Semua masalah terjadi karena miskomunikasi” (Muhammad Plato). Ada orang duduk di trotoar marah-marah kepada orang yang lewat karena menginjaknya. Orang yang terinjak memaki dengan kata-kata kotor dan sangat tidak pantas. Tetapi setelah orang yang menginjak itu menceritakan bahwa dirinya buta, jadi berbalik orang yang terinjak meminta maaf kepada yang menginjak. Inilah gambaran umum bahwa sebuah masalah terjadi karena miskomunikasi.

Sahabat saya seprofesi mengatakan, “komunikasi itu gampang, tapi susah”. Memang komunikasi itu gampang melakukannya, tetapi belum tentu orang yang diajak komunikasi memahami dan menganggap penting apa yang kita komunikasikan. Maka susahnya berkomunikasi karena kita butuh kesabaran untuk mengulang-ulang informasi yang disampaikan untuk menjamin tidak terjadi miskomunikasi.

Program sekolah belum tentu berhasil sebelum informasi program sampai ke seluruh warga sekolah. Maka dibutuhkan komunikasi inten pihak sekolah dengan anak-anak untuk menginformasikan program. Untuk membangun komunikasi inten, pihak sekolah harus mengerahkan seluruh tenaga dan cara yang bisa dijadikan sebagai media komunikasi. Semakin banyak tenaga dan alat atau teknologi dimanfaatkan untuk mengkomunikasikan program, semakin besar kemungkinan program menjadi kolektif memori anak-anak dan semakin besar peluang program bisa berhasil.

Segala prilaku manusia ditentukan oleh apa yang ada di memorinya. Mengubah prilaku siswa adalah mengubah isi memori siswa. Sosialisasi program sekolah harus dilakukan inten dan dilakukan oleh seluruh warga sekolah. Sosialisasi program harus dilakukan dan terkondisikan tiap hari.

“Dan sebutlah Allah banyak banyak agar kamu mendapat kemenangan” (Al Jumu’ah, 62:10).

Ayat di atas mengispirasi dunia pendidikan bahwa kata kata positif, kata-kata yang membangun optimisme, kata-kata yang menggembirakan harus disampaikan berulang-ulang sesering mungkin untuk membentuk pola pikir anak-anak. Maka janji Allah jika informasi-informasi positif terus dikomunikasikan, maka peluang besar kemenangan, keberhasilan, dan kesuksesan akan diraih oleh anak-anak.

Demikian juga komunikasi antar pendidik harus dibangun terus dalam kerangka membangun optimisme, dan harmonisasi dalam dunia kerja. Komunikasi menjadi faktor penting dalam mengelola sekolah untuk meminimalisir terjadinya permasalahan yang dapat mengganggu keberhasilan mengelola program sekolah. Wallahu’alam.

Saturday, October 24, 2020

WELLBEING STUDENT

 Oleh: Toto Suharya

(Kepala Sekolah, Sekretaris I DPP AKSI, KACI)

Sekolah harus menjadi tempat yang paling membahagiakan bagi anak-anak. Sekolah harus menjadi tempat yang menjanjikan kesejahteraan bagi anak-anak. Mereka yang masuk sekolah harus punya keyakinan bahwa dengan masuk sekolah mereka bisa hidup lebih sejahtera. Dengan keyakinan ini anak-anak akan merasa wellbeing (bahagia) dalam melaksanakan seluruh aktivitas belajar di sekolah. Untuk mewujudkannya, Syawal Gultom menjelaskan masalah dan apa yang harus dilakukan oleh sekolah.

Wellbeing Student ditandai dengan sikap positivity (selalu positif, good mood) ditandi dengan prilaku positif dan berbicara positif, resilience, self-optimissation, and satisfaction. (Nobel dan McGrath, dalam Aris dan Djamhur, 2017, hlm. 769).  Sikap positif tercermin dalam hubungan sosial dengan semua kalangan antara lain guru, teman sebaya, komunitas dan lingkungan keluarga. Resilience adalah kemampuan siswa dalam menghadapi kesulitan dan mengembalikan kondisi menjadi positif berkelanjutan. Self-optimisation adalah kepercayaan diri yang dimiliki anak terhadap kemampuan dirinya ditandai dengan kepemilikan growt mindset. Satisfaction berkaitan dengan kepuasaan anak terhadap proses pembelajaran yang dirasanya bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan untuk menjalani hidup di masyarakat.   

Pertama anak-anak harus diajari untuk punya kemandirian, selalu berpikir positif, tidak pernah mencurigai orang lain. Anak-anak diajari jangan pernah bersikap negatif pada orang. Untuk mengajarkannya harus didukung oleh kepala sekolah yang harus paham pendidikan Indonesia. Paham tentang keprofesionalan guru. Paham kondisi pembelajaran dan paham kondisi lulusan pendidikan indonesia.

Selanjutnya menurut Gultom, kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh level berpikir generasinya. Pembelajaran di kelas harus mengajarkan kemampuan berpikir tinggkat tinggi, kepedulian, dan mampu menyelesaikan masalah yang ada pada diri dan lingkungannya. Sebagai contoh pada masa pandemi Covid-19 anak-anak harus diajak beradaftasi dengan pradigma baru tentang kesehatan. Masa covid 19 telah merubah cara hidup sehat bukan dengan obat-obatan. Kesehatan adalah mempertahankan daya tahan tubuh secara alami dengan membiasakan prilaku dan pola hidup sehat, dan masa obat-obatan sudah berlalu.

Hal seperti di atas bisa diajarkan oleh sekolah yang dimpimpin kepala sekolah yang mengajarkan keteladanan tentang personal value, leading teaching, leading innovation and change, and leading the management of school. Kepala sekolah harus bisa meyakinan bahwa orang datang ke sekolah untuk jadi pembelajaran yang sukses. Kepala sekolah harus menjamin ketersediaan guru yang tangguh yaitu guru dengan jiwa pembelajar. Guru yang tangguh memiliki komitmen pada nilai hidup bahwa setinggi-tinggi derajat manusia adalah mereka yang memiliki kontribusi kepada orang dan alam. Guru yang memesona adalah guru yang sepenuh jiwa mengabdikan dirinya untuk melayani dan mengembangkan seluruh potensi anak-anak.  

Pendidikan juga harus relevan ketika berbicara soal kesejahteraan. Jumlah 24,9 juta orang miskin di indonesia sangat tidak mungkin terjadi jika dibandingkan dengan sumberdaya alam yang dimiliki bangsa Indonesia. Masyarakat miskin mereka berpenghasilan Rp. 15.000 per hari. Padahal seluruh jenis kekayaan alam yang ada di muka bumi semuanya ada di Indonesia.  

Kita perlu melakukan lompatan besar dalam mengelola pendidikan. Pendidikan adalah hidup itu sendiri (John Dewey). Kita harus akui bahwa selama ini guru-guru kita tidak memiliki kepatuhan pada jadwal belajar karena hadir ke kelas terlambat. Jika hadir tepat waktu kita belum mengajarkan materi yang relevan dibutuhkan anak-anak. Kita juga masih bermasalah dalam hal pendalaman materi dan guru belum sepenuh hati menjadi pengajar.

Konsep pendidikan di negara lain dengan negara kita tidak jauh berbeda. Masalahnya adalah kejujuran kita sebagai guru perlu ditingkatkan. Di Finlandia, guru diberi tujuan negara. Guru bisa mewujudkannya di kelas. Kita kadang-kadang mengajarkan sesuatu yang tidak sebagaimana ditugaskan oleh negara. Di jepang, RPP sudah ada di hati, pikiran, dan tindakan guru. Kita masih berkutat dengan RPP dalam bentuk adminsitrasi fisik.

Tentang kompetensi berpikir tingkat tinggi, Gultom mengatakan 70% guru kita telah mengetahuinya, namun yang paham hanya 40%, yang menerapkan 20% dan guru yang mengajarkan berpikir tingkat tinggi kepada anak-anak hanya 5%. Dari skala 0-10, guru-guru yang mengajarkan kreativitas kepada anak-anak, guru-guru kita hanya ada di skala 2,87. Dalam kondisi ini anak-anak tidak diajari berpikir sampai pada level 6 (create).

Selanjutnya Gultom mebeberkan fakta, sejak 2005 hasil program sertifikasi  hanya 10 persen guru yang berubah prilaku kerjanya. Sertifikasi guru belum menemukan inti tujuan sertifikasi. Ternyata yang hebat pendidikan itu soal kejujuran. Konsep kita tidak kalah baik dengan negara lain. Kejujuran diawali dari guru yang harus mau melakukan perubahan ke arah wellbeing hingga membudaya di sekolah. Perubahan mulai dari persepsi cara berpikir positif dan prilaku dari seorang guru. Guru yang terbaik yang punya tanggung jawab untuk berubah. Darwin mengatakan manusia terbaik adalah mereka yang mampu beradftasi dengan lingkungan.

Pendidikan kita butuh kepala sekolah, guru, pengawas, dan kepala dinas yang wellbeing dalam melaksanakan tugas. Sehingga lingkungan pendidikan menjadi lingkungan yang menjanjikan kebahagiaan dan memberdayakan.  Wallahu’alam. 

Thursday, October 22, 2020

SEKOLAH AGEN PROPAGANDA

OLEH: TOTO SUHARYA
(Kepala Sekolah, Sekretaris I DPP AKSI, KACI)

Sekolah adalah lembaga yang ditugasi negara untuk mempropagandakan tujuan-tujuan negara. Propaganda dalam bahasa latin modern adalah propagare yang artinya mengembangkan atau memekarkan, isinya berupa rangkaian pesan yang bertujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang (id.wikipedia.org).

Tujuan sekolah adalah memengaruhi warga sekolah untuk memiliki pola pikir, prilaku dan kepribadian, sesuai dengan ideologi dan tujuan-tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh negara. Sekolah harus bisa mewujudkan tujuan-tujuan negara menjadi pola pikir dan kepribadian warga negaranya.

Agen propaganda di sekolah dipimpin oleh kepala sekolah, guru, siswa, para pengawas, dan dinas pendidikan. Propaganda adalah seni memengaruhi pendapat warga sekolah, masyarakat, dengan mengembangkan dan menyampaikan pesan berulang-ulang, dengan berbagai macam cara dan kreasi agar pesan yang dikembangkan menjadi opini dan kolektif memori warga. Propaganda berkaitan dengan kreativitas mengolah pesan agar menjadi pusat perhatian, buah bibir, dan diapresiasi terus oleh masyarakat menjadi obrolan sehari-hari.

Kunci dari keberhasilan propaganda adalah intensitas komunikasi sekolah dengan warga sekolah dan masyarakat. Penggunaan berbagai media informasi dan kualitas informasi yang disampaikan ikut menentukan keberhasilan propaganda. Tidak kalah penting adalah tim kreatif yang punya keahlian mengemas informasi sekecil apapun menjadi informasi yang menarik, dikemas secara digital hingga mudah diakses oleh masyarakat.

Propaganda dilakukan oleh negara-negara besar di dunia yang ingin menguasi dunia. Kehebatan sebuah negara tergantung pada kemasan informasi di media massa dan disebarluaskan ke seluruh negara. Monopoli informasi menjadi salah satu alat keberhasilan negara-negara besar menguasai negara-negara kecil. Bumi bulat, peluncuran satelit, pendaratan di bulan, kekuatan militer, penemuan teknologi, penerapan sistem ekonomi, dominasi peredaran mata uang dan paradgima pengembangan ilmu, dikemas dalam sebuah propaganda demi eksistensi dan kehebatan sebuah negara. Penguasaan teknologi informasi di abad ini menjadi faktor vital guna menunjang keberhasilan propaganda.

Di abad informasi ini, sekolah selayaknya memiliki agen-agen kreatif propaganda. Agen propaganda di sekolah bertugas untuk membangun opini, pola pikir, dan mindset positif warga sekolah dan masyarakat. Agen propaganda sekolah beranggotakan kepala sekolah, guru, dan seluruh siswa. Agen propaganda adalah mereka yang berani to create hal-hal positif dan menyebarluaskannya di media massa. Keberanian to create hal positif adalah level tertinggi dalam dunia pendidikan yang harus terus dipompa.

Sekolah sebagai agen propaganda harus diisi oleh kepala sekolah dan guru-guru yang penuh “birahi” to create. “Birahi” to create hal-hal positif, edukatif, inspiratif harus terus digaungkan oleh leader to create yaitu kepala sekolah dan guru-guru. Di tangan kepala sekolah dan guru-guru, birahi to create ratusan sampai ribuan anak dalam satu sekolah harus tersalurkan dengan memerhatikan berbagai kompetensi yang dimilikinya.

Jika sekolah sudah menjadi agen propaganda pola pikir positif, pola pikir optimistik, pola pikir growth, dan berwujud dalam prilaku-prilaku positif, kemudian dipropagandakan melalui berbagai media sosial oleh ribuan warga sekolah, maka sekolah akan berubah menjadi wellbeing school. Sekolah menyenangkan, sekolah memuaskan dan sekolah yang menjadi harapan masyarakat dalam mengubah nasib hidupnya di masa yang akan datang.

Ilmu-ilmu propaganda harus diajarkan di sekolah, karena di zaman sekarang, kebenaran dan kebesaran sebuah negara tidak lepas dari propaganda yang berhasil mengubah mindset warga negaranya sesuai dengan ideologi dan tujuan negara. Sekecil apapun kebaikan anak-anak di sekolah akan menjadi besar namun sangat tergantung pada para agen propaganda dan leader to create di sekolah yaitu kepala sekolah dan guru-guru. Wallahu’alam.

Sunday, October 18, 2020

PENDIDIKAN MANUSIA

 OLEH: TOTO SUHARYA

Berbagai sudut pandang filsafat dan teori tentang pendidikan dikemukakan para ahli dari berbagai latar belakang bangsa, negara, suku, dan agama. Saya tidak tahu mana yang harus dijadikan rujukan untuk mendidik manusia. Setiap pemikiran tidak pernah komprehensif memberikan pandangan bagaimana seharusnya manusia diberi pendidikan.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, bantahlah mereka dengan cara yang baik” (Al Nahl, 16:125).

Tugas Nabi Muhammad saw dari Allah adalah menyempurnakan akhlak. Inilah inti pendidikan manusia sesungguhnya. Berbagai bidang profesi yang bisa digeluti manusia pada intinya mereka harus punya akhlak yang baik dalam menjalani tugas profesinya.

Untuk membentuk akhlak yang baik di dalam Al-Qur’an Tuhan memberi pedoman berdasarkan proses penciptaannya manusia terdiri dari tiga unsur yaitu basyar, insan, dan annas. Basyar adalah makhluk spiritual, insan makhluk invidual, dan annas makhluk sosial. Murid-murid sebagai manusia utuh untuk pertama kali harus diperkenalkan siapa Tuhan yang menciptakannya dan apa tujuan Tuhan menciptakannya. Selanjutnya murid-murid difasilitasi untuk mengenal segala potensi yang ada pada dirinya. Sebagai individu murid-murid harus difasilitasi untuk menjadi pribadi-pribadi yang punya kompetensi agar bisa menjaga kehormatan dirinya. Setelah menjadi pribadi yang kompeten, murid-murid harus dilatih kesadarannya untuk menjadi makhluk sosial dengan menjadi manusia bermanfaat untuk manusia lainnya.

Ketiga unsur pendidikan manusia sebagai makhluk basyar (spiritual), insan (individu), dan annas (sosial), tidak lepas dari konteks sebagai manusia spiritual yang melakukan segala aktivitasnya sebagai bagian dari ketundukkan dan kepatuhan kepada Tuhannya. “seutama-utama manusia adalah mukmin yang berilmu yang apabila diperlukan, ia berguna. Kalaupun tidak diperlukan, ia dapat mengurusi dirinya”. (Hadis).

Akal adalah sumber ilmu. Sabda Rasulullah Saw yang menegaskan kemuliaannya, “Yang pertama kali diciptakan adalah akal. Allah berfirman kepadanya, “Menghadaplah! Maka ia menghadap. Kemudian dia berpfirman kepadanya, Mundurlah! Maka ia mundur. Dia berfirman, Demi keagungan dan kebesaran Ku Aku tidak menciptakan makhluk lebih mulia bagi Ku dari padamu. Dengan mu Aku mengambil, dengan mu Aku memberi, dengan mu Aku memberi pahala, dan dengan mu aku memberi hukuman”. (Al-Ghazali, 2016, hlm.40)

Kemulaiaan manusia terletak pada akalnya. Dalam hadis lain Rasulullah saw bersabda, “aku bertanya kepada Jibril, apakah kepemimpinan itu? Jibril menjawab, Akal”. Manusia kelak akan diadili oleh Tuhan adalah akalnya. (Al-Ghazali, 2016, hlm.40)

Pendidikan untuk manusia agar menghidupkannya sebagai makhluk basyar, insan, dan annas, terletak pada akalnya. Mengajari akalnya dengan berbagai ilmu, cara berpikir (berlogika) yang baik, dan berbicara yang baik agar mereka hidup di jalan Tuhan.

Hamka (2018, hlm. 44) menjelaskan sebuah hadis, “Tiadalah sempurna akal manusia selama-lamanya, sebelum sempurna akalnya. Agama manusia ialah akalnya, dan siapa yang tiada berakal tiadalah agama baginya”.  

Begitu utmanya akal dalam keberagamaan manusia. Menurut riwayat Anas pernah dipuji-puji orang seorang sahabat dekat Rasulullah, dipuji ibadahnya, dipuji perangainya, dipuji keimanannya, adabnya dan sopannya. Tetapi Rasulullah Saw. Tiada memperdulikan pujian-pujian itu, hanya beliau bertanya, “bagaimanakah akalnya?” Mereka balik bertanya, “Bagaimana ya Rasulullah? Kami sebut segala macam kelebihannya, tetapi Rasulullah tanyai juga akalnya.” Maka Beliau bersabda “sesungguhnya orang yang ahmak (bodoh) tetapi rajin beribadah telah tertimpa bahaya lantaran bodohnya, lebih besar dari ada bahaya yang menimpa lantaran kejahatan orang yang durjana. Yang mengangkat manusia kepada derajat dekat kepada Tuhan ialah menurut kadar akal mereka jua”. (Hamka, 2018, hlm, 41).

Al khalil Ibn Ahmad berkata, Manusia itu ada empat: pertama, yang tahu dan tahu bahwa ia tahu. Ia adalah alim, maka ikutilah. Kedua, yang tahu tetapi ia tidak tahu bahwa ia tahu. Ia adalah orang yang tertidur, maka bangunkanlah. Ketiga, yang tidak tahu, dan tahu bahwa ia tidak tahu. Ia adalah orang yang mencari bimbingan, maka ajarilah. Keempat, yang tidak tahu, tetapi tidak tahu bahwa ia tidak tahu. Ia adalah orang bodoh, maka waspadailah. (Al Ghazali, 2016, hlm. 38).

Begitulah pentingnya mendidik akal manusia agar mereka menjadi manusia yang selalu patuh dan taat kepada Tuhannya dan bermanfaat bagi kesejhateraan umat manusia. Wallahu’alam.

Saturday, September 26, 2020

FILOSOFI QUR’AN DIBALIK JASMERAH

OLEH: TOTO SUHARYA

(Kepala Sekolah dan Guru Sejarah)

Jangan melupakan sejarah (Jasmerah). Kata-kata ini dikemukakan oleh Bung Karno sebagai wasiat kepada generasi penerusnya. Tapi tahukah dari mana kata-kata ini muncul? Bung Karno dengan literasinya yang tinggi, Beliau termasuk penafsir Qur’an yang handal. Kata-kata Jasmerah yang dikemukakannya diilhami dari ayat-ayat Al-Qur’an.

Bersumber pada sejarah manusia yang terekam di dalam Al-Qur’an, Sukarno menafsirkan bahwa sejarah memiliki hukum kehidupan. Apa yang terjadi di kemudian hari adalah buah dari kejadian yang terjadi di masa lalu. Inilah hukum sejarah yang dipahami Sukarno dari keterangan ayat Al-Qur’an. Hidup manusia sangat tergantung pada dialektika sejarah.

Beberapa ayat yang menjelaskan adanya hukum sejarah dijelaskan dalam Al-Qur’an. “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lohmahfuz) (yasin, 36:12). Ayat ini menjelaskan bagaimana manusia diadili kelak oleh Tuhan berdasarkan catatan sejarah hidupnya di bumi.

Lalu Allah menetapkan hukum sejarah yang berlaku pasti dan tidak akan megalami perubahan. Siraj (2012, hlm. 38) menjelaskan berlakunya hukum sejarah dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. (Al-Ahzab, 33:62).

Secara substantif kepastian itu dikabarkan di dalam Al-Qur’an. “Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. (Al Ankabuut, 29:7).

Atas dasar pengetahuan Al-Qur’an inilah Sukarno mengambil sebuah pemahaman tentang adanya hukum sejarah. “Bung Karno menjelaskan sejarah memiliki hukum kerjanya sendiri. Yang berbuat salah selalu menerima hukumannya. Yang mendapat benar akan mendapat ganjarannya. Itulah hukum tetap sejarah. Jangan lakukan kejahatan karena menurut sejarah, cepat atau lambat, pelakunya akan ditimpa nestapa. Selalulah berusaha benar, karena kebenaran itu akan menyelamatkan dan membahagiakan. Itulah pesan sejarah. Maka dari itu, jangan sekali-kali melupakan (hukum) sejarah” (Arifin, 2017, hlm. 47). Siraj (2012, hlm. 38).

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya (sejarah) untuk hari esok (masa depan/akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Hasr, 59:18).  Arifin (2017, hlm. 49). Berdasarkan ayat di atas, ditafsir bahwa sejarah adalah pelajaran untuk masa depan. Untuk menjalani masa depan dengan baik masa lalu merupakan kompasnya. Petunjuk masa depan ada pada sejarah masa lalu, dan sumber utama adalah Al-Qur’an, sebagaimana dua pertiga dari isi Al-Qur’an adalah kisah-kisah sejarah.

Oleh karena itu mata pelajaran sejarah adalah kemutlakkan untuk dipelajari di dalam kurikulum di sekolah. Indonesia sebuah bangsa besar akan terus terekam kebesarannya jika sejarah bangsanya dikabarkan terus dari generasi ke generasi. Menghilangkan mata pelajaran sejarah atau menjadikannya pilihan adalah langkah gegabah yang akan mengancam kebesaran dan keberadaban bangsa.

Jasmerah bukan sekedar kata-kata bijak karangan Bung Karno, tetapi sebagai kata-kata yang telah diilhami dari kitab suci Al-Qur’an. Maka barang siapa mencoba menghilangkan sejarah atau menyepelekannya dari kurikulum pembelajaran, bukan hanya tidak menghargai perjuangan para pendiri bangsa di masa lalu, tetapi mengabaikan dari perintah Allah swt yang tertuang di dalam Al-Qur’an.

Maka berhati-hatilah para pengambil kebijakan barang siapa ingkar kepada kebenaran maka sejarah akan membuktikannya dia akan mendapat balasannya. Dan barang siapa taat kepada Tuhannya dia akan mendapatkan kesejahteraan yang dijanjikan-Nya. Wallahu’alam. 

Thursday, September 17, 2020

SEJARAH ADALAH TAKDIR TUHAN

 Oleh: Muhammad Plato

Bangsa bangsa besar mecuci otak warga negaranya dengan cerita sejarah. Mereka membangga-banggakan bangsanya dengan merekonstruksi sejarah. Sejarah menjadi ruh bangsa selama bangsa itu berdiri. Semua yang diciptakan manusia berawal dari sejarah dan menjadi sejarah.

Sejarah adalah kejadian yang terjadi di masa lalu. Batas antara masa lalu, sekarang dan masa mendatang adalah waktu.  Dalam satu detik kejadian terjadi akan jadi sejarah. Jadi kapan masa lalu itu terjadi dan kapan masa depan itu kita temui? Batas masa lalu dan masa mendatang sebenarnya hanya hitungan detik. Manusia yang akan hidup 30 tahun ke depan dia sudah hidup sekarang.

Manusia yang akan hidup di akhirat dia sudah hidup sekarang mencicil membuat sejarah hidupnya. Tuhan akan mengadili manusia dengan melihat sejarah hidupnya. Barang siapa membuat catatan sejarah hidupnya penuh dengan kebaikan, maka dia akan mendapat kebaikan. Barang siapa membuat catatan sejarah hidupnya penuh dengan keburukan maka dia akan mendapat penderitaan. Itulah kepastian dari Tuhan. Takdir hidup manusia ditentukan oleh sejarah.

Begitu pentingnya sejarah, Tuhan mewahyukan berita-berita sejarah kepada utusan-Nya untuk disampaikan kepada umat. Tuhan memerintahkan pelajarilah sejarah manusia di masa lalu dan jadikanlah pelajaran untuk kehidupan mu di masa mendatang. Sejarah adalah kejadian yang terjadi di masa lalu, dan sesuatu yang terjadi di masa lalu tidak bisa kita ubah. Maka sejarah adalah takdir Tuhan karena tidak ada yang bisa kembali ke masa lalu. Jadi tidak ada yang bisa mengubah sejarah kecuali Tuhan.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lohmahfuz)” (Yasin, 36:12)

Atas kemurahan Tuhan manusia diberi kesempatan hidup setelah matinya untuk memperbaiki sejarah hidupnya sebelum kematian tiba lagi. Masa sekarang adalah masa dimana kita bisa menuliskan sejarah untuk kebaikan di masa mendatang. Sebuah takdir yang tidak bisa diubah dari Tuhan, manusia hanya bisa belajar dari masa lalu bukan dari masa mendatang.

“Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (Al Baqarah, 2:66). Mereka yang tidak mewajibkan belajar dari sejarah bukan golongan dari orang-orang yang bertakwa. Dia golongan pemecah belah yang menjerumuskan manusia pada perpecahan.     

Bangsa Indonesia ada mutlak karena ada sejarah. Jika bangsa Indonesia tidak belajar dari sejarah, lalu dari mana generasi demi generasi berikutnya bisa sadar bahwa dirinya ada sebagai bangsa Indonesia. Naif sebuah bangsa jika tidak mengajarkan sejarah bangsa sebagai pelajaran wajib bagi generasi bangsa berikutnya. Menghilangkan pelajaran sejarah sebagai pelajaran wajib dari kurikulum pendidikan adalah tindakan sabotase, tindakan separatis, yang akan mengancam eksistensi dan persatuan bangsa.     

Mereka yang sukses di masa depan adalah mereka yang sukses menciptakan masa lalu. Jika kesadaran sejarah dihilangkan dari anak-anak bangsa ini, lalu bagaimana mereka bisa menciptakan masa depan bangsanya? Perubahan atau penyederhanaan kurikulum adalah sebuah keniscayaan, namun jika menghilangkan kewajiban belajar sejarah bangsa kepada generasi penerusnya adalah alamat kehancuran bangsa. Jika sejarah kebangsaan tidak ada dalam kolektif memori bangsa Indonesia maka eksistensi bangsa Indonesia sedikit demi sedikit akan hilang dengan sendirinya. Wallahu’aam.

Sunday, September 13, 2020

INDONESIA TERANCAM HILANG

 OLEH: TOTO SUHARYA
(Sekretaris I DPP AKSI)

Suasana memanas, ketika menyimak diskusi dengan para ahli pendidikan yang sedang menyikapi isu perubahan kurikulum tahun 2020. Isu yang berkembang pada perubahan kurikulum mendatang adalah mata pelajaran sejarah akan hilang dari struktur kurikulum. What? Apakah bangsa ini sudah tidak lagi menghargai para leluhurnya? Jasmerah. “jangan sampai melupakan sejarah”, itu wasiat dari tokoh sejarah yang memimpin Indonesia merdeka. Jika benar ini terjadi, berani benar menghilangkan sejarah dari kolektif memory warga negaranya. Sangat berbahaya sekali pemikiran orang-orang yang ada dibalik perubahan kurikulum ini.

Wasiat para pemimpin jangan dianggap sepele. Wasiat ini membawa pesan fundamental bahwa hilangnya sejarah bangsa dari ingatan warga negara adalah tanda akan hilangnya sebuah negara. Wasiat dilihat dari hukum agama adalah sebuah amanah yang tidak boleh tidak harus dilakukan. Jika tidak menghargainya bangsa ini sedang terancam mengalami hilang ingatan sebagai bangsa Indonesia.  

Bangsa adalah sebuah imagine community, dimana warganya merasa satu bangsa karena ada masa lalu dan cita-cita yang sama. Penduduk Indonesia mau bersatu karena punya kesamaan sejarah. Di setiap kepala orang Indonesia memiliki kesamaan sejarah, pada masa lalunya pernah sama-sama berjuang untuk membebaskan diri dari ketidakadilan sosial, ekonomi, politik, budaya, dan agama. Orang Aceh, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Maluku, Papua dll., mau ikut bergabung dengan NKRI karena punya kesamaan sejarah. Budaya, suku, agama, bahasa, kulit, wajah, dll., kita semua berbeda, tapi karena kesamaan sejarah mereka berani menyatakan sebagai bangsa Indonesia yang harus merdeka. Timor Leste yang tidak punya kesamaan sejarah merasa bukan bagian bangsa Indonesia dan berhasil memisahkan diri. Sejarah Indonesia seharusnya menjadi mata pelajaran yang diwajibkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat global saat ini. 

Bangsa ini bisa berdiri karena masyarakat masih punya ingatan sejarah bangsanya. Setiap orang Indonesia harus mengenal sejarah bangsanya. Rasa kebangsaan seseorang akan sangat berkaitan dengan ingatan sejarah bangsanya. Identitas sebuah bangsa akan dimulai kapan berdiri, siapa pendirinya, mengapa berdiri, apa tujuannya?  sampai kapan berdiri? Kolektif memory sejarah warga negara adalah jati diri bangsa.

Mata pelajaran sejarah berbeda dengan karaktertistik pelajaran lainnya. Sejarah bukan hanya pembelajaran yang mengabarkan fakta. Sejarah mengabarkan hukum-hukum kehidupan yang berlaku pasti. Keberadaan masa sekarang dan masa yang akan datang mutlak keberadaannya karena sejarah. Apa yang terjadi saat ini disebabkan oleh masa lalu (sejarah). Jika ada orang memahami bahwa sejarah adalah masa lalu yang tidak perlu diungkap dan diajarkan, dia tidak memahami hakikat kehidupan dan bukan warga negara yang cerdas.

Orang yang sakit jiwanya tidak bisa mengingat masa lalunya. Orang yang sehat jiwanya dia bisa mengingat dari mana asalnya, dimana rumahnya, siapa saudaranya, dan siapa orang tuanya. Warga negara yang sehat jiwanya, mereka yang masih mengingat masa lalu perjuangan bangsanya, dan siapa para pemimpinnya. Mereka memiliki rasa bangga terhadap saudara-saudara, keturunannya dan apa yang dimilikinya.

Setiap manusia tidak bisa lari dari sejarah hidup dan sejarah bangsanya. Sejarah adalah takdir manusia. Jika sekelompok warga negara dijauhkan dari takdir hidupnya maka negara tersebut sedang menghadapi krisis kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia sedang dicuci otaknya untuk menjadi sebuah bangsa baru yang ingin didirikannya. Klaim dari kelompok Papua merdeka mereka mengisi otak pengikutnya dengan sejarah berbeda. Pelajaran sejarah harus mandiri tidak bisa digabungkan dengan mata pelajaran lain, karena serius sekali sejarah adalah jati diri bangsa.

Sejarah pembangun kesadaran berbangsa. Allah mengabarkan kisah-kisah masa lalu di dalam Al-Qur’an, agar manusia mengenal siapa dirinya. Allah memperkenakan dirinya kepada umat manusia melalui kisah-kisah manusia yang terjadi di masa lalu. Allah memberi petunjuk kepada manusia melalui perjalanan hidup manusia di masa lalu. Khabil, Qorun, Fir’aun, Namrud, adalah kisah-kisah sejarah manusia yang dikabarkan Allah kepada manusia agar manusia memahami berlakunya segala ketentuan dalam kehidupan manusia. Semua manusia belajar dari apa yang telah diciptakan dan dilakukannya. Seluruh kisah Para Nabi dapat diketahui keberadaannya melaui kisah sejarah, bahkan kitab suci yang ditinggalkan para nabi adalah kumpulan kisah sejarah karena telah terjadi di masa lalu.

Pelajaran Sejarah adalah pelajaran yang memperkenalkan jati diri bangsa. Hilangnya sebuah bangsa sedikit-sedikit diawali dari hilangnya sejarah bangsa dari kolektif memory warga negaranya. Di tengah-tengah derasnya arus informasi dan globalisasi, sesungguhnya setiap bangsa sedang menghadapi ujian apakah bangsa tersebut akan tetap berdiri atau hilang melebur menjadi bangsa baru dengan menciptakan sejarahnya sendiri. Ancaman hilangnya Palestina dari peta dunia sebagai bangsa ditandai dengan kekalahan warga Palestina dalam menjelaskan keberadaan sejarah bangsanya kepada penduduk dunia. Hilangnya Uni Soviet diawali dari hilangnya harapan, kesadaran, kesamaan sejarah dan visi bangsa dari warga negaranya.

Jika bangsa Indonesia masih ingin diakui eksitensinya di dunia, jangan pernah menjauhkan warga negara dari sejarah bangsanya. China, sekalipun saat ini telah menjadi negara dengan kekuatan ekonomi dan poitik dunia, dalam melakukan perubahan cita-cita bangsanya tidak menghilangkan pelajaran sejarah dari warga negaranya. Jangan melupakan sejarah itulah wasiat dari founding father bangsa kita. Apakah kita akan mengabaikannya dan menjadi manusia-manusia durhaka? Kecuali kita akan menanggung akibatnya, sedikit demi sedikit Indonesia akan menghilang dari pentas dunia. Wallahu’alam. 

Friday, September 11, 2020

BOCORAN KURIKULUM AKAN BERUBAH LAGI

 OLEH: TOTO SUHARYA

(Kepala Sekolah, Sekretaris I DPP AKSI)

Sejak diberakukannya kurikulum 2013, kini rencana perubahan kurikulum mulai mengemuka. Kurang lebih kurikulum 2013 sudah berusia 7 tahun. Hal paling mendasar dari perubahan kurikulum adalah perubahan zaman yang menuntut arah tujuan baru dalam pembangunan sumber daya manusia.

Anthony Gidden (1998) seorang sosiolog menawarkan sebuah konsep The Third Way untuk beradaftasi dengan kondisi zaman saat ini. The Third Way menawarkan tujuh nilai yang harus dimiliki oleh manusia-manusia abad ini; 1.equality 2. protection of the vulnerable 3. freedom as autonomy 4. no rights without responsibilities 5. no authority without democracy 6. cosmopolitan pluralism 7. philosophic conservatism. Nilai-nilai ini menjadi ukuran sebuah prilaku manusia agar bisa beradaftasi dan terciptanya kesejahteraan masyarakat dunia. Setiap individu saat ini tidak hidup dalam suatu kelompok negara, tetapi sudah menjadi bagian dari masyarakat global.

Agama tidak lagi dipandang sebagai bagian dari kelompok-kelompok ekslusif melainkan agama yang rahmatanlilaamin. Agama yang membawa ajaran internasional yang memberi petunjuk dan melindungi seluruh umat manusia di muka bumi. Kehidupan bertetangga bukan lagi dalam kerangka sebuah negara, tetapi antar negara dan bangsa. Kerjasama ekonomi, sosial, budaya, dan komunikasi melampau batas-batas negara. Semua sudah mejadi warga satu planet bumi yang harus menjaga kelestarian bumi dan kesejahteraan penduduknya bersama-sama.

Nilai-nilai konseravatif dalam ajaran agama dan kearifan lokal yang mengandung nilai universal perlu dipertahankan. Agama tetap dibutuhkan keberadaanya sebagai petunjuk hidup menuju kehidupan sejahtera seluruh manusia di dunia dan akhirat. Prilaku-prilaku penguasa dan masyarakat yang membawa kerusakkan tatanan kehidupan bernegara perlu dikontrol bersama-sama oleh penduduk bumi.

Dalam melakukan perubahan tujuan politik negara, China pun melakukan perubahan dalam kurikulum pembelajarannya. “isi buku-buku teks sejarah dunia dilakukan perubahan, difokuskan pada sejarah pertumbuhan ekonomi, inovasi, perdagagan luar negeri, stabilitas politik, hormat kepada keragaman budaya, dan harmoni sosial. J.P Morgan, Bill Gate, Bursa Saham New York, satelit ruang angkasa AS, dan kereta api cepat Jepang adalah gambar-gambar yang ditampilkan untuk membangun cita-cita warga negara. Adapun perang-perang, dinasti-dinasti dan revolusi-revolusi komunis dibuang dari buku teks, diganti dengan petunjuk-petunjuk halaman berwarna tentang ekonomi, teknologi, adat-adat kebiasaan, dan globalisasi.  Sosialisme telah dikurangi menjadi satu bab tunggal yang pendek dalam buku pelajaran sejarah SMA. Komunis China sebelum adanya reformasi ekonomi tahun 1979 disapu hanya dalam satu kalimat, dalam bab etiket. (Mahbubani, 2011, hlm. 23).

Apa yang dilakukan China, bukan apa yang harus kita contoh tapi bagaimana upaya mereka dalam merubah tatanan kehidupan politik masyarakat menyesuaikan diri dengan arah pembangunan manusia itulah langkah yang harus kita pikirkan. Tujuan pembangunan negara kita harus sesuai dengan perubahan dan tuntutan zaman. Kurikulum pendidikan harus mengalami beberapa penyesuaian berdasar arah pembangunan yang kita cita-citakan sesuai perkembangan zaman.

Sejarah perjuangan bangsa yang terlalu banyak informasi perang perlawanan penjajahan masa kolonial Belanda, porsinya harus dikurangi dan diganti dengan sejarah peranan ekonomi Nusantara dalam percaturan politik dunia. Peserta didik harus diberi kesadaran bahwa mereka berada di sebuah negara yang sejak dahulu menjadi pusat sumber daya alam dunia hingga sekarang. Keberhasilan VOC membangun perusahaan global beratus-ratus tahun meraih keuntungan besar dari Indonesia harus jadi bahan pelajaran bahwa Indonesia sampai sekarang berpotensi besar menjadi negara penyumbang kesejahteraan penduduk dunia dan harus dikelola sendiri untuk mesejahterakan warga negara dan penduduk dunia.

Kurikulum sejarah terlalu mengajarkan patriotisme gaya abad ke-20 yang harus mengusir penjajah secara fisik dari tanah air. Subtansi kurikulum sejarah seperti itu, faktanya sekarang hanya melahirkan warga negara sebagai satuan tugas penjaga keamaan (satpam). India untuk menjaga kedaulatan negaranya sudah melibatkan 12.000 entrepreneur dibidang teknologi informasi. China memanen 30.000 doktor dan menyambut kepulangan 200.000 ahli-ahli yang terdiaspora di luar negeri. (Mahbubani, 2011, hlm. 76). Orang-orang cerdas ini disediakan untuk menjaga kedaulatan bangsa di abad ke-21.

Kejayaan sedang kembali ke timur ditandai dengan kebangkitan teknologi dan ekonomi China. Indonesia mau tidak mau akan jadi bagian dari kebangkitan ekonomi dari negara-negara di Asia. Insya Allah harapan ini semoga terwujud pada tahun emas di mana jumlah penduduk produktif Indonesia lebih banyak dari jumlah non produktif.  Wallahu’alam.

KARAKTER MEMBERI

 OLEH: TOTO SUHARYA

Mellihat kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan orang-orang senang memberi, lebih banyak orang yang diberi dibanding orang yang memberi. Orang-orang yang suka memberi itu menyenangkan. Kehadirannya dinanti-nanti orang. Bumi dan isinya tidak akan cukup bagi mereka yang serakah, tetapi bumi ini akan melimpah bagi orang-orang yang suka memberi.

Fenomena sangat memilukan hati ketika masa pandemi telah berdampak pada ekonomi masyarakat. Ribuan orang kehilangan pekerjaan karena aktivitas ekonomi masyarakat menurun dan perusahaan terbebani oleh gaji karyawan. Pemberhentian karyawan besar-besaran menjadi solusi bagi setiap perusahaan. Lapangan kerja menjadi sempit dan persaingan sangat ketat. Antrian panjang lamaran kerja ke sebuah perusahaan menjadi fenomena memilukan. Di sebuah kantor polisi, penduduk antri berdesakkan sejak subuh hanya untuk mendapatkan keterangan kelakuan baik sebagai syarat lamaran kerja. Fenomena ini menunjukkan bahwa negara ini membutuhkan lebih banyak orang dengan karakter memberi yang kelak bisa mengembangkan binis untuk memberikan banyak pekerjaan kepada masyarakat.   

Pendidikan adalah upaya kita melestarikan nilai-nilai yang baik agar tetap hidup di lingkungan masyarakat. Nilai-nilai yang baik yang harus kita lestarikan adalah nilai-nilai yang dapat membawa kesejahteraan pada umat manusia. Salah satu nilai pembentuk karakter yang harus diwariskan secara turun menurun adalah  suka memberi.

Jumlah orang berkarakter memberi yang dibutuhkan berdasarkan populasi jumah penduduk sebuah negara adalah sepertiga (1/3) dari jumlah penduduk. Diperkirakan satu orang penduduk minimal harus menanggung tiga sampai empat orang ekonomi penduduk agar negara menjadi sejahtera. Manusia berkarakter memberi adalah manusia kualitas tinggi yang akan menghidupkan ekonomi negara dan menanggung kesejahteraan masyarakat dalam sebuah negara.

Karakter memberi menjadi karakter dasar yang harus diwariskan terus menerus dalam dunia pendidikan karena memberi bagian dari konsep dasar kehidupan. Alam semesta diciptakan dalam konsep memberi. Matahari, air, tanah, udara, tugasnya hanya memberi. Alam memberi berbagai fasilitas pada kehidupan manusia. Sinar matahari setiap hari bersinar memberikan berbagai keuntungan pada tumbuhan, hewan dan manusia, seolah tanpa lelah memberi. Ribuan ayam, sapi, kambing telah dipotong tanpa memperhatikan kondisi hewan-hewan tersebut apakah sedih atau senang. Namun belum pernah terjadi ada demo ayam, sapi dan kambing memprotes prilaku manusia terhadap mereka. Hewan-hewan diciptakan untuk memberi kesejahteraan pada kehidupan. Karakter memberi adalah sebuah prinsip dasar dalam kehidupan.

Hanya manusia yang kadang hidupnya bertentangan dengan prinsip kehidupan. Manusia bisa saling memangsa antar sesama. Egoisme, narsisme, hedonisme, kapitalisme adalah pola-pola prilaku pikir manusia yang bertentangan dengan prinsip kehidupan. Kisah Khabil, Qorun dan Firaun adalah gambaran kisah sosok manusia yang hidup bertentangan dengan prinsip kehidupan. Kaum Tsamud, Luth, Qurais, adalah gambaran karakter masyarakat yang bertentangan dengan prinsip kehidupan. Kisah-kisah masa lalu dikabarkan Tuhan kepada manusia agar manusia bisa belajar membuktikan kebenaran tanpa harus melakukan percobaan atau terjerumus pada perbuatan buruk. Keberadaan masa lalu sangat penting agar manusia bisa mengetahui berlakunya prinsip-prinsip kehidupan dan termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip kehidupan.  

Prinsip kehidupan dikabarkan di dalam kitab suci sebagai anugerah untuk manusia. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (Al Baqarah, 2:261).

Informasi yang tertulis dalam Al-Qur’an menjadi bukti bahwa tugas utama pendidikan adalah menciptakan manusia-manusia berkarakter memberi. Berbagai macam cara, program-program di sekolah harus mengarah pada karakter memberi agar generasi-generasi penerus kita menjadi manusia-manusia penyejahtera di masa yang akan datang. Wallahu’alam.

Friday, September 4, 2020

ILMU PENDIDIKAN DARI KIAI

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Menyimak podcast Dahlan Iskan dengan Kiai Asep Saifuddin, saya menemukan kisah-kisah utusan yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Saya nikmati kisah ini hingga tergerak untuk menuangkannya dalam tulisan, agar pelajaranya tersebar luas dan bermanfaat terutama untuk diri saya.

Kisah Kiai yang penuh dengan kesulitan dan berakhir dengan penuh berkah dari Allah swt adalah pelajaran logika dari Allah swt tentang kehidupan. Pelajaran logika kehidupan dari Allah swt adalah kesulitan yang berhasil dijalani dengan tetap berada di jalan Allah swt adalah penyebab keberkahan rezeki dari Allah swt. Logika ini sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an, bahwa kesulitan adalah sebab dan kemudahan adalah akibat.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Alam Nasyrah, 94:5-6).

Perjalanan panjang Kiai Asep menemui teman-temannya di Jawa timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatera seperti melihat bagaimana kisah Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Muhammad dan para utusan lainnya. Perjalanan hijrah dari satu tempat ke tempat lain dijalani dengan penuh kesulitan, kesederhanaan, dan penderitaan.  Namun perjalanan itu tidak mencari tujuan atas kehendak dirinya tetapi atas dasar kehendak Allah swt dengan jalan Istikharah. Perjalanan hijrah adalah kisah yang harus ditempuh oleh manusia agar manusia banyak belajar dari berbagai macam situasi dan orang.

Dalam kondisi yatim, Kiasi Asep Saifuddin selalu menjaga dirinya untuk tidak minta dan dikasihani orang lain. Dua hari tidak makan hanya minum air keran, demi harga dirinya Beliau memakan nasi-nasi bekas dikuali sambil membersihkan kuali agar siap kembali digunakan. Itupun dilakukannya dalam kondisi sepi malam supaya tidak mendapat perhatian orang.  

Kisah unik lainnya adalah Beliau tidak pernah lepas dari istikharah dalam mengambil keputusan. Dalam kondisi sulit atau senang ketika mau mengambil keputusan selalu diawali dengan shalat instikharah. Shalat istikharah adalah doa minta petunjuk agar segala keputusan yang diambil baik berdasar mimpi, hasil pertimbangan rasional, atau pun faktor lainnya berharap selalu mendapat bimbingan Allah. Ketika berada di Sumatera dan beristikharah, Beliau melihat ibunya melambai-lambaikan tangan. Tanda itu beliau baca sebagai akhir dari karir di Sumatera dan kembali pulang ke orang tuanya.

Kisah Kiai Asep Saifuddin menarik lainnya adalah ketika mencari jodoh di Jawa Timur. Dirinya selalu mengalami kegagalan untuk menikah. Dari kejadian itu, Beliau berdoa kepada Allah “jodohkanlah aku dengan orang yang tidak punya kekayaan, pendidikan, kedudukan, dan nasab”. Doa ini dilantunkan karena orang-orang selalu terjebak dengan kekayaan, pendidikan, kedudukan, dan nasab. Orang kaya akan mencari jodoh berdasar kekayaan. Orang berpendidikan akan melihat jodoh berdasar pendidikan. Orang berkedudukan akan melihat jodoh berdasar kedudukannya. Orang bernasab akan melihat jodoh dengan nasabnya. Kiai Asep Saifuddin menyimpulkan bahwa pandangan orang selalu terjebak minimal oleh empat faktor itu untuk melihat masa depan seseorang. Jadi Beliau berdoa untuk dijodohkan dengan orang yang benar-benar menghargai dirinya sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Akhirnya dia diberi jodoh yang tidak memiliki kriteria sesuai dengan doanya. Istri tersebut kini menjadi partner Kiai Asep Saifuddin dalam menebarkan ilmu dan keberkahan di muka bumi.

Pelajaran besar dari kisah Kiai Asep Saifuddin ketika memberikan dengan ikhlas sekolah yang dibangunnya diambil oleh pemilik tanah. Keluarga pemilik tanah mengambil alih sekolah yang jumlahnya sudah mencapai 1500an siswa, dan hanya diberi bagian sekolah yang hanya berisi ratusan dan tidak mendapat kepercayaan masyarakat, dan akses jalan masuk sekolah ditutup oleh pemilik tanah. Beliau tidak mengambil langkah hukum untuk memperkarakan kasus ini tetapi berserah diri kepada Allah dan kembali membangun sekolah dari awal. Dalam satu tahun kondisi sekolah sudah berbalik. Sekolah yang dikelola Kiai kembali jumlahnya ribuan dan sekolah yang sebelahnya hanya ratusan.

Kisah ini memberi pelajaran bahwa Allah akan menggantikan pengorbanan besar dengan keberhasilan yang besar. Ketauhidan kepada Allah membuat Kiai Asep Saifuddin bersikap tenang, tidak benci, dan menjalani cobaan dengan tetap optimis. Sudah ribuan siswa dan mahasiswa dalam dan luar negeri diberi beasiswa oleh Kiai Asep. Kini Beliau becita-cita menjadikan Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam internasional, dengan mendirikan kampus di isi mahasiswa dari berbagai negara di dunia.

Beliau sudah menemukan kuncinya bahwa untuk menjadi pusat pendidikan faktor pertamanya adalah kampus harus banyak memberikan beasiswa kepada mahasiswa internasional. Itulah yang akan mendatangkan mahasiswa-mahasiswa dari luar negeri ke Indonesia. Yaman, Mesir kekayaannya lebih kecil dari Indonesia, tetapi kenapa mereka bisa menjadi pusat pendidikan Islam dunia, karena mereka memiliki beasiswa, beasiswa untuk mahasiswa internasional. Demikian juga yang dilakukan kampus-kampus di Amerika.

Kesimpulan akhir dari kisah Kiai Asep Saifuddin adalah keberhasilan seseorang sudah ditentukan oleh Allah. Orang-orang sukses ditentukan Allah akan terjadi kepada orang-orang yang berakhlak baik. Sebaik-baiknya akhlak adalah mereka yang memberi jalan kesejahteraan bagi kehidupan orang lain.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. (Al Buruuj, 85:11) Akhlak baik adalah sebab dan sukses (keberuntungan besar) adalah akibatnya. Itulah logika Allah. Wallahu’alam.

Sunday, August 30, 2020

AKTIVITAS BELAJAR MENURUT AL-QUR'AN

 OLEH: TOTO SUHARYA

(Kepala Sekolah, Sekretaris I DPP AKSI)

Definisi belajar mungkin sudah banyak dikemukakan oleh para ahli pendidikan. Namun jika ditanya apa definisi belajar menurut Al-Qur’an? Anda harus membuka kitab-kitab Arab gundul dan pasti kesulitan karena keterbatasan membaca dan memahaminya. Kali ini saya akan membantu anda untuk sedikit menjelaskan, dengan pendekatan dan metode yang saya kembangkan.

Aktivitas belajar bisa kita lihat kata operasionalnya di dalam Al-Qur’an. Aktivitas belajar sesuai berita Al-Qur’an saya temukan tiga konsep yaitu mendengar, melihat, dan berpikir. Kata-kata ini tersebar dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Kurang lebih ada 134 kata mendengar diulang-ulang dalam berbagai ayat dalam Al-Qur’an.

“Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah)…” (Al An’aam, 6:36)

“Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)? (Al ‘Araaf, 7:100).

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).” (An Nahl, 16:65).

Belajar adalah aktivitas mendengar. Jadi aktivitas yang harus dilatihkan pada anak-anak adalah kemampuan mereka untuk mendengar. Anak-anak pembelajar adalah mereka yang banyak mendengar. Mendengar adalah kompetensi yang harus dilatihkan pada anak-anak sejak dini. Bisa dipahami oleh kita bahwa kurikulum di Jepang untuk anak-anak TK adalah mendengar. Mendengar adalah prilaku orang-orang terpelajar. Di Jepang mendengar menjadi budaya bukan hanya di sekolah tetapi di setiap kegiatan kemasyarakatan. Jepang juga termasuk negara dengan tingkat kesejahteraan tinggi.

Bagi laki-laki muslim, perintah mendengarkan ketika mau khutbah Jumat pasti diingatkan. Begitu pentingnya mendengar karena dengan mendengar informasi bisa masuk ke dalam otak dan dipikirkan oleh hati.

Aktivitas belajar lainnya yang diberitakan dalam Al-Qur’an adalah melihat. Kata melihat bisa kita temukan dalam ayat Al-Qur’an di bawah ini. Kata melihat terekam dalam terjemahan Al-Qur’an kurang lebih sebanyak 237 kali.

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (Al Jaatsiyah, 45:23).

Belajar adalah aktivitas melihat. Kegiatan melihat itu seperti yang dilakukan oleh para ilmuwan yaitu percobaan dan pengamatan. Sains dan teknologi ditemukan melalui kegiatan melihat. Tanpa bantuan melihat manusia tidak dapat memahami berbagai gejala alam. Prilaku alam, hewan, tumbuhan, manusia, bisa dipahami dengan melakukan pengamatan (melihat).

Pembelajaran yang baik jika anak-anak bisa diajak melihat langsung setiap kejadian melalui percobaan. Setiap metode pembelajaran sebaiknya menampilkan bahan ajar supaya bisa dilihat.

Aktivitas belajar selanjutnya adalah berpikir. Membaca sebagai perintah Allah pada ayat pertama turun berkaitan dengan membaca. Ketika kita membaca aktivitas dominannya selain melihat adalah berpikir. Kata berpikir dalam terjemahan kurang lebih ada 12 kali diberitakan di dalam Al-Qur’an.

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.(Al Hasyr, 59:21).

Berpikir adalah aktivitas akal dan hati. Aktivitas berpikir ini sering dimusuhi oleh sebagian penganut agama. Permusuhan ini bukan didasari oleh ajaran agama tapi tradisi konflik sejarah masa lalu yang terbawa hingga sekarang. Padahal dalam konteks pembelajaran, tidak mungkin anak-anak hanya belajar dengan mendengar dan melihat saja, tanpa melakukan proses berpikir.

Tanpa aktivitas berpikir melihat dan mendengar hanya akan jadi kegiatan input pengetahuan tanpa proses pemahaman mendalam. Tanpa berpikir kita tidak akan pernah bisa menciptakan alat-alat untuk membantu kesulitan hidup manusia.

Berdasarkan konsep aktivitas belajar di atas, mulai tahap dasar anak-anak harus diajari bagaimana mendengar, melihat dan berpikir. Pendidikan kita mengalami kelemahan diketiganya. Saatnya kembali ke konsep Qur’an perbaiki proses pembelajaran kita. Ajari anak kita mendengar, melihat, dan berpikir. Membaca adalah aktivitas melihat dan berpikir yang harus sering kita ajarkan. Hal yang paling sulit dalam dunia pendidikan ternyata mengajarkan berpikir.  Wallahu’alam.

Saturday, August 29, 2020

MEMAHAMI OTAK LAKI-LAKI

 OLEH: TOTO SUHARYA

(Kepala sekolah, Sekretaris I AKSI)

Informasi ini saya resume dari buku Male Brain karya Louann Brizendine tahun 2010, Jakarta, penerbit Ufuk press.  Saya coba ambil hasil-hasil penelitian otak yang akan berkaitan dengan prilaku laki-laki. Ilmu ini sangat bermanfaat bagi siapa yang ingin memahami laki-laki, atau bagi para perempuan yang ingin menaklukkan laki-laki, atau bagi para ibu yang ingin mengasuh dengan baik anak-anak laki-lakinya. Semua bakat dan penyebab prilaku manusia ada di otak. Saya sajikan fakta-fakta tentang otak laki-laki dan silahkan anda menfasirkan dan mengambil manfaatnya.

“laki-laki memiliki ruang otak 2,5 kali lebih luas yang ditujukan untuk hasrat seksual di dalam hipotelamus mereka. Laki-laki juga memiliki pusat otak yang lebih besar untuk tindakan yang memerlukan otot dan agresi”. Otak laki-aki dibentuk untuk mengedepankan pencarian seksual.

Kemampuan hebat anak laki-laki untuk melacak benda bergerak bukan disebabkan oleh lingkungannya. Hal itu adalah dari otak laki-laki. Sejumlah prilaku dan keterampilan dibentuk dan deprogram secara alamiah di dalam otak laki-laki, sementara yang lain dibentuk dalam otak perempuan. Perbedaan laki-laki dan perempuan diperkuat oleh budaya dan pengalaman hidup, tetapi semua bermula dari otak.



Otak laki-laki muda lebih dikendalikan oleh kesenangan dan imbalan karena mendapatkan benda yang diinginkan, bahkan berani dengan resiko mendapat hukuman. Bagaimanapun berusaha memengaruhi, anak laki-laki akan bermain balapan, berperang melawan musuh khayalan, membangun dan merusak, serta mencari kesenangan baru. Anak laki-laki tertarik permainan kompetitif (waktu 65%) dan anak perempuan tertarik melakukan permainan Kerjasama.

Anak perempuan lebih sering menggambar orang, binatang piaraan, bunga, dan pohon serta lebih banyak menggunakan warna. Siswa laki-laki SD memilih menggambar aksi, tabrakan pesawat, mobil, semua gambar dinamis, menggunakan beberapa warna.

Kemenangan sangat penting bagi laki-laki. Tujuan utama permainan bagi laki-laki adalah menang. Bagi otak laki-laki teriakan menang adalah segalanya. Otak laki-laki tidak dibuat untuk berpikir ke masa depan. Pubertas bisa mengubah segalanya. Tahap perkembangan anak-anak ini menuntut teknik pengasuhan yang sulit, yaitu dengan mengulur tanpa terlepas.

Otak laki-laki dibentuk untuk jadi petualang. Sistem sekolah yang ada di kelas secara langsung berkonflik dengan otak remaja putra yang mencari kebebasan dan petualangan. Jam tidur di dalam otak anak laki-laki usia 11 atau 12 tahun berubah. Dia begadang dan tidur menjelang pagi.

Otak laki-laki diaktifkan dengan musik sama dengan perempuan, tetapi otak laki-laki tidak diaktifkan dengan suara music monoton. Anak laki-laki suka membicarakan permainan serta benda, sementara anak perempuan membicarakan orang dan hubungan. Anak laki-laki tidak suka bicara pribadi, terutama dengan orang tua mereka. Otak laki-laki remaja usia 16-17 tahun akan sangat mencari otonomi dari orang tuanya.

Primata betina melakukan hubungan seksual dengan primate jantan yang membawakan mereka makanan. Janji, hadiah, bunga, memperlihatkan kekuatan, keterampilan, adalah taknik laki-laki untuk mendapatkan seksual. Penelitian menemukan tiga dari empat laki-laki berkata, mereka bersedia untuk berbohong atau ‘memodifikasi’ kebenaran agar dapat membujuk perempuan supaya mau berhubungan seks dengan mereka.

Dalam suasana jatuh cinta, laki-laki dan perempuan mengatakan, mereka menghabiskan watu terjaga mereka sebanyak 85% untuk membayangkan kekasih mereka. Otak laki-laki lebih cepat memikirkan seksual tetapi akan berakhir dengan begitu saja.

Otak memiliki dua sistem memori independent. Satu adalah memori untuk objek atau peristiwa tanpa emosi, dan yang lain adalah untuk kenangan yang diperkuat oleh emosi. Laki-laki mengingat fakta dan bentuk, sedang perempuan tidak hanya mengingat fakta tetapi juga setiap rincian emosi yang mereka rasakan.

Kemarahan bisa menyebabkan pemikiran yang tidak sempurna dengan mengurangi persepsi tentang risiko dan memicu agresi, tetapi kemarahan bisa membuat kita berpikir dengan lebih jernih juga. Kemarahan menimbulkan analisis yang lebih hati-hati dan rasional tentang alasan orang lain sehingga dalam sejumlah kasus, kemarahan bisa membuat orang-orang menjadi lebih rasional, bukannya kurnag rasional.

Orang kesepian akan lebih cepat mati daripada orang seusia mereka yang tidak kesepian. Otak laki-laki yang sudah matang menjadi semakin menyerupai otak perempuan dewasa secara hormonal. Laki-laki bisa mendapat peluang kesuburan kedua, ketiga, atau keempat, sesuatu yang tidak dimiliki perempuan. Sejumlah wilayah otak yang tidak diaktifkan tidak sebanyak yang dialami otak manusia ketika mereka diisolasi secara sosial.

Dari hasil penelitian menyatakan, laki-laki tetap menganggap seks sebagai manfaat utama dari perkawinan, bahkan di usia tua. Otak laki-laki paruh baya lebih memaafkan dan melupakan. Otak laki-laki homoseksual menyerupai otak perempuan. Penyebab orientasi seks salah satunya adalah gen, dan yang lainnya belum teridentifikasi. 

SEKOLAH AGEN PROPAGANDA

OLEH: TOTO SUHARYA (Kepala Sekolah, Sekretaris DPP AKSI, KACI) Sekolah adalah lembaga yang ditugasi negara untuk mempropagandakan tujuan-t...