Showing posts with label pendidikan karakter. Show all posts
Showing posts with label pendidikan karakter. Show all posts

Monday, March 21, 2022

LIMA PESAN UNTUK PARA LULUSAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Sebentar lagi anak-anak kelas 12 masa studinya akan berakhir. Semua program telah diupayakan dan semoga para lulusan bisa meraih cita-cita dan kemudahan dalam segala urusan. Sebagaimana kita ketahui, segala apa yang diberikan di sekolah bermuara pada perbendaharaan pengetahuan yang tersimpan dalam long term memory anak-anak. Ijazah hanya sebagai tanda bahwa anak-anak pernah bersekolah, namun yang lebih penting lagi sebagai tanda pernah belajar berpikir. Segala pengetahuan yang diberikan bapak ibu guru tentunya tidak akan semua diingat, dan yang pasti diingat adalah yang memiiki kesan mendalam hingga tersimpan dalam memori yang tak terlupakan. Pengetahuan yang tersimpan dalam jangka waktu lama, itulah ilmu pengetahuan yang menjadi milik anak-anak dan akan menjadi ciri dari kualitas pribadi anak-anak.

Sambi menanda tangani karya tulis hasil projek anak-anak, saya cermati semua projek yang dilakukan anak-anak. Anak-anak di daerah dengan di kota besar memang menunjukkan perbedaan. Mungkin karena latar belakang dari pendidikan orang tua, fasilitas, kesejahteraan, kemudahan akses informasi, saya perhatikan kreatifitas anak-anak di kota besar memiliki perbedaan signifikan. Program projeck base learning yang digulirkan oleh sekolah, disambut dengan berbagai macam ide projek sesuai dengan dunia anak-anak zaman sekarang.  

Satu per satu projek anak-anak saya pahami, dari mana gagasan mereka dapatkan dan dari mana kemampuan memanfaatkan teknologi mereka dapatkan. Mereka gunakan aplikasi-aplikasi yang tidak familiar di pikiran saya. Ketika saya katakan aplikasi yang mereka gunakan baru saya kenal, anak anak menjawab aplikasi yang mereka gunakan sudah familiar di kalangan remaja seusia SMA. Lalu saya minta penjelasan bagaimana cara mengunakan aplikasi tersebut dan apa manfaatnya. Mereka menjelaskan dengan detail hingga poin-poin tertentu yang bisa menghasilkan kapital. Saya katakan pada mereka, “jika nanti presentasi jangan membaca catatan untuk itu materi harus benar-benar dikuasi”. Mereka menjawab dengan percaya diri, “semuanya sudah ada dalam kepala”.

Sedikit merenung, inilah zaman sebagaimana dikatakan Ki Hadjar Dewantara kurang lebih 40 tahun yang lalu, “semua ruang adalah kelas dan semua orang adalah guru”. Ketika saya mendengar penjelasan anak-anak bagaimana aplikasi yang mereka gunakan dan mereka kembangkan untuk kepentingan pendidikan, saya sedang membuktikan kebenaran kata-kata Ki Hadjar Dewantara, saya sedang belajar pada guru yaitu siswa. Jadi saya sadar betul zaman sudah berubah, pengetahuan tidak lagi mutlak milik guru dan guru tidak bisa lagi memonopoli diri sebagai orang paling pintar. Guru dan siswa harus sama-sama rendah hati, interaksi yang terjadi bukan lagi sebagai raja dan abdi, tetapi sebagai partner yang harus bersinergi.

Setelah lama mendengarkan anak-anak menjeaskan projek yang mereka lakukan, saatnya saya sebagai guru yang sudah punya pengalaman dan literasi yang cukup lama dalam bidang pendidikan, menyampaikan sebuah pesan terakhir agar bisa hidup sukses semuda mungkin. Pertama, sesuai dengan tujuan pendidikan, saya sampaikan sampai kapanpun Tuhan akan tetap ada, Dia pengendali dan pemberi kemudahan dalam segala urusan. Untuk itu, dasar karakter yang harus dimiliki adalah harus menjadi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, minimalnya ditandai dengan selalu berpikir positif pada setiap keadaan dengan membiasakan membangun harapan-harapan baik kepada Tuhan dengan disiplin berdoa setiap hari sesuai keyakinan, bagi muslim shalat lima waktu dan dhuha 12 rakaat. Kedua, karakter baik yang harus adalah menjadi pribadi yang menghargai ilmu pengetahuan sebagai kebutuhan untuk memenuhi nutrisi otak. Membaca harus menjadi kegiatan mempribadi dan berlaku sepanjang hayat, karena semua yang berhasil diciptakan manusia dasarnya dari pengetahuan. Ketiga, karakter dermawan harus benar-benar jadi mindset pada saat mau melakukan kegiatan apapun di muka bumi ini. Karakter dermawan adalah prilaku pemberkah yang bisa mendatangkan berbagai macam kebaikan dalam kehdiupan sesama manusia di seluruh dunia. Dalam posisi apapun kedermawanan menjadi karakter yang sangat dinanti-nantikan oleh semua orang pada kita menempati sebuah peran. Keempat, karakter sebagai seorang entrepreneur adalah modal bagi setiap orang agar bisa menghadapi segala permasalahan dalam kehidupan. Seorang entrepreneur tidak pernah tergantung pada sesuatu atau seseorang. Seorang entrepreneur akan selalu kreatif berusaha mencari jalan keluar. Satu-satunya sikap ketergantungan bagi seorang entrepreneur hanya kepada Tuhan Yang Ghaib. Kelima, mental ivestor harus benar-benar menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari. Setiap tindakan harus menjadi investasi hidup di masa mendatang hingga kehidupan setelah kematian. Mental-mental kreditor harus diminimalisir untuk menghindari perbudakkan dalam segala aspek kehidupan. 

Semoga lima pesan ini menjadi akhir pertemuan dan menjadi pedoman yang bisa membawa para lulusan menjadi manusia-manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, kreatif dan berilmu, penyejahtera pembawa damai di muka bumi, mandiri, sukses di dunia dan akhirat. Selamat jalan anak-anak semoga hari-hari mu terus menyenangkan dan mensejahterakan. Kami titipkan cita-cita, semoga kalian bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa besar yang dikelola oleh manusia-manusia berjiwa besar, pemimpin penyejahtera alam di bawah bimbingan Tuhan Allah swt. Wallahu’alam. 

Saturday, March 5, 2022

RAHASIA SUKSES INVESTOR SAHAM

 OLEH: Dr. TOTO SUHARYA, S.Pd., M.Pd.

Bagi penulis, tidak ada pekerjaan yang nikmat seperti surga di bumi ini, kecuali menjadi investor. Lo Kheng Hong, Warren Buffett, adalah orang-orang yang sudah merefresentasikan bagaimana hidup di muka bumi ini seperti di surga. Bagi mereka yang sudah berinvestasi saham selama puluhan tahun, di masa tuanya benar-benar mendapati hidup seperti di surga, yang hanya tidur, kerja dari rumah, semuanya seperti sudah dilayani Tuhan. Semua orang pasti bercita-cita hidup seperti di surga, dan mungkin hanya Lo Kheng Hong yang sudah merasakan bagaimana nikmat seperti hidup di surga nanti. Bukan halusinasi, bukan khayalan, hidup banyak tidur penghasilan terus meningkat, telah dialami oleh para investor dalam dan luar negeri.

Para investor yang sudah menikmati hidup senang saat ini, bukan berarti tanpa risiko hidup yang telah dialaminya. Tentu saja, ada syarat agar bisa mencapai tahapan hidup seperti di surga seperti dirasakan oleh Lo Keng Hong sekarang. Menyimak dan belajar dari pola hidup Lo Kheng Hong, syarat menjadi seorang investor berkaitan dengan karakter baik yang harus dimiliki seseorang. Seorang investor bukan juara-juara lomba di sekolah, atau orang dengan ulusan kuliah IPK tinggi, atau lulusan universitas ternama dari luar negeri. Syarat menjadi investor itu adalah berakarakter baik, berakhlak mulia, berjiwa tenang, sabar, berani mengambil risiko, dan cinta damai. Karakter baik Lo Kheng Hong seperti karakter baik yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada kita semua.

Menyimak pernyataan Lo Kheng Hong, syarat menjadi seorang investor; Pertama adalah berkarakter sabar. Keuntungan-keuntungan besar dari saham tidak didapat dalam waktu singkat. Hong menanamkan sahamnya untuk jangka panjang. Saham terlamanya sampai bisa menghasilkan berlipat ganda pernah menunggu sampai 16 tahun. Hidupnya yang penuh dengan kesejahteraan dan kedamaian setelah kurang lebih 30-40 tahun berinvestasi saham. Jika tidak punya karakter sabar, keuntungan besar itu tidak akan pernah bisa diraihnya. Untuk itu para investor saham mengajarkan untuk mulai berinvestasi sejak dini. Warren Buffett mulai berinvestasi saham sejak usia 11 tahun, bahkan jika dia bisa mengulang masa hidupnya, akan berinvestasi saham sejak usia lima tahun.

Kesabaran ternyata karakter yang pasti dimiliki oleh manusia-manusia unggul di seluruh muka bumi ini. Allah mengajarkan di dalam Al-Qur’an, “Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu” (Ali Imran, 3:120). Allah menjamin orang-orang sabar tidak akan mendapat kerugian. Inilah rumus dasar menjadi seorang investor. Bertahun-tahun menanam saham pada akhirnya akan diganjar dengan kelimpahan keuntungan saham beratus-ratus persen dari harta yang diinvetasikannya. Para investor telah membuktikan kebenaran ayat ayat Allah Yang Maha Benar.

Tidak akan dikatakan orang berkarakter baik tanpa memiliki kesabaran. Kesabaran adalah induk dari segala kebaikan karakter yang dimiliki manusia. Semua orang berkualitas baik di muka bumi ini memiliki kualitas kesabaran yang tinggi. Semua profesi dapat mendatangkan kesuksesan didasari oleh kesabaran orang-orang pada profesi tersebut. Ketentuan ini sudah Allah tetapkan sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar” (Fushshilat, 41:35). Tidak ada karakter baik, tidak ada keberuntungan besar, sebelum orang-orang itu punya kualitas kesabaran yang tinggi. Para investor telah membuktikan kebenaran ayat Allah ini. Para investor yang memiliki kesabaran tinggi lah yang sekarang mendapat keberuntungan besar dan punya karkater-karakter baik dalam pribadinya.

Dikabar dalam sejarah di dalam Al-Qur’an, orang-orang yang telah mengetahui bahwa kesabaran adalah karakter yang selalu membawa kebaikan, maka orang-orang terdahulu berdoa, "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)" (Al ‘Araaf, 7:126). Orang-orang terdahulu meminta untuk dijadikan orang sabar sampai mati menjemputnya. Sungguh berbahagialah para investor, karena mereka mendapat segala apa yang dijanjikan Tuhan kepada manusia, menjadi orang berpikiran sehat, berkarkater baik, mensejahterakan sesama, dan diberi keberuntungan besar. Para investor adalah orang-orang yang punya kualitas kesabaran tinggi, dan mereka termasuk pada golongan orang-orang yang dicintai Allah. “Allah menyukai orang-orang yang sabar” (Ali Imran, 3:146).

Para investor sebaik-baiknya manusia di republik ini, karena mereka tidak bermental pengemis tetapi mereka bermental pemberi manfaat kepada banyak orang. Investasi sahamnya di pasar modal, sekalipun tidak seberapa, namun investasinya telah menggerakkan roda ekonomi dalam sebuah negara bahkan dunia. Semoga bangsa Indonesia menjadi bangsa investor yang dicintai Allah karena kualitas kesabarannya. Semoga IndonesiA menjadi negeri para investor, negeri para penghuni surga yang diberi keberuntungan besar oleh Allah swt. Walahu’alam.

MENDIDIK SISWA JADI INVESTOR

OLEH: TOTO SUHARYA

Kekuatan bangsa Indonesia ada di jumlah penduduk dan kekayaan alam yang melimpah. Kondisi alam ini membuat bangsa Indonesia terkenal santai dan suka kenduri. Cara berpikir yang imajinatif dipengaruhi agama dan tradisi menjadi suatu modal bahwa bangsa Indonesia punya karakternya hidup tersendiri. Pendidikan untuk bangsa Indonesia harus berkiblat pada budaya bangsa Indonesai sendiri, tidak bisa disamakan dengan cara-cara hidup mereka yang tinggal di iklim sub tropis. Dunia ekonomi yang cocok untuk dilakukan oleh orang Indonesia adalah menjadi private investor, sebagai mana sudah dicontohkan oleh Lo Keng Hong.

Tugas dunia pendidikan Indonesia adalah memperkenalkan dunia investasi sedini mungkin untuk meningkatkan jumlah investor yang tidak mencapai 1% dari penduduk Indonesia. Sedikitnya kita membutuhkan 30% dari penduduk Indonesia untuk menjadi investor agar bangsa Indonesai memiliki kekuatan capital untuk mengolah sumber-sumber daya alam yang dimiliki. Selama ini kekayaan Indonesia lebih banyak dinikmati oleh asing. Kekayaan alam bangsa Indonesia tidak membuat hidup sejahtera bangsa Indonesai karena selama ini, bangsa Indonesai hanya menjadi kuli-kuli rendahan dengan menjadi pekerja di perusahaan-perusahan dalam maupun luar negeri.

Sebagaimana kita ketahui jumlah kapital anggaran belanja negara yang ada lebih banyak kapital yang ada di bursa saham. Menjadi investor saham harus menjadi gerakan seluruh bangsa Indonesia. Dengan kondisi masyarkat Indonesai sebagai pekerja dan pengusaha-pengusaha kecil, mereka harus dilatih untuk menabung kelebihan uangnya dengan berinvestasi di pasar saham. Bangsa Indonesia bukan bangsa yang tidak pandai mengelola uang, tetapi mereka belum mendapat pengetahuan yang cukup bagaimana cara agar dana yang mereka miliki bisa ikut bekerja keras mensejahterakan hidup mereka. Menjadi investor saham sangat cocok untuk kondisi bangsa Indonesia sekarang yang mindsetnya menjadi pekerja. Menjadi pekerja tidak terlalu salah karena setiap orang harus bisa menghidupi kehidupannya, untuk melengkapi hidupnya sebagai pekerja, masyarakat Indonesia harus digiring untuk menjadi investor agar kapital hasil kerjanya ikut berkerja meningkatkan kualitas hidupnya.  

Gerakan ini bisa dimulai dari para pekerja pemerintah yang cenderung memiliki gaji tetap dan penghasilannya tidak terganggu karena telah dijamin negara. Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) Indonesia, tahun 2021 tercatat ada 3.995.634 pegawai negara, di tambah 50.553 jumlah pegawai dengan perjanjian kerja. Jumah ini cukup signifikan untuk memasyarakatkan budaya investasi di bursa saham. Budaya kredit harus diubah dengan budaya investasi. Program ini bisa disosiaisasikan oleh pemerintah dengan memberikan pelatihan dan memperkenalkan sekuritas-sekuritas legal agar para pekerja tidak tertipu dengan investasi-investasi bodong.

Untuk menyokong gerakan ini, dunia pendidikan di level SMK dan SMA, gaya hidup sebagai investor perlu diperkenalkan secara masif, melaui kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Jumah siswa SMA negeri dan swasta tahun 2020/2021 tercatat dalam data statistik Kemdikbud sebanyak 5.009.059 dan jumlah siswa SMK negeri dan swasta sebanyak 5.224.276 siswa. Jika gerakan menjadi investor digerakkan mulai dari pegawai negara dan siswa-siswa SMA/SMK, setidaknya budaya investasi sudah bisa mencapai di atas 5% dari penduduk Indonesia. Mengajarkan masyarakat menjadi investor tentu bukan hal mudah, namun jika ingin menjadi bangsa besar kita butuh pelajaran-pelajaran sulit yang jelas arahnya. Pelajaran-pelajaran sulit akan mengubah bangsa Indonesai menjadi bangsa yang hebat. Bisa jadi budaya investasi akan mengikis budaya korupsi yang tidak mungkin akan hilang karena korupsi melekat dengan mental budaya masyarakat pekerja. Bisa jadi juga setelah budaya investasi menjadi bagian gaya hidup bangsa Indonesia, budaya demo yang dilakukan oleh buruh setiap tahun akan mereda.  Budaya masyarakat investor tidak suka kegaduhan dan tidak suka peperangan. Masyarakat investor lebih suka suasana damai agar roda ekonomi berjalan normal sehingga menggairahkan untuk para investor dan mensejahterakan.

Masyarakat Indonesai sudah cukup memiliki keberanian untuk menjadi investor. Saat ini hanya tinggal menggeser mindset masyarakat dari budaya kredit ke budaya investasi di bursa saham. Di sekolah level SMA dan SMK yang rata-rata mereka banyaknya menjadi pekerja, budaya investasi harus terus diperkenalkan untuk mendampingi budaya menjadi pekerja yang sudah kadung melembaga di masyarakat Indonesia. Melalui sosialisasi budaya investasi saham di dunia pendidikan ke depan virus investasi saham akan terus menyebar dan menjadi gaya hidup bangsa Idnonesia, dan tidak menutup kemungkinan akan lahir pengusaha-pengusaha kelas internasional dari Indonesia. Wallahu’alam.

REVOLUSI PENDIDIKAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Melihat cara-cara pendidikan yang selama ini kita lakukan, tidak ada salahnya pendapat-pendapat dari para pengkritik bahwa “pendidikan memang bisa jadi penyebab kemiskinan”. Para pengkritik mengatakan dari sejarahnya sekolah didirikan bertujuan untuk membuat orang berkuasa tetap berkuasa. Sekolah hanya mengajarkan kepada orang-orang agar memiliki pemikiran sama, dan setelah itu mereka mudah dikendalikan. Sekolah mengajarkan bagaimana seseorang harus mengikuti langkah demi langkah yang telah mereka tentukan sehingga hidup seseorang seumur-umur mengikuti apa yang telah diperintahkan. Sekolah adalah penjajahan pikiran yang dilembagakan melalui lembaga formal. Sekolah terkadang menjadi tidak memerdekakan, tetapi sekolah mewariskan kebodohan turun-turun dan dilabel dengan surat tanda tamat belajar, sehingga belajarnya tamat.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara berpikir dunia. Cara berpikir linier mengikuti langkah-langkah formal tidak lagi menjanjikan dapat memuaskan tujuan hidup seseorang. Jika dulu sekolah mengajarkan siswa untuk menghidari risiko, sekarang siswa harus diajarkan untuk berani menghadapi risiko dengan banyak-banyak mencoba. Situasi berubah, melalui bantuan teknologi informasi modal hidup sekarang hanya tinggal berani mencoba, karena risiko besar yang dihadapi bukan lagi kehilangan aset tetapi kehilangan waktu untuk cepat melakukan perubahan. Semua orang didorong untuk melanjutkan ke perguruan tinggi kelas dunia, tetapi ada fakta kesuksesan bisa datang dari orang yang hanya kuliah di ruko.

Perkembangan teknologi informasi telah membuka pemikiran-pemikiran dan fakta-fakta baru, bahwa sekolah, kampus tidak menjadi sebab tunggal kesuksesan seseorang. Sekolah dan kampus selama ini tidak ubahnya seperti lembaga pembuat surat izin mengemudi hanya menjadi syarat adminsitratif seseorang untuk melakukan sesuatu memasuki dunia kerja formal. Sementara ada pekerjaan yang tidak membutuhkan syarat pendidikan formal yaitu menjadi pengusaha atau investor tidak serius diajarkan di lembaga pendidikan. Pendidikan kita yang meniru gaya negara-negara maju yaitu melahirkan masyarakat saintifk telah gagal, karena para saintis sampai saat ini tidak bisa menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi di Indonesia. Pendidikan yang bertujuan melahirkan saintis hanya cocok di negara-negara dengan sumberdaya alam yang miskin.

Masyarakat Indonesia yang sebagian besar memanfaatkan kecerdasan hidup inter dan antar personal, sangat tidak cocok jika orientasi pendidikannya melahirkan banyak saintis. Kemenangan bangsa Indonesia dalam sejarah penjajahan adalah juara diplomasi. Tokoh sukses Moehtar Kusumaatmadja adalah diplomat yang berhasil meyakinkan dunia tentang hukum laut. Bagaimanapun kita ketinggalan dalam hal teknologi dan sains, namun demikian tidak mesti kita harus fokus membuat seluruh warga negara menjadi saintis. Pendidikan kita harus fokus melahirkan para diplomat, entrepreneur, dan investor yang handal sesuai dengan takdir sejarah dan kondisi kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah. 

Cara berpikir linier kurang cocok untuk diajarkan di Indonesia. Rhenald Kasali menjelaskan pendekatan berpikir eksponensial adalah cara berpikir imajinatif, berpikir yang sangat dinamis seperti main ping pong. “Think make difference, it’s not just make better”, itulah cara berpikir eksponensial. Untuk melakukan perubahan, semuanya harus dari nol, dengan membuat perubahan radikal, radikal solution, radikal teknologi, radikal education. “Kita tidak mau melakukan hal-hal yang mudah, karena dengan melakukan hal-hal yang sulit sebuah bangsa akan berubah menjadi bangsa yang hebat” (John F. Kennedy). Perubahan dapat dilakukan dengan melakukan perubahan pada tujuan pendidikan dan cara-cara pembelajaran.

Tujuan pendidikan harus sesuai dengan kondisi alam, kecerdasan dominan, dan karakter masyarakat di dalamnya. Bangsa Indonesia dengan kondisi alam tropis, sangat percaya Tuhan, cenderung berkarakter tenang, santai dan imajinatif. Pendidikan yang cocok untuk masyarakat Indonesia harus dilatih menjadi entrepreneur di bidang investasi. Seperti yang dikatakan oleh Lo Kheng Hong, “ ketika kita sudah memiliki saham perusahaan hebat, yang terbaik adalah tidur, investor saham yang tidur bukan saja akan mendapatkan cuan yang besar, tidur juga bisa meningkatkan imunitas sehingga kita bisa terhindar dari covid 19”. Tidur di sini bukan pekerjaan malas tetapi sebuah kualitas hidup yang dapat dinikmati oleh orang-orang yang sudah bisa menjamin hidupnya dengan investasi yang dilakukannya. Tidur yang bisa menghadirkan imunintas adalah akibat dari pekerjaan yang dilakukannya memiliki harapan-harapan baik di masa mendatang. Inilah kualitas manusia Indonesia yang “malas” tetapi produktif dan harus diajarkan di sekolah-sekolah. Wallahu’alam.

Friday, February 25, 2022

DOSA BESAR KEPALA SEKOLAH

 OLEH: TOTO SUHARYA

Selama delapan belas tahun dunia pendidikan kita memang hanya main-main, tidak berusaha menyelesaikan masalah dan mewariskan generasi yang tertinggal dengan perubahan zaman. Kondisi inilah yang menyebabkan harus terjadi perubahan kurikulum karena dunia pendidikan kita sedang mengalami krisis pembelajaran. Krisis itu sudah ada di depan mata dan datanya bisa kita saksikan di bawah ini:

Tabel 1: Skor Membaca, Matematika, dan Sains

Kategori

Reading

Mathematics

Science

Tahun

2000

2018

2000

2018

2000

2018

Skor

371

371

360

379

393

396


Sumber (PISA 2018 Realeased, OECD)

Data pada tabel 1.  di atas menunjukkan kemampuan membaca, matematika, dan sains siswa Indonesia dari tahun 2000 sampai tahun 2018. Skor rata-rata terbaik internasional 500. Data itu juga bermakna bahwa siswa-siswi Indonesia memiliki kelemahan dalam berpikir, karena soal-soal tes PISA lebih menekankan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Apa sebab terjadinya permasalahan ini? Pertama, dunia pendidikan kita terlambat shifting karena lalai mengikuti perubahan zaman. Kedua, kualitas pembelajaran di kelas memang belum bisa mengoptimalkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Permasalahan ini, intinya kembali pada kualitas pembelajaran di kelas. Pekerjaan Rumah (PR) besar pendidikan kita adalah meningkatkan kemampuan guru-guru dalam mengajar. Kemampuan guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran menggunakan konstruksi soal-soal HOTS, sebagaimana disajikan dalam tes PISA.

Sebagai negara religius, berpikir adalah perintah Tuhan yang tidak boleh diabaikan. Kemampuan berpikir menunjukkan kualitas manusia yang harus terus diupayakan. Mengajar tentang berpikir di kelas adalah ibadah kita kepada Tuhan. Mengajarkan kemampuan berpikir kepada siswa menjadi kewajiban bagi guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Dosa besar bagi kita semua jika tidak mengajarkan kemampuan berpikir kepada siswa, karena seluruh aktivitas manusia adalah aktivitas berpikir. Kegagalan berpikir dalam beraktivitas menjadi bukti nyata penyebab prilaku manusia yang buruk dalam berakhlak kepada sesama dalam bermasyarakat dan bernegara.

Pembelajaran dengan menyajikan soal-soal HOTS standar PISA dapat menjadi sebuah pendekatan dalam pembelajaran. Berdasarkan kajian dari soal-soal PISA tahun 2015, 2018, dalam literasi membaca dan finansial, soal disajikan dengan kriteria, menyajikan materi esensial, kontektual, dan pertanyaan menguji siswa mengolah data yang disajikan dalam soal. Aspek yang diuji dari siswa adalah kemampuan analisis, contoh membedakan antara fakta dan dan opini, mengambil kesimpulan dengan mengintegrasikan dua fakta, dan menginterpretasi nilai dari sebuah kejadian dalam materi yang disajikan.

Menyimak soal-soal yang disajikan PISA, soal tersebut bisa kita modifikasi menjadi sebuah proses pembelajaran HOTS, dengan melakukan adaftasi. Materi disesuaikan dengan kebutuhan siswa secara esensial dan kontektual kontruksi materi dan pertanyaan mengikuti pola yang disajikan dalam soal PISA. Ukuran materi esensial, berdasarkan dari tampilan-tampilan materi yang disajikan dalam soal PISA, bersumber pada sumber bacaan yang akuntabel, yaitu dari hasil penelitian atau pendapat ahli. Materi bisa diambil dari koran, media sosial, blog, atau jurnal. Materi esesnsial mengajarkan pada siswa, setiap informasi yang diakses harus materi akuntabel, memiliki derajat kebenaran yang bersumber pada hasil penelitian atau pendapat para ahli dalam berbagai bidang kajian. Secara kontektual materi bisa digunakan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari menghadapi dunia nyata.

Betapa pentingnya untuk memastikan bahwa apa yang diajarkan guru-guru sesuai dengan kaidah dan kebutuhan zaman. Sebuah dosa besar bagi para kepala sekolah jika proses ini tidak dikawal ketat melalui tugas pokoknya yaitu supervisi pembelajaran. Untuk itu seluruh aktivitas kepala sekolah dalam berbagai kegiatan harus bertujuan untuk menjaga kualitas pembelajaran terutama di kelas. Bangsa besar meregenerasikan kualitas bangsanya sangat tergantung apa yang terjadi di ruang ruang belajar terutama kelas. Wallahu’alam.  

Tuesday, February 22, 2022

SUPERVISI ON THE LINE

OLEH: TOTO SUHARYA

Hasil survey PISA dari tahun 2000 perolehan skor membaca siswa Indonesia 371, dan terakhir survey PISA tahun 2018 adalah 371. Data ini menjadi alasan penyataan Mendikbud Nadim Anwar Makarim pendidikan Indonesia selama 18 tahun jalan ditempat. Pak Menteri tidak sedang merendahkan kualitas pendidikan kita, tetapi memang faktanya demikian. Situasi pandemi ikut memperparah kualitas pendidikan kita, karena ditemukan kurang lebih 50% siswa Indonesia mengalami learning loss. Faktor penunjang dari learning loss adalah kualitas pembelajaran di kelas (daring), kemampuan akses internet, dan penurunan motivasi belajar siswa.   

Situasi pandemi yang belum berakhir turut menunjang terhadap kekhawatiran semua pihak. Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) 50% hingga 100% yang diujicobakan mengalami kegagalan karena varian virus Covid-19 masih menjadi hantu yang menakutkan. Siswa teridentifikasi terjangkit virus Covid-19 varian omicron dan memaksa kembali pembelajaran harus dilakukan secara daring.  

Situasi belum dapat diprediksi kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Namun kita harus sadar bahwa masalah esensial kualitas pendidikan bukan terletak pada kapan akan berakhir pandemi, tetapi bagaimana kita mengubah cara mengajar kita di kelas agar kualitas pembelajaran benar-benar berkualitas. Dari hasil supervisi pembelajaran on line, kita memang kita harus kerja keras mengubah paradigma guru dalam mengemas pembelajaran berkualitas. Guru-guru harus terus diberi pemahaman bahwa rendahkan kemampuan membaca siswa-siswi kita adalah produk dari pembelajaran yang selama ini kita lakukan. Pembelajaran masih bersifat teacher center, selama pembelajaran aktivitas siswa sangat minim. Sedikit sekali siswa yang bertanya, dan selama pembelajaran siswa cenderung pasif.

Merdeka belajar memang jargon yang harus didengungkan terus untuk mendorong guru-guru melakukan inovasi pembelajaran. Faktor utama yang harus diperbaiki dalam pembelajaran, bagaimana mengajarkan dan meningkatkan minat baca siswa, serta melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam hal ini guru-guru perlu bimbingan serius dari orang-orang yang benar-benar pengalaman dan ahlinya dalam menerapkan metode-metode pembelajaran HOTS. Guru perlu diberi pemahaman serius bahwa mengajar dengan metode LOTS sudah sangat ketinggalan zaman.

Saat ini berbagai macam pengetahuan sudah bisa diakses langsung oleh siswa melalui internet dengan mengunjungi situs jurnal, youtube, dan blog. Apapun materi belajarnya, internet selalu menyajikan materi tersebut dalam jumlah jutaan. Jika saja siswa kita punya motivasi tinggi dalam belajar, dan secara mandiri mau menelusuri berbagai macam kompetensi dan pengetahuan di Internet, pembelajaran di sekolah bisa jadi yang sangat sekunder.  Banjirnya informasi di internet, akan menggeser fungsi sekolah hanya sebatas lembaga formal pemberi keterangan bahwa siswa telah tamat belajar. Sementara proses pembelajaran sangat dominan tergantung pada motivasi dan rasa ingin tahun siswa terhadap materi yang ingin dipelajari dan bisa diakses di internet sendiri.

Paradigma pembelajaran di sekolah sekarang bukan lagi sebagai penyampai pengetahuan, tetapi sebagai pembimbing informasi-informasi mana yang esesnsial dan kontektual bermanfaat bagi kesuksesan siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Soal-soal ujian yang disajikan oleh PISA, menjadi contoh yang patut ditiru dan dikembangkan menjadi sebuah pembelajaran menarik dan melatih literasi, numerasi, serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Jika seluruh guru dari berbagai mata pelajaran sudah memiliki kemampuan ini, tidak menutup kemungkinan kualitas pembelajaran dan kemampuan berpikir siswa dapat itingkatkan. Dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi tidak menutup kemungkinan akan lahir generasi mendatang yang bukan hanya terampil bekerja tetapi menjadi pencipta pekerjaan dan penyelesai masalah-masalah bangsa.

Supervisi pembelajaran yang menjadi tugas pokok para pemimpin sekolah adalah tugas wajib yang harus dilakukan untuk mengawal apa yang terjadi di kelas ketika guru beinteraksi dengan siswa. Tugas kepala sekolah melebihi tugas presiden dan menteri, karena kualitas bangsa ada dipundak para pemimpin pembelajaran di sekolah. Dalam situasi pandemi saat ini, masalahnya tidak lagi terletak pada metode belajar on line atau tatap muka, tetapi memastikan bahwa setiap interaksi guru dengan siswa harus mengajarkan kemampuan berpikir dengan materi-materi ajar esensial hasil seleksi ketat agar seluruh relung memori siswa di isi dengan pengetahuan-pengetahuan berkualitas dan bermanfaat bagi kehidupan.

Seluruh isi tulisan ini merupakan relfleksi penulis setelah melakukan supervisi pembelajaran on the line. Semangat perubahan harus terus digelorakan, untuk memerdekakan guru-guru dari pola-pola pikir old mind. Guru-guru harus dimerdekakan dari ketergantungan pada buku paket yang sudah menjadi berhala pendidikan. Bukut paket sebagai berhala pendidikan telah mengabaikan  kebutuhan siswa dalam mengarungi derasnya badai perubahan zaman. Dosa besar bagi para pemimpin pembelajaran di sekolah jika tidak melakukan pengawalan terhadap pembelajaran di kelas. Wallahu’alam.

Friday, February 18, 2022

SEMUA MATA PELAJARAN ADA TUHANNYA

OLEH: TOTO SUHARYA

Tuhan harus jadi inspirasi dalam setiap aktivitas kehidupan. Tuhan penyebab kesejahteraan manusia. Setiap relung pikiran dan hati manusia harus lebih banyak ruang di isi oleh ketuhanan. Phobia kepada ajaran agama adalah produk pemikiran gagal dari umat manusia. Ilmu yang hanya menciptakan phobia terhadap ajaran agama adalah penyesat kehidupan. Para pencipta phobia terhadap ajaran agama adalah perusak pikiran yang akan membawa kehidupan manusia pada kebinasaan di dunia dan akhirat. Ilmu yang hanya berkiblat kepada pengetahuan Alam adalah pembawa kesesatan umat manusia di muka bumi ini.

Kegagalan para ilmuwan yang saat ini bisa menciptakan teknologi adalah tidak bisa menghadirkan dan menemukan Tuhan dalam teknologi yang diciptakannya. Penyebabnya adalah egoisme dari kemampuan akal manusia. Para pencipta teknologi merasa bahwa semua teknologi berhasil diciptakan karena kemampuan akalnya, padahal segala fasilitas yang ada di muka bumi ini ada penciptanya. Manusia merasa bahwa segala yang berhasil diciptakannya adalah ciptaannya, padahal hakikatnya semua yang berhasil diciptakan adalah penemuan. Apa yang dicitakannya, semuanya sudah ada sebagai anugerah dari Tuhan.

Kegagalan para penganut agama ikut andil menjadikan agama sebagai wajah yang menakutkan. Sebabnya karena penganut agama merasa dirinya sebagai pemilik kebenaran, padahal kebenaran mutlak hanya millik Allah, dan manusia tempatnya salah. Nabi sekalipun tugasnya hanya menayampaikan kebenaran-kebenaran yang diwahyukan dari Tuhan. Kegagalan manusia dalam beragama adalah mengalamatkan seolah-olah kebenaran telah menjadi miliknya, mereka mengajarkan dan menginformasikan seolah-olah dirinya paling benar. Egoisme umat beragama sama-sama menjadi kesesatan berpikir bagi para penganutnya. Kebenaran milik Allah dan fenomena-fenomena yang terjadi di muka bumi adalah ayat-ayat Tuhan, yang harus dibaca atas nama Tuhan. Sehingga apapun yang dikatakan dan ditemukan manusia dari mana saja semua berada di atas kehendak Tuhan.

Manusia hanya mengolah segala apa yang telah diciptakan Tuhan. Energi, gaya, gerak; Tanah, air, udara; semuanya diciptakan Tuhan. Tugas manusia adalah mengungkap kehadiran Tuhan dalam segala fenomena di alam pikiran dan benda. Sekolah-sekolah melalui pengajaran berbagai macam ilmu pengetahuan memfasilitasi siswa untuk mengetahui teori-teori kehidupan sebagai sarana untuk mengagungkan kemahakuasaan Tuhan. Ilmu alam dan sosial dipelajari untuk mengajari manusia agar bisa hidup dengan sejahtera sebagai anugerah dari Tuhan.

Semua ilmu datangnya dari Tuhan, tidak ada kategori ilmu hitam atau putih, karena yang membuat hitam dan putih adalah pikiran manusia. Pemikiran manusia yang membuat ilmu menjadi hitam dan putih. Jika semua ilmu dipersepsi untuk kesejahteraan dan kedamaian manusia, nuklir akan tercipta untuk keberkahan hidup manusia bukan untuk memusnahkan manusia. Jika teknologi informasi diciptakan untuk membantu segala aktivitas kehidupan manusia, teknologi informasi menjadi berkah bagi manusia. Teknologi-teknologi diciptakan sangat tergantung pada niat-niat manusia dalam menggunakannya.

Niat-niat baik harus selalu menjadi pola pikir manusia dalam segala tindakan, dan itulah yang dikehendaki Tuhan. Hadirnya Tuhan dalam pikiran manusia akan membuat manusia sadar bahwa dirinya hanya pengungkap dan penyampai kebenaran dengan segala latar belakang ilmu yang digelutinya. Kegagalan manusia dalam berilmu pengetahuan hanya sedikit yaitu menghilangkan peran Tuhan dalam penemuan-penemuannya. Intinya para ilmuwan dan agamawan harus menurunkan tensinya, anda bukan pemilik pemilik kebenaran, anda bukan pencipta dan pemilik surga, kita semua hanya penyampai kebenaran dan pebimbing umat manusia agar tetap memiliki keimanan dan keyakinan bahwa setelah kematian aka nada pengadilan.

Tuhan itu satu, yaitu Tuhan gaib untuk seluruh manusia. Tuhan memerintahkan untuk menggai ilmu, teknologi, untuk menciptakan kesejahteraan dan menjaga perdamaian antar umat manusia. Saling kenal mengenallah, tolong menolonglah, tidak ada manusia lebih cerdas dari manusia lain, tidak ada manusia lebih mulia dari manusia lain, semuanya sama dihadapan Tuhan, kecuali dia yang paling bermanfaat bagi umat manusia dan saling mengingatkan untuk tetap ingat Tuhan tempat kita kembali. Maka semua mata pelarjaran yang diajarkan di sekolah harus berakhir pada kekuasaan Tuhan. Wallahu’alam.

Thursday, February 17, 2022

SUKSES ITU GRATIS

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd

Judul ini menjadi sebuah kegiatan webinar di sekolah dalam ranggka pendidikan karakter. Webinar adalah sebuah kegiatan tambahan ketika dimasa pandemi, pembelajaran hanya empat jam, sambil santai di rumah anak-anak diajak untuk tetap belajar dengan menikmati suguhan webinar dari pemateri internal dan eksternal sekolah. Pendidikan karakter yang identik dengan pembiasaan, sesungguhnya termasuk pembiasaan berpola pikir. Berpola pikir ada ilmunya, dan ilmu berpikir ini jarang diajarkan di sekolah-sekolah. Padahal semua sepakat bahwa apa yang dikatakan dan dilakukan orang semuanya bersumber dari apa yang dipikirkan.

Al Quran adalah pedoman hidup harus jadi pola pikir jadikan Al Quran sebagai pola pikir Ebook logika Tuhan

Sukses itu gratis, sebelumnya tidak terpikirkan. Ketika membuat poster tentang shalat dhuha 12 rakaat, saya merinci apa akibat dari shalat dhuha jika dilakukan mulai dari 2 rakaat, empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat, dan 12 rakaat. Dua rakaat tercatat sebagai ahli sedekah, empat rakaat dicukupkan rezeki sepanjang hari, enam rakaat dijamin hidup sukses, delapan rakaat dicintai Allah, dan 12 rakaat dibuatkan rumah di surga. Ketika menyusun akibat-akibat dari kegiatan ritual shalat yang akan diajarkan kepada anak-anak, saya berkesimpulan bahwa untuk mendapatkan sukses itu ternyata gratis. semua modal sukses sudah diberikan Allah kepada kita berupa kepala dan isinya, kaki, tangan, dan seluruh anggota badan, yang gratis kita dapat sudah lebih dari cukup untuk meraih sukses dengan gratis di muka bumi ini.

Sukses itu gratis semuanya berangkat dari pola berpikir, sebab semua kejadian adalah pola pikir. Apapun yang menjadi milik kita di dunia maupun akhirat adalah hasil dari pola pikir kita. Mengatur dan mengubah apa yang ingin kita pikirkan semuanya gratis, tidak mengeluarkan biaya, dan tidak perlu tenaga besar. Semuanya hanya mengandalkan kesadaran bahwa kita harus berpikir positif.

Mengata kita harus berpikir positif? Dasar pemikirannya sudah banyak saya jelaskan dalam berbagai kesempatan. Dasar berpikir itu adalah kitab suci Al-Qur’an. Salah satu ayat yang selalu saya jadikan dasar berpikir adalah “Jika kamu berbuat baik kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri,” (Qs. 17:7). 

dapatkan pedoman hidup dunia akhirat Ebook logika Tuhan

Ayat di atas menjadi cara berpikir sebab akibat dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari, kapanpun, dimanapun, kejadiannya akan seperti ini. Ayat ini harus jadi pedoman dalam segala aktivitas di muka bumi. Ayat ini harus jadi moralitas masyarakat. Ayat ini harus jadi pengingat kepada Tuhan. Orang-orang yang ingatannya dikendalikan oleh ayat-ayat Tuhan, maka dialah orang-orang yang akan selalu dekat dengan Tuhan. Janji Allah pada orang-orang yang dekat dengan Tuhan, Dia akan menimpakan kesejahteraan dunia dan akhirat, kesejahteraan yang sebaik-baiknya kesejahteraan.

Orang-orang yang pikirannya dipandu oleh Tuhan, setiap kejadian dan apapun yang akan terjadi selalu membawa kabar gembira. Satu ayat di atas, dapat menjadi pegangan hidup agar kita semua berada di jalan yang lurus yaitu jalan yang selalu mendapatkan peringatan dari Tuhan. Maka dengan berpegang pada satu ayat, segala kesuksesan yang ingin kita dapatkan di muka bumi ini menjadi gratis. Sukses bukan karena pekerjaan, perniagaan, kecerdasan, tetapi sukses karena kelakukan yang kita miliki menejahterakan dan mencerdaskan. Sesungguhnya yang memberi semua kesuksesan adalah Allah yang menilai pola pikir dan prilaku kita selalu diberkahi oleh Allah karena dalam kondisi sempit maupun lapang kita selalu ingat Allah. Ingat Allah itu gratis, seribu kali ingat Allah dalam sehari tetap gratis. Optimis tanpa batas! Wallahu’alam. 

Monday, February 7, 2022

MENGAPA DHUHA 12 RAKAAT?

OLEH: TOTO SUHARYA

Psikologi Well Being adalah sebuah aktivitas individu dalam merasakan kehidupan sehari-hari dengan melakukan refleksi diri terhadap kualitas dan pengalaman hidupnya Jika hasil evaluasi dirinya membuat dirinya menyerah maka psikologi wellbeing-nya rendah, sebaiknya jika hasil refleksi dirinya membuat dirinya menjadi giat berusaha maka psikologi wellbeing-nya tinggi Fitriani, (2016). Salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat wellbeing seseorang adalah intensitas menjalankan ibadah ritual. Semakin tinggi intensitas ritual ibadah seseorang semakin baik hubungan sosial, solidaritas rasa kekeluargaannya (Fitriani, 2016).

Program pendidikan ritual dhuha 12 rakaat bersumber pada keterangan hadist. “Barang siapa shalat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga” (HR. Tirmiji dan Ibnu Majah).  Program shalat dhuha 12 rakaat bertujuan meningkatkan religiusitas para siswa. Tingkat religiusitas dapat meningkatkan wellbeing (kebahagiaan) siswa. Kebahagian akan melahirkan hormon imun, harapan, pikiran dan perasaan positif. Shalat memiliki dampak efektif menyembuhkan gangguan jiwa seperti stress dari problem kehidupan. Ada empat teraputik yang terdapat dalam shalat yaitu, olah raga, meditasi, auto sugesti, dan kebersamaan. (Zulkarnain, 2020)

Studi terhadap 103 orang mahasiswa tentang pengaruh shalat, hasilnya shalat berpengaruh pada prilaku mahasiswa, sekalipun dalam kategori sangat rendah (Fitria, 2018). Ada faktor yang harus diperbaiki dalam memahami shalat. Salah satunya dengan mendefinisikan shalat dalam makna luas, tidak sebatas ritual. Sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar (Al Ankabut, 29:45). Ayat ini bisa menjadi dasar pembuatan definisi, shalat adalah upaya mencegah timbulnya prilaku-prilaku buruk. Kualitas shalat tidak dipahami berhenti pada dimensi ritual tetapi terkait erat dengan dimensi faktual.

Untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kegiatan dhuha 12 rakaat, dilakukan ceramah berisi motivasi dhuha. Motivasi berisi informasi-informasi positif tentang manfaat ibadah ritual 12 rakaat dhuha. Shalat dhuha bermanfaat untuk pembentukkan akhlak, kesehatan, kecerdasan, dan keberhasilan dalam meraih cita-cita kehidupan dunia dan akhirat. Ceramah motivasi dhuha dilakukan oleh guru-guru secara bergiliran.

Data dari 10 siswa berprestasi akademik terbaik di sekolah, seluruh siswa tergolong pada kelompok yang disiplin melaksanakan shalat lima waktu full time dan disiplin dhuha tiap hari delapan sampai 12 rakaat. Sedangkan 10 siswa dengan kecerdasan akademik rendah di sekolah, semua tergolong siswa yang tidak disiplin ibadah. Kelompok siswa jurusan IPA, berdasar hasil survey tiap akhir semester termasuk kelompok siswa yang lebih disiplin melaksanakan shalat dibanding jurusan IPS. 

Fenomena menarik jika melihat data shalat siswa berdasarkan level kelas. Semakin tinggi level kelas siswa semakin sedikit yang melaksanakan shalat. Jadi pada saat kelas 10 anak anak rajin shalat, naik ke kelas 11 mulai jarang shalat, dan setelah kelas 12 semakin jarang yang shalat. Jika melihat fakta ini, seolah-olah berlaku kesimpulan semakin tinggi pendidikan siswa, semakin tidak percaya Tuhan. Mungkin bisa jadi, pendidikan sekuler harus terus dikritisi karena faktanya saat ini sedang terjadi kriris dalam pembeajaran.     

Gerakan shalat lima waktu dan dhuha 12 rakaat adalah upaya pendidikan karakter religius melalui pembiasaan bersumber pada ajaran agama. Bagi siswa Kristen, mereka dituntut pula untuk melaksanakan ibadah secara disiplin sesuai keyakinan. Pada akhir bulan, kegiatan dievaluasi melalui survey google form. Data diambil melalui survey google form disebar ke tiap kelas dan di isi langsung oleh siswa dengan tujuan melatih kesadaran kejujuran siswa terhadap Tuhan. Target pembiasaan karakter religius ditentukan dengan standar minimal yaitu 30% dari populasi siswa, kemudian ditingkatkan berdasarkan hasil evaluasi bulanan.

Dari hasil pengamatan, kegiatan rutin dhuha 12 rakaat yang dilaksanakan bersama-sama di masjid atau lapangan, meningkatkan kedisiplinan seluruh warga sekolah untuk hadir bersama-sama di pagi hari. Lingkungan sekolah kondusif dan suasana kekeluargaan lebih terasa. Sikap saling menghargai antar umat beragama tercipta. Beberapa siswa mulai terlatih menghadapi masalah dengan tetap optimis menggantungkan segala harapannya kepada Tuhan. Inilah generasi-generasi unggul, yang akan selalu kreatif, berani menghadapi risiko, pantang menyerah, dan selalu optimis sebagai bagian dari capaian program. Wallahu’alam. 

Wednesday, February 2, 2022

PROGRAM INTERNET PRODUKTIF

 Oleh: Toto Suharya

Salah satu inovasi program di sekolah untuk melatih kreativitas siswa yang penulis kembangkan adalah internet produktif. Program ini dilaterbelakangi oleh perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat telah membuat kewalahan dunia pendidikan menyikapinya. Sikap terlalu membuka diri di media sosial, keterbatasan internet literacy, dan minimnya mediasi orang tua, menjadi faktor rendahnya kesadaran privasi dan risiko dalam berinternet (Setyaningsih, 2014).  Media sosial menyebabkan beberapa kasus cyber bullying meningkat karena sifat penyebaran informasi melalui media sosial sangat cepat (Hidayat, dkk, 2015). Beredarnya kata, hinaan, hinaan, hinaan, di media sosial semakin mendorong masyarakat ke arah tidak produktif dalam bermedia sosial dan bahkan menimbulkan perpecahan serta konfik horizontal di masyarakat (Susanto, dkk., 2021).

Dari hasil penelitian, anak-anak remaja yang memiliki bekal pengetahuan tentang menggunakan internet secara positif dapat menghindari penggunaan internet secara negatif (Hamzah, 2021). Sosialisasi penggunaan media sosial yang tepat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran bahaya penyalahgunaan media sosial (Hidayat, dkk, 2015).

Menyikapi situasi di atas, dunia pendidikan yang sangat diandalkan dapat melahirkan generasi-generasi produktif dalam berinternet, sudah sepatutnya mengembangkan program-program pendidikan yang dapat mengedukasi anak-anak dalam berinternet. Program Internet Produktif diluncurkan untuk mengedukasi anak-anak dalam berinternet. Program ini bertujuan mengembangkan kemampuan kreatif anak-anak dalam membuat konten-konten kreatif, edukatif, dan insiratif yang layak disajikan di publik melalui media youtube sekolah. Program dirancang dengan target pantastis yaitu menghasilkan karya konten kreatif di youtube dalam setahun 500 video.

Program digulirkan sebagai proyek bersama antara kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Semua sumber daya di sekolah dikerahkan untuk mencapai target, dengan membagi-bagi tugas dalam membuat konten kreatif di youtube. Melalui organisasi OSIS, anak-anak dituntut untuk membuat proyek video-video kreatif dengan menampilkan praktik-praktik baik dalam aktivitas pendidikan di sekolah atau di lingkungan masyarakat. Seluruh siswa diwajibkan untuk melakukan subscribe youtube sekolah agar karya-karya yang dihasilkan dapat tersebar dan mendapat apresiasi untuk memotivasi.

Program-program produktif seperti podcast, editorial, catatan kegiatan pembelajaran, dan materi-materi pelajaran  produk guru, tutorial, bedah buku, webinar, diciptakan untuk mengisi konten youtube sekolah. Anak-anak dituntut untuk kreatif menciptakan gagasan konten youtube dengan melakukan riset internet mencari contoh untuk melakukan ATM (amati, tiru, dan modifikasi). Pengalaman melakukan ATM diharapkan dapat membangun kepercayaan diri dengan meciptakan ide konten kreatif karya sendiri.

Dari pengalaman yang sudah dilakukan, hasilnya cukup menggembirakan. Di lingkungan anak-anak terjadi diskusi-diskusi membicarakan sebuah proyek video berdurasi singkat untuk membuat drama atau film pendek. Situasi ini terjadi tidak lepas dari keterlibatan guru yang melibatkan anak-anak dalam tugas pembelajaran yang harus disajikan dalam bentuk karya video. Beberapa video berhasil menjadi viral sampai ribuan penonton. Kondisi ini menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri bagi anak-anak untuk terus berproduksi konten-konten tayangan di youtube.

Beberapa anak diluar dugaan ada yang sukses menjadi influencer di media sosial dengan follower 800 ribu hingga 2,5 juta. Sungguh pantastis dalam usia masih muda dan status sebagai pelajar tanpa mengganggu kegiatan belajar, mereka sudah berpenghasilan 6 s.d 12 juta per bulan dari pekerjaannya sebagai influencer. Penghasilan tertingginya mereka bisa menghasilkan 24 s.d 30 juta per bulan. Salah satu siswa yang sudah lulus, dia tidak bingung mencari pekerjaan, tetapi terus melanjutkan karirnya sebagai influencer di media sosial dan bercita-cita menjadi artis di layar lebar. Mereka semakin profesional dengan melibatkan manajemen untuk mengorganisir waktu dan mengembangkan karirnya.

Kata-kata bijak dari mereka yang masih muda muncul, “hidup sekarang lebih enak, karena jika punya niat serius mencari penghasilan di internet ternyata sangat mudah, yang penting jangan pernah putus asa untuk terus mencoba dan mencipta”. Itulah sekelumit keberhasilan dari program internet produktif, sedikitnya telah melahirkan kesadaran bagi semua siswa, bahwa berinternet jika disadari dan digeluti untuk hal-hal produktif, mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan bisa sukses semuda mungkin. Internet seperti pisau bermata dua satu sisi bisa membunuh satu sisi bisa bermanfaat untuk kehidupan. Wallahu’alam.    

Saturday, January 22, 2022

TUKAR ANAK NUSANTARA

OLEH: TOTO SUHARYA

Dalam salah satu nilai profil Pelajar Pancasila dijelaskan bahwa peserta didik karakternya harus dibentuk sebagai manusia berkebinekaan global. Artinya bukan berarti anak-anak melupakan dirinya sebagai anak nusantara, anak-anak harus tetap memiliki karakter berkebinekaan bersumber pada ruang lingkup terdekatnya sebagai bangsa. Karakter berkebinekaan global bukan berarti kita harus fokus menghormati perbedaan suku bangsa di luar sana, tetapi pembangunan karkater itu harus tetap berfokus pada bagaiman car akita hidup sehari-hari yang memang sudah beraneka ragam.

Di sekolah bisa kita kembangkan program Tukar anak Nusantara. Program ini bisa jadi proyek pembelajaran secara kolaboratif antar mata pelajaran. Perencanaan disusun secara koaboratif untuk menentukan kompetensi yang ingin di capai, tujuan pembelajaran, dan produk yang dihasilkan. Dalam pembelajaran proyek Tukar Anak Nusantar, ada beberapa capaian pembelajaran yang bisa dikembangkan pada program ini, antara lain capaian hasil pengetahuan, sikap dan prilaku hidup sebagai masyarakat yang hidup dalam kebinekaan.

Kemudian capaian pembelajaran dalam bentuk produk pembelajaran, dapat diarahkan pada peningkatkan kemampuan literasi dengan membuat buku tentang kehidupan masyarakat yang ditempatinya, bisa buku bertema budaya, agama, sosial, keluarga, dan sebagainya. Buku ini bisa dibuat perkelompok atau per individu. Buku diterbitkan oleh penerbit dan ber ISBN. Untuk itu pertukaran anak nusantara dapat dikemas dalam bentuk tema-tema, agar anak selama mengikuti pertukaran pelajar dapat menggali informasi sesuai tema yang mereka tentukan.

Untuk menjamin keamanan dan proses pembimbingan selama pertukaran, anak-anak harus didampingi guru pendamping, yang juga melakukan pertukaran guru. Namun jika dalam program tukar anak nusantara ingin mencapai kemandirian anak, guru pembimbing diberikan kepada guru di tempat pertukaran. Guru pembimbing hanya bertugas sebagai pemantau kegiatan, dan fasilitator jika dibutuhkan.

Selama anak-anak mengikuti program tukar anak nusantara, aktivitasnya lebih banyak berkomunikasi anak-anak teman sebanyanya. Mereka tinggal bersama teman sebanyanya, bermain, belajar, dan bertukar informasi tentang budaya, agama, tradisi, dan berbagai hal tentang kehidupan masyarakat yang ditempati. Program ini bisa berjalan satu samapai tiga bulan untuk memberikan ruang agar anak-anak betul-betul merasakan manis pahitnya kehidupan di tempat anak-anak nusantara berada.

Dalam kontek merdeka belajar, penentuan peserta program, tempat yang akan dituju, kompentensi, capaian dan produk pembelajaran yang akan dihasikan hasil lebih banyak melibatkan anak-anak. Tidak akan semua anak bersedia mengikuti program ini, tetapi pasti ada anak-anak pemberani dan antusias mengikuti program ini. Kreasi program ini bagi anak-anak tertentu dapat menjadi program yang menghindarkan anak-anak dari kejenuhan dan keputusasaan belajar karena terlalu dibatasi oleh ruang kelas dan lingkungan sekolah yang terbatas.

Pembianyaan program dapat dilakukan dengan kolaborasi antar sekolah, dan keluarga. Untuk beban transport, makan minum, bisa dibebankan kepada dana BOS sesuai kemampuan. Selanjutnya untuk meringankan beban anggaran bisa dilakukan kerjasama antar sekolah dengan orang tua siswa. Perjanjian kerjasama dapat dilakukan dengan saling pinjam rumah, kamar, fasilitas, dengan anak peserta program. Sekolah dan orang tua bisa saling jamin, anak peserta program dari daerah lain dijamin oleh sekolah yang dikunjungi demikian juga sebaliknya. Dengan kolaborasi program ini sangat mungkin dilakukan oleh seluruh sekolah di Indonesia.

Program ini dapat menjadi jembatan jalinan persaudaraan anak-anak se nusantara. Program ini dapat membawa anak-anak pada suasana Indonesia yang sesungguhnya sebagai anak nusantara yang hidup di lautan ke anekaragaman, dan kelak menjadi manusia berkebinekaan global. Ikatan kebangsaan Indonesia akan terus terjalin dan semakin kuat dari masa ke masa.

Sudah saatnya dunia pendidikan kita membuat program-program yang membuat anak-anak merdeka pikiran dan hatinya. Pikiran dan hati anak-anak merdeka adalah mereka yang menerima berbagai perbedaan yang ada dalam kehidupan dunia nyata. Dengan kolaborasi program ini dapat menjadi unggulan bagi setiap sekolah yang mau melakukanya, dengan anggaran biaya yang bisa disesuaikan sesuai dengan kemampuan keuangan sekolah yang ada. Siapa yang berani memulai, dialah insan-insan pendidikan merdeka. Wallahu’alam.

Thursday, January 13, 2022

MENCETAK 1000 DERMAWAN

Oleh: Toto Suharya

Mencetak 1000 dermawan di SMAN 15 Kota Bandung adalah obsesi dari kegelisahan penulis sebagai pegiat pendidikan. Bertahun-tahun belajar tentang ilmu pendidikan penulis baru-baru ini menemukan sebuah kesimpulan bahwa ilmu pendidikan sesungguhnya telah diajarkan oleh para Rasul, ilmu pendidikan hakiki adalah ilmunya para Nabi. Ilmu pendidikan yang sesungguhnya berbicara tentang akal (kognitif), hati (afektif), dan akhlak (psikomotor)  telah diajarkan para Nabi, melalui ajaran agama. Kemajuan teknologi pun sudah disampaikan oleh para Nabi terdahulu sampai terakhir Nabi Muhammad SAW. Ide tentang teknologi super canggih telah disampaikan oleh para Nabi, teknologi tahan api, kapal laut, kapal selam, pesawat udara dengan kecepatan tinggi, pesawat luar angkasa, komunikasi nirkabel, transformasi energi, semuanya lengkap telah dikabarkan dalam kitab suci Al-Qur’an.

Semua rahasia keberadaan teknologi kini bisa diungkap dan sebagian telah terungkap rahasianya dan bisa direflika manusia. Namun dibalik alat-alat yang supercanggih pengendalinya adalah manusia. Untuk itu esensi pendidikan dari masa ke masa adalah bagaimana menjaga kualitas manusia agar bisa mengendalikan dirinya dari keserakahan hawa nafsu. Penyebab kerusakan di muka bumi ini bukanlah teknologi, tetapi sifat-sifat buruk manusia yang tidak terkendali.

Sifat-sifat buruk manusia di masa lalu telah dikabarkan dalam kitab suci, seperti perbuatan zina, keserakahan pada dunia, penguasa yang melampaui batas, dan egoisme menjadi penyebab terjadinya kerusakan di muka bumi. Kerusakanan di muka bumi disebabkan oleh kegagalan manusia dalam memahami hakikat Tuhan yang pada akhirnya melahirkan tuhan-tuhan selain Allah. Lahirnya tuhan-tuhan selain Allah akibat dari kegagalan manusia itu sendiri dalam memahami siapa dirinya dan siapa Tuhan sesungguhnya. Keberadaan tuhan-tuhan selain Allah telah menyeret manusia pada jurang kenistaan dan rusaknya tatanan kehidupan di muka bumi.

Oleh karena itu esensi pendidikan sesunguhnya bukan bagaimana menciptakan teknologi atau keterampilan-keterampilan manusia dalam mencipta, tetapi bagaimana memahami nilai-nilai kehidupan dari Tuhan yang kelak akan menjadi pedoman manusia dalam menjalani kehidupan. Mewujudkan manusia beriman dan berkarakter (akhlak) mulia adalah substansi dasar dari setiap jenjang pendidikan.

Pendidikan tentang akhlak mulia sesunguhnya menjadi esensi dari seluruh isi pendidikan sekalipun diajarkan dalam berbagai mata pelajaran. Paradigma pendidikan yang parsial menjadi sebab dunia pendidikan kehilangan esensinya. Konsep pemisahan mata pelajaran agama dengan mata pelajaran ilmu alam, telah melahirkan manusia-manusia yang tidak sadar akan kehadiran Tuhan dalam berbagai aspek kehidupan. Pendekatan sekuler dalam dunia pendidikan telah membelah pemikiran manusia seolah-olah kehidupan hanya terjadi di dunia fana saat ini dan dunia kekal dianggap sebagai imajinasi belaka. Agama dianggap sebagai pelajaran dongeng anak kecil dan dianggap sebagai cerita tradisi turun temurun yang dibuat-buat oleh nenek moyang dari generasi ke generasi.

Kita tidak sadar dengan pendekatan sekuler, manusia telah membebani hidupnya sendiri seolah-olah semua masalah hanya bisa diselesaikan oleh dirinya sendiri tanpa ada campur tangan Tuhan. Manusia dengan keangkuhannya telah menjadikan dirinya sebagai beban bagi dirinya sendiri. Padahal sebenarnya ringan dan beratnya beban hidup bisa kita jalani hanya dengan berusaha keras berserah diri pada yang maha kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Kehidupan ini bisa terkendali dengan tetap berpedoman hidup dari sang Pencipta.

Untuk itu program mencipta 1000 dermawan di sekolah adalah upaya bagaimana kita tunduk pada ketentuan dari Tuhan, bahwa hidup ini diciptakan dengan konsep memberi. Seluruh alam semesta ini bisa berjalan teratur karena ada konsep saling memberi. Bumi ini bisa melahirkan penduduknya jika ada tatanan saling alam untuk saling memberi tetap terjaga. Udara, angin, air, tanah, api, hewan, tumbuhna, dan manusia, keberadaannya bisa jadi kesejahteraan jika tatanan saling memberinya terjaga. Alam semesta diciptakan tunduk pada ketentuan Tuhan pemilik alam semesta. Hanya manusia yang diberi dua potensi oleh Tuhan untuk menambah dan mengurangi, sehingga manusia diberi amanat untuk menjadi penyeimbang kehidupan di alam semesta ini.

Manusia-manusia dermawan adalah sosok yang dapat menjaga keseimbangan hidup di muka bumi ini. Keseimbangan antara api dengan air, pohon dengan udara, tanah terbuka dengan  bangunan, laut dengan gunung, kaya dengan miskin, jumlah makanan dengan penduduk adalah tugas manusia menjaganya. Kekurangan sosok manusia-manusia dermawan dalam berbagai bidang, akan jadi sebab dunia krisis dan cepat atau lambat akan mengalami kehancuran. Manusia-manusia dermawan adalah sosok penyangga dan penjaga keseimbangan dunia dan dapat menghindarkan manusia dari kehancuran.

Hendaknya, program mencipta manusia-manusia dermawan menjadi inti pendidikan dalam berbagai bentuk di dunia pendidikan. Berkurangnya stok manusia dermawan dapat berakibat fatal dan bisa melahirkan kelaparan, kekerasan, penindasan, penipuan, dan peperangan. Mencetak seribu dermawan dengan gerakan sedekah minimal seribu sehari (SMS) dari uang jajan anak-anak mungkin ini sebuah gerakan kecil, namun jika dilakukan rutin oleh 30% persen (81 juta) dari penduduk Indonesia, gerakan ini akan jadi kekuatan besar. Apalagi jika manusia-manusia dermawan ini menjadi para penguasa di negeri ini, insya Allah keseimbangan hidup bangsa ini akan terjaga. Sebagaimana kita ketahui dari kisah para Nabi, manusia-manusia berkualitas tinggi sekalipun jumlahnya sedikit tetapi kekuatannya bisa berlipat ganda sampai 10 kali lipat. Inilah misi pendidikan di sekolah yang harus kita perjuangkan sampai akhir hayat. Wallahu’alam.

Sunday, December 26, 2021

ADA GURU YANG TIDAK PERNAH NGAJAR

Oleh: Toto Suharya

Banyak orang berpendapat bahwa karakter tidak bisa diajarkan, karena karakter seharusnya dilakukan. Bagi yang tidak paham pendidikan pernyataan ini bisa saja benar, dan parahnya pendidikan karakter seolah-olah tidak butuh pengetahuan. Muncullah masalah bahwa pendidikan saat ini teralu fokus pada pengetahuan dan tidak mengajarkan tentang karakter. Akhirnya ramai-ramailah menghujat pembelajaran kognitif sebagai biang kerok pendidikan tidak berkualitas.

Menarik untuk disimak teori pengetahuan dari Descartes, “semua aksi fisik merupakan akibat. Semua akibat terjadi sebagai sebuah wujud dari pikiran” (Russel, 2016). Pernyataan Descartes ini akan menjebak kita pada subjektivitas yang tinggi, mengarah pada pengkultusan pikiran sebagai sebab. Namun pesan yang harus kita tangkap di sini adalah kemampuan berpikir pada manusia menjadi hal penting dalam memahami realitas dan bahkan memahami keberadaan Tuhan. Sebagaimana di dalam kita suci Al-Qur’an Allah memerintahkan berulang-ulang pada manusia untuk berpikir. Intinya, berpikir menjadi faktor penting bagi peningkatan kualitas manusia terutama digunakan dalam dunia pendidikan.

Imanuel Kant memandang bahwa seluruh perubahan berlangsung sesuai dengan hukum hubungan sebab dan efek. Sementara Al-Gazhali menolak hukum kausalitas karena khawatir manusia akan terjebak pada kebenaran kausalitas yang hanya dilihat dari fakta empiris, sehingga mengabaikan kebenaran-kebenaran ilahiah (Abdullah, 2002). Penulis berpandangan bahwa kausalitas harus dipandang sebagai kehendak Tuhan. Jadi segala sesuatu yang terjadi tidak akan lepas dari kehendak Tuhan. Dengan demikian setiap kejadian yang dipahami secara faktual pada hakikatnya adalah dari Tuhan. Lantas tidak menjadi manusia harus berhenti memahami kausalitas-kausalitas di alam, karena Allah menciptakan miliaran bahkan triliunan kausalitas yang saling berhubungan.

Akal, alam, dan Tuhan adalah tiga objek yang pasti selalu mewarnai tindakan manusia. Pandangan saya dalam hal ini, Tuhan adalah sebab, sementara pikiran dan alam nyata adalah kehendak-Nya. Manusia diberi kemampuan untuk menggali berbagai pengetahuan dari akal dan alam. Tuhan menjadi sebab utama, sementara akal (pikiran) dan alam (tindakan) adalah akibat. Sementara apa yang dilakukan manusia dan terjadi di alam berlaku sebab akibat sesuai ketentuan Tuhan Yang Maha Luas Pengetahuannya. Sepertinya pendapat saya seperti keterpkasaan manusia pada Tuhan, namun tidak demikian karena Tuhan Maha Luas Pengetahuannya.

Kembali pada pengajaran karakter, dengan padangan di atas saya menyimpulkan bahwa seluruh prilaku manusia adalah akibat dari pengetahuan yang dipikirkannya. Sekalipun ada tindakan-tindakan yang tidak disadari, bukan berarti tidak ada keterlibatan pikiran. Tindakan-tindakan yang tidak disadari adalah sebuah tindakan berdasar pengetahuan yang telah melalui proses pemikiran dengan kecepatan tinggi. Pada awalnya anak kecil tidak tahu api panas, pada saat menyentuh api pikirannya memperoses dengan cepat sehingga menghasilkan gerakan reflek. Pengetahuan ini tersimpan dan selanjutnya anak akan menjauhi api berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya. Oeh karena itu, pendidikan adalah mengajarkan anak-anak untuk melakukan hal-hal yang baik yang bisa membawa keberuntungan dirinya, dan menjauhi perbuatan-perbuatan buruk yang dapat merugikan dirinya.

Dalam hal ini saya ingin menyampaikan, bahwa dalam kontek pendidikan, pendidikan karakter tetap pada dasarnya bermuara pada seperangkat pengetahuan yang harus dimiliki anak-anak agar dengan pengetahuan tersebut anak-anak bisa melakukan hal-hal yang baik untuk dirinya dan bermanfaat bagi orang lain. Jenis pengetahuan dalam pendidikan terbagi menjadi tiga yaitu, pengetahuan untuk melatih kemampuan berpikir (fokus pada teori mata pelajaran), pengetahuan untuk menimbulkan efek senang (fokus pada harapan-harapan baik di masa depan), dan pengetahuan sebagai pedoman bertindak (pengetahuan tentang pekerjaan teknis).

Dalam pandangan sekuler ketiga jenis pengetahuan di atas, pada prakteknya dikategorokan secara terpisah sehingga implentasinya terpisah-pisah. Kadang pembelajaran cenderung pada pengetahuan-pengetahuan teori pada jurusan, mata pelajaran, dan sedikit sekali memiliki pengetahuan harapan-harapan baik, dan pedoman pola tindak. Pada akhirnya pembelajaran menjadi kurang bermakna dan kegiatan yang tidak menyenangkan serta tidak menyelesaikan masalah-masalah kehidupan yang kelak dihadapi anak-anak dalam realitas kehidupan.   

Sebagai kritikan terhadap pengajaran di atas, ketiga jenis pengetahuan harus dintegrasikan dalam sebuah pembelajaran. Pembelajaran harus mengajarkan pengetahuan yang melatih nalar, membuka harapan-harapan baik dan menjadi pedoman bertindak dalam kehidupan. Pengetahuan apa yang harus diajarkan dan bagaimana cara mengajarkannya?

Pengetahuan Etika

Pengetahuan etika berisi tentang teori-teori tentang tata cara bagaimana manusia berhubungan dengan sesama manusia, alam dan Tuhan. Pengetahuan-pengetahuan ini secara sinergis bisa dijelaskan di dalam pelajaran agama dan budi pekerti. Pengajaran agama diajarkan untuk membangun harmonisasi kehidupan antar sesama umat manusia yang sama-sama menghuni satu planet bumi. Etika-etika kehidupan dalam agama bisa dijelaskan dalam bahasa logika yang mengajak kepada semua umat manusia untuk berbuat sesuatu yang memberi manfaat pada manusia dan alam sebagaimana Tuhan memerintahkan.  Semua mata pelajaran harus bisa mengupas masalah-masalah etika dari sudut pandang kajian ilmu-ilmu yang digelutinya. Pengetahuan ini akan membawa anak-anak menjadi sosok berakhlak dan beriman kepada Tuhan.

Pengetahuan harapan

Pengetahuan harapan adalah sebuah pandangan ke masa depan yang dibentuk oleh pengetahuan-pengetahuan yang membawa efek senang. Sebagaimana dalam bagian fungsi otak berfungsi mengontrol efek perasaan. Dalam dunia pendidikan diharapkan anak-anak terus diberi informasi yang dapat membawa efek senang sehingga dapat terus memotivasi anak-anak untuk semangat belajar. Pengetahuan-pengetahuan harapan itu bisa dibangun dari pelajaran agama, dan seluruh mata pelajaran yang membawa kabar baik bagi anak-anak di masa depan. Khususnya mata pelajaran sejarah, yang bisa dikemas menjadi pelajaran tentang harapan hidup di masa depan. Pengetahuan ini akan membawa anak-anak berjiwa optimis, tekun, dan produktif serta tetap beriman pada Tuhan.  

Pengetahuan Teknis

Pengetahuan teknis adalah seperangkat pengetahuan yang bermanfaat bagi anak-anak yang dapat menjadi pola tindak, berupa pengetahuan keterampilan berpikir dan keterampilan fisik mekanik. Diawali dari pelajaran agama yang mengajarkan ketermpilan berpikir, sampai kepada mata-mata pelajaran alam yang bisa mengajarkan pengetahuan keterampilan teknik. Keterampilan teknik ini menjadi modal mereka untuk bisa berkarya nyata untuk kehidupan dirinya dan orang lain. Pengetahuan ini akan membawa anak-anak menjadi manusia-manusia pekerja keras, kreatif, dan beriman kepada Tuhan.    

 Metode Pengajaran Merdeka

Pengajaran adalah sebuah tindakan kreatif dan dinamis. Untuk itu tidak akan pernah akan ada satu metode pengajaran baku yang dapat terus menerus dilakukan secara seragam oleh semua guru. Pengajaran sangat subjektif dan tergantung kepada siapa pelakunya. Sekalipun guru distandardisasi melalui program sertifikasi, tidak berarti setiap guru akan bertindak sama dalam pelaksanakan pengajarannya. Standardisasi hanya bisa dilakukan pada tataran kerangka berpikir substansi pengetahuan apa yang harus dialkukan agar pengajarannya punya efek sama pada anak-anak. Tiga jenis pengetahuan yaitu etika, harapan, dan teknis adalah standardisasi bagi siapa saja guru yang akan melakukan pengajaran.

Pada tataran aplikasi guru memiliki kebebasan untuk mengajarkan ketiga pengetahuan di atas dengan berbagai macam gaya dan pendekatan. Guru merdeka, seperti ada beberapa orang yang akan berenang menyebarang sungai, setiap orang tentu diberi kebebasan untuk menggunakan berbagai macam gaya yang dikuasinya yang penting bisa menyebrang sungai. Guru tidak seperti orang yang mau lomba renang, untuk menuju suatu tujuan harus menggunakan gaya yang sama.  Untuk itu, pendidikan bukan lomba tetapi sebuah kerjasama untuk melahirkan tujuan yang sama dengan memberi kebebasan untuk mengajarkan tiga pengetahuan sesuai dengan kompetensi guru yang dimilikinya.

Idealnya dalam setiap pengajaran, guru memberi masukkan ketiga ranah pengetahuan yang harus dimiliki anak. Pendekatan yang digunakan adalah pengajaran terpadu berbasis pada tema. Namun demikian ada keterbatasan para guru mengajar dengan model ini. Bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam mengajarkan model terpadu, secara parsial masih bisa dilakukan hanya tetap tiga ranah pengetahuan etika, harapan, dan teknis harus menjadi kerangka acuan dalam pengajaran. Dalam pendekatan parsial agama bisa mengajarkan etika-etika kehidupan, sejarah, sosiologi, geografi bisa mengajarkan harapan-harapan hidup sejahtera, dan matematika, fisika, kimia, biologi bisa mengajarkan hal-hal teknis yang bisa mendorong mereka untuk berkarya.

Model Guru Pengajar Karakter

Esensi pendidikan adalah mengajarkan karakter. Dari tiga jenis pengetahuan yang saya kemukakan adalah tujuannya mengajarkan agar anak-anak berkarakter. Harus kita sepakati bahwa apa-apa yang kita kerjakan tidak lepas dari pengetahuan yang diolah jadi pikiran dan jadi kelakukan. Ini adalah pengalaman seorang guru di Ciamis Jawa Barat dalam mengajarkan karakter. Menarik sekali apa yang dikatakan guru tersebut, “saya adalah satu-satunya guru yang tidak pernah mengajar”. Setelah saya dalami ternyata apa yang dikatakan “tidak pernah mengajar” adalah kiasan karena selama ini mayoritas guru memiliki pandangan sama tentang mengajar, yaitu menyampaikan materi sesuai dengan mata pelajaran. Materi peajaran secara berurutan harus disampaikan sesuai dengan dokumen kurikulum. Pandangan ini menjebak guru-guru bahwa mengajar sebatas menyampaikan materi pelajaran dan tidak mengandung pengetahuan etika, harapan dan teknik. Akhirnya mata pelajaran hanya berisi pengetahuan prasyarat yang hanya memenuhi otak tidak berfungsi apa-apa dan menjenuhkan.

Pengalaman guru yang tidak pernah mengajar dijelaskan sebagai berikut; ketika saya masuk kelas, ternyata di dalam kelas tidak kondusif dan ada pelanggaran etika, “saya tidak mengajar”. Selama jam pelajaran saya akan membahas bersama anak-anak bagaimana beretika dan berpilaku agar mereka bisa hidup sejahtera di kemudian hari. Saya perkenalkan bagimana cara orang-orang bisa hidup sejahtera dengan cara hidup sesuai etika dalam berbagai aktivitas kehidupan nyata. Kebiasaan mengajar seperti ini, dipersepsi oleh guru-guru lain bukan sebagai kegiatan aktivitas mengajar, karena isinya tidak membahas materi pelajaran.

Mengacu pada tiga teori pengetahuan yang harus diajarkan pada anak-anak, sebenarnya pengalaman guru yang mengajarkan pengetahuan tentang etika hidup sesungguhnya dia telah melaksanakan tugasnya sebagai guru dengan baik. Pengetahuan etika merupakan bagian dari pengajaran karakter yang harus dilakukan semua guru mata pelajaran. Kegiatan yang dilakukan guru di atas adalah salah satu metode yang bisa dilakukan guru dalam mengajarkan pengetahuan etika untuk pembentukan karakter.

Pengajaran kakakter semacam dilakukan dengan pendekatan parsial, sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat itu. Jika semua sudah kondusif dan berjalan normal, barulah mengajarkan pengetahuan teknis dalam mata pelajaran. Pengajaran fleksibel ini bisa jadi bagian dari implementasi merdeka belajar, yang memberi kewenangan pada guru untuk mengajarkan apa yang dibutuhkan anak-anak pada saat itu.

Kesimpulannya, mengajar adalah pekerjaan super kreatif dan dinamis. Hal-hal yang statis dalam mengajarkan adalah berkaitan dengan tiga ranah pengetahuan yaitu etika, harapan, dan teknis. Sampai kapan pun manusia membutuhkan manusia-manusia berakhlak baik dengan keyakinan pada Tuhan YME, selalu optimis dalam menjalani hidup, dan memiliki cara untuk mempertahankan hidup dan bermanfaat bagi orang lain. Semoga guru-guru bisa lebih merdeka dalam mengajar dan sealu bisa menyesuaikan materi ajar dengan kebutuhan anak-anak. Wallahu’alam.

MANUSIA TIDAK BOLEH DITUHANKAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. Mengapa manusia tidak boleh di Tuhankan? Ada beberapa argumen yang bisa dipahami akal dengan logis. Argu...