Showing posts with label otak. Show all posts
Showing posts with label otak. Show all posts

Friday, March 28, 2025

PENDIDIKAN ITU HANYA URUSAN OTAK

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

"Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya." (Yunus, 10:100)

Para ahli neurosains telah bersepakat bahwa segala sesuatu yang dilakukan manusia diperintah dari otak. Ketika tangan mencuri, kaki menendang, mata melihat, telinga mendengar, mulut bicara, dan hati sedih, senang, dan bahagia, perintah teknisnya ada di otak. 

Otak secara material merupakan sebuah infrastruktur yang berfungsi untuk menyimpan dan mengolah informasi sebagai bahan manusia dalam mengambil keputusan. Hati adalah bagian dari fungsi otak terdalam yang bertugas mengindera dengan perasaan, getarannya dapat dirasakan di dada.

Otak dapat bekerja dengan baik jika diberi masukkan informasi yang baik. Otak terbaik yang bisa memilah dari kurang lebih 60 ribu informasi yang masuk ke otak dipilih hanya informasi yang baik. Otak yang terbiasa memilih informasi baik dapat menjadi sebab perilaku seseorang cenderung baik.

Berdasarkan argumen di atas, disepakati karakter baik, prilaku baik, disebakan oleh informasi-informasi baik yang dikonsumsi otak. Jadi upaya-upaya pendidikan di sekolah sebenarnya hanya mengurusi berfungsinya otak dengan baik. 

Melatih berpikir kritis, kreatif, dan imajinatif, adalah urusan mendasar pendidikan yang berurusan dengan otak. Berpikir kritis artinya melatih otak untuk memilah dan memilih informasi-informasi baik saja yang boleh dipersepsi dan diapresiasi oleh otak. 

Berpikir kreatif adalah melatih otak mencari alternatif informasi baik sekalipun fakta yang dilihat informasinya buruk. Berpikir kreatif aktivitas otak mencari peluang baik dalam segala kondisi. 

Berpikir imajinatif adalah melatih otak mampu mengembangkan informasi-informasi baik yang diterima dikembagkan menjadi informasi terbaik tepat guna dan bermanfaat. Imajinasi kegiatan mengembangkan pengetahuan di atas pengetahuan.

Melatih otak berpikir kritis, kreatif, dan imajinatif, harus dilakukan setiap pendidik. Fokus pendidikan dari abad ke abad tidak akan jauh dari urusan otak yaitu optimalisasi kemampuan berpikir analisis, sistesis, dan interpretasi. 

Para pendidik perlu memahami ilmu tentang berpikir, wawasan keilmuan luas, suka membaca, dan punya karakter pembelajar sepanjang hayat. Pendidik yang kurang wawasan, kurang ilmu, dan tidak memahami detail tentang fungsi otak dalam berpikir, tidak akan jadi pengajar terbaik.

Untuk optimalisasi otak, ilmu-ilmu wajib dipahami pendidik adalah Neurosain, Kognitif Sains, dan Psikologi Kognitif. Ilmu ini wajib dipahami para pendidik karena pendidikan mutlak urusan mengoptimalkan fungsi otak.

Modal dasar yang harus dipenuhi agar otak bisa bekerja optimal adalah stok pengetahuan di otak tidak boleh kekurangan. Aktivitas membaca buku, meneliti, harus didorong menjadi budaya dalam lingkungan pendidikan. Budaya baca merupakan prasyarat wajib ada dalam dunia pendidikan.***



  

Saturday, November 16, 2024

OTAK PEMBENTUK KARAKTER

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Prilaku seseorang dapat dipahami dari prilaku otak. Pembentukkan karakter seseorang dibentuk di otak. Pernyataan ini didukung oleh temuan bagian-bagian otak dan fungsinya. 

Di dalam otak ada bagian yang dikategorikan sebagai sistem limbik. Bagian otak ini bertangggung atas respon prilaku dan emosional. Di dalamnya termasuk pengaturan rasa takut, marah, benci, bahagia, dan cinta. Bagian ini ada di bagian bawah otak besar. (Musi & Nurjanah, 2021).

Sistem limbik terbagi beberapa bagian, antara lain; amygdala, hippocampus, thalamus. hipotalamus, dan epitalamus. Amygdala berfungsi sebagai pengatur emosi. Hippocampus berfungsi sebagai penyimpanan memori jangka pendek dan panjang. Talamus berfungsi sebagai relay, pengirim informasi ke ingatan. Hipotalamus berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh, emosi, yang berpengaruh pada pengambilan keputusan. Epitalamus berfungsi sebagai sistem saraf penghubung dengan seluruh bagian otak. (Musi & Nurjanah, 2021). 

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (Al Baqarah, 2:155)

Hal menarik adalah fungsi sistem limbik berkaitan dengan pengaturan rasa takut. Saya memprediksi rasa takut menjadi faktor kunci timbulnya prilaku pada seseorang. Rasa takut menjadi naluri yang dimiliki setiap manusia. Pengendalian rasa takut jadi faktor penting timbulnya respon seseorang terhadap kejadian. Amigdala memiliki peran penting dalam persepsi emosi rasa takut. Orang yang memiliki rasa takut dianggap normal.

"Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik". (Ali Imran, 3:14).

Hipotalamus memiliki peran sebagai pengendali rasa lapar, haus, dan emosi. Emosi tampaknya mengatur kehidupan sehari-hari. Keputusan-keputusan sehari-hari perasaan sedih, bahagia, benci, cinta, putus asa, optimis. (Musi & Nurjanah, 2021). 

Manusia memiliki dua emosi takut kekurangan (sedih) dan ingin kesenangan (bahagia). Kesimpulan sementara, prilaku manusia ditentukan dua emosi yaitu takut dan ingin. Mengendalikan emosi menjadi hal penting dalam membentuk karakter manusia. Kemampuan mengendalikan rasa takut dan ingin, menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas emosi. Ketakutan dan keinginan tidak bisa dihilangkan, tapi dapat dikendalikan sesuai dengan kadarnya.

Ketakutan dan keninginan dapat dikendalikan tergantung pada informasi yang tersimpan di memori (hipocampus) seseorang. Allah mengabarkan dalam Al Quran, agar memberikan informasi baik (kabar gembira) kepada orang-orang yang ketakutan dan berkeinginan agar bisa bersabar. 

Kabar gembira di dapat diperoleh dengan membangun pola pikir positif, kritis dan kreatif melihat setiap kejadian dari sudut pandang peluang baik atau manfaat. Pola pikir tumbuh (growth mindset) salah satu cara membangun persepsi terhadap setiap kejadian dengan optimis. Berpikir dengan panduan Al Quran (logika Tuhan) bisa membantu persepsi positif pada setiap kejadian.

Maka, informasi atau kabar baik selalu diberikan oleh Allah kepada orang-orang sabar. "Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan." (Huud, 11:115). Allah sebaik-baiknya pemberi kabar baik. *** 

 

  




 

MANUSIA TIDAK BOLEH DITUHANKAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. Mengapa manusia tidak boleh di Tuhankan? Ada beberapa argumen yang bisa dipahami akal dengan logis. Argu...