Saturday, May 9, 2026

AL QURAN SEBAGAI PARADIGMA BERPIKIR

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd.

Al Quran adalah paradgima berpikir dalam memandang kehidupan. Al Quran adalah kitab suci yang diimani umat Islam. Salah satu syarat beriman orang Islam adalah percaya kitab suci Al Quran wahyu dari Allah melalui Jibril disampaikan kepada Nabi Muhammad. Sampai saat ini, isi Al Quran diakui sebagai kita suci otentik dari Tuhan, tidak bercampur dengan pemikiran manusia. 

Isi Al Quran adalah pengetahuan bersumber dari Allah. Perintah pertama dari seluruh isi kitab suci Al Quran adalah Bacalah (teliti, pahami, dalami)! Perintah ini diterima oleh Nabi Muhammad ketika di Gua Hira. Perintah Bacalah menjadi pesan penting bagi umat manusia bahwa memiliki pengetahuan adalah kunci untuk mengungkap rahasia kehidupan.

Al Quran sebagai paradigma berpikir secara eksplisit Allah kabarkan dalam Al Quran. "Bacalah atas nama Tuhanmu Yang menciptakan" (Iqra, 96:1). Kata bismi merupakan gabungan dua kata yaitu "bi" dan "ismi". Bi adalah kata depan dengan makna "dengan, oleh, atas". Ismi artinya nama. Jika Allah perintahkan "bacalah atas nama Allah". Kita bisa beri makna bahwa segala sudut pandang yang kita miliki tentang sesuatu harus menggunakan sudut pandang Allah.

Untuk membantu manusia memahami kehidupan, Allah menurunkan kitab suci Al Quran sebagai dasar ilmu pengetahuan bagi manusia untuk memberikan sudut pandang terhadap segala kejadian di muka bumi. Al Quran diturunkan dengan ilmu pengetahuan dari Allah. 

"Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu itu maka (katakanlah olehmu): "Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?" (Hud, 11:14).

Dasar ilmu pengetahuan dari Allah adalah "tidak ada Tuhan selain Allah". Artinya segala sudut pandang kita tentang kehidupan nyata dan gaib mutlak dari sudut pandang Allah. Maka hakikat semua sudut pandang manusia tidak ada pilihan lain, kecuali berserah diri kepada sudut pandang Allah yang maha mengetahui. 

Inilah cara beprikir Islam. Islam artinya berserah diri secara total kepada Allah. Orang-orang yang berpikir mengikuti cara pandang Allah, mengikuti segala keterangan dari Al Quran yang datang dari Allah. Untuk itulah Allah mengingatkan pada umat manusia untuk berpikir dan tidak ada pilihan segala sudut pandang manusia hanya bisa berserah diri pada Allah yang maha luas sudut pandangnya.

Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir. (Al Hasyr, 59:21).

Mengapa manusia harus berpikir dan mengikuti cara pandang Allah? Karena Allah maha mengetahui baik lahir maupun batin. Argumentasi Allah maha mengetahui, bisa kita konfirmasi di dalam Al Quran. 

"Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." (Al Hasyr, 59:22). 

Bukan cara pandang Barat atau Timur yang harus kita ikuti. Allah menguasai Barat dan Timur. Semua cara pandang manusia harus berserah diri pada cara pandang Allah yang maha mengetahui seluruh isi alam semesta. Semoga Allah membimbing kita semua dengan mengikuti cara pandang Allah yang maha luas pandangan-Nya.***

AL QURAN SEBAGAI PARADIGMA BERPIKIR

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. Al Quran adalah paradgima berpikir dalam memandang kehidupan. Al Quran adalah kitab suci yang diimani um...