Showing posts with label karakter sabar. Show all posts
Showing posts with label karakter sabar. Show all posts

Sunday, May 9, 2021

MENGAJARKAN KARAKTER SABAR

Oleh: TOTO SUHARYA
(Kepala Sekolah / Sekretaris DPP AKSI)

Tidak dapat dikatakan orang baik tanpa memiliki kesabaran. Sebaik-baiknya manusia dia belum menjadi orang baik, tanpa memiliki sifat dan prilaku sabar.

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (Fushshilat, 41:35).

Kata sabar sering dinasehatkan kepada siapa saja yang sedang menghadapi ujian dari Allah. Namun demikian jarang orang memahami apa arti sabar menurut Al-Qur’an. Awam memahami sabar hanya sekedar diam menerima apa yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Pandangan ini sangat pasif dan orang-orang sabar dianggap penderita dan tertindas. Pandangan ini sangat negatif dan membuat orang-orang sabar pesimis dan enggan menjadi orang sabar.

Jika kita belajar dari Al-Qur’an orang sabar pasti optimis dan bahagia. Banyak orang pasti memilih dan bercita-cita jadi orang sabar. Untuk memahaminya kita coba pahami konsep sabar dari penjelasan Al-Qur’an. Kabar gembira bagi orang yang memilih hidup berkarakter sabar. Orang-orang sabar teman dekatnya Allah. Siapa yang mengganggu orang sabar dia berurusan dengan teman dekatnya yaitu Allah. Dalam Al-Baqarah, 2:153), Allah mengatakan:

Betapa beruntungnya orang-orang yang menjadi teman dekat Allah. Lalu siapa orang-orang sabar ini? Al-Qur’an memberi kriteria siapa orang-orang sabar. Berikut kriteria orang-orang sabar menurut penjelasan Al-Qur’an.

1.  Shalat

Karakter yang dapat dilihat sebagai orang sabar adalah rajin shalat. Kepada orang-orang yang shalat, Allah akan menganugerahkan kesabaran. Minimal kesabaran itu terjadi, ketika peserta didik disiplin melaksanakan shalat. Kegiatan shalat bukan hanya ritual tetapi membangun pikiran dan tindakan yang selalu tergantung pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Konsepsi shalat tentu bukan hanya praktek ritual tetapi termasuk dalam tindakan-tindakan secara faktual dalam kehidupan di masyarakat. 

Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (Al Baqarah, 2:45).

2.  Pemberi Maaf

Orang sabar berprilaku pemberi maaf. Pemberi maaf dipraktekkan dengan karakter suka bermusyawarah dan cinta damai. Tidak akan dikategorikan orang sabar jika tidak memeiliki karakter pemaaf. “Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan” (Asy Syuura, 42:43).

3.  Menolak kejahatan dengan kabaikan.

Karakter orang sabar sudah tidak lagi terpengaruh oleh rangsangan-sangsangan untuk berbuat baik yang datangnya dari luar. Apapun reaksi yang datang dari luar, sudah tidak berpengaruh pada karakternya, karena respon yang dihasilkan kepada setiap kejadian adalah respon yang selalu mencerminkan prilaku baik.

Kemampuan paling menonjol dari orang-orang sabar adalah merespon keburukan dengan kebaikan. “disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan”, (Al Qashshas, 28:54).

4.  Taat dijalan benar dengan bersedekah

Kesabaran seseorang diuji dalam ketaatannya menjalani jalan yang benar. Tidak ada kesabaran pada orang-orang yang taat pada jalan salah. Orang-orang sabar memiliki prilaku konsisten dalam menjaga tetap berada di jalan benar yaitu bersedekah.

“orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya, dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (Ali Imran, 3:17).

Kesimpulannya, sabar adalah ciri prilaku agung dari orang-orang baik. Siapa memiliki karakter sabar, maka dia telah diberi keberuntungan yang besar dari Allah. Kesabaran adalah karakter yang dapat mendatangkan kesuksesan. Prilaku sabar wajib diajarkan kepada anak-anak agar kelak mereka menjadi pemimpin-pemimpin sukses di muka bumi. Allah berjanji kepada orang-orang sabar:

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az Zumar, 39:10).

Sabar sangat perlu diajarkan di sekolah-sekolah sebagai karakter sukses yang akan mendampingi anak-anak di masa mendatang. Apa yang harus diajarkan? Latih anak-anak dengan program-program karakter seperti praktek shalat, jadi pemaaf, membalas keburukan dengan kebaikan, sedekah, dan mengawal program secara konsisten serta mengevaluasinya secara berkesinambungan.  Wallahu’alam.

Sunday, September 13, 2020

INDONESIA TERANCAM HILANG

 OLEH: TOTO SUHARYA
(Sekretaris I DPP AKSI)

Suasana memanas, ketika menyimak diskusi dengan para ahli pendidikan yang sedang menyikapi isu perubahan kurikulum tahun 2020. Isu yang berkembang pada perubahan kurikulum mendatang adalah mata pelajaran sejarah akan hilang dari struktur kurikulum. What? Apakah bangsa ini sudah tidak lagi menghargai para leluhurnya? Jasmerah. “jangan sampai melupakan sejarah”, itu wasiat dari tokoh sejarah yang memimpin Indonesia merdeka. Jika benar ini terjadi, berani benar menghilangkan sejarah dari kolektif memory warga negaranya. Sangat berbahaya sekali pemikiran orang-orang yang ada dibalik perubahan kurikulum ini.

Wasiat para pemimpin jangan dianggap sepele. Wasiat ini membawa pesan fundamental bahwa hilangnya sejarah bangsa dari ingatan warga negara adalah tanda akan hilangnya sebuah negara. Wasiat dilihat dari hukum agama adalah sebuah amanah yang tidak boleh tidak harus dilakukan. Jika tidak menghargainya bangsa ini sedang terancam mengalami hilang ingatan sebagai bangsa Indonesia.  

Bangsa adalah sebuah imagine community, dimana warganya merasa satu bangsa karena ada masa lalu dan cita-cita yang sama. Penduduk Indonesia mau bersatu karena punya kesamaan sejarah. Di setiap kepala orang Indonesia memiliki kesamaan sejarah, pada masa lalunya pernah sama-sama berjuang untuk membebaskan diri dari ketidakadilan sosial, ekonomi, politik, budaya, dan agama. Orang Aceh, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Maluku, Papua dll., mau ikut bergabung dengan NKRI karena punya kesamaan sejarah. Budaya, suku, agama, bahasa, kulit, wajah, dll., kita semua berbeda, tapi karena kesamaan sejarah mereka berani menyatakan sebagai bangsa Indonesia yang harus merdeka. Timor Leste yang tidak punya kesamaan sejarah merasa bukan bagian bangsa Indonesia dan berhasil memisahkan diri. Sejarah Indonesia seharusnya menjadi mata pelajaran yang diwajibkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat global saat ini. 

Bangsa ini bisa berdiri karena masyarakat masih punya ingatan sejarah bangsanya. Setiap orang Indonesia harus mengenal sejarah bangsanya. Rasa kebangsaan seseorang akan sangat berkaitan dengan ingatan sejarah bangsanya. Identitas sebuah bangsa akan dimulai kapan berdiri, siapa pendirinya, mengapa berdiri, apa tujuannya?  sampai kapan berdiri? Kolektif memory sejarah warga negara adalah jati diri bangsa.

Mata pelajaran sejarah berbeda dengan karaktertistik pelajaran lainnya. Sejarah bukan hanya pembelajaran yang mengabarkan fakta. Sejarah mengabarkan hukum-hukum kehidupan yang berlaku pasti. Keberadaan masa sekarang dan masa yang akan datang mutlak keberadaannya karena sejarah. Apa yang terjadi saat ini disebabkan oleh masa lalu (sejarah). Jika ada orang memahami bahwa sejarah adalah masa lalu yang tidak perlu diungkap dan diajarkan, dia tidak memahami hakikat kehidupan dan bukan warga negara yang cerdas.

Orang yang sakit jiwanya tidak bisa mengingat masa lalunya. Orang yang sehat jiwanya dia bisa mengingat dari mana asalnya, dimana rumahnya, siapa saudaranya, dan siapa orang tuanya. Warga negara yang sehat jiwanya, mereka yang masih mengingat masa lalu perjuangan bangsanya, dan siapa para pemimpinnya. Mereka memiliki rasa bangga terhadap saudara-saudara, keturunannya dan apa yang dimilikinya.

Setiap manusia tidak bisa lari dari sejarah hidup dan sejarah bangsanya. Sejarah adalah takdir manusia. Jika sekelompok warga negara dijauhkan dari takdir hidupnya maka negara tersebut sedang menghadapi krisis kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia sedang dicuci otaknya untuk menjadi sebuah bangsa baru yang ingin didirikannya. Klaim dari kelompok Papua merdeka mereka mengisi otak pengikutnya dengan sejarah berbeda. Pelajaran sejarah harus mandiri tidak bisa digabungkan dengan mata pelajaran lain, karena serius sekali sejarah adalah jati diri bangsa.

Sejarah pembangun kesadaran berbangsa. Allah mengabarkan kisah-kisah masa lalu di dalam Al-Qur’an, agar manusia mengenal siapa dirinya. Allah memperkenakan dirinya kepada umat manusia melalui kisah-kisah manusia yang terjadi di masa lalu. Allah memberi petunjuk kepada manusia melalui perjalanan hidup manusia di masa lalu. Khabil, Qorun, Fir’aun, Namrud, adalah kisah-kisah sejarah manusia yang dikabarkan Allah kepada manusia agar manusia memahami berlakunya segala ketentuan dalam kehidupan manusia. Semua manusia belajar dari apa yang telah diciptakan dan dilakukannya. Seluruh kisah Para Nabi dapat diketahui keberadaannya melaui kisah sejarah, bahkan kitab suci yang ditinggalkan para nabi adalah kumpulan kisah sejarah karena telah terjadi di masa lalu.

Pelajaran Sejarah adalah pelajaran yang memperkenalkan jati diri bangsa. Hilangnya sebuah bangsa sedikit-sedikit diawali dari hilangnya sejarah bangsa dari kolektif memory warga negaranya. Di tengah-tengah derasnya arus informasi dan globalisasi, sesungguhnya setiap bangsa sedang menghadapi ujian apakah bangsa tersebut akan tetap berdiri atau hilang melebur menjadi bangsa baru dengan menciptakan sejarahnya sendiri. Ancaman hilangnya Palestina dari peta dunia sebagai bangsa ditandai dengan kekalahan warga Palestina dalam menjelaskan keberadaan sejarah bangsanya kepada penduduk dunia. Hilangnya Uni Soviet diawali dari hilangnya harapan, kesadaran, kesamaan sejarah dan visi bangsa dari warga negaranya.

Jika bangsa Indonesia masih ingin diakui eksitensinya di dunia, jangan pernah menjauhkan warga negara dari sejarah bangsanya. China, sekalipun saat ini telah menjadi negara dengan kekuatan ekonomi dan poitik dunia, dalam melakukan perubahan cita-cita bangsanya tidak menghilangkan pelajaran sejarah dari warga negaranya. Jangan melupakan sejarah itulah wasiat dari founding father bangsa kita. Apakah kita akan mengabaikannya dan menjadi manusia-manusia durhaka? Kecuali kita akan menanggung akibatnya, sedikit demi sedikit Indonesia akan menghilang dari pentas dunia. Wallahu’alam. 

MANUSIA TIDAK BOLEH DITUHANKAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. Mengapa manusia tidak boleh di Tuhankan? Ada beberapa argumen yang bisa dipahami akal dengan logis. Argu...