Showing posts with label kurikulum merdeka. Show all posts
Showing posts with label kurikulum merdeka. Show all posts

Saturday, August 13, 2022

INTI PERUBAHAN PADA KURIKULUM MERDEKA

OLEH: TOTO SUHARYA

Perubahan kurikulum memang sudah layak dilakukan. Konsep Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan sekarang sebagai tanda bahwa kurikulum harus berubah. Isi dari Kurikulum Merdeka, menurut hemat penulis terletak pada konten dan metode pembelajaran untuk para siswa di kelas. 

Dari pengamatan penulis, esensi perubahan pada kurikulum merdeka sekarang ada mengubah cara pandang guru terhadap siswa. Paradigma lama, guru terlalu memandang berlebihan pada kecerdasan akademik sebagai akhir dari proses pendidikan. Sehingga hasil akhir dari evaluasi pendidikan adalah capaian nilai akademik. Nilai angka di raport, hasil ujian nasional, terlalu parsial memandang kecerdasan siswa hanya diukur dari hasil tes potensi akademik.

Pada paradigma lama sistem penerimaan siswa baru diklasifikasi berdasarkan nilai akademik. Sehingga terjadi homogenisasi sekolah berdasarkan nilai akademik rendah dan nilai akademik tinggi. Sekolah-sekolah favorit muncul berdasarkan keunggulan potensi akademik tinggi, dengan latar belakang yang sudah tersaring hanya potensi akademik tinggi. Siswa-siswa dengan potensi akademik tinggi, cenderung berlatar belakang ekonomi tinggi, dan latar belakang orang tua dengan berpendidikan.

Oleh karena itu terjadi klasifikasi sekolah berdasarkan kecerdasan akademik dan kelas ekonomi. Kondisi ini telah melahirkan perbedaan kualitas pendidikan di setiap daerah. Pelabelan sekolah favorit jumlahnya hanya sedikit dan sisanya dianggap sekolah-sekolah yang tidak berkualitas.

Dalam paradigma baru yang harus jadi kolektif memori pada guru sekarang adalah semua siswa dilahirkan cerdas. Kecerdasan siswa tidak sebatas kecerdasan akademik, tetapi berbagai kecerdasan yang sudah melekat dimiliki setiap siswa. Menurut filosofi Ki Hadjar Dewantara (1961) seluruh siswa sudah memiliki berbagai macam kecerdasan, mereka seperti kertas yang sudah ada tulisannya namun masih samar. Tugas para guru adalah menebalkan tulisan-tulisan yang ada pada siswa sesuai bakat dan minatnya. 

Pada sistem penerimaan siswa pun, diberlakukan sistem zonasi yang tidak lagi memebda-bedakan siswa berdasarkan latar belakang kecerdasan, karena pada dasarnya semua siswa cerdas. Sekolah harus menerima berbagai latar belakang kecerdasan siswa, termasuk yang berkebutuhan khusus. Keberhasilan sekolah tidak lagi ditentukan oleh latar belakang kecerdasan siswa tetapi berdasar pada kecerdasan para guru dalam melatih dan mengembangkan bakat para siswa.

Pada pembelajaran dalam paradigma lama, guru-guru cenderung fokus pada konten materi yang terdapat dalam buku paket. Guru tidak memikirkan materi itu bermanfaat atau tidak bagi kehidupan siswa, targetnya adalah menyampaikan semua materi ajar yang ada dalam buku paket. Siswa dilatih kemampuan berpikir melalui materi ajar, tetapi kebermanfaatannya di dalam kehidupan sehari-hari materi tersebut tidak begitu berguna.

Pada  pembelajaran paradigma baru, guru-guru tidak lagi dipasung oleh materi ajar dari buku paket. Berdasarkan pada kompetensi dasar atau capaian belajar yang ada dalam kurikulum guru bisa memanfaatkan berbagai macam sumber materi ajar, untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi ajar harus dianalisis sesuai dengan kebutuhan siswa dimana dia tinggal dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Dalam filosofi Ki Hadjar Dewantara, materi harus esensian dan berguna bagi siswa dengan memperhatikan kodrat alam dan zaman. 

Pendekatan dalam pembelajaran harus lebih banyak memperkenalkan siswa dengan masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari mereka (kontekstual). Materi ajar adalah bahan yang membantu memperjelas masalah, dan solusi bagi siswa untuk menyelesaikannya. Dalam paradigma baru, siswa mengerjakan soal matematika dengan rumus-rumus yang diperkenalkan pada siswa tidak lagi berlaku. Pengerjaan soal-soal matermati, harus dikemas dalam menyelesaikan sebuah permasalahan hidup yang dialami sehari-hari dan dibutuhkan oleh siswa dalam kehidupan mereka sehari-hari. 

Teori-teori ekonomi harus dikemas menjadi cara bernaral siswa dalam menyelesaikan masalah nyata dalam kehdiupan mereka. Cara berpikir ilmiah harus menjadi cara berpikir mereka untuk mengidentifikasi dan menemukan pemecahan masalahnya. Evaluasi pembelajaran tidak lagi monoton pada tes kognitif, tetapi memberi kesempatan kepada siswa untuk menguji berbagai macam kompetensi yang dimiliki oleh siswa. 

Pedagogik kreatif harus menjadi acuan guru dalam mengembangkan sebuah perencanaan pembelajaran (Supriatna, 2020). Pedagogik kreatif menjadi kreativitas guru dalam mendiagnosis berbagai kecerdasan siswa, kemudian mengembangkan metode yang tepat dalam pembelajaran, dan mengukur dengan alat evaluasi yang mengukur kemampuan siswa sesuai bakat dan minatnya. 

Jadi, Kurikulum Merdeka membawa angin segar bagi bangsa Indonesia untuk melakukan transformasi mental agar terlahir manusia-manusia kreatif dan berdaya saing. Sesungguhnya tidak ada bangsa bodoh, kecuali mereka tidak diberi pendidikan sesuai dengan kodrat manusia. Dasgufta (2019) mengatakan kreatifitas adalah inti dari kisah sejarah hidup manusia sejak zaman para sejarah hingga sekarang. Manusia-manusia kreatif mampu beradaftasi dan memiliki kemampuan survival di segala zaman.*** 


Sumber:

Dasgupta, S. (2019) A Cognitive Historical Approach to Creativity.  Routledge.

Dewatara K.H. (1961) Bagian Pertama: Pendidikan. Percetakan Taman Siswa. 

Supriatna, N. & Maulidah, N. (2020) Pedagogi Kreatif Menumbuhkan Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah dan IPS. Rosdakarya. 

Monday, May 2, 2022

Mengajar Al Quran dengan Pentigraf

 Oleh: Toto Suharya

Pentigraf adalah cerita pendek tiga paragraf. Diciptakan oleh Tengsoe Tjahjono dari Universitas Negeri Surabya (Unesa). Menarik sekali pentigraf sangat cocok untuk masyarakat Indonesia yang tidak bisa bertahan lama ketika membaca. Cerita-cerita pendek pas disajikan untuk masyarakat Indonesia. Melalui cerita-cerita pendek tiga paragraf pesan-pesan moral, sains, apa saja bisa disampaikan.

Pelajaran agama bisa memanfaatkan pentigraf untuk mengajarkan isi kandungan Al-Qur'an. Mengajarkan Al-Qur'an melalui pentigraf bisa jadi alternatif guru-guru untuk mengajarkan Al-Qur'an. Pentigraf bisa melatih siswa kreatif, dan menuntut guru-guru kreatif.

Pentigraf yang dikembangkan dari Al-Qur'an dapat membantu berbagai mata pelajaran sebagai pembelajaran menyenangkan, penuh pesan moral. Pentigraf juga bisa dikembangkan menjadi pembelajaran Higher Order Thingking Skills (HOTS).

Contoh pentigraf yang bisa dikembangkan menjadi pembelajaran HOTS dikembangkan dari surah Al 'Alaq. Ide cerita dalam surat Al Alaq dikemas menjadi sebuah cerita yang menutut siswa berpikir.

"Suatu hari dalam situasi pembelajaran, ada siswa bertanya, "mengapa Allah menyuruh manusia membaca?" Guru merespon, "pertanyaan bagus sekali, mari kita jawab bersama. Sekarang perhatikan semua, ketika tengah malam gelap ada yang mengetuk pintu rumah mu, apakah perasaan mu yang bakal muncul? Siswa menjawab, "saya takut pak". Siswa lain menjawab, "saya akan memeriksa siapa yang mengetuk pintu itu?" Guru kembali bertanya, "jika kamu tidak menemukan siapa yang mengetuk pintu itu, apa perasaan mu?" Siswa menjawab, "mungkin rasa takut saya akan muncul pak." Guru bertanya lagi, "lalu bagaiman jika yang ketuk pintu malam-malam itu saudara mu yang baru pulang dari luar kota, apakah kamu masih takut?" Siswa menjawab, "sudah pasti perasaan takut saya akan hilang". Guru menjelaskan, "nah itulah mengapa Allah menyuruh membaca". 

Ini ada kisah lagi yang bisa membantu kalian mengapa membaca itu penting. Dikisahkan ada dua orang dengan karakter berbeda, yang satu berkarakter baik, dan yang satu lagi berkarakter buruk. Orang yang berkarkater baik melarang kamu berbuat baik, dan orang yang berkarakter buruk juga melarang kamu berbuat baik. Jika kebaikan adalah perintah Allah, maka orang manakah yang akan kamu turuti? kemukakan alasan dari pendapat mu?   

Guru kemudian melanjutkan ceritanya, "Jika kamu berhasil menjawab pertanyaan di atas, berarti kamu bisa memahami mengapa Allah memerintahkan membaca". kata guru, "ingat anak-anak kebaikan itu adalah perintah Allah, dan segala keburukan adalah buatan manusia. Orang-orang yang berbuat keburukan akan mendapat balasan sesuai dengan apa yang diperbuatnya".

 Petigraf di atas ide atau gagasannya dikembangkan dari surat Al "Alaq. Pentigraf ini bisa diasjikan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, pendidikan moral, pendidikan agama, sosiologi, atau sejarah. Kisah dengan setting dialog sebuah kasus di atas dapat disajikan dalam pembelajaran yang melatih kemampuan siswa berpikir tingkat tinggi. 

Kunci agar siswa bisa menjawab pertanyaan dari cerita di atas adalah siswa harus membaca cerita tersebut dengan teliti, melakukan analisis, dan dialog dengan teman-temannya. Cerita kasus di atas dapat merangsang siswa untuk berpikir dan mencari tahu apa jawaban yang bisa dikemukakan.

Pentigraf bukan hanya bisa digunakan untuk melatih kemampuan siswa berpikir, tetapi melatih guru juga untuk berpikir menyusun materi ajar yang tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Menyusun pentigraf untuk kepentingan pembelajaran dengan tujuan melatih kemampuan berpikir siswa, secara tidak langsung menuntut guru-guru tidak sembarangan menyajikan materi kepada siswa.

Untuk saat itu, setiap materi ajar yang diajarkan kepada siswa harus mengandung tujuan melatih siswa berpikir tingkat tinggi. Melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah tuntutan zaman. Jadi kemampuan membaca menjadi mutlak bukan hanya diajarkan pada siswa, tetapi berlaku untuk guru, dan seluruh umat manusia.***

Thursday, May 20, 2021

GURU BERKARAKTER PANCASILA

OLEH: TOTO SUHARYA
(Kepala Sekolah, Sekretaris DPP AKSI)

Dalam silaturahmi nasional dan webinar AKSI 2021, sengaja diangkat tema tentang Guru Berkarakter Pancasila. Sebagai bahan diskusi tulisan ini adalah pengantar agar pada saat webinar dapat disikusikan bersama-sama. Tujuan silaturahmi dan webinar adalah untuk mensosialisasikan Pelajar Pancasila dan upaya untuk mewujudkannya. Pancasila adalah ideologi bernegara yang digali dari nilai-nilai agama dan bersifat universal. Pancasila adalah ideologi kelas dunia yang dapat ditawarkan kepada penduduk dunia untuk mewujudkan perdamaian dunia.  

Setidaknya ada enam kriteria yang bisa dijadikan sebagai ciri karakter dari pelajar Pancasila; Pertama beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ditandai dengan memiliki akhlak yang baik dalam beragama, pribadi, pada sesama manusia, alam dan menjadi warga negara yang baik. Kedua, berkebinekaan global, yaitu mengenal menghargai budaya dan mampu berkomunikasi lintas kultural. Ketiga gotong royong, dengan indikator suka berkolaborasi, peduli dan mau berbagi tanpa memandang suku ras dan agama. Keempat mandiri, ditandai dengan memiliki kesadaran diri dalam segala situasi yang dihadapi dan mampun mengelola diri sendiri. Kelima bernalar kritis, yaitu mampu memproses informasi kualitatif maupun kuantitaif, membangun keterkaitan antar informasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menyimpulkan. Keenam kreatif dalam arti memiliki gagasan, karya dan tindakan yang orisinal. (https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/?page_id=2817)

Enam kritieria Pelajar Pancasila di atas menjadi ciri-ciri dari seorang pelajar berkarakter Pancasila. Mewujudkan pelajar-pelajar berkarakter Pancasila adalah tugas guru dan kepala sekolah. Upaya upaya pendidikan harus terkondisikan untuk mewujudkan pelajar berkarakter Pancasila. Tujuan membentuk pelajar berkarakter Pancasila secara tidak langsung mengajak guru-guru kepala sekolah untuk menjadi manusia-manusia berkarakter Pancasila terlebih dahulu. Guru-guru dan kepala sekolah harus menjadi model teladan dari sosok manusia berkarakter Pancasila.

Ada hambatan-hambatan yang masih terjadi dalam membentuk karakter Pancasila yaitu kejumudan berpikir dalam memahami ajaran agama. Akibatnya masih ada kemacetan-kemacetan cara berpikir dalam mengimplementasikan manusia berkarakter Pancasila. Kemacetan berpikir disebabkan oleh lemahnya kemampuan bernalar dan literasi dalam beragama. Pemahaman sempit dengan sudut pandang kacamata kuda, menjadi sebab intoleran terhadap perbedaan-perbedaan pemikiran dan pemahaman ajaran agama. Pemahaman beragama yang tidak komprehensif karena fanatik pada satu pakem melahirkan sosok-sosok yang kurang fleksibel  secara intelegen dalam memahami sebuah kebaikan bersumber pada ajaran agama.   

Hambatan selanjutnya telah terjadi penistaan terhadap agama sebagai bias opini dari prilaku sebagian penganut agama. Seterotif terhadap penganut agama telah membelah kelompok agama menjadi garis keras dan moderat yang kadang sulit membedakannya. Akibatnya penistaan terhadap agama menjadi sudut pandang dengan penuh kecuriagaan kepada penganut agama yang terlihat taat dengan atribut kegamaan yang dipakainya. Isu pemikiran teror yang disematkan pada sebagian penganut ajaran agama, dan berita-berita media yang dibesar-besarkan tentang penangkapan teroris, secara tidak langsung membentuk opini negatif terhadap penganut-penganut agama yang terlihat taat. Akhirnya agama seolah-olah menjadi penghambat dalam mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan.

Cara pandang sterotif, negatif terhadap kelompok penganut agama bisa jadi hambatan nyata dalam mewujudkan pelajar-pelajar Pancasila. Untuk itu harus hadir guru-guru yang telah memahami hakikat dari sosok pelajar berkarakter Pancasila, sehingga guru bisa menjadi duta-duta manusia berkarkater Pancasila dan setiap hari hadir di kelas melayani dan memberikan contoh teladan kepada siswa.

Guru-guru berkarakter Pancasila adalah penjaga persatuan bangsa Indonesia. Guru-guru berkarater Pancasila adalah guru-guru yang taat beragama dan berkemampuan nalar tinggi, setelah literate sehingga bisa memahami, menganalisis, mengintegrasikan pemikiran keberagamaannya menjadi penguat dalam mewujudkan pelajar-pelajar berkarakter Pancasila.   

Di tengah gempuran gelombang perbedaan pemikiran dan budaya yang bersifat global dan multi kultural, di era 4.0 saat ini sangat dibutuhkan guru-guru berkarakter Pancasila dengan daya kreatif tinggi. Guru-guru berkarakter Pancasila harus mampu manjadi jembatan emas dalam merajut perbedaan pemikiran, kultural dan agama hingga menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Wallahu’alam.

Sunday, May 9, 2021

MENGAJARKAN KARAKTER SABAR

Oleh: TOTO SUHARYA
(Kepala Sekolah / Sekretaris DPP AKSI)

Tidak dapat dikatakan orang baik tanpa memiliki kesabaran. Sebaik-baiknya manusia dia belum menjadi orang baik, tanpa memiliki sifat dan prilaku sabar.

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (Fushshilat, 41:35).

Kata sabar sering dinasehatkan kepada siapa saja yang sedang menghadapi ujian dari Allah. Namun demikian jarang orang memahami apa arti sabar menurut Al-Qur’an. Awam memahami sabar hanya sekedar diam menerima apa yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Pandangan ini sangat pasif dan orang-orang sabar dianggap penderita dan tertindas. Pandangan ini sangat negatif dan membuat orang-orang sabar pesimis dan enggan menjadi orang sabar.

Jika kita belajar dari Al-Qur’an orang sabar pasti optimis dan bahagia. Banyak orang pasti memilih dan bercita-cita jadi orang sabar. Untuk memahaminya kita coba pahami konsep sabar dari penjelasan Al-Qur’an. Kabar gembira bagi orang yang memilih hidup berkarakter sabar. Orang-orang sabar teman dekatnya Allah. Siapa yang mengganggu orang sabar dia berurusan dengan teman dekatnya yaitu Allah. Dalam Al-Baqarah, 2:153), Allah mengatakan:

Betapa beruntungnya orang-orang yang menjadi teman dekat Allah. Lalu siapa orang-orang sabar ini? Al-Qur’an memberi kriteria siapa orang-orang sabar. Berikut kriteria orang-orang sabar menurut penjelasan Al-Qur’an.

1.  Shalat

Karakter yang dapat dilihat sebagai orang sabar adalah rajin shalat. Kepada orang-orang yang shalat, Allah akan menganugerahkan kesabaran. Minimal kesabaran itu terjadi, ketika peserta didik disiplin melaksanakan shalat. Kegiatan shalat bukan hanya ritual tetapi membangun pikiran dan tindakan yang selalu tergantung pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Konsepsi shalat tentu bukan hanya praktek ritual tetapi termasuk dalam tindakan-tindakan secara faktual dalam kehidupan di masyarakat. 

Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (Al Baqarah, 2:45).

2.  Pemberi Maaf

Orang sabar berprilaku pemberi maaf. Pemberi maaf dipraktekkan dengan karakter suka bermusyawarah dan cinta damai. Tidak akan dikategorikan orang sabar jika tidak memeiliki karakter pemaaf. “Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan” (Asy Syuura, 42:43).

3.  Menolak kejahatan dengan kabaikan.

Karakter orang sabar sudah tidak lagi terpengaruh oleh rangsangan-sangsangan untuk berbuat baik yang datangnya dari luar. Apapun reaksi yang datang dari luar, sudah tidak berpengaruh pada karakternya, karena respon yang dihasilkan kepada setiap kejadian adalah respon yang selalu mencerminkan prilaku baik.

Kemampuan paling menonjol dari orang-orang sabar adalah merespon keburukan dengan kebaikan. “disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan”, (Al Qashshas, 28:54).

4.  Taat dijalan benar dengan bersedekah

Kesabaran seseorang diuji dalam ketaatannya menjalani jalan yang benar. Tidak ada kesabaran pada orang-orang yang taat pada jalan salah. Orang-orang sabar memiliki prilaku konsisten dalam menjaga tetap berada di jalan benar yaitu bersedekah.

“orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya, dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (Ali Imran, 3:17).

Kesimpulannya, sabar adalah ciri prilaku agung dari orang-orang baik. Siapa memiliki karakter sabar, maka dia telah diberi keberuntungan yang besar dari Allah. Kesabaran adalah karakter yang dapat mendatangkan kesuksesan. Prilaku sabar wajib diajarkan kepada anak-anak agar kelak mereka menjadi pemimpin-pemimpin sukses di muka bumi. Allah berjanji kepada orang-orang sabar:

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az Zumar, 39:10).

Sabar sangat perlu diajarkan di sekolah-sekolah sebagai karakter sukses yang akan mendampingi anak-anak di masa mendatang. Apa yang harus diajarkan? Latih anak-anak dengan program-program karakter seperti praktek shalat, jadi pemaaf, membalas keburukan dengan kebaikan, sedekah, dan mengawal program secara konsisten serta mengevaluasinya secara berkesinambungan.  Wallahu’alam.

Sunday, November 29, 2020

SEKOLAH AGEN PROPAGANDA

OLEH: TOTO SUHARYA
(Kepala Sekolah, Sekretaris DPP AKSI, KACI)

Sekolah adalah lembaga yang ditugasi negara untuk mempropagandakan tujuan-tujuan negara. Propaganda dalam bahasa latin modern adalah propagare yang artinya mengembangkan atau memekarkan, isinya berupa rangkaian pesan yang bertujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang (id.wikipedia.org).

Tujuan sekolah adalah memengaruhi warga sekolah untuk memiliki pola pikir, prilaku dan kepribadian, yang sesuai dengan ideologi dan tujuan-tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh negara. Sekolah harus bisa mewujudkan tujuan-tujuan negara menjadi pola pikir dan kepribadian warga negaranya.

Agen propaganda di sekolah dipimpin oleh kepala sekolah, guru, para pengawas, dan dinas pendidikan. Propaganda adalah seni memengaruhi pendapat warga sekolah, masyarakat, dengan mengembangkan dan menyampaikan pesan berulang-ulang, dengan berbagai macam cara agar pesan yang dikembangkan menjadi opini dan kolektif memori warga. Propaganda berkaitan dengan kreativitas mengolah pesan agar menjadi pusat perhatian, buah bibir, dan diapresiasi terus oleh masyarakat menjadi obrolah sehari-hari.

Kunci dari keberhasilan propaganda adalah intensitas komunikasi sekolah dengan warga sekolah dan masyarakat. Penggunaan berbagai media informasi dan kualitas informasi yang disampaikan ikut menentukan keberhasilan propaganda. Tidak kalah penting adalah tim kreatif yang punya keahlian mengemas informasi sekecil apapun menjadi informasi yang menarik, dikemas secara digital hingga mudah diakses oleh masyarakat.

Propaganda dilakukan oleh negara-negara besar di dunia yang ingin menguasi dunia. Kehebatan sebuah negara tergantung pada kemasan informasi di media massa dan disebarluaskan ke seluruh negara. Monopoli informasi menjadi salah satu alat keberhasilan negara-negara besar menguasai negara-negara kecil. Bumi bulat, peluncuran satelit, pendaratan di bulan, kekuatan militer, penemuan teknologi, penerapan sistem ekonomi, dominasi peredaran mata uang dan paradgima pengembangan ilmu, dikemas dalam sebuah propaganda demi eksistensi dan kehebatan sebuah negara. Penguasaan teknologi informasi di abad ini menjadi faktor vital guna menunjang keberhasilan propaganda.

Di abad informasi ini, sekolah selayaknya memiliki agen-agen kreatif propaganda. Agen propaganda di sekolah bertugas untuk membangun opini, pola pikir, dan mindset positif warga sekolah dan masyarakat. Agen propaganda sekolah beranggotakan kepala sekolah, guru, dan seluruh siswa. Agen propaganda adalah mereka yang berani to create hal-hal positif dan menyebarluaskannya di media massa. Keberanian to create hal positif adalah level tertinggi dalam dunia pendidikan yang harus terus dipompa.

Sekolah sebagai agen propaganda harus diisi oleh kepala sekolah dan guru-guru yang penuh “birahi” to create. “Birahi” to create hal-hal positif, edukatif, inspiratif harus terus digaungkan oleh leader to create yaitu kepala sekolah dan guru-guru. Di tangan kepala sekolah dan guru-guru, birahi to create ratusan sampai ribuan anak dalam satu sekolah harus tersalurkan dengan memerhatikan berbagai kompetensi yang dimilikinya.

Jika sekolah sudah menjadi agen propaganda pola pikir positif, pola pikir optimistik, pola pikir growth, dan berwujud dalam prilaku-prilaku positif, kemudian dipropagandakan melalui berbagai media sosial oleh ribuan warga sekolah, maka sekolah akan berubah menjadi wellbeing school. Sekolah menyenangkan, sekolah memuaskan dan sekolah yang menjadi harapan masyarakat dalam mengubah nasib hidupnya di masa yang akan datang.

Ilmu-ilmu propaganda harus diajarkan di sekolah, karena di zaman sekarang, kebenaran dan kebesaran sebuah negara tidak lepas dari propaganda yang berhasil mengubah mindset warga negaranya sesuai dengan ideologi dan tujuan negara. Sekecil apapun kebaikan anak-anak di sekolah akan menjadi besar namun sangat tergantung pada para agen propaganda dan leader to create di sekolah yaitu kepala sekolah dan guru-guru. Wallahu’alam.

PERANGKINGAN SEKOLAH MENYESATKAN

OLEH: TOTO SUHARYA
(Kepala Sekolah, Sekretaris DPP AKSI)

Beredar berita tentang urutan rangking dari 1000 sekolah berdasarkan hasil Ujian Tulis Bebrbasis Komputer (UTBK). Berderet nama-nama sekolah dari urutan tertinggi sampai terendah.  Urutan nama sekolah berdasar nilai hasil UTBK yang diumukan oleh perguruan tinggi, sebenarnya menggambarkan apa? Jika dasarnya hasil tes akademik, maka urutan sekolah tersebut menandakan capaian prestasi sekolah berdasarkan prestasi akademik. Ini berarti urutan 1000 sekolah dengan capaian nilai terbaik dalam UTBK menandakan pendidikan masih berorientasi pada prestasi akademik. Hal ini mengandung arti bahwa ribuan sekolah lainnya yang ada di Indonesia menghasilkan anak-anak dengan prestasi akademik rendah.

Apakah sekolah-sekolah yang tidak menghasilkan prestasi akademik tinggi, telah menghasilkan anak-anak bodoh?  Maslow (1954) menjelaskan “pada prinsipnya setiap bayi yang lahir terdapat kemampuan aktif kearah pertumbuhan aktualisasi potensi-potensi manusia. (Supardan, 2015, hlm. 219). “fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah.” (Ar ruum, 30:30). Fitrah dikamuskan sebagai sifat, bakat, atau pembawaan. Sifat Allah ada 99, menjadi dasar penciptaan manusia. Atas dasar itu, tugas pendidikan memfasilitasi peserta didik agar bisa beraktualisasi diri dengan sifat, bakat, potensi yang dimilikinya manusia sejak penciptaanya.


Beraktualisasi diri tidak melulu harus dilihat dari capaian prestasi akademik. Artinya prestasi akademik adalah hanya salah satu dari kecerdasan yang dimiliki manusia. Howard Gardner mengidentifikasi ada sembilan kecerdasan dimiliki manusia. Jadi selain prestasi akademik ada delapan kecerdasan yang harus diapresiasi dari manusia. Prestasi akademik tidak dapat mewakili dari seluruh kecerdasan manusia. Stanley (2015) setelah meneliti 733 orang paling kaya (miliarder), mereka tidak mengandalkan kecerdasan akademik dalam meraih kesuksesannya, mereka lebih mengedepankan kemampuan bergaul sebagai faktor pendukung dalam meraih keberhasilannya. Para miliarder menempatkan prestasi akademik pada urutan ke-21 dan sekolah ternama pada urutan ke-23.

Jadi informasi tentang urutan sekolah terbaik berdasar capaian akademik, tidak menggambarkan kualitas sekolah secara keseluruhan. Informasi ini hanya menggambarkan sekolah berdasarkan satu kecerdasan saja yaitu akademik dan sangat parsial. Informasi ini bisa menyesatkan masyarakat dan mendorong dunia pendidikan stagnan karena paradigmanya tidak menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Paradigma pendidikan abadi ke-21 adalah mengembangkan dan mengaktualisasikan sembilan potensi yang dimiliki anak-anak didik. Dari sembilan kecerdasan yang diidentifikasi dimiliki anak-anak, tidak mungkin dapat disamakan dengan ukuran prestasi akademik yang hanya satu sisi. Kecerdasan-kecerdasan lainnya perlu dikembangkan dan diukur sehingga akan lebih banyak prestasi anak-anak berdasarkan potensinya yang dapat diapresiasi. Itulah mengapa ada pendapat bahwa, “sekolah-sekolah ternama banyak menghasilkan anak-anak bodoh, karena yang terbaik hanya ada pada peringkat tertinggi secara akademik”. Informasi yang menggambarkan urutan 1000 sekolah berdasarkan rangking prestasi akademik, telah menjudment ribuan sekolah menghasilkan anak-anak bodoh. 

Jack Ma mengatakan “siswa-siswa paling pintar di sekolah biasanya mudah frustrasi jika menghadapi masalah di dunia nyata” (Clark, 2017, hlm. 137). Siswa-siswa pintar tidak mau bekerja memulai karir dengan gaji rendah. Siswa-siswa pintar tidak mau merintis usaha dari bawah. Mereka rata-rata ingin memulai sesuatu dari tempat nyaman. Siswa-siswa pintar tidak tertarik pada wirausaha karena tidak mau menghadapi kesulitan dan menderita. Dapat dipahami mengapa para peraih prestasi akademik tidak mau turun ke sawah, kebun, pasar, dan lapangan untuk menciptakan lapangan kerja.

Itulah sebab mengapa selama ini, sekolah-sekolah yang melahirkan siswa-siswa cerdas akadmeik tidak banyak melahirkan banyak entrepreneuer di negeri ini. Sebaliknya siswa-siswa yang ditempa dengan kesulitan hidup dan tidak memiliki prestasi akademik,  lebih berani menciptakan lapangan pekerjaan sekalipun berangkat dari jalanan dan kaki lima. Siswa-siswa dengan prestasi akademik rendah lebih berani menghadapi risiko hidup dan kesulitan yang harus mereka hadapi.

Perangkingan sekolah berdasarkan hasil ujian akademik tidak lagi popular di abad ke-21. Sekolah-sekolah harus lebih kreatif mengeluarkan rangking-rangking siswa berdasarkan multi pendekatan mengacu pada kecerdasam majemuk yang dimiliki siswa. Sekolah-sekolah tidak lagi perlu mengejar target-target akademik sebagai ukuran sukses sebuah sekolah, tetapi harus berinovasi mengeluarkan rangking-rangking siswa berdasar keunggulan dilihat dari kecerdasan majemuk.

Berdasar hasil penelitian Masaru Emoto (2016) air bereaksi dan membentuk hexagonal berbeda-beda sesuai dengan jenis getaran suara yang dia terima. Demikian juga dengan siswa-siswa kita, mereka memiliki karakter berdasarkan pada latar belakang pengetahuan, lingkungan keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekolah. Keberhasilan siswa tidak disebabkan oleh sebab tunggal. Oleh karena itu pendidikan harus lebih holistik dan harus banyak memperkenalkan berbagai sudut pandang yang dapat menggambarkan keberhasilan siswa.

Penyeragaman prestasi anak dari sudut pandang akademik yang selama ini terus dipromosikan, ternyata tidak banyak menghasilkan bangsa cerdas, karena siswa berprestasi akademik jumlahnya sedikit. Selama ini pendidikan telah gagal mencerdaskan masyarakat, karena diluar prestasi akademik sebagian besar siswa dianggap bodoh dan dunia pendidikan berpuluh-puluh tahun menganggap sebagian besar siswa-siswa kita bodoh karena sudut pandang yang sempit dan bodoh.

Perangkingan siswa berdasarkan hasil akademik sudah tidak lagi menggambarkan keberhasilan pendidikan. Pandangan bisa keliru, menyesatkan, dan tidak mengubah paradigma berpikir masyarakat sesuai dengan dengan tuntutan zaman. Wallahu’alam.

Thursday, October 22, 2020

SEKOLAH AGEN PROPAGANDA

OLEH: TOTO SUHARYA
(Kepala Sekolah, Sekretaris I DPP AKSI, KACI)

Sekolah adalah lembaga yang ditugasi negara untuk mempropagandakan tujuan-tujuan negara. Propaganda dalam bahasa latin modern adalah propagare yang artinya mengembangkan atau memekarkan, isinya berupa rangkaian pesan yang bertujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang (id.wikipedia.org).

Tujuan sekolah adalah memengaruhi warga sekolah untuk memiliki pola pikir, prilaku dan kepribadian, sesuai dengan ideologi dan tujuan-tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh negara. Sekolah harus bisa mewujudkan tujuan-tujuan negara menjadi pola pikir dan kepribadian warga negaranya.

Agen propaganda di sekolah dipimpin oleh kepala sekolah, guru, siswa, para pengawas, dan dinas pendidikan. Propaganda adalah seni memengaruhi pendapat warga sekolah, masyarakat, dengan mengembangkan dan menyampaikan pesan berulang-ulang, dengan berbagai macam cara dan kreasi agar pesan yang dikembangkan menjadi opini dan kolektif memori warga. Propaganda berkaitan dengan kreativitas mengolah pesan agar menjadi pusat perhatian, buah bibir, dan diapresiasi terus oleh masyarakat menjadi obrolan sehari-hari.

Kunci dari keberhasilan propaganda adalah intensitas komunikasi sekolah dengan warga sekolah dan masyarakat. Penggunaan berbagai media informasi dan kualitas informasi yang disampaikan ikut menentukan keberhasilan propaganda. Tidak kalah penting adalah tim kreatif yang punya keahlian mengemas informasi sekecil apapun menjadi informasi yang menarik, dikemas secara digital hingga mudah diakses oleh masyarakat.

Propaganda dilakukan oleh negara-negara besar di dunia yang ingin menguasi dunia. Kehebatan sebuah negara tergantung pada kemasan informasi di media massa dan disebarluaskan ke seluruh negara. Monopoli informasi menjadi salah satu alat keberhasilan negara-negara besar menguasai negara-negara kecil. Bumi bulat, peluncuran satelit, pendaratan di bulan, kekuatan militer, penemuan teknologi, penerapan sistem ekonomi, dominasi peredaran mata uang dan paradgima pengembangan ilmu, dikemas dalam sebuah propaganda demi eksistensi dan kehebatan sebuah negara. Penguasaan teknologi informasi di abad ini menjadi faktor vital guna menunjang keberhasilan propaganda.

Di abad informasi ini, sekolah selayaknya memiliki agen-agen kreatif propaganda. Agen propaganda di sekolah bertugas untuk membangun opini, pola pikir, dan mindset positif warga sekolah dan masyarakat. Agen propaganda sekolah beranggotakan kepala sekolah, guru, dan seluruh siswa. Agen propaganda adalah mereka yang berani to create hal-hal positif dan menyebarluaskannya di media massa. Keberanian to create hal positif adalah level tertinggi dalam dunia pendidikan yang harus terus dipompa.

Sekolah sebagai agen propaganda harus diisi oleh kepala sekolah dan guru-guru yang penuh “birahi” to create. “Birahi” to create hal-hal positif, edukatif, inspiratif harus terus digaungkan oleh leader to create yaitu kepala sekolah dan guru-guru. Di tangan kepala sekolah dan guru-guru, birahi to create ratusan sampai ribuan anak dalam satu sekolah harus tersalurkan dengan memerhatikan berbagai kompetensi yang dimilikinya.

Jika sekolah sudah menjadi agen propaganda pola pikir positif, pola pikir optimistik, pola pikir growth, dan berwujud dalam prilaku-prilaku positif, kemudian dipropagandakan melalui berbagai media sosial oleh ribuan warga sekolah, maka sekolah akan berubah menjadi wellbeing school. Sekolah menyenangkan, sekolah memuaskan dan sekolah yang menjadi harapan masyarakat dalam mengubah nasib hidupnya di masa yang akan datang.

Ilmu-ilmu propaganda harus diajarkan di sekolah, karena di zaman sekarang, kebenaran dan kebesaran sebuah negara tidak lepas dari propaganda yang berhasil mengubah mindset warga negaranya sesuai dengan ideologi dan tujuan negara. Sekecil apapun kebaikan anak-anak di sekolah akan menjadi besar namun sangat tergantung pada para agen propaganda dan leader to create di sekolah yaitu kepala sekolah dan guru-guru. Wallahu’alam.

Saturday, September 26, 2020

FILOSOFI QUR’AN DIBALIK JASMERAH

OLEH: TOTO SUHARYA

(Kepala Sekolah dan Guru Sejarah)

Jangan melupakan sejarah (Jasmerah). Kata-kata ini dikemukakan oleh Bung Karno sebagai wasiat kepada generasi penerusnya. Tapi tahukah dari mana kata-kata ini muncul? Bung Karno dengan literasinya yang tinggi, Beliau termasuk penafsir Qur’an yang handal. Kata-kata Jasmerah yang dikemukakannya diilhami dari ayat-ayat Al-Qur’an.

Bersumber pada sejarah manusia yang terekam di dalam Al-Qur’an, Sukarno menafsirkan bahwa sejarah memiliki hukum kehidupan. Apa yang terjadi di kemudian hari adalah buah dari kejadian yang terjadi di masa lalu. Inilah hukum sejarah yang dipahami Sukarno dari keterangan ayat Al-Qur’an. Hidup manusia sangat tergantung pada dialektika sejarah.

Beberapa ayat yang menjelaskan adanya hukum sejarah dijelaskan dalam Al-Qur’an. “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lohmahfuz) (yasin, 36:12). Ayat ini menjelaskan bagaimana manusia diadili kelak oleh Tuhan berdasarkan catatan sejarah hidupnya di bumi.

Lalu Allah menetapkan hukum sejarah yang berlaku pasti dan tidak akan megalami perubahan. Siraj (2012, hlm. 38) menjelaskan berlakunya hukum sejarah dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. (Al-Ahzab, 33:62).

Secara substantif kepastian itu dikabarkan di dalam Al-Qur’an. “Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. (Al Ankabuut, 29:7).

Atas dasar pengetahuan Al-Qur’an inilah Sukarno mengambil sebuah pemahaman tentang adanya hukum sejarah. “Bung Karno menjelaskan sejarah memiliki hukum kerjanya sendiri. Yang berbuat salah selalu menerima hukumannya. Yang mendapat benar akan mendapat ganjarannya. Itulah hukum tetap sejarah. Jangan lakukan kejahatan karena menurut sejarah, cepat atau lambat, pelakunya akan ditimpa nestapa. Selalulah berusaha benar, karena kebenaran itu akan menyelamatkan dan membahagiakan. Itulah pesan sejarah. Maka dari itu, jangan sekali-kali melupakan (hukum) sejarah” (Arifin, 2017, hlm. 47). Siraj (2012, hlm. 38).

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya (sejarah) untuk hari esok (masa depan/akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Hasr, 59:18).  Arifin (2017, hlm. 49). Berdasarkan ayat di atas, ditafsir bahwa sejarah adalah pelajaran untuk masa depan. Untuk menjalani masa depan dengan baik masa lalu merupakan kompasnya. Petunjuk masa depan ada pada sejarah masa lalu, dan sumber utama adalah Al-Qur’an, sebagaimana dua pertiga dari isi Al-Qur’an adalah kisah-kisah sejarah.

Oleh karena itu mata pelajaran sejarah adalah kemutlakkan untuk dipelajari di dalam kurikulum di sekolah. Indonesia sebuah bangsa besar akan terus terekam kebesarannya jika sejarah bangsanya dikabarkan terus dari generasi ke generasi. Menghilangkan mata pelajaran sejarah atau menjadikannya pilihan adalah langkah gegabah yang akan mengancam kebesaran dan keberadaban bangsa.

Jasmerah bukan sekedar kata-kata bijak karangan Bung Karno, tetapi sebagai kata-kata yang telah diilhami dari kitab suci Al-Qur’an. Maka barang siapa mencoba menghilangkan sejarah atau menyepelekannya dari kurikulum pembelajaran, bukan hanya tidak menghargai perjuangan para pendiri bangsa di masa lalu, tetapi mengabaikan dari perintah Allah swt yang tertuang di dalam Al-Qur’an.

Maka berhati-hatilah para pengambil kebijakan barang siapa ingkar kepada kebenaran maka sejarah akan membuktikannya dia akan mendapat balasannya. Dan barang siapa taat kepada Tuhannya dia akan mendapatkan kesejahteraan yang dijanjikan-Nya. Wallahu’alam. 

Thursday, September 17, 2020

SEJARAH ADALAH TAKDIR TUHAN

 Oleh: Muhammad Plato

Bangsa bangsa besar mecuci otak warga negaranya dengan cerita sejarah. Mereka membangga-banggakan bangsanya dengan merekonstruksi sejarah. Sejarah menjadi ruh bangsa selama bangsa itu berdiri. Semua yang diciptakan manusia berawal dari sejarah dan menjadi sejarah.

Sejarah adalah kejadian yang terjadi di masa lalu. Batas antara masa lalu, sekarang dan masa mendatang adalah waktu.  Dalam satu detik kejadian terjadi akan jadi sejarah. Jadi kapan masa lalu itu terjadi dan kapan masa depan itu kita temui? Batas masa lalu dan masa mendatang sebenarnya hanya hitungan detik. Manusia yang akan hidup 30 tahun ke depan dia sudah hidup sekarang.

Manusia yang akan hidup di akhirat dia sudah hidup sekarang mencicil membuat sejarah hidupnya. Tuhan akan mengadili manusia dengan melihat sejarah hidupnya. Barang siapa membuat catatan sejarah hidupnya penuh dengan kebaikan, maka dia akan mendapat kebaikan. Barang siapa membuat catatan sejarah hidupnya penuh dengan keburukan maka dia akan mendapat penderitaan. Itulah kepastian dari Tuhan. Takdir hidup manusia ditentukan oleh sejarah.

Begitu pentingnya sejarah, Tuhan mewahyukan berita-berita sejarah kepada utusan-Nya untuk disampaikan kepada umat. Tuhan memerintahkan pelajarilah sejarah manusia di masa lalu dan jadikanlah pelajaran untuk kehidupan mu di masa mendatang. Sejarah adalah kejadian yang terjadi di masa lalu, dan sesuatu yang terjadi di masa lalu tidak bisa kita ubah. Maka sejarah adalah takdir Tuhan karena tidak ada yang bisa kembali ke masa lalu. Jadi tidak ada yang bisa mengubah sejarah kecuali Tuhan.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lohmahfuz)” (Yasin, 36:12)

Atas kemurahan Tuhan manusia diberi kesempatan hidup setelah matinya untuk memperbaiki sejarah hidupnya sebelum kematian tiba lagi. Masa sekarang adalah masa dimana kita bisa menuliskan sejarah untuk kebaikan di masa mendatang. Sebuah takdir yang tidak bisa diubah dari Tuhan, manusia hanya bisa belajar dari masa lalu bukan dari masa mendatang.

“Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (Al Baqarah, 2:66). Mereka yang tidak mewajibkan belajar dari sejarah bukan golongan dari orang-orang yang bertakwa. Dia golongan pemecah belah yang menjerumuskan manusia pada perpecahan.     

Bangsa Indonesia ada mutlak karena ada sejarah. Jika bangsa Indonesia tidak belajar dari sejarah, lalu dari mana generasi demi generasi berikutnya bisa sadar bahwa dirinya ada sebagai bangsa Indonesia. Naif sebuah bangsa jika tidak mengajarkan sejarah bangsa sebagai pelajaran wajib bagi generasi bangsa berikutnya. Menghilangkan pelajaran sejarah sebagai pelajaran wajib dari kurikulum pendidikan adalah tindakan sabotase, tindakan separatis, yang akan mengancam eksistensi dan persatuan bangsa.     

Mereka yang sukses di masa depan adalah mereka yang sukses menciptakan masa lalu. Jika kesadaran sejarah dihilangkan dari anak-anak bangsa ini, lalu bagaimana mereka bisa menciptakan masa depan bangsanya? Perubahan atau penyederhanaan kurikulum adalah sebuah keniscayaan, namun jika menghilangkan kewajiban belajar sejarah bangsa kepada generasi penerusnya adalah alamat kehancuran bangsa. Jika sejarah kebangsaan tidak ada dalam kolektif memori bangsa Indonesia maka eksistensi bangsa Indonesia sedikit demi sedikit akan hilang dengan sendirinya. Wallahu’aam.

Friday, September 11, 2020

BOCORAN KURIKULUM AKAN BERUBAH LAGI

 OLEH: TOTO SUHARYA

(Kepala Sekolah, Sekretaris I DPP AKSI)

Sejak diberakukannya kurikulum 2013, kini rencana perubahan kurikulum mulai mengemuka. Kurang lebih kurikulum 2013 sudah berusia 7 tahun. Hal paling mendasar dari perubahan kurikulum adalah perubahan zaman yang menuntut arah tujuan baru dalam pembangunan sumber daya manusia.

Anthony Gidden (1998) seorang sosiolog menawarkan sebuah konsep The Third Way untuk beradaftasi dengan kondisi zaman saat ini. The Third Way menawarkan tujuh nilai yang harus dimiliki oleh manusia-manusia abad ini; 1.equality 2. protection of the vulnerable 3. freedom as autonomy 4. no rights without responsibilities 5. no authority without democracy 6. cosmopolitan pluralism 7. philosophic conservatism. Nilai-nilai ini menjadi ukuran sebuah prilaku manusia agar bisa beradaftasi dan terciptanya kesejahteraan masyarakat dunia. Setiap individu saat ini tidak hidup dalam suatu kelompok negara, tetapi sudah menjadi bagian dari masyarakat global.

Agama tidak lagi dipandang sebagai bagian dari kelompok-kelompok ekslusif melainkan agama yang rahmatanlilaamin. Agama yang membawa ajaran internasional yang memberi petunjuk dan melindungi seluruh umat manusia di muka bumi. Kehidupan bertetangga bukan lagi dalam kerangka sebuah negara, tetapi antar negara dan bangsa. Kerjasama ekonomi, sosial, budaya, dan komunikasi melampau batas-batas negara. Semua sudah mejadi warga satu planet bumi yang harus menjaga kelestarian bumi dan kesejahteraan penduduknya bersama-sama.

Nilai-nilai konseravatif dalam ajaran agama dan kearifan lokal yang mengandung nilai universal perlu dipertahankan. Agama tetap dibutuhkan keberadaanya sebagai petunjuk hidup menuju kehidupan sejahtera seluruh manusia di dunia dan akhirat. Prilaku-prilaku penguasa dan masyarakat yang membawa kerusakkan tatanan kehidupan bernegara perlu dikontrol bersama-sama oleh penduduk bumi.

Dalam melakukan perubahan tujuan politik negara, China pun melakukan perubahan dalam kurikulum pembelajarannya. “isi buku-buku teks sejarah dunia dilakukan perubahan, difokuskan pada sejarah pertumbuhan ekonomi, inovasi, perdagagan luar negeri, stabilitas politik, hormat kepada keragaman budaya, dan harmoni sosial. J.P Morgan, Bill Gate, Bursa Saham New York, satelit ruang angkasa AS, dan kereta api cepat Jepang adalah gambar-gambar yang ditampilkan untuk membangun cita-cita warga negara. Adapun perang-perang, dinasti-dinasti dan revolusi-revolusi komunis dibuang dari buku teks, diganti dengan petunjuk-petunjuk halaman berwarna tentang ekonomi, teknologi, adat-adat kebiasaan, dan globalisasi.  Sosialisme telah dikurangi menjadi satu bab tunggal yang pendek dalam buku pelajaran sejarah SMA. Komunis China sebelum adanya reformasi ekonomi tahun 1979 disapu hanya dalam satu kalimat, dalam bab etiket. (Mahbubani, 2011, hlm. 23).

Apa yang dilakukan China, bukan apa yang harus kita contoh tapi bagaimana upaya mereka dalam merubah tatanan kehidupan politik masyarakat menyesuaikan diri dengan arah pembangunan manusia itulah langkah yang harus kita pikirkan. Tujuan pembangunan negara kita harus sesuai dengan perubahan dan tuntutan zaman. Kurikulum pendidikan harus mengalami beberapa penyesuaian berdasar arah pembangunan yang kita cita-citakan sesuai perkembangan zaman.

Sejarah perjuangan bangsa yang terlalu banyak informasi perang perlawanan penjajahan masa kolonial Belanda, porsinya harus dikurangi dan diganti dengan sejarah peranan ekonomi Nusantara dalam percaturan politik dunia. Peserta didik harus diberi kesadaran bahwa mereka berada di sebuah negara yang sejak dahulu menjadi pusat sumber daya alam dunia hingga sekarang. Keberhasilan VOC membangun perusahaan global beratus-ratus tahun meraih keuntungan besar dari Indonesia harus jadi bahan pelajaran bahwa Indonesia sampai sekarang berpotensi besar menjadi negara penyumbang kesejahteraan penduduk dunia dan harus dikelola sendiri untuk mesejahterakan warga negara dan penduduk dunia.

Kurikulum sejarah terlalu mengajarkan patriotisme gaya abad ke-20 yang harus mengusir penjajah secara fisik dari tanah air. Subtansi kurikulum sejarah seperti itu, faktanya sekarang hanya melahirkan warga negara sebagai satuan tugas penjaga keamaan (satpam). India untuk menjaga kedaulatan negaranya sudah melibatkan 12.000 entrepreneur dibidang teknologi informasi. China memanen 30.000 doktor dan menyambut kepulangan 200.000 ahli-ahli yang terdiaspora di luar negeri. (Mahbubani, 2011, hlm. 76). Orang-orang cerdas ini disediakan untuk menjaga kedaulatan bangsa di abad ke-21.

Kejayaan sedang kembali ke timur ditandai dengan kebangkitan teknologi dan ekonomi China. Indonesia mau tidak mau akan jadi bagian dari kebangkitan ekonomi dari negara-negara di Asia. Insya Allah harapan ini semoga terwujud pada tahun emas di mana jumlah penduduk produktif Indonesia lebih banyak dari jumlah non produktif.  Wallahu’alam.

Friday, September 4, 2020

ILMU PENDIDIKAN DARI KIAI

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Menyimak podcast Dahlan Iskan dengan Kiai Asep Saifuddin, saya menemukan kisah-kisah utusan yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Saya nikmati kisah ini hingga tergerak untuk menuangkannya dalam tulisan, agar pelajaranya tersebar luas dan bermanfaat terutama untuk diri saya.

Kisah Kiai yang penuh dengan kesulitan dan berakhir dengan penuh berkah dari Allah swt adalah pelajaran logika dari Allah swt tentang kehidupan. Pelajaran logika kehidupan dari Allah swt adalah kesulitan yang berhasil dijalani dengan tetap berada di jalan Allah swt adalah penyebab keberkahan rezeki dari Allah swt. Logika ini sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an, bahwa kesulitan adalah sebab dan kemudahan adalah akibat.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Alam Nasyrah, 94:5-6).

Perjalanan panjang Kiai Asep menemui teman-temannya di Jawa timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatera seperti melihat bagaimana kisah Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Muhammad dan para utusan lainnya. Perjalanan hijrah dari satu tempat ke tempat lain dijalani dengan penuh kesulitan, kesederhanaan, dan penderitaan.  Namun perjalanan itu tidak mencari tujuan atas kehendak dirinya tetapi atas dasar kehendak Allah swt dengan jalan Istikharah. Perjalanan hijrah adalah kisah yang harus ditempuh oleh manusia agar manusia banyak belajar dari berbagai macam situasi dan orang.

Dalam kondisi yatim, Kiasi Asep Saifuddin selalu menjaga dirinya untuk tidak minta dan dikasihani orang lain. Dua hari tidak makan hanya minum air keran, demi harga dirinya Beliau memakan nasi-nasi bekas dikuali sambil membersihkan kuali agar siap kembali digunakan. Itupun dilakukannya dalam kondisi sepi malam supaya tidak mendapat perhatian orang.  

Kisah unik lainnya adalah Beliau tidak pernah lepas dari istikharah dalam mengambil keputusan. Dalam kondisi sulit atau senang ketika mau mengambil keputusan selalu diawali dengan shalat instikharah. Shalat istikharah adalah doa minta petunjuk agar segala keputusan yang diambil baik berdasar mimpi, hasil pertimbangan rasional, atau pun faktor lainnya berharap selalu mendapat bimbingan Allah. Ketika berada di Sumatera dan beristikharah, Beliau melihat ibunya melambai-lambaikan tangan. Tanda itu beliau baca sebagai akhir dari karir di Sumatera dan kembali pulang ke orang tuanya.

Kisah Kiai Asep Saifuddin menarik lainnya adalah ketika mencari jodoh di Jawa Timur. Dirinya selalu mengalami kegagalan untuk menikah. Dari kejadian itu, Beliau berdoa kepada Allah “jodohkanlah aku dengan orang yang tidak punya kekayaan, pendidikan, kedudukan, dan nasab”. Doa ini dilantunkan karena orang-orang selalu terjebak dengan kekayaan, pendidikan, kedudukan, dan nasab. Orang kaya akan mencari jodoh berdasar kekayaan. Orang berpendidikan akan melihat jodoh berdasar pendidikan. Orang berkedudukan akan melihat jodoh berdasar kedudukannya. Orang bernasab akan melihat jodoh dengan nasabnya. Kiai Asep Saifuddin menyimpulkan bahwa pandangan orang selalu terjebak minimal oleh empat faktor itu untuk melihat masa depan seseorang. Jadi Beliau berdoa untuk dijodohkan dengan orang yang benar-benar menghargai dirinya sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Akhirnya dia diberi jodoh yang tidak memiliki kriteria sesuai dengan doanya. Istri tersebut kini menjadi partner Kiai Asep Saifuddin dalam menebarkan ilmu dan keberkahan di muka bumi.

Pelajaran besar dari kisah Kiai Asep Saifuddin ketika memberikan dengan ikhlas sekolah yang dibangunnya diambil oleh pemilik tanah. Keluarga pemilik tanah mengambil alih sekolah yang jumlahnya sudah mencapai 1500an siswa, dan hanya diberi bagian sekolah yang hanya berisi ratusan dan tidak mendapat kepercayaan masyarakat, dan akses jalan masuk sekolah ditutup oleh pemilik tanah. Beliau tidak mengambil langkah hukum untuk memperkarakan kasus ini tetapi berserah diri kepada Allah dan kembali membangun sekolah dari awal. Dalam satu tahun kondisi sekolah sudah berbalik. Sekolah yang dikelola Kiai kembali jumlahnya ribuan dan sekolah yang sebelahnya hanya ratusan.

Kisah ini memberi pelajaran bahwa Allah akan menggantikan pengorbanan besar dengan keberhasilan yang besar. Ketauhidan kepada Allah membuat Kiai Asep Saifuddin bersikap tenang, tidak benci, dan menjalani cobaan dengan tetap optimis. Sudah ribuan siswa dan mahasiswa dalam dan luar negeri diberi beasiswa oleh Kiai Asep. Kini Beliau becita-cita menjadikan Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam internasional, dengan mendirikan kampus di isi mahasiswa dari berbagai negara di dunia.

Beliau sudah menemukan kuncinya bahwa untuk menjadi pusat pendidikan faktor pertamanya adalah kampus harus banyak memberikan beasiswa kepada mahasiswa internasional. Itulah yang akan mendatangkan mahasiswa-mahasiswa dari luar negeri ke Indonesia. Yaman, Mesir kekayaannya lebih kecil dari Indonesia, tetapi kenapa mereka bisa menjadi pusat pendidikan Islam dunia, karena mereka memiliki beasiswa, beasiswa untuk mahasiswa internasional. Demikian juga yang dilakukan kampus-kampus di Amerika.

Kesimpulan akhir dari kisah Kiai Asep Saifuddin adalah keberhasilan seseorang sudah ditentukan oleh Allah. Orang-orang sukses ditentukan Allah akan terjadi kepada orang-orang yang berakhlak baik. Sebaik-baiknya akhlak adalah mereka yang memberi jalan kesejahteraan bagi kehidupan orang lain.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. (Al Buruuj, 85:11) Akhlak baik adalah sebab dan sukses (keberuntungan besar) adalah akibatnya. Itulah logika Allah. Wallahu’alam.

Sunday, August 30, 2020

AKTIVITAS BELAJAR MENURUT AL-QUR'AN

 OLEH: TOTO SUHARYA

(Kepala Sekolah, Sekretaris I DPP AKSI)

Definisi belajar mungkin sudah banyak dikemukakan oleh para ahli pendidikan. Namun jika ditanya apa definisi belajar menurut Al-Qur’an? Anda harus membuka kitab-kitab Arab gundul dan pasti kesulitan karena keterbatasan membaca dan memahaminya. Kali ini saya akan membantu anda untuk sedikit menjelaskan, dengan pendekatan dan metode yang saya kembangkan.

Aktivitas belajar bisa kita lihat kata operasionalnya di dalam Al-Qur’an. Aktivitas belajar sesuai berita Al-Qur’an saya temukan tiga konsep yaitu mendengar, melihat, dan berpikir. Kata-kata ini tersebar dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Kurang lebih ada 134 kata mendengar diulang-ulang dalam berbagai ayat dalam Al-Qur’an.

“Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah)…” (Al An’aam, 6:36)

“Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)? (Al ‘Araaf, 7:100).

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).” (An Nahl, 16:65).

Belajar adalah aktivitas mendengar. Jadi aktivitas yang harus dilatihkan pada anak-anak adalah kemampuan mereka untuk mendengar. Anak-anak pembelajar adalah mereka yang banyak mendengar. Mendengar adalah kompetensi yang harus dilatihkan pada anak-anak sejak dini. Bisa dipahami oleh kita bahwa kurikulum di Jepang untuk anak-anak TK adalah mendengar. Mendengar adalah prilaku orang-orang terpelajar. Di Jepang mendengar menjadi budaya bukan hanya di sekolah tetapi di setiap kegiatan kemasyarakatan. Jepang juga termasuk negara dengan tingkat kesejahteraan tinggi.

Bagi laki-laki muslim, perintah mendengarkan ketika mau khutbah Jumat pasti diingatkan. Begitu pentingnya mendengar karena dengan mendengar informasi bisa masuk ke dalam otak dan dipikirkan oleh hati.

Aktivitas belajar lainnya yang diberitakan dalam Al-Qur’an adalah melihat. Kata melihat bisa kita temukan dalam ayat Al-Qur’an di bawah ini. Kata melihat terekam dalam terjemahan Al-Qur’an kurang lebih sebanyak 237 kali.

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (Al Jaatsiyah, 45:23).

Belajar adalah aktivitas melihat. Kegiatan melihat itu seperti yang dilakukan oleh para ilmuwan yaitu percobaan dan pengamatan. Sains dan teknologi ditemukan melalui kegiatan melihat. Tanpa bantuan melihat manusia tidak dapat memahami berbagai gejala alam. Prilaku alam, hewan, tumbuhan, manusia, bisa dipahami dengan melakukan pengamatan (melihat).

Pembelajaran yang baik jika anak-anak bisa diajak melihat langsung setiap kejadian melalui percobaan. Setiap metode pembelajaran sebaiknya menampilkan bahan ajar supaya bisa dilihat.

Aktivitas belajar selanjutnya adalah berpikir. Membaca sebagai perintah Allah pada ayat pertama turun berkaitan dengan membaca. Ketika kita membaca aktivitas dominannya selain melihat adalah berpikir. Kata berpikir dalam terjemahan kurang lebih ada 12 kali diberitakan di dalam Al-Qur’an.

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.” (Al Hasyr, 59:21).

Berpikir adalah aktivitas akal dan hati. Aktivitas berpikir ini sering dimusuhi oleh sebagian penganut agama. Permusuhan ini bukan didasari oleh ajaran agama tapi tradisi konflik sejarah masa lalu yang terbawa hingga sekarang. Padahal dalam konteks pembelajaran, tidak mungkin anak-anak hanya belajar dengan mendengar dan melihat saja, tanpa melakukan proses berpikir.

Tanpa aktivitas berpikir melihat dan mendengar hanya akan jadi kegiatan input pengetahuan tanpa proses pemahaman mendalam. Tanpa berpikir kita tidak akan pernah bisa menciptakan alat-alat untuk membantu kesulitan hidup manusia.

Berdasarkan konsep aktivitas belajar di atas, mulai tahap dasar anak-anak harus diajari bagaimana mendengar, melihat dan berpikir. Pendidikan kita mengalami kelemahan diketiganya. Saatnya kembali ke konsep Qur’an perbaiki proses pembelajaran kita. Ajari anak kita mendengar, melihat, dan berpikir. Membaca adalah aktivitas melihat dan berpikir yang harus sering kita ajarkan. Hal yang paling sulit dalam dunia pendidikan ternyata mengajarkan berpikir.  Wallahu’alam.

Saturday, August 29, 2020

MEMAHAMI OTAK LAKI-LAKI

 OLEH: TOTO SUHARYA

(Kepala sekolah, Sekretaris I AKSI)

Informasi ini saya resume dari buku Male Brain karya Louann Brizendine tahun 2010, Jakarta, penerbit Ufuk press.  Saya coba ambil hasil-hasil penelitian otak yang akan berkaitan dengan prilaku laki-laki. Ilmu ini sangat bermanfaat bagi siapa yang ingin memahami laki-laki, atau bagi para perempuan yang ingin menaklukkan laki-laki, atau bagi para ibu yang ingin mengasuh dengan baik anak-anak laki-lakinya. Semua bakat dan penyebab prilaku manusia ada di otak. Saya sajikan fakta-fakta tentang otak laki-laki dan silahkan anda menfasirkan dan mengambil manfaatnya.

“laki-laki memiliki ruang otak 2,5 kali lebih luas yang ditujukan untuk hasrat seksual di dalam hipotelamus mereka. Laki-laki juga memiliki pusat otak yang lebih besar untuk tindakan yang memerlukan otot dan agresi”. Otak laki-aki dibentuk untuk mengedepankan pencarian seksual.

Kemampuan hebat anak laki-laki untuk melacak benda bergerak bukan disebabkan oleh lingkungannya. Hal itu adalah dari otak laki-laki. Sejumlah prilaku dan keterampilan dibentuk dan deprogram secara alamiah di dalam otak laki-laki, sementara yang lain dibentuk dalam otak perempuan. Perbedaan laki-laki dan perempuan diperkuat oleh budaya dan pengalaman hidup, tetapi semua bermula dari otak.



Otak laki-laki muda lebih dikendalikan oleh kesenangan dan imbalan karena mendapatkan benda yang diinginkan, bahkan berani dengan resiko mendapat hukuman. Bagaimanapun berusaha memengaruhi, anak laki-laki akan bermain balapan, berperang melawan musuh khayalan, membangun dan merusak, serta mencari kesenangan baru. Anak laki-laki tertarik permainan kompetitif (waktu 65%) dan anak perempuan tertarik melakukan permainan Kerjasama.

Anak perempuan lebih sering menggambar orang, binatang piaraan, bunga, dan pohon serta lebih banyak menggunakan warna. Siswa laki-laki SD memilih menggambar aksi, tabrakan pesawat, mobil, semua gambar dinamis, menggunakan beberapa warna.

Kemenangan sangat penting bagi laki-laki. Tujuan utama permainan bagi laki-laki adalah menang. Bagi otak laki-laki teriakan menang adalah segalanya. Otak laki-laki tidak dibuat untuk berpikir ke masa depan. Pubertas bisa mengubah segalanya. Tahap perkembangan anak-anak ini menuntut teknik pengasuhan yang sulit, yaitu dengan mengulur tanpa terlepas.

Otak laki-laki dibentuk untuk jadi petualang. Sistem sekolah yang ada di kelas secara langsung berkonflik dengan otak remaja putra yang mencari kebebasan dan petualangan. Jam tidur di dalam otak anak laki-laki usia 11 atau 12 tahun berubah. Dia begadang dan tidur menjelang pagi.

Otak laki-laki diaktifkan dengan musik sama dengan perempuan, tetapi otak laki-laki tidak diaktifkan dengan suara music monoton. Anak laki-laki suka membicarakan permainan serta benda, sementara anak perempuan membicarakan orang dan hubungan. Anak laki-laki tidak suka bicara pribadi, terutama dengan orang tua mereka. Otak laki-laki remaja usia 16-17 tahun akan sangat mencari otonomi dari orang tuanya.

Primata betina melakukan hubungan seksual dengan primate jantan yang membawakan mereka makanan. Janji, hadiah, bunga, memperlihatkan kekuatan, keterampilan, adalah taknik laki-laki untuk mendapatkan seksual. Penelitian menemukan tiga dari empat laki-laki berkata, mereka bersedia untuk berbohong atau ‘memodifikasi’ kebenaran agar dapat membujuk perempuan supaya mau berhubungan seks dengan mereka.

Dalam suasana jatuh cinta, laki-laki dan perempuan mengatakan, mereka menghabiskan watu terjaga mereka sebanyak 85% untuk membayangkan kekasih mereka. Otak laki-laki lebih cepat memikirkan seksual tetapi akan berakhir dengan begitu saja.

Otak memiliki dua sistem memori independent. Satu adalah memori untuk objek atau peristiwa tanpa emosi, dan yang lain adalah untuk kenangan yang diperkuat oleh emosi. Laki-laki mengingat fakta dan bentuk, sedang perempuan tidak hanya mengingat fakta tetapi juga setiap rincian emosi yang mereka rasakan.

Kemarahan bisa menyebabkan pemikiran yang tidak sempurna dengan mengurangi persepsi tentang risiko dan memicu agresi, tetapi kemarahan bisa membuat kita berpikir dengan lebih jernih juga. Kemarahan menimbulkan analisis yang lebih hati-hati dan rasional tentang alasan orang lain sehingga dalam sejumlah kasus, kemarahan bisa membuat orang-orang menjadi lebih rasional, bukannya kurnag rasional.

Orang kesepian akan lebih cepat mati daripada orang seusia mereka yang tidak kesepian. Otak laki-laki yang sudah matang menjadi semakin menyerupai otak perempuan dewasa secara hormonal. Laki-laki bisa mendapat peluang kesuburan kedua, ketiga, atau keempat, sesuatu yang tidak dimiliki perempuan. Sejumlah wilayah otak yang tidak diaktifkan tidak sebanyak yang dialami otak manusia ketika mereka diisolasi secara sosial.

Dari hasil penelitian menyatakan, laki-laki tetap menganggap seks sebagai manfaat utama dari perkawinan, bahkan di usia tua. Otak laki-laki paruh baya lebih memaafkan dan melupakan. Otak laki-laki homoseksual menyerupai otak perempuan. Penyebab orientasi seks salah satunya adalah gen, dan yang lainnya belum teridentifikasi. 

MANUSIA TIDAK BOLEH DITUHANKAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. Mengapa manusia tidak boleh di Tuhankan? Ada beberapa argumen yang bisa dipahami akal dengan logis. Argu...