Friday, September 25, 2026

MANUSIA TIDAK BOLEH DITUHANKAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd.

Mengapa manusia tidak boleh di Tuhankan? Ada beberapa argumen yang bisa dipahami akal dengan logis. Argumen adalah dasar pemikiran dari sebuah pendapat. 

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan, informasinya ada di Al Quran.  Allah mengabarkan dalam Al Quran, bagaimana manusia diciptakan. "Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia  dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (Al Hijr, 15:26).

Manusia tidak layak dituhankan karena manusia diciptakan Tuhan. Apapun pangkatnya, keturunnannya, manusia tidak boleh dituhankan karena manusia adalah makhluk.

Alasan berikutnya manusia tidak boleh dituhankan. Di dalam diri manusia ada dua jiwa. Kedua jiwa ini punya kehendak berlawanan, satu cenderung buruk dan satu lagi cenderung ke hal baik. 

"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, (Asy Syams, 91:8).

Dorongan naluri buruk bersifat aktif tanpa perlu proses belajar. Sehingga sebagian besar manusia berada dalam jalan buruk, Tidak ada manusia suci karena manusia punya potensi buruk. Siapapun manusianya pasti memiliki sesi buruk sekecil apapun. 

"Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?" (Yasin, 36:62).

Untuk membedakan keburukan dan kebaikan manusia membuthkan pengajaran. Al Quran adalah sumber pengajaran. Al Quran sebagai materi pengajaran dijelaskan dalam Al Quran. Allah memberi pengajaran melalui wahyu yang diturunkan kepada para nabi utusan Nya. 

(Tuhan) Yang Maha Pemurah, Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai berbicara. Yang telah mengajarkan Al Qur'an. (Ar Rahman, 55:1-4). 

Manusia sebagai makhluk pembelajaran memiliki akal. Allah jelaskan dalam Al Quran bagaimana cara Allah mengajar manusia. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. (Al 'Alaq, 96:3-4).

Akal adalah penjaga keseimbangan (mizan) antara sifat buruk dan baik yang ada dalam jiwa manusia. Akal adalah kemampuan intelektual yang harus mendapat banyak pengetahuan untuk bisa mengambil keputusan. 

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. (Ar Rahman, 55:7-8).

Pendidikan menjadi faktor paling penting untuk menyadarkan seluruh manusia untuk tidak menuhakan manusia dan menuhankan dirinya. Menuhankan, mengkultuskan manusia adalah tanda kebodohan karena kemampuan intelektual rendah.*** 

No comments:

Post a Comment

MANUSIA TIDAK BOLEH DITUHANKAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. Mengapa manusia tidak boleh di Tuhankan? Ada beberapa argumen yang bisa dipahami akal dengan logis. Argu...