Showing posts with label kurikulum tidak berubah. Show all posts
Showing posts with label kurikulum tidak berubah. Show all posts

Friday, December 3, 2021

KURIKULUM TIDAK BERUBAH

Oleh: Toto Suharya

Kurikulum tidak berubah, hanya menyesuikan dengan kebutuhan zaman. Zaman ditentukan oleh bagaimana manusia hidup. Perbedaan siginifikan cara hidup manusia di abad 21 dengan manusia sebelumnya adalah pemanfaatan teknologi informasi dalam menyelesaikan masalah kehidupan. Saat ini teknologi informasi digunakan manusia untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Kreativitas manusia dalam memanfaatkan teknologi informasi seperti banjir bandang yang melanda tiba-tiba. Banyak orang tidak siap dan kewalahan menghadapinya.

Kurikulum adalah seperangkat aturan yang disengaja diciptakan untuk mengubah otak manusia agar sadar dan hidup dengan kondisi zaman yang ada. Kurikulum berisi kepentingan bangsa untuk mengubah warga negaranya menjadi manusia-manusia produktif dan berdaya saing. Isu perubahan kurikulum hanya cara berkomunikasi agar semua warga negara memperhatikan, mempelajari, dan menyadari bahwa kecenderungan hidup manusia saat ini objeknya telah bergeser. Jadi, kurikulum tidak berubah hanya terjadi pergeseran fokus yang harus dikembangkan dalam aspek pendidikan. Untuk itu fokus pengajaran dalam kurikulum mengalami pergeseran sesuai dengan kebutuhan hidup masyarakat di zaman sekarang.

Dari dulu hingga sekarang, pada dasarnya pendidikan hanya mengurusi otak manusia. Sederhananya otak manusia terjadi menjadi tiga, yaitu otak sadar, otak emosi, dan otak kebiasaan. Pada kurikulum sebelumnya, otak manusia terlalu diatur oleh dokuman kurikulum yang terasa mengikat dan membatasi. Guru-guru adalah otak yang akan mengajari otak, dibuat seperti pegawai birokrat atau pegawai pabrik yang harus mencetak barang dengan bentuk dan kualitas yang sama sesuai sesuai pesanan berstandar nasional atau internasional.

Teknologi informasi yang pemanfaatannya terus dikembangkan dan diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan, sangat menuntut otak manusia untuk berpikir lebih kreatif. Pada kurikulum lama bukan berarti kreativitas tidak dikembangkan tetapi pada tataran praktek imlementasikan kurang masif dikembangkan oleh para peserta didik. Untuk itu faktor-faktor penghambat kreatifitas seperti rencana pembelajaran yang rigid administratif, penialian yang identik dengan nilai pengetahuan, Ujian Nasional yang berisi soal-soal teori loss kontek, sistem pelaporan keuangan yang syarat administratif dan miskin inovasi, semuanya telah menjadi penghambat dalam mengembangkan kreativitas otak peserta didik.

Beban adminsitratif yang harus dilakukan oleh guru telah membebani, sehingga guru bukan fokus pada inovasi pembelajaran, tetapi fokus pada pengerjaan adminsitratif seperti pegawai administrasi kantor. Isu perubahan kurikulum hanya bahasa komunikasi bahwa kebiasan-kebiasan lama yang penuh adminsitrasi harus mulai bergeser dengan proses pendidikan yang penuh demonstratif. Untuk itu, pemerintah telah menyusun mana-mana saja prilaku pendidikan lama yang tidak sesuai dengan kondisi zaman, dan akhirnya harus diarahkan ke prilaku-prilaku pendidikan lebih yang sesuai dengan kondisi zaman.

Isi kurikulum dari dulu hingga sekarang, semuanya berisi tentang bagaimana melatih dan megembangkan otak manusia. Apa yang harus dilatih, disesuaikan dengan cara-cara hidup yang dibutuhkan manusia dalam menyelesaikan masalahnya. Teknologi adalah alat yang digunakan manusia untuk menyelesaikan masalah. Perkembangan alat-alat hidup yang digunakan manusia, biasanya selalu membawa perubahan terhadap bagaimana cara manusia berpikir dan mepertahankan hidup. Isi pendidikan tidak lepas dari itu biasanya.

Saat ini pemerintah sedang mengkampanyekan tentang pentingnya karakter pelajar Indonesia berbasis pada ideologi negara Pancasila, yaitu membentuk pelajar beriman dan berakhlak, berbudaya global, bergotong royong, mandiri, kreatif, dan kritis (B3MKK) untuk mengantisifasi tiga dosa besar pendidikan yaitu perundungan, pelecehan sosial, dan intoleransi. Pendekatan pembelajaran harus lebih merdeka. Pembelajaran menekankan pada pengembangan kreativitas dan kolaboratif. Untuk merdeka belajar, intervensi pemerintah tidak terlalu mengatur pada ranah teknis guru dalam mengembangkan kreativitas peserta didik. Kasarnya, pemerintah harus mendukung untuk mewujudkan sekolah menjadi tempatnya manusia, bukan tempat narapidana.

Untuk itu kita sambut perubahan, tanpa harus menunggu ada instruksi untuk berubah. Setiap hari, setiap detik, kita tidak pernah berpikir dan bertindak dengan cara yang sama. Apa yang kita lihat, kita dengar, kita baca, kita pikirkan, dan kita lakukan setiap detik tidak akan identik sama. Jadi perubahan adalah hal dinamis dan pasti terjadi dalam hidup kita. Siapa menolak perubahan, dia sedang mengingkari kehidupan. Wallahu’alam. (Penulis Kepala Sekolah dan Sekjen DPP AKSI)

Friday, October 25, 2019

MENDIKBUD GENERASI Y

OLEH: TOTO SUHARYA

Terus terang saja, menyaksikan pengumuman kabinet tahun ini untuk kedua kalinya saya bilang wow, setelah pengangkatan menteri seorang perempuan lulusan SMP di tahun lalu, dengan kesuksesan mengelola laut menurut saya luar biasa. Saya tidak nyinyir siapapun menteri yang diangkat oleh Presiden, mereka adalah orang-orang terbaik di republik ini.  Saya berpandangan siapapun yang menjadi pejabat di negeri ini, mereka menduduki jabatan itu dengan kebaikan yang mereka miliki dan dipandang baik oleh Allah.

Sebagaimana Allah firmankan di dalam Al-Qur’an bahwa Allah mengangkat derajat seseorang karena ilmu dan imannya. Faktanya kita saksikan orang-orang Barat dapat menguasai ekonomi dan politik dunia karena ilmu yang mereka miliki. Hakikatnya ini adalah penghargaan Allah terhadap orang-orang berilmu. Demikian juga para menteri dengan berbagai latarbelakang keilmuannya, saya berprasangka baik, dialah orang yang terpilih oleh Allah sebagai orang-orang terbaik. Masalah kinerjanya ke depan, kita harus sabar menunggu tidak bisa mendahului Allah dengan mengevaluasi kerja saja belum.

Saya hanya mengapresiasi berdasarkan fakta bahwa dunia sedang mengalami perubahan. Menurut Hendarman (2019, hlm. 25) generasi X yang lahir antara tahun 1960-1980, yang mendapat pendidikan dari generasi baby boom yang lahir tahun 1946-1960, sebagian besar telah mengalami pensiun. Kini saatnya generasi Y mengendalikan negara dan mendidik generasi Y dan generasi Z yang lahir antara 2001-2010. Generasi Y adalah generasi yang dibesarkan pada masa teknologi sedang berkembang. Generasi Z adalah generasi yang dibesarkan dalam era teknologi mulai mapan dengan kecenderungan pola pikir instan.

Bisa jadi pola pikir generasi X berbeda dengan generasi Y yang sudah dipengaruhi perkembangan teknologi.  Perbedaan pola pikir tentu saja akan melahirkan pola-pola pikir, tindakan, dan arah kebijakan berbeda. Ali bin Abi Thalib mengatakan anak-anak harus dididik dengan zamannya. Mendidik anak-anak milenial tentunya harus oleh mereka yang paham zaman milenial.

Saya memandang diangkatnya Nadiem Makarim sebagai Mendikbud bisa jadi langkah tepat, karena Beliau bisa didaulat sebagai salah satu  Bapak Milenial Indonesia yang berhasil memahami perubahan zaman di abad digital. Era industry 4.0. dan era masyarakat 5.0. tidak bisa tidak menuntut generasi kita untuk selalu beradaftasi dengan perkembangan teknologi yang melaju seperti deret ukur.

Di percaturan masyarakat dunia, kita termasuk salah satu negara dengan pengguna internet, media sosial terbesar di dunia, namun kita akui produktivitasnya masih terbilang rendah. Kita baru menjadi masyarkat pengguna teknologi informasi dari negara-negara luar, dan belum memiliki kesadaran untuk memanfaatkan teknologi untuk kepentingan ekonomi, sosial, budaya, politik, dan pendidikan. Tersedianya jutaan informasi di media sosial, belum dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kualitas SDM.

Berdasarkan hasil supervisi akademik ke kelas, sebagian besar guru masih mengajar secara konvensional. Informasi yang tersedia di media sosial, belum termanfaatkan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas pembelajaran. Internet dengan kecepatan 60 sampai 100 mb, hanya digunakan untuk chating di media sosial dan nonton video-video hiburan. Padahal setiap bulan sekolah mengeluarkan dana langganan internet antara 2-6 juta rupiah per bulan. Hasil pemanfaatnnya tidak sebanding dengan besarnya pengeluaran jasa layanan internet yang dikeluarkan oleh sekolah tiap bulan.

Kendala yang dihadapi sekolah adalah kekurangan sumber daya manusia yang benar-benar menguasai dunia teknologi informasi. Sekolah-sekolah kejuruan masih cukup besar kekurangan tenaga-tenaga pendidik produktif. Kita masih terjebak bahwa pendidik-pendidik produktif harus berlatar belakang pendidikan linier sesuai keahliannya, padahal untuk zaman sekarang, ilmu apapun bisa dipelajari di internet dengan modal keseriusan dan ketekunan.

Perusahaan-perusahaan besar konon sudah bergeser dalam pola rekruitmen pegawainya, mereka tidak lagi melihat latar belakang pendidikan, tetapi melihat pada kompetensi. Artinya di abad milenial, latar belakang pendidikan bukan syarat utama lagi untuk melihat keilmuan seseorang, tapi polanya sudah bergeser dengan melihat apa yang telah dilakukan dan bisa melakukan apa untuk kesejahteraan manusia di masa mendatang.

Hadirnya Nadiem Makarim sebagai Mendikbud, bagi saya adalah loncatan pemikiran dari generasi X yang mulai menyadari telah kedodoran menghadapi kemajuan zaman, dan harus diserahkan kepada mereka yang memahaminya, dan telah terbukti bisa beradaftasi hidup di zamannya. Dunia sudah berubah, pola pikir dan cara pandang otomatis telah berubah. Jika kita tidak cepat dan segera beradaftasi dengan perubahan zaman, mungkin 2045 cita-cita Indonesia emas yang tinggal beberapa tahun lagi, mungkin saja jadi tembaga dan emasnya tetap keluar diambil negara lain yang lebih cepat beradaftasi dengan perubahan zaman.

SIAPAPUN MENDIKBUDNYA AKULAH ORANGNYA (MUHAMMAD PLATO)
Selamat bertugas Pak Mendikbud, walaupun saya berada di antara perpindahan generasi X ke Y, saya masih bisa mengimbangi perubahan zaman dengan budaya literasi yang saya miliki. Dana sertifikasi saya gunakan untuk tetap literat mengikuti perubahan zaman. Saya yakin akan ada ide-ide brilian dari seorang maestro teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas dan layanan pendidikan Indonesia. Saya bangga kepada para pejabat tinggi yang akan bertugas lima tahun ke depan. Selamat bekerja, salam optimis tanpa batas!!! Wallahu’alam.

(Kepala Sekolah, Kandidat Doktor SPS UPI Bandung)

MANUSIA TIDAK BOLEH DITUHANKAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. Mengapa manusia tidak boleh di Tuhankan? Ada beberapa argumen yang bisa dipahami akal dengan logis. Argu...