Wednesday, November 2, 2022

NABUNG SAHAM DENGAN LOGIKA TUHAN

OLEH: TOTO SUHARYA

Menabung saham saat ini bukan lagi barang langka yang hanya dilakukan segelintir orang. Ilmu tentang saham sudah banyak beredar di media sosial. Namun masih sedikit sekali orang yang paham mengapa harus nabung saham. Maraknya judi online, penipuan mengatasnamakan investasi dan trading saham masih saja terjadi. Dunia pendidikan harus berperan untuk mengantisifasi fenomena ini. 

Berikut adalah panduan singkat bagaimana cara mengajarkan nabung saham pada anak-anak SMA. Anak-anak SMA sedikitnya setiap hari dia dibekali dengan uang jajan atau uang saku. Uang ini biasanya mereka gunakan untuk membeli makanan atau ongkos transportasi. Uang jajan yang mereka kantongi biasanya antara Rp. 20.000 hingga 50.000 per hari. Jika saja anak-anak bisa menyisikan Rp. 5000 per hari, mereka bisa membeli 100 lembar (1 lot) saham dengan harga Rp. 50 rupiah perhari. 

Jika nabung saham 100 lebar perhari dikali satu tahun dengan hari efektif sekolah setahun 300 hari, maka anak SMA dalam satu tahun bisa mengumbulkan 30.000 per lembar saham setahun dengan jumlah dana Rp. 1.500.000 per tahun. Jumlah ini cukup pantastis untuk ukuran anak SMA. 

Jika dalam satu tahun terjadi kenaikan harga saham tiga kali lipat dari harga awal beli, maka dana yang diinvestasikan siswa menjadi bertambah yaitu 4.500.000. Itulah gambaran keuntungan menabung saham dalam jangka waktu panjang. Sebaliknya bagaimana jika harga saham mengalami penurunan misalnya 30% dari harga awal. Jika harga turun selama uang dalam tabungan saham uang dingin, yang harus dilakukan adalah tidur saja menunggu harga saham naik. Selama harga saham turun jika tidak dijual maka penabung saham tidak akan mengalami kerugian. 

Masalahnya ketika harga saham turun, penabung saham harus mampu bersabar hingga harga saham kembali naik. Berapa lama harga saham akan naik kembali? Tidak ada yang tahu, dan hanya Tuhan yang tahu. Dalam situasi ini, saya ajarkan para penabung saham gunakan logika Tuhan dengan sumber logika pada Al Qura'an. Inilah yang harus dilakukan ketika harga saham turun. 

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (Al Baqarah, 2:45). 

Sesungguhnya seluruh pergerakan harga adalah Tuhan. Para ahli ekonomi menyebutkannya invisible hand. Maka yang harus dilakukan adalah sabar dan mohon pertolongan pada Allah dengan shalat. Dalam memohon pertolongan pada Allah kuncinya adalah sabar. Dalam logika Tuhan sabar adalah penyebab dan keberuntungan adalah akibat. Semakin lama bersabar dalam investasi semakin besar keberuntungan. 

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (Al Baqarah, 2:155). 

Berpegang teguhlah pada logika Tuhan, "sabar adalah sebab, dan kebetuntungan besar adalah akibat". Sesunguhnya janji Allah adalah kepastian, cepat atau lambat akan terjadi. 

"Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Az Zumar, 39:10).

Yakinlah pada janji Allah. Dia akan memberi keberuntungan pada orang sabar. Inilah logika Tuhan yang harus terus dipegang. Sebagaimana Allah berjanji dalam Al Qur'an. 

Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. (Ar Ruum, 30:60). 

Sebaik-baiknya menabung saham dilakukan sejak dini, agar anak-anak bisa belajar bersabar dalam jangka waktu lama. Semakin lama dalam kesabaran maka keberuntungan akan semakin besar. Wallahu'alam. 

No comments:

Post a Comment

IDE PENGAJARAN DALAM AL QURAN

OLEH: TOTO SUHARYA Al Quran mengandung kabar gembira dan peringatan. "Dan Kami turunkan (Al Qur'an itu dengan sebenar-benarnya dan ...