Saturday, February 20, 2021

MENDIDIK ORANG INDONESIA

OLEH: TOTO SUHARYA

(Kepala Sekolah, Sekretaris DPP AKSI, KACI)

Orang Indonesia hidup di negara dengan kualitas lingkungan surga. Gunung-gunung setiap tahun hijau, air mengalir sepanjang tahun, dan laut yang luas nan biru dimiliki orang Indonesia. Tongkat bisa jadi tanaman, dan batu bisa jadi berlian. Lingkungan hidup Indonesia sangat nyaman, sekalipun hidup orang Indonesia terancam oleh seribu satu macam bencana. Kenyamanan lingkungan Indonesia telah mengalahkan rasa takutnya terhadap berbagai macam bencana.

Dengan kondisi lingkungan sangat rentan dengan ancamanan bencana, orang Indonesia tidak suka dengan ancaman. Sebaliknya orang Indonesia sangat suka dengan kenyamanan. Apapun akan dilakukannya agar bisa hidup nyaman. Untuk itu karakter orang Indonesia sangat suka dengan suasana harmonis dan damai.

Berlatar belakang lingkungan nyaman, mendidik orang Indonesia harus penuh dengan kasih sayang dan kearifan. Orang Indonesia akan berusaha melawan sekuat tenaga kepada siapa saja yang membuatnya tidak nyaman sekalipun hanya dengan hatinya. Sebaliknya orang Indonesia akan membangun kerja sama erat dengan orang-orang yang bisa membangun kesejahteraan dan kenyamanan hidupnya. Selama kurang lebih 350 tahun menghadapi penjajahan bangsa asing, orang Indonesia tidak pernah berhenti melawannya.

Atas dasar itu, pendidikan yang menerapkan berupa sanksi, ancaman, cemoohan, dan diskriminasi, sangat tidak disenangi. Pendidikan dengan hukuman yang membuat orang Indonesia malu, putus asa, sangat tidak disenangi. Oleh karena itu, pendidikan yang menerapkan syarat-syarat kelulusan sangat ketat akan cenderung dihindari dengan berbagai macam cara.  Orang Indonesia bukan tidak mau gagal, tetapi mereka harus merasakan kegagalan sebagai sebuah keberuntungan. Bagi orang Indonesia, Boleh gagal tapi harus ada alternatif lain agar kegagalannya langsung tergantikan dengan keberuntungan. Orang Indonesia harus tetap merasakan posisi beruntung sekalipun dia gagal. Untuk itu menghadapi orang Indonesia harus punya banyak alternatif dan solusi agar kegagalan tetap menjadi harapan hidup sukses tetap ada.

Maka caara mengajar orang Indonesia harus seperti apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripada-Nya, (Huud, 11:2). Jadi tugas para pendidik hanya memberi peringatan dan kabar gembira yang menyenangkan serta memotivasi.  Para pendidik sekalipun mengajar siswa dengan berbagai latar belakang kecerdasan dan kemampuan, semua siswa harus mendapatkan peringatan dan kabar gembira dari berbagai macam kecerdasan dan kemampuan yang mereka miliki. Kecerdasan para pendidik di Indonesia adalah harus punya keterampilan memberikan peringatan dan kabar gembira bagi siapapun yang mendengarnya.

Mengajar orang Indonesia harus penuh dengan pujian, sanjungan, dan kabar-kebar gembira atas apa yang telah mereka lakukan. Orang Indonesia sangat tidak suka dengan harapan-harapan kosong, atau pujian-pujian palsu. Orang Indonesia sangat religius, karena dasar negaranya mengatasnamakan sebagai warga negara yang berkeyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ritual-ritual keagamaan sangat digemari, karena dalam ritual yang menyenangkan membuat orang Indonesia harapannya tetap ada.

Untuk itu mengajar orang Indonesia harus selalu menyisipkan keyakinan kepada Tuhan yang diyakini oleh seluruh bangsa Indonesia sebagai penentu mutlak kehidupan bangsa Indonesia. Mengembangkan pendidikan untuk orang Indonesia harus senantiasa menyentuh otak-otak spiritualnya selalu aktif. Ritual agama harus selalu disandingkan dengan kegiatan pembelajaran, sebagai pembangkit otak spiritual, pembangun motivasi  dan harapan hidup sejahtera tanpa batas.

Orang Indonesia ketika dijanjikan harapan-harapan baik dari Tuhan, mereka tidak akan merasa dibohongi, mereka yakin Tuhan adalah tempat segala makhluk bergantung dan diyakini tidak mungkin ingkar janji. Keyakinan ini harus dimanfaatkan dalam segala situasi pembelajaran sebagai penggerak untuk melakukan perubahan secara permanen.

Orang Indonesia sudah terlahir kreatif karena terlahir dalam lingkungan dan situasi yang penuh dengan perbedaan. Maka yang dibutuhkan orang Indonesia adalah motivator yang membangkitkan kepercayaan diri mereka agar mereka merasa memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan. Dorongan harus didatangkan dari apa yang mereka yakini sebagai penggerak dan penentu perubahan yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan harus selalu ada dalam otak orang Indonesia, karena dengan keyakinan pada Tuhan YME, orang Indonesia dapat bergerak tanpa batas melebihi manusia-manusia lain yang ada di muka bumi ini.

Mengajar orang Indonesia adalah menanamkan keyakinan kepada Tuhan bahwa dirinya benar-benar bisa hidup lebih sejahtera setelah mendapat pendidikan. Model pendidikan yang melibatkan aspek spiritual harus dikemas menjadi sebuah pembelajaran yang menyenangkan, penuh kabar gembira, kreatif, inspiratif, dan penuh optimisme. Orang Indonesia harus diajarkan bagaimana Tuhan menjadi motivator abadi dalam menjalani segala proses kehidupannya. Dengan demikian akan lahir manusia-manusia Indonesia yang tangguh, pantang menyerah, tekun, dan kreatif selalu ada ide untuk tetap bangkit ketika mengalami kegagalan. Pendidikan untuk orang Indonesia harus bisa mendekatkan mereka dengan Tuhan hingga punya keyakinan kuat bahwa Tuhan penentu dan penjamin hidup sejahtera di dunia dan akhirat. Wallahu’alam. 

No comments:

Post a Comment

KECERDASAN ANTAR PERSONAL

OLEH: TOTO SUHARYA (Kepala Sekolah / Wasekjen DPP AKSI) Kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang kecerdasan antar personal. Dari sem...