Sunday, February 28, 2021

BRAIN EXERCISES DENGAN MENGHAFAL AL-QUR'AN

OLEH: TOTO SUHARYA

Mengahafal Al-Qur’an sangat penting untuk dilakukan. Bukan hanya orang Islam tetapi oleh orang-orang non Islam jika mau membuktikan kebaikan yang dihasilkan dari menghafal Al-Qur’an. Menghafal Al-Qur’an. Bagi umat Islam menghafal Al-Qur’an adalah ibadah yang bernilai bagi kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat. Allah menjanjikan kepastian syurga bagi penghafal Al-Qur’an dan kedua orang tuanya.

Namun dari dimensi lain, menghafal Al-Qur’an memiliki efek ilmiah yang dapat diamati dan bermanfaat nyata bagi perkembangan kecerdasan anak-anak di sekolah. Abdul Ghofur President Direktur PPPA Daarul Qur’an mengatakan, “orang-orang yang menghafal Al-Qur’an rata-rata lebih menonjol kecerdasannya dibanding dengan yang tidak menghafal Al-Qur’an” (Republika, 29/01/21). Menghafal Al-Qur’an ada kaitan dengan kesehatan dan optimalisasi kinerja otak. Jadi menghafal Al-Qur’an adalah Brain Exercisess yang dapat mengoptimalisasi fungsi otak dari kepikunan. Hal ini dikuatkan oleh penelitian bahwa dalam otak manusia ada otak spiritual, bila diaktifkan akan mengaktifkan seluruh kecerdasan. Brain exercies adalah upaya mengaktifkan otak spiritual untuk mengaktifkan seluruh kecerdasan manusia.  

Perihal Brain Exercises, Allah mengabarkan di dalam Al-Qur’an tentang kaitan antara menghafal (berpikir), merupakan kegiatan yang dapat bermanfaat bagi terjaganya fungsi otak tetap prima sekalipun usia telah tua. Fungsi otak yang tetap prima akan berkaitan dengan panjangnya usia kita. Sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an.

“Dan barang siapa (wamannu’ammirhu) yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?” (Yasin, 36:68)

Ayat ini mengisyaratkan bahwa ada kaitan antara panjang umur dengan Brain Exercises. di dalam Al-Qur’an Allah mengatakan sebagai kegiatan berpikir. Ayat di atas juga mengabarkan bahwa Brain xercise berkaitan dengan kesehatan otak dan kesehatan tubuh sebagai dampaknya manusia bisa hidup panjang umur. Sebagai faktanya terjadi para profesor yang pada usia tua masih tetap mengajar dan panjang umur, karena brain exercise yang masih terus dilakukan oleh profesor sekalipun dalam usia lanjut.

Berdasarkan teori koginitif, Brain Exercises dalam bentuk menghafal Al-Qur’an adalah kegiatan berpikir pada level dasar (recalling) merupakan latihan untuk tetap menjaga kekuatan daya ingat otak. Perihal ini Allah kabarkan di dalam Al-Qur’an.

“Kami akan membacakan kepadamu (sanuqriuka) maka kamu tidak akan lupa (falaatansaa)” (Al A’laa, 87:6).  

Membaca adalah Braind Exercise yang diajarkan Allah kepada Nabi Muhammad saw dan kepada seluruh umat manusia agar bisa menjadi kualitas otaknya tetap prima dan berdampak pada kehidupan panjang umur dan sejahtera. Membaca sebagai dalam bentuk menghafal (recalling) dan memikirkan yang isi kegiatannya menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, sisntesis atau mencipta, adalah  Brain Exercises agar otak tidak mudah lupa atau pikun.

Kesimpulannya kegiatan membaca dengan tujuan menghafal, menrapkan, menganilsis, mengevaluasi, mensintesis atau mencipta adalah Brain Exercises yang diajarkan oleh Allah kepada manusia, agar hidup manusia bisa lebih sejahtera dijalan Allah. Sebaik-baiknya bacaan adalah Al-Qur’an, karena seluruh isi ayat Al-Qur’an adalah perkataan Allah Tuhan pencipta alam.

Membaca didasari dengan menghafal Al-Qur’an adalah aktivitas yang harus mendasari setiap lembaga pendidikan. Menghafal aktivitasnya tidak harus selalu dengan target 30 juz. Kemampuan anak-anak berbeda-beda, oleh karena itu menghafal Al-Qur’an di lembaga pendidikan umum targetnya pembiasaan agar kelak menjadi aktivitas rutin siswa. Targetnya dimulai dari hal kecil dari surat-surat pendek yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, surat-surat pendek dalam juz 30, surat Al-Waqi’ah, Yasin, Ar Rahman, dan berlanjut secara berkesinambungan. Di sekolah umum, hal terpenting bukan target jumlah hafalannya tetapi rutinitas, pembiasaan, pemaknaan dan bekesinambungannya, itulah yang dikedepankan.

Oleh karena itu, jumlah hafalannya tidak perlu diperhitungkan, karena Allah akan menghargai manusia berdasarkan usahanya sesuai kemampuan yang tidak berkesudahan dalam berbuat kebaikan. Dengan demikian pendidikan akan mengajarkan kepada anak-anak menjadi orang yang selalu punya kebiasaan baik sepanjang hayatnya. Nabi Muhammad saw, menyampaikan “sebaik-baiknya manusia adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. (Hr. Bukhari).

Pada hakikatnya semua yang dipelajari di dunia pendidikan manapun adalah ayat-ayat Al-Qur’an dan sebaik-baiknya bahan untuk Brain Exercises menhafal Al-Qur’an. Tidak penting berapa ayat atau juz Al-Qur’an anda hafal, yang penting kita tidak boleh berhenti menghafal agar memori otak tetap tajam dan sehat. Allah menghendaki kemudahan dan tidak hendak menyulitkan. Wallahu’alam.

2 comments:

MERDEKA BELAJAR ALA SEKOLAH CIKAL

OLEH: TOTO SUHARYA Ini pengalaman dua hari menimba ilmu di Sekolah Cikal Jakarta, dalam rangka Temu Pendidikan Nusantara (TPN) VII. Kegiat...