Tuesday, May 9, 2023

Sekolah Terbaik Abad 21???

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Untuk diketahui para orang tua siswa. Dunia pendidikan paradigmanya sudah berubah. Sekolah-sekolah favorit kini sudah menjadi penginggalan sejarah. Namun banyak orang tua yang kurang mendapat pemahaman tentang perubahan paradigma pendidikan abad 21. 

Orang tua masih menganggap anak-anak seperti lumba-lumba. Anak-anak berprestasi masih ditandai dengan menjuarai lomba-lomba. Padahal juara-juara lomba sudah terbukti tidak signifikan menyelesaikan masalah sosial di masyarakat. Sekolah yang melahirkan juara-juara lomba tidak berkontribusi signifikan dengan masalah-masalah sosial dan lingkungan yang terjadi. Angka kemiskinan tetap tinggi dan setiap tahun lahir pengangguran-pengangguran terdidik. Para juara lomba setelah lulus tidak signifikan menyelesaikan masalah bangsa, karena para juara lomba pada akhirnya berkarir dengan menjadi pencari kerja. 

Sekolah dengan orientasi menjadi juara lomba, tidak menyelesaikan masalah sumberdaya manusia. Data-data statistik tentang sumber daya manusia, selalu menunjukkan posisi terburuk di tingkat dunia. Kita masih kekurangan manusia-manusia berkarakter entrepreneur. Kita kekurangan manusia-manusia bernalar tinggi yang kreatif, berani mengambil risiko, mampu bertahan dalam kondisi sulit, dan mandiri dalam mengambil keputusan.  

Pendidikan dengan orirentasi juara lomba tidak mengantarkan anak-anak kita menjadi manusia-manusia sejahtera dan hidup bahagia. Hasil pendidikan kita selama ini hanya menghasilkan manusia yang bisa bertahan hidup dengan mengandalkan gaji UMR. Prestasi juara-juara lomba hanya jadi sertifikat penghargaan yang tidak menjamin anak-anak jadi manusia sejahtera dan penyejahtera.

Kini sekolah-sekolah terbaik tidak ditandai dengan berapa jumlah siswa yang berhasil menjuarai lomba. Sekolah-sekolah terbaik saat ini adalah yang fokus mengubah tujuan belajar untuk mewujudkan anak-anak didik menjadi manusia-manusia mandiri sedini mungkin. Anak-anak dilatih bukan untuk menjuarai lomba. Anak-anak dilatih diberi pendidikan untuk bisa menyelesaikan masalah-masalah hidup yang dihadapinya. 

Pengajaran harus menuntun anak-anak menjadi manusia kritis, kreatif, berwawasan global, punya kemampuan berkolaborasi, selalu potimis, dan punya kemandirian. Inilah profil pelajar Pancasila, yaitu manusia berkarakter entrepreneur yang dihadaprkan bisa mengurai setiap permasalahan yang dihadapinya dan berguna bagi masyarakat. 

Manusia-manusia berguna harus diciptakan sejak dari sekolah. Pengajaran harus fokus pada konteks dimana mereka hidup dan mengenal masalah yang dihadapinya sehari-hari. Sekolah bukan bertujuan menyelesaikan program kurikulum, tetapi bertujuan melatih dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki siswa. Sekolah menjadi tempat para siswa mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya hingga menjadi keterampilan bagi dirinya untuk bertahan hidup. 

Kreativitas menjadi fokus tujuan pendidikan. Program-program di sekolah harus dikembangkan dengan tujuan melahirkan manusia-manusia terampil dalam mengolah masalah menjadi peluang untuk mengembangkan karirnya sejak di sekolah. Ujung dari hasil pendidikan adalah harus melahirkan manusia-manusia mandiri yang tidak tergantung pada orang lain hanya sekedar untuk bertahan hidup. 

Sekolah-sekolah terbaik di abad 21 bukan sekolah yang melahirkan banyak siswa juara lomba. Sekolah terbaik di abad 21 adalah sekolah yang berhasil mencatatkan berbagai karya siswa yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Sekolah-sekolah terbaik ditandai dengan banyaknya siswa yang berani hidup mandiri dengan ketermapilan hidup yang didapatnya dari dunia pendidikan.***

No comments:

Post a Comment

STIMULASI OTAK DENGAN NAPAS RITME 5:5

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Penemuan ilmu napas ritme oleh Gunggung Riyadi bisa dikatakan penemuan spektakuler abad 21. Oleh Gunggu...