Friday, February 9, 2024

APA BEDANYA GURU DAN BUKAN GURU?

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Belajar memang benar butuh kehadiran guru. Guru dianggap orang yang lebih mengerti ilmu apa yang bermanfaat bagi siswa dan karakter apa yang harus dimiliki siswa. Belajar dari guru siswa jadi lebih cepat memiliki ilmu dan berkarakter yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Kelebihan guru dari ilmuwan adalah kemampuan guru dalam mentranfer ilmu kepada orang lain. Di tangan guru-guru ilmu yang sulit menjadi sangat mudah dipahami oleh anak-anak. Di sinilah letak beda antara guru dan bukan guru. 

Sampai saat ini masih banyak orang yang sulit membedakan mana guru dan bukan guru. Hal yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang bukan guru adalah mereka tidak belajar bagaimana mentransfer ilmu kepada orang lain.

Oleh karena ini, keahlian guru yang tidak akan dimiliki oleh orang selain guru adalah kecerdasan dan kreativitasnya dalam mengajarkan ilmu kepada orang lain. Di tangan guru-guru hebat, ilmu apapun selalu bisa di transfer dengan baik dan cepat kepada orang lain.

Kelebihan dari guru yang lainnya adalah kemampuannya dalam memahami ilmu-ilmu baru dan menciptakan metode ketika akan mengajarkannya. Guru-guru punya kecepatan dalam memahami ilmu-ilmu baru.

Guru selalu terdepan dalam memahami perubahan zaman, karena minat bacanya yang tinggi dan dalam kesehariannya selalu membaca, mengapa dan bagaimana hal-hal baru bisa terjadi dilapangan.

Perbedaan guru dengan yang bukan guru adalah ketika melihat orang dia selalu melihat potensi baik yang dimiliki orang lain. Ketika melihat murid-muridnya guru selalu melihat perubahan baik. 

Guru tidak pernah memaksakan suatu perubahan dengan paksaan, kecuali dia tidak berhenti memberi penjelasan dari berbagai sudut pandang. Sehingga perubahan akan dilakukan murid-muridnya karena proses kesadaran dirinya untuk berubah setelah memahami dirinya. 

Guru tidak pernah mengajarkan kepada murid-muridnya untuk mendapat kekuasaan untuk menguasai orang lain. Guru selalu mengajarkan kepada murid-muridnya untuk mendapatkan kekuasaan dengan menguasai dirinya sendiri.

Guru selalu bersifat netral. Kenetralan guru bukan berarti tidak berpihak, tetapi dia lebih berpihak pada Tuhan. Ketika guru berpihak pada Tuhan, guru berusaha memosisikan murid-muridnya sebagai makhluk Tuhan yang tidak boleh menuhankan hawa nafsunya.

Demikianlah sedikit perbedaan guru dan mereka yang bukan guru. Hal yang paling dasar yang membedakan antar guru dan bukan guru adalah dia selalu membaca setiap kejadian atas nama Tuhan Semesta Alam.***

  

No comments:

Post a Comment

Membantu Jawab Pertanyaan Sujewo Tejo

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.  Pertanyaan Sujiwo Tejo tentang shalat membuat saya berpikir berbulan-bulan untuk menemukan jawabannya....