Monday, August 14, 2023

GURU WAJIB LAKUKAN INI SEBELUM MENGAJAR?

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Kurikulum adalah seperangkat aturan dan bahan pembelajaran yang jadi pedoman dalam pelaksanaan proses pendidikan. Banyak teori dikemukakan oleh para ahli kurikulum dari berbagai belahan dunia dan dirujuk oleh berbagai negara sesuai dengan visi dan misi negara. Tidak ada yang menjamin teori mana yang terbaik untuk digunakan dalam suatu negara, karena setiap negara punya kebutuhan rancangan kurikulum masing-masing sesuai dengan kondisi masyarakatnya. Kurikulum dalam perencanaan dan penerapannya membutuhkan pemahaman tentang sosial dan budaya dimana masyarakat tinggal. 

Indonesia adalah negara dengan landasan negara berkeyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dasar negara menunjukkan kultur masyarakat Indonesia sebagai masyarakat beragama. Di dalam kurikulum pendidikannya, memasukkan unsur agama sebagai bahan pembelajaran. Maka dalam prakteknya, pengajaran agama di sekolah sangat mengedepankan sikap-sikap toleransi. Dalam sikap toleransi beragama, agama diajarkan sebagai pemandu moral masyarakat Indonesia dalam membangun negara damai dan sejahtera.

Sudah 78 tahun Indonesia merdeka, merupakan sebuah bukti bahwa bangsa Indonesia telah berhasil merawat kebangsaannya dalam bingkai perbedaan agama. Indonesia layak dijadikan sebagai negara demokrasi dengan kultur toleransi tinggi. Agama telah menjadi bagian penting dalam melahirkan masyarakat sejahtera di Indonesia. 

Ancaman dari masyarakat beragama adalah konflik yang dipicu akibat pandangan ekstrim dalam beragama. Kemajuan teknologi informasi, ikut andil dalam mendewasakan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang lebih toleran untuk saling menghargai perbedaaan keyakinan. Tujuan semua agama pada konsep dasarnya adalah mengantarkan manusia pada kehidupan damai dan sejahtera. 

Agama layaknya digunakan untuk membangun sumber daya manusia yang punya tanggung jawab tinggi terhadap kehidupan bangsa damai sejahtera. Inti dari ajaran agama yang dimiliki setiap agama adalah membangun optimisme masyarakat untuk hidup lebih sejahtera. Praktek-praktek pendidikan yang dilandasi ajaran agama, diarahkan pada munculnya kesadaran masyarakat sebagai makhluk Tuhan yang harus saling bekerjasama untuk membangun kehidupan harmonis dan berkualitas tinggi. 

Pelibatan agama dalam pendidikan, menjadi generator perubahan dan optimisme para guru dan peserta didik untuk hidup damai sejahtera. Hidup damai dan sejahtera adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada sebuah negara. 

Praktik baik yang bisa dilakukan guru-guru dan peserta didik di sekolah adalah membangun optimisme, harapan, dan cita-cita dengan mengawali setiap awal pembelajaran dengan berdoa kepada Tuhan. Doa adalah inti dari seluruh ajaran agama. Doa kepada Tuhan berisi harapan-harapan baik dengan keyakinan hati dan pikiran. Semua umat beragama, dapat dipastikan dalam doanya mereka ingin hidup damai dan sejahtera. 

Doa juga berisi lantunan tentang permohonan pertolongan kepada Tuhan, agar usaha-usaha yang dilakukannya dalam pendidikan mendapat pertolongan Tuhan. Jika di awal pembelajaran setiap satuan pendidikan memiliki kebiasaan serentak bersama-sama melakukan doa, maka tidak menutup kemungkinan energi-energi yang mendorong prilaku positif akan menjadi bagian dari kultur sekolah.

Seperti kita sepakati, alam semesta ini punya hukum-hukum yang berlaku pasti sebagai bagian dari ketentuan dari Tuhan. Salah satu hukum yang diketahuai manusia dalam berbagai persepsi adalah adanya hukum tarik menarik atau the law of attraction. Apa yang dipikirkan, diucapkan, dilakukan, akan berdampak kembali pada pelakunya. 

Masaru Emoto membuktikan bahwa air yang diberi doa dapat memberi dampak pada air menjadi punya energi positif. Dapat dipastikan, jika setiap hari dalam satu sekolah, bersama-sama secara disiplin melantunkan doa-doa berisi permohohan hidup damai dan sejahtera, maka energi positif akan berkumpul menaungi lingkungan sekolah dan menjadi energi dahsyat yang dapat menghadirkan pola prilaku baik di lingkungan sekolah. 

Inilah program praktik baik yang dapat dilakukan di sekolah untuk melahirkan generasi-generasi cerdas berkualitas tinggi dan bermoral. Ajaran agama yang berbeda-beda tidak akan pernah habis diperdebatkan. Namun dengan kesamaan inti ajaran, agama bisa menjadi pemersatu dan penyejahtera kehidupan masyarakat dunia. 

Sesungguhnya Tuhan Maha Tahu apa yang harus dilakukan manusia. Keterbatasan pengetahuan manusialah yang membuat manusia selalu berprasangka buruk pada Tuhan. Padahal kalau disadari, pengetahuan manusia dibandingkan dengan setetes air dilautan, jauh lebih besar tetes air di lautan. Keterbatasan pengetahuan manusialah yang membuat manusia merasa dirinya lebih besar.

Semua manusia akan kembali kepada Tuhannya. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kedzaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya  kedzalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kedzalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Yunus, 10:23).  Maka kelak dia akan mengetahui siapa sebenarnya orang-orang bodoh yang tinggal di bumi ini?***     



No comments:

Post a Comment

BERPIKIR CEPAT

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Berat otak manusia sekitar 1,3 kg atau 2% dari berat badan. Otak tidak pernah berhenti bekerja sekalipu...