Saturday, January 31, 2026

PETUNJUK SUKSES DARI ILMU GHAIB

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Ilmu ghaib itu datang dari Allah, karena sesungguhnya Allah adalah ghaib. Ilmu dari Allah diturunkan melalui para nabi. Para nabi mewariskan pada manusia melalui kitab suci. Kita mengenal kita Taurat, Zabur, Injil, dan Al Quran. 

Kitab-kitab yang kita kenal diturunkan pada para nabi, namun ribua tahun yang lalu nabi-nabi telah meninggal. Nabi Musa, Daud, Isa, sudah lama meninggal dan sulit mendeteksi apakah kitab suci yang ditinggalkan masih asli dari Tuhan sampai sekarang? Sulit membedakan antara buku sejarah dan kitab suci. 

Jarak antara Nabi Musa dengan manusia zaman sekarang kurang lebih 3.300 tahun, Nabi Dawud kurang lebih 3000 tahun, Nabi Isa kurang lebih 2000 tahun, dan Nabi Muhammad kurang lebih 1.400 tahun. Nabi Muhammad memiliki jarak paling dekat dengan manusia zaman sekarang. 

Kisah hidup Nabi Muhammad masih terekam hingga sekarang dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga menjadi nabi dan wafat. Sementara nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad sulit ditelusuri kisah hidupnya karena sulit menemukan data primernya. 

Al Quran sebagai peninggala Nabi Muhammad, dapat dikatakan satu-satunya kitab suci yang memiliki ciri-ciri otentik kitab suci dari Tuhan dan tidak bercampur dengan pemikiran manusia. Nabi Muhammad pun tidak mencampurkanadukkan antara Al Quran dengan pemikirannya.

Al Quran hingga sekarang dicetak berulang-ulang dan setelah 1400 tahun isinya tidak berubah. Inilah salah satu bukti otentik Al Quran sebagai wahyu dari Tuhan yang terpelihara hingga sekarang. Hal ini telah dijelaskan di dalam Al Quran.  

"sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lohmahfuz)", (Al Waqiah, 56:77-78)

Bukti Al Quran terpelihara dapat kita buktikan kitab suci yang dibaca seluruh umat Islam hingga sekarang antara umat Islam di Indonesia dengan di Arab, Amerika Serikat, China, Rusia, dan India, tidak berbeda. 

Al Quran adalah ilmu ghaib yang datang dari Allah. Di dalam terdapat petunjuk bagaimana manusia bisa hidup sukses di dunia dan akhirat. Ilmu ghaib itu tertulis di dalam Al Quran secara jelas. 

"Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung." (Al Baqarah, 2:2-5).

Jika dipetakan petunjuk sukses dari ilmu ghaib ada tiga. Ilmu itu dapat dijelaskan sebagai berikut:

Ilmu Ghaib 👉

Shalat

👉Sukses

Sedekah

Akhirat

Jadi, berdasarkan petunjuk dari Al Quran, petunjuk sukses dari ilmu ghaib adalah lakukan shalat, sedekah, dan yakin ada kehidupan akhirat. Shalat, sedekah, dan akhirat, tidak dapat dipahami dengan mudah oleh akal material.

Jika dipahami secara material, shalat, sedekah, dan akhirat, perlu penelitian dan perdebatan panjang, karena ilmu ini ghaib. Untuk membuktikan kebenaran shalat, sedekah, dan kehidupan akhirat ada sebagai kunci hidup sukses, perlu kajian dari para ilmuwan lintas disiplin. 

Tidak sedikit para ilmuwan yang gagal memahami, sehingga mereka murni menjadi pemikir materialistik, menggunakan penglihatan sebagai standar pembenaran. Mereka mereka menjadi atheis, dan agnostik, akibatnya tidak sedikit manusia menciptakan tuhan-tuhannya sendiri.***  

Thursday, January 15, 2026

PEDOMAN SUKSES DARI ALI IMRAN 134

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Al Quran adalah petunjuk tanpa keragunan untuk umat manusia. Semoga Allah limpahkan ramhat kepada Nabi Muhammad dan seluruh umat manusia. Al Quran pedoman hidup sukses bagi umat manusia bagi yang mau berpikir. 

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Ali Imran, 3:134).

Inilah pedoman hidup sukses yang dijelaskan Allah di dalam Al Quran. Di dalam ayat ini ada beberapa konsep yang menjadi ciri dari orang-orang sukses. Orang-orang sukses adalah mereka yang sangat dicintai oleh Allah. 

Ciri karkater orang-orang sukses menurut Ali Imran ayat 134 adalah suka bersedekah dalam kondisi sulit maupun lapang. Orang berkarakter sukses pola pikirnya selalu ingin menjadi orang bermanfaat bagi banyak orang. Mindset orang sukses tidak pernah terpikir menjadi hamba makhluk tapi selalu menjadi khalifah.  

Karakter suka berbagi, ahli sedekah, melekat ada dalam pola pikir orang-orang sukses. Hal ini dibuktikan sebagaimana dikabarkan di dalam Ali Imran ayat 134 yaitu berinfak atau sedekah di dalam kondisi sulit maupun lapang. Karakter dermawan atau suka berbagi melekat pada diri orang-orang sukses. 

Ciri karakter orang sukses berikutnya dari surat Ali Imran ayat 134 adalah mampu menahan amarah dan suka memaafkan kesalahan sesama manusia. Orang-orang berkarakter sukses emosinya stabil, dan terkendali. Mereka lambat marah dan cepat memaafkan. Hal ini terkonfirmasi dalam hadis Nabi Muhammad. 

Dari hadis riwayat Imam At-Tirmidzi, Rasulullah SAW pernah menjelaskan empat kategori manusia terkait amarah. Kategori terbaik adalah yang lambat marah dan cepat memaafkan

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad: "Berilah aku wasiat." Beliau menjawab: "Janganlah engkau marah." Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, namun Nabi tetap menjawab: "Janganlah engkau marah." (HR. Bukhari).

Di dalam hadis lain diriwayatkan, "Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki dirinya (mampu mengendalikan diri) ketika marah." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis-hadis ini menandakan bahwa Nabi Muhammad pola pikirnya termbimbing oleh Al Quran, diantaranya merujuk kepada Ali Imran ayat 134. Inilah pola pikir orang-orang sukses yang harus jadi pedoman umat manusia di muka bumi.

Inilah karakter Nabi Muhammad yang dijadikan oleh Allah sebagai teladan untuk seluruh umat manusia. Allah pun sangat mencintai Nabi Muhammad karena karakter yang dimilikinya, dan kepada siapapun yang meneladani karakter Nabi Muhammad, sebagai mana tertulis dalam Ali Imran ayat 134. 

Dalam Ali Imran ayat 134 dijelaskan, "Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan". Dalam ayat ini, Allah menggunakan kata "Wallahu" oleh para ahli bahasa diartikan sebagai sumpah demi Tuhan. Ketika Al Quran menggunakan kata "wallahu", maka dapat kita maknai Allah sangat bersungguh-sungguh dalam hal ini. 

Maka dapat disimpulkan, orang-orang sukses adalah orang-orang terbaik dihadapan Allah. Merujuk kepada Ali Imran ayat 134, ciri-ciri karakter mereka adalah dermawan, emosi terkendali, dan mudah memaafkan kesalahan orang lain. Wallahu'alam.***  

POPULERKAN SEDEKAH

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. "Kalau umat mau maju tinggalkan zakat. Al Quran tidak terlalu mempoplerkan zakat, Zaman Nabi Muhamm...