Saturday, June 22, 2024

Membantu Jawab Pertanyaan Sujiwo Tejo

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. 

Pertanyaan Sujiwo Tejo tentang shalat membuat saya berpikir berbulan-bulan untuk menemukan jawabannya. Pertanyaan Sujiwo Tejo tentang shalat beredar di media sosial. 

Pada saat itu, Sujiwo Tejo bertanya pada Ustad, "sedekah saya laksanakan, zakat saya laksanakan, puasa saya laksanakan, kecuali shalat. Jelaskan kepada saya kenapa saya harus shalat?" Begitu kira-kira pertanyaan Sujiwo Tejo pada ustad. 

Pada saaat itu, Ustad menjawab, "shalat itu sebagai pasword diterimanya semua amalan. Sekalipun manusia melakukan berbagai kebaikan, ketika shalat tidak dilakukan maka semua amal tertolak". Begitu kira-kira jawaban singkat dari ustad.

Saya berpikir, ketika kita menjawab sebuah pertanyaan tentang shalat, maka jawaban yang logis dan kuat harus berdalil pada sumber ajaran agama yaitu Al Quran dan hadis. Saya merenung dan mencari-cari dari ayat Al Quran yang bisa dijadikan dalil untuk menjawab pertanyataan Sujewo Tejo. 

Saya berpikir pertanyaan Sujewo Tejo, bukan pertanyaan seorang, tapi mewakili pertanyaan dari banyak orang. Pada akirnya, saya menemukan satu jawaban dari Al Quran. Mengapa shalat penting untuk dilakukan?

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (Al Baqarah, 2:34)

Kisah ini bisa jadi argumen mengapa shalat penting? Pertama, satu pekerjaan yang tidak mau dilakukan oleh Iblis adalah "sujud". Kasus di sini, Iblis bukan tidak mau sujud kepada Adam, tetapi Iblis tidak taat pada perintah Allah. Jadi, kisah Iblis ini memberi pengajaran bahwa orang-orang yang tidak mau sujud mewarisi sifat sombong seperti Iblis.

Kedua, sifat sombong Iblis, bukan kepada Adam, tetapi menentang pada perintah Allah. Sebagaimana dijelaskan di dalam (Al Baqarah, 2:34), orang yang sombong kepada Allah dikategorikan sebagai orang kafir.

Argumen Al Quran ini memperjelas jawaban ustad, bahwa sekalipun semua pekerjaan baik dilakukan, amal baiknya tertolak karena tidak sujud, orang yang tidak sujud dianggap golongan kafir. Jadi percuma semua pekerjaan baik dilakukan sementara sifat kafirnya masih melekat karena tidak shalat. Sujud hanya dilakukan pada saat shalat. Zakat, puasa, sedekah, haji, tidak ada gerakan sujud pada ibadah tersebut. 

Masya Allah, luar biasa Allah memberikan pengajaran untuk kita semua. Al Quran membantu kita untuk berlogika untuk mejawab segala keraguan manusia dengan argumen logis dari Allah. Semoga bermanfaat untuk kita semua***

No comments:

Post a Comment

DUA SUDUT PANDANG KERAGURAGUAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Keraguan memiliki dua sudut pandang. Keraguan bagi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan ker...