Saturday, February 28, 2026

POPULERKAN SEDEKAH

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd.


"Kalau umat mau maju tinggalkan zakat. Al Quran tidak terlalu mempoplerkan zakat, Zaman Nabi Muhammad zakat tidak populer, zaman para sahabat zakat tidak populer." Hal ini dikemukakan oleh Menteri Agama Prof. K.H. Nazarudin Umar, MA. 

Lalu Beliau mengemukakan ayat Al Quran, "Ambillah shodaqotan (zakat) dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (At Taubah, 9:103).

Kalau kita cek dalam bahasa Arab di dalam Al Quran, yang diambil itu bukan zakat tapi shodaqotan (sedekah) untuk membersihkan dan menyucikan jiwa. Kata shodaqotan diterjemahkan menjadi zakat.

Berdasarkan keterangan ini, Menteri Agama mengajak untuk mempopulerkan sedekah. Berbicara zakat orang terikat dengan aturan-aturan syarat sahnya zakat. Sedangkan kalau berbicara sedekah tidak mengenal batasan-batasan rigid. 

Zakat itu standar kewajiban sedekah yang harus dikeluarkan oleh orang Islam supaya tidak kikir. Kadang-kadang ada orang kikir yang tidak mau sedekah. Ditentukanlah standar minimal sedekah bagi muslim yaitu zakat, untuk sekikir-kikirnya orang Islam.  

 Ketika orang mau bersedekah bisa kapan saja dan berapa saja. Tapi kalau orang mau zakat harus memenuhi syarat ketentuan, dan tidak dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Bagi orang ahli sedekah zakat itu urusan kecil, karena sedekahnya bisa melampaui kewajiban zakat.

Bisa dipahami kalau Menteri Agama berpendapat jangan mempopulerkan zakat tapi populerkan sedekah. Sebagai mana Nabi Muhammad mengajak kepada umat untuk menyuburkan sedekah. Dengan banyak muslim ahli sedekah bumi Indonesia akan berubah jadi negara maju.***

Saturday, February 14, 2026

MENGAPA NABI MUHAMMAD JADI TELADAN?

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

"Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". (Al Ahzab, 33:21). 

Mengapa Allah menjadikan Nabi Muhammad sebagai contoh teladan bagi umat manusia? Nabi Muhammad sudah dijelaskan dalam Al Quran, bahwa Beliau telah dijadikan sebagai contoh teladan bagi umat manusia. Pertanyaannya mengapa tidak Nabi Isa atau Yesus. Kenapa tidak Nabi Ibrahim atau Musa?

Mari kita jawab masalah ini dengan pendekatan historis. Jarak terdekat antara manusia zaman sekarang dengan Nabi Muhammad kurang lebih 1400 tahun. Jarak dengan Nabi Ibrahim, Musa, dan Isa (Yesus), kurang lebih 4000 s.d. 2000 tahun. 

Jarak antara hidup manusia sekarang dengan para nabi sangat panjang hingga ribuan tahun. Jarak paling dekat antara umat manusia sekarang dengan para nabi adalah dengan Nabi Muhammad yaitu sekitar 1400 tahun. Artinya apa? Kisah hidup Nabi Muhammad masih dapat digali karena jaraknya tegolong dekat.

Fakta berikutnya, mengapa Nabi Muhammad dijadikan contoh teladan umat manusia?  Kisah hidup Nabi Muhammad terekam utuh dari sejak dalam kandungan, lahir hingga kematiannya di usia 63 tahun. Fakta ini terekam dikolektif memori umat Islam di seluruh dunia. Kisah nabi Muhammad direkam oleh para ahli sejarah dan melahirkan ribuan penulis kisah hidup Nabi Muhammad. 

Bukti-bukti fisik kehadiran Nabi Muhammad di muka bumi sebagai rasul masih ada hingga sekarang, dan didatangi oleh umat Islam di seluruh dunia melalui ibadah haji dan umrah. Dalam kegiatan haji dan umrah, jejak-jejak Nabi Muhammad di Mekah dan Madinah dibuktikan oleh umat Islam.

Pemikiran, ucapan, tindakan Nabi Muhammad dicatat dalam penelitian ketat melalui seleksi hadis-hadis shahih dilakukan para peneliti hadis dengan tingkat kejujuran dan integritas tinggi. Para penutur hadis diteliti berdasarkan integritas dan kejujurannya oleh peneliti berintegritas tinggi. 

Melalui para sahabat terdekat Nabi Muhammad, wahyu yang diterima Nabi Muhammad dikumpulkan dalam satu musaf dikenal dengan Al Quran. Berkat kejujuran dan integritas sahabat-sahabat terdekat Nabi Muhammad, Al Quran hingga sekarang terpelihara tidak bercampur dengan pemikiran manusia. 

Berdasar bukti-bukti ilmiah dan berbagai fakta yang terkandung dalam Al Quran, dibandingkan dengan kitab-kitab suci yang dimiliki agama selain Islam, telah terbukti bahwa apa-apa yang dikabarkan di dalam Al Quran mengandung kebenaran.

Inilah jawaban terakhir yang menjadi alasan kuat Nabi Muhammad dijadikan sebagai contoh teladan untuk umat manusia. Nabi Muhammad di dalam Al Quran, digambarkan sebagai manusia pada umumnya manusia.

"Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya". (Al Kahfi, 18:110).

Nabi Muhammad manusia yang hidup layaknya manusia, segala prilakumnya bisa ditiru manusia, dan kisah hidupnya terekam dalam Al Quran, hadis, dan kisah-kisah sejarah. Nabi Muhammad bukan Tuhan, bukan malaikat, sehingga Allah menjadikannya contoh bagaimana hidup dijalan Allah melalui keteladanan Nabi Muhammad.***


 

Sunday, February 8, 2026

MEMAHAMI ALGORITMA AL QURAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Algoritma adalah serangkaian instruksi atau langkah-langkah yang telah disusun secara terstruktur. Secara sederhana, algoritma adalah serangkaian istruksi yang tersusun mengikuti instruksi pertama dibuat. Istilah algoritma digunakan pada dunia teknologi informasi untuk membaca data para pengguna di internet. Data ini disimpan dan digunakan untuk berbagai kepentingan. 

Salah satunya algoritma digunakan di media sosial untuk membaca informasi yang diakses pengguna. Selanjutnya algoritma akan diarahkan kepada informasi selanjutnya sesuai dengan informasi yang pertama kali diakses pengguna. Itulah algoritma karena instruksikan sudah ditentukan. 

Artinya bukan algoritma yang menentukan seseorang, tetapi apa yang pertama kali dilakukan orang akan dibentuk oleh algoritma melakukannya lagi sehingga menjadi kebiasaan. Ketika di media sosial orang mengakses informasi tentang agama, algoritma akan menyediakan informasi agama berikutnya, dan seterusnya. 

Jadi bukan algoritma yang mengendalikan manusia, tetapi manusia yang membuat algoritmanya sendiri. Algoritma adalah ketetapan-ketetapan yang telah ditentukan dan manusialah yang menentukan algoritmanya sendiri. 

Al Quran didalamnya menjelaskan algoritma-algoritma yang sudah ditentukan Allah. Algoritma di dalam Al Quran sama dengan takdir-takdir dalam bentuk kausalitas yang telah Allah tetapkan berlaku untuk seluruh makhluk. Algoritma yang ditetapkan Allah berlaku di dunia dan akhirat.

Al Quran mengabarkan algoritma kausalitas jika seseorang ingin mendapatkan kesuksesan di dunia dan akhirat. Beberapa algoritma Al Quran dapat kita ditemukan pada contoh beberapa ayat berikut:

Al Quran

Algoritma

Sebab

Akibat

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Ar Ra’ad, 13:11)

Melakukan perubahan diri.

Akan terjadi perubahan

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (Fushshilat, 41:35)

Sabar

Beruntung besar

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Thaahaa, 20:132)

Shalat dan sabar

Rezeki

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah, 2:261)

Sedekah, menafkahkan harta dijalan Allah satu butir.

Berlipat ganda  tujuh ratus butir

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan. (Ar Rahman, 55:60)

Kebaikan

Kebaikan

Jika kamu berbuat baik kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri, (Al Israa, 17:7)

Berbuat baik atau berbuat jahat

Kebaikan dan kejahatan untuk diri sendiri

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan, (Luqman, 31:8)

Iman dan beramal

 Surga-surga penuh Kenikmatan

Algoritma ini sudah menjadi ketetapan Allah, siapa yang melakukannya akan mendapatkan algoritma sebagai dijelaskan dalam Al Quran. Algorimat ini bisa menjadi pegangan bagi siapa saja yang menginginkan hidup sejahtera di dunia dan akhirat. 

Algoritma Al Quran ini bisa menjadi pemahaman ketika melakukan sebuah perbuatan. Ketika kita paham algoritma, maka pikiran kita akan dipandu sesuai dengan algoritma dari Allah melalui Al Quran. Selamat mencoba dan lakukan dengan konsisten berpedoman pada algoritma Al Quran.***


BANGUN BANGSA BELAJAR DARI IRAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.  Iran tampil menjadi satu-satunya negara yang berani terang-terangan hadapi Amerika Serikat. Dunia kage...