Thursday, May 14, 2026

PESAN PENTING DARI KISAH DUA ANAK ADAM

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. 

"Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua dan tidak diterima dari yang lain. Ia berkata: "Aku pasti membunuhmu!" Berkata: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa". (Al Maa'dah, 5:27).

Benny Afwadzi (2024) dalam Jurnal Religi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menjelaskan kisah dua anak Adam tertulis dalam Al Quran dan Bible dalam Kitab kejadian 4:1-26. Al-Qur’an menginginkan adanya ibrah atas cerita yang disebutkannya, akan tetapi Bible lebih pada cerita yang cenderung lebih lengkap dan kronologis.

Menurut penulis, dua kisah putra adam adalah simbolis dari dua sifat yang dimiliki manusia. Dua sifat ini diilhamkan ke dalam jiwa manusia, menjadi dua potensi yang selalu dimiliki oleh manusia. Penamaan Kabil dan Habil merupakan sebuah konsep untuk untuk membedakan sifat yang dimiliki jiwa manusia. Kabil dan Habil dalam psikologi bukan dua entitas terpisah, tapi satu kesatuan dalam jiwa manusia.

"dan jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya," (Asy Syams, 91:7-8).

Selama hidup manusia akan mengalami dan menghadapi konflik dalam jiwanya, jiwa fasik yang aktif, selalu mendorong manusia membunuh jiwa takwa. Jiwa fasik adalah sifat-sifat keduniawian ditandai dengan sifat ingin memiliki. 

Jiwa takwa bersifat pasif karena selalu taat pada aturan Allah, selalu berserah diri pada Allah, cenderung pada kehidupan abadi di akhirat, dan pada faktanya selalu menjadi korban dalam kehidupan dunia. Jiwa takwa berkeinginan segala sesuatu baik dilakukan karena Allah. Jiwa takwa adalah sifat keakhiratan ditandai sifat menyerah. 

Dua sifat ini bisa beprotensi menjadi baik atau buruk jika tidak pandai mengelolanya. Jiwa fasik bisa menjadi sebab konflik antar manusia, jiwa takwa bisa menjadi sebab manusia lemah karena tidak punya daya dan upaya.

Pesan penting dari kisah dua anak Adam adalah manusia harus mengupayakan adanya pendidikan, untuk mengendalikan dua sifat anak Adam yang ada pada setiap diri manusia. Adam yang berpendidikan adalah sosok yang bisa mensintesakan dua sifat yang dimilikinya jadi kebahagian hidup bukan penyesalan. Sifat aktif dan pasif yang ada pada jiwanya, harus diajari bagaimana cara menciptakan kehidupan harmonis sejahtera di dunia dan akhirat.

Pesan pentingnya pendidikan bagi dua sifat anak Adam dijelaskan di dalam Al Quran. Setelah terjadinya pembunuhnan, terhadap sifat takwa, sifat Fasik diberi pendidikan oleh Allah melalui burung Gagak.

Kemudian Allah menyuruh (Faba'atsaseekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana dia seharusnya menguburkan mayit saudaranya. Berkata Kabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayit saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal. (Al Maa'dah, 5:31).

Burung gagak membawa pesan bagaimana sifat aktif yang dimiliki manusia, harus berkolaborasi, bersinergi, bekerjasama, bersama sifat pasif secara seimbang agar mampu membawa, mengendalikan diri kepada pola kehidupan yang membawa dampak kehidupan sejahtera di dunia dan akhirat. 

Gagak adalah lambang kemampuan bagaimana makhluk bisa belajar secara kognitif dari kejadian di alam. Gagak adalah makhluk yang bisa menggunakan segala potensi yang ada  pada dirinya dan di alam untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.  

Adam adalah sosok yang mampu mengorkestrasi kemampuan yang ada pada dirinya untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya dengan terus belajar dari berbagai kejadian di alam. Jika manusia terlalu dominan pada sifat-sifat aktif, manusia bisa menjadi makhluk perusak dan pembuat huru-hara di muka bumi.  Jika terlalu dominan pada sifat pasif, manusia bisa menjadi makhluk-makhluk lemah tak berdaya di muka bumi. 

Pendidikan adalah pengajaran kepada manusia supaya bisa mengendalikan dua sifat yang dimilikinya. Oleh karena itu, manusia harus mendapat pendidikan agar menjadi sosok aktif, kritis, kreatif, kolaboratif, jujur, amamah, rendah hati, berani berkorban, dan beriman kepada Tuhan. Lembaga-lembaga pendidikan yang ada sekarang ada bagian dari upaya menorkestrasi, dan mengendalikan dua potensi yang dimiliki manusia, agar tidak terjadi pembunuhan pada sifat takwa.***  

No comments:

Post a Comment

PESAN PENTING DARI KISAH DUA ANAK ADAM

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.  "Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mem...