Saturday, December 2, 2023

MENGIDENTIFIKASI NEGARA PENGECUT

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Ketika menyaksikan perang Palestina dengan Zionis Israel, manakah negara-negara yang punya karakter pengecut? Pemimpin zionis Israel di media sosial berkata-kata negara-negara muslim pengecut! Mungkin dibenak mereka pemberani adalah mereka yang berani menghadapi tentara Palestina yang diwakili kelompok Hamas. Hamas sebuah kelompok dari Palestina yang berjuang untuk mendapatkan hak kemerdekaan atas tanahnya.  

Mata dunia sudah menyaksikan serangan Zionis Israel terhadap penduduk Palestina bertentangan dengan nurani manusia di seluruh dunia. Serangan udara dan darat dengan menggunakan teknologi perang tercanggih adalah sebuah ironi. Alih-laih zionis menganggap dirinya sebagai kesatria, sementara mata dunia melihat sebagai pengecut. 

Kesatria berperang antara tentara melawan tentara. Kesatria tidak berperang melawan bayi, anak-anak, perempuan, nenek-nenek, dan kakek-kakek warga sipil. Tentara yang menembaki bayi-bayi dan anak-anak tidak layak dikatakan kesatria, tapi dia orang sakit gila, depresi karena dihantui ketakutan. Tentara yang menembaki sekolah, rumah sakit, ambulan, mereka bukan kesatria, mereka adalah pengecut. 

Negara dan tentara kesatria tidak berperang untuk merampas hak orang lain. Negara dan tentara kesatria berperang emosinya tetap terkendali karena masih mampu menggunakan etika dan moral saat berperang. Negara dan kesatria sekalipun marah tidak membabi buta dengan menumpahkan darah balita dan anak-anak.  

Menyaksikan perang Palestina dengan zionis Israel seperti menyaksikan tentara Fir'aun yang mengepung kaum Nabi Musa yang sudah tidak berdaya karena sudah terkepung. Sejarah telah mencatat, negara dan tentara-tentara pengecut ditenggelamkan di laut mati. 

Sejarah telah membuktikan, kekuasaan tidak terletak pada kekuatan jumlah tentara dan peralatan perang. Banyak bukti-bukti sejarah memperlihatkan bagaimana pasukan tentara yang besar dengan senjata lengkap kalah dengan kekuatan pasukan kecil tapi pasukannya semua kesatria.

Di era teknologi informasi saat ini, penduduk dunia sedang disajikan tontonan bagaimana sejarah negara-negara pengecut melakukan pengrusakkan di muka bumi, dan akan mendapat kekalahan yang paling memalukan seperti kisah Jalut dan Talut. 

Dalam kisah sejarah Nabi Muhammad, terekam bahwa perang tidak seimbang berulang-ulang terjadi. dalam kisah perang Badar, jumlah tentara kecil bisa mengalahkan tentara dengan jumlah besar. Perang Ahzab, sebuah kisah perang melawan tentara gabungan berakhir dengan kocar-kacirnya tentara gabungan. 

Kemenangan sebuah perang akan ditentukan oleh tentara-tentara kesatria yang membela haknya. Tentara-tentara yang berperang mengikuti hawa nafsunya demi untuk mendapatkan kekuasaan di dunia, dia akan berakhir dengan kisah-kisah nestapa. 

Kisah sejarah perang tidak seimbang kini sedang berulang. Sekarang kita bisa melihat mana negara-negara dengan tentara pengecut dan mana negara dengan tentara-tentara kesatria. Umat islam di muka bumi ini memperjuangkan kehidupan damai sejahtera di dunia dan akhirat. Tujuan perang adalah untuk menciptakan perdamaian bukan untuk membumihanguskan sebuah negara dengan melakukan genosida.***

No comments:

Post a Comment

APA SEBAB SEMAKIN TINGGI PENDIDIKAN JADI ATHEIS

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Ilmu disampaikan dengan narasi (penjelasan) menggunakan bahasan lisan dan tulisan. Narasi adalah berbic...