Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.
Ritual kurban perlu penjelasan rasional agar bisa dipahami secara mendalam. Dari sudut pandang pendidikan, guru bisa menjelaskan makna yang terkandung dari kisah Nabi Ibrahim. Pendidikan bertujuan membangun kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual menjadi sebuah karakter.
Di dalam Al Quran dikisahkan Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih anaknya. Sesuatu yang tidak masuk akal bagi manusia biasa seperti kita, jika ada seorang bapak bermimpin menyembelih anaknya.
Dari kisah Nabi Ibrahim ada banyak makna yang bisa diambil, terutama bagi dunia pendidikan. Kisah Nabi Ibrahmi mengandung pelajaran bagaimana tangung jawab seorang ayah dalam mengajari, melatih dan menguji, karakter anaknya.
"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (Ash Shaafaat, 37:102).
Dari sudut pandang pendidikan, kisah ritual kurban mengingatkan sebuah kompetensi yang harus diajarkan dan dimiliki oleh seorang anak. Ritual kurban mengingatkan seorang anak harus memiliki jiwa suka bekerjasama, kemampuan berpikir, mandiri, dan resiliensi (kesabaran).
Jiwa suka bekerjasama dibuktikan dengan kemampuan intelektual yang bisa mengidentifikasi kebenaran dari Tuhan, mengendalikan emosi, mandiri, berani berkorban, dan sabar atau mampu bertahan dalam penderitaan.
Suka bekerjasama atau berkolaborasi menjadi kompetensi abadi wajib dimiliki manusia. Manusia unggul ditandai dengan kemampuan bekerjasama atau berkolaborasi. Manusia tidak dapat hidup tanpa berkolaborasi.
Ebook berpikir dengan logika tuhan
Suka bekerjasama atau berkolaborasi di dukung oleh kemampuan berpikir, kemandirian, dan rela berkorban untuk kepentingan orang lain, dan mampu bertahan dalam penderitaan. Kurban mengajarkan anak-anak menjadi manusia unggul.
Di dalam dunia pendidikan wajib ada program-program yang melatih murid bekerjasama, berkolaborasi, menggunakan kemampuan inteleltual untuk menyelesaikan masalah, menemukan ide menyelesaikan masalah, membantu menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan, secara mandiri.
Karakter yang harus dimiliki anak-anak, pesan dari peristiwa Kurban adalah seorang anak harus memiliki "jiwa suka bekerjasama dan berani berkorban". Anak-anak yang berani berkorban pasti bisa bekerjasama, sebaliknya anak-anak egois pasti sulit bekerjasama.
Dunia kerja dan dunia wirausaha, membutuhkan manusia-manusia yang bisa bekerjasama bukan manusia-manusia egois. Sekolah diakhir studi, harus menguji anak-anak seberapa besar keberanian murid dalam berkorban harta yang diusahakannya sendiri? Abak diuji melalui program berkorban secara mandiri sesuai kemampuan untuk membebaskan kesulitan orang lain. Inilah karakter manusia unggul***

No comments:
Post a Comment