Sunday, June 14, 2026

SAATNYA BANGSA TIMUR BANGKIT

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. 

Allah mengabarkan di dalam Al Quran, setiap bangsa akan diteguhkan kedudukannya dan akan dibinasakan karena dosa-dosa yang mereka lakukan. Pola ini terkonfirmasi dalam sejarah peradaban dunia, telah terjadi jatuh bangun peradaban beribu-ribu tahun. 

"Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain." (Al Anfaal, 6:6).

Sesuai dengan berita Al Quran, ternyata perdaban manusia jatuh bangun silih berganti. Peradaban Romawi, Persia, Islam, sebelumnya telah mencapai puncak keemasan, dan mengalami kejatuhan. Kini peradaban Barat sedang memimpin, dan mulai terlihat tanda-tanda akan mengalami penurunan. 

Penurunan peradaban tidak disebabkan dari luar tetapi dari dalam peradaban itu sendiri. Di puncak-puncak peradaban selalu terlihat ada hal-hal anomali. Barat sudah ratusan tahun memimpin peradaban, dan kini memperlihatkan telah memperlihatkan prilaku-prilaku anomali sebagai tanda-tanda penurunan peradaban.

Barat adalah negara pengusung demokrasi dan penghargaan terhadap hak asasi manusia (HAM). Bertahun-tahun negara-negara menjatuhkan rezim-rezim yang tidak demokratis dan isu HAM digulirkan menjadi alasan sebuah negara diakui dan tidak diakui dalam pentas kehidupan dunia.

Kemudian, kisah Genosida terhadap 72 ribu penduduk Palestina dan pembumihangusan seluruh infrastruktur penduduk Palestina, inilah anomali sebagai tanda keruntuhan peradaban Barat. Tanda berikutnya, telah terjadi perpecahan dikerjasama pertahanan negara-negara Barat. Jargon Barat sebagai penjaga perdamaian, faktanya menjadi bangsa yang getol menciptakan perang.

Kendali negara-negara Barat mulai terkonstrasi pada negara-negara dengan jumlah penduduk besar. Indonesia, India, China, Rusia, berpeluang menjadi pengendali peradaban berikutnya. Para pemimpin di negara ini sedang bekerjasama membangun tatanan peradaban baru yang lebih menghargai kedaulatan setiap negara dan hak asasi manusia.

Melalui dunia pendidikan, narasi-narasi bangsa besar berbasis data dan fakta harus terus dinarasikan guru-guru. Kebesaran sebuah bangsa ada dalam imajinasi warga negara. Dunia pendidikan menjadi sektor paling strategis untuk mengangkat kualitas bangsa menuju bangsa besar. 

Guru-guru bisa diperankan sebagai agen-agen strategis dalam membangun kebesaran bangsa. Di ruang-ruang kelas, guru-guru diwajibkan membahas tentang visi besar bangsa, dan mengungkap data dan fakta pendukung dari berbagai sudut pandang. 

Kehadiran guru-guru inspiratif, kreatif, imajinatif, menjadi kompetensi yang harus dilatih serius pada guru. Sikap pesimis dan skeptis fatalistik menjadi hambatan mental bangsa-bangsa untuk berkembang jadi bangsa maju.

Peran guru sangat berdampak pada pembentukkan karakter dan narasi bangsa besar pada setiap warga negara. Nasib guru yang terabaikan menjadi indikator sebuah bangsa tidak serius membangun peraban bangsa.***

 

  


No comments:

Post a Comment

SAATNYA BANGSA TIMUR BANGKIT

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd.  Allah mengabarkan di dalam Al Quran, setiap bangsa akan diteguhkan kedudukannya dan akan dibinasakan ka...