Tuesday, March 17, 2026

KEMULIAAN PEREMPUAN DALAM AL QURAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Di dalam Al Quran, perempuan dimuliakan Allah, maka di dalam hadis Nabi Muhammad kedudukan perempuan tiga derajat lebih tinggi dari laki-laki. Banyak fakta di dalam Al Quran, perempuan berada pada posisi mulia.

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) RAHIM (SILATURAHMI). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (An Nisaa, 4:1).

Amina Wadud seorang penafsir melihat bahwa pada surat An Nisaa ayat satu ada posisi perempuan yang istimewa. Perintah bertakwa kepada Allah ada kaitannya dengan memelihara rahim yang identik dengan perempuan. 

Beliau menafsirkan Allah mengamanatkan pada seluruh manusia untuk menjaga, menghormati, memuliakan  kaum perempuan yang telah melahirkan manusia dari rahim perempuan. Untuk itulah Al Quran menamai salah satu suratnya dengan perempuan (An Nisaa). 

Perihal ayat kepemimpinan, laki-laki dan wanita sama-sama memiliki kelebihan. "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (An Nisaa, 4:34).

Ibn Arabi memahami ayat ini dengan memberi peluang kepada laki-laki dan perempuan punya jiwa pemimipin. Beliau menjelaskan kata Arijalu adalah ruh dan Nisaa adalah jasad. Artinya baik laki-laki dan perempuan harus bisa mengaktifkan ruhnya menjadi pemimpin jasadnya. 

Garis tengahnya laki-laki dan perempuan bisa jadi pemimpin sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Hal ini dapat dipahami karena ada kalimat, "Allah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain". Kalimat ini bisa jadi laki-laki memiliki fungsi kepemimpinan dijalannya masing-masing. 

Di dalam Al Quran dijelaskan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan dengan jalannya masing-masing. "dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda." (Al Lail, 92:3-4). Laki-laki dan perempuan berbeda bukan dalam bentuk hirarki. Mereka memiliki jalan hidup berbeda-beda, maka lebih tepatnya laki-laki dan perempuan sederajat untuk saling melengkapi. 

Peran laki-laki dan perempuan bisa jadi sebagai pengambil keputusan secara kolaboratif dengan tidak saling merendahkan. Sifat laki-laki yang agresif diimbangi dengan sifat perempuan yang asertif. Maka dalam menjaga keharmonisan hidup harus dijaga keseimbangan peran dari keduanya. 

Ketika laki-laki menjadi pengambil keputusan, diharapkan perempuan menjadi pengendali. Posisi laki-laki dan perempuan menjadi sederajat sama-sama punya peran penting. Jika dibaratkan laki-laki punya kemampuan intelektual, maka perempuan punya kemampuan emosinal. Intelektual bersifat aktif, dan emosinal bersifat pasif. 

Keunggulan perempuan diisyaratkan oleh Allah dalam Al Quran memiliki peran besar dalam melahirkan keturunan yang tidak dilakukan oleh laki-laki. Ayat Al Quran ini bisa jadi dasar hadis Nabi Muhammad yang memberikan penghargaan pada perempuan tiga kali lebih besar dari laki-laki. 

"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (Al Ahqaaf, 46:15).

Peran perempuan secara eksplisit dijelaskan dalam Al Quran, yaitu mengandung, melahirkan, dan menyusui. Inilah dasar penghormatan Nabi Muhammad kepada kaum perempuan, dengan mendudukkan penghormatan pada perempuan tiga kali lebih tinggi dari laki-laki.

Jadi jelas, di dalam Islam posisi perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan hidup manusia. Al Quran bukan saja mendudukan laki-laki dan perempuan setara tetapi kaum perempuan lebih dimuliakan karena perannya yang tidak tergantikan laki-laki. Al Quran bukan hanya mengingatkan manusia tentang kesetaraan gender, tetapi memualiakan kaum perempuan karena jasa yang dimilikinya untuk umat manusia.***  

 


No comments:

Post a Comment

KEMULIAAN PEREMPUAN DALAM AL QURAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Di dalam Al Quran, perempuan dimuliakan Allah, maka di dalam hadis Nabi Muhammad kedudukan perempuan ti...