Friday, December 30, 2022
PENDIDIKAN KITA MEMBAHAYAKAN
BEGINI CARA JADI ORANG KAYA, NABUNG SEJUTA LEMBAR SAHAM
OLEH: TOTO SUHARYA
Program nabung saham di sekolah
sebenarnya bukan untuk melatih siswa supaya banyak uang, tapi yang paling
penting melatih berpikir, berimajinasi jadi orang kaya. Untuk itu, saya ajarkan
saham kepada siswa SMA dengan melatih pola pikir terlebih dahulu. Tidak semua
siswa punya jiwa investor, karena investor adalah manusia berkualitas tinggi,
berbeda dengan kelas pekerja.
Sebelum siswa, memutuskan untuk
nabung saham, mereka harus diajari dulu beberapa cara berpikir. Cara berpikir
pertama mereka harus bercita-cita jadi orang kaya. Perlu diluruskan orang kaya
bukan dalam arti banyak uang, tetapi menjadi orang yang banyak bermanfaat bagi
banyak orang. Bermanfaat bagi banyak orang adalah penyebab orang jadi banyak
harta dan uang. Berlaku rumus, semakin banyak manfaat bagi banyak orang,
semakin banyak harta kekayaannya.
Cara berpikir kedua, berani sabar dan disiplin, untuk mencoba wujudkan mimpinya dari mulai tindakan-tindakan kecil dan konsisten. Mimpi yang tinggi, setinggi langit, harus dimulai dari satu langkah demi satu langkah yang benar. Dahulu Warent Buffet membeli saham perusahaan minuman kelas dunia, dengan mencicil sahamnya satu lembar demi satu lembar. Jiwa sabar, disiplin konsisten, melakukan langkah yang benar adalah tindakan nyata yang harus diwujudkan setiap hari untuk mencapai cita-cita besar.
Cara berpikir ketiga, siswa
dilatih harus banyak membaca, karena orang-orang kaya rajin mambaca sehingga
pengetahuanya banyak dan luas. Orang kaya selalu punya ide untuk menyelesaikan masalah
hidup yang dihadapinya karena punya banyak stok pengetahuan.
Cara berpikir keempat, siswa
harus punya keyakinan pada pengetahuan yang diberitakan Tuhan bersumber pada
kitab suci. Al Quran adalah sumber pengetahuan utama bagi umat manusia.
Siapapun bisa memanfaatkan pengetahuan dari Al Quran sebagai alat untuk
menyelesaikan setiap masalah dan untuk menggapai cita-citanya.
Cara berpikir kelima yaitu
perbanyak berbuat kebajikan dengan membantu banyak orang sesuai dengan
kemampuan harta yang dimiliki. Mulai dengan menggunakan harta kita yaitu
anggota badan untuk digunakan dijalan-jalan yang diperintahkan Tuhan. Sedekah
dengan mata, tangan, kaki, pikiran, perasaan, untuk membangun pikiran dan
perasaan selalu optimis. Sedekah dengan uang-uang receh yang kita miliki dengan
konsisten setiap hari.
Praktek nabung saham terbagi
menjadi tiga keterampilan yaitu, trading harian (scalping), trading berjangka (swing),
dan trading jangka panjang (nabung atau ivesting).
Bagi pemula disarankan untuk memulai manabung saham. Menabung saham dengan
target satu juta lembar, fokus pada satu emitan perusahaan yang punya
pundamental bagus, dengan harga terjangkau.
Cara prakteknya yaitu, siswa
harus punya cita-cita kuat jadi orang bermanfaat bagi banyak orang yaitu jadi
orang kaya. Lakukan dengan sabar mulai dari satu lot demi satu lot secara
disiplin dan konsisten. Gunakan uang khusus untuk investing. Cari saham dengan
harga murah mulai dari 5000 sampai dengan 10.000 per lot. Lalu banyak membaca
untuk selalu menambah pengetahuan tentang berbagai banyak hal terutama ekonomi,
budaya, agama, dan keterampilan.
Selama menjalani proses menabung menjadi orang kaya, bangun cita-cita setiap hari dengan berdoa kepada Tuhan. Doa dilakukan dengan menjalankannya sesuai dengan keyakinan agama masing-masing. Bagi muslim lakukan doa dengan shalat lima kali sehari dan dhuha 12 rakaat tiap hari. Shalat yang isinya doa adalah penyebab keberkahan. Nabung saham yang kita lakukan harus dengan niat kebaikan untuk membangun kesejahteraan bersama. Doa dalam shalat menjadi penghantar kita untuk mencapai cita-cita.
Apa yang terjadi di masa lalu dan masa mendatang hanya Tuhan yang tahu, manusia hanya diberi pengetahuan sedikit, berdasarkan apa yang dialami dan dibacanya. Pengetahuan yang kita ketahui hanya diberikan pada manusia pada saat terjadi. Setelah itu apa yang telah terjadi dan akan terjadi menjadi ghaib. Masa lalu hanya jadi pelajaran, dan masa depan harus jadi optimisme.
Saturday, December 17, 2022
DIDAKTIK DAN PEDAGOGIK GURU DARI AL QURAN
OLEH: TOTO SUHARYA
Pemikiran dari tulisan ini saya gunakan sumbernya dari Al Quran. Mengapa saya lakukan? Para ilmuwan bisa mengambil kesimpulan karena mereka berhasil meyakinkan diri bahwa fakta yang mereka temukan melalui metode peneltian benar, sehingga mereka berani mengatakan apa yang dia simpulkan benar.
Sekarang, saya akan gunakan fakta yang sudah benar tanpa melalui verifikasi dengan metode penelitian. Fakta atau konsep dari Al Quran sudah punya validitas kebenaran, dan memiliki dasar kuat untuk dijadikan argumen. Namun demikian keterbatasan pemikiran manusia membuat tafsir terhadap Al Quran menjadi beragam.
Dari sudut pandang dunia pendidikan, Al Quran adalah sumber ide untuk pengembangan dasar-dasar teori tentang didaktik dan pedagogik. Didaktif berkaitan dengan pengetahaunnya pengetahuan, dan pedagogik berkaitan dengan cara mengajarkannya. Al Quran adalah wahyu ilahi, tidak sepadan dengan pemikiran manusia. Tetapi informasi dari Al Quran banyak perintah kepada manusia untuk memikirkan ayat-ayatnya.
Isi Al Quran ada dua yaitu yang bisa terjangkau oleh pemahaman manusia berkaitan dengan informasi-informasi lahiriah, dan yang tidak terjangkau oleh pemahaman manusia berkaitan dengan informasi batiniah. "Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al Hadiid, 57:3).
Informasi gejala lahiriah tidak bertentangan dengan gejala batiniah. Manusia diberi peluang sedikit kemampuan untuk mengungkap gejala-gejala lahiriah dan batiniah. Peluang sedikit inilah yang dimanfaatkan oleh manusia-manusia yang berani dan mau berpikir untuk mengenal siapa Tuhannya.
Di bawah adalah teks terjemahan Digital Al Quran Versi 3.2. Inilah sedikit pengetahuan yang sedikit-sedikit bisa kita ungkap dari sudut pandang pendidikan. Lebih spesifik dalam hal ini bicara tentang profesi guru. Ayat ini menjelaskan tentang didaktik dan pedagogik.
"Demi yang diutus untuk membawa kebaikan, dan yang terbang dengan kencangnya, dan yang menyebarkan dengan seluas-luasnya, dan yang membedakan dengan sejelas-jelasnya, dan yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi" (Al Mursalaat, 77:1-7).
Dalam terjemahan ayat ini umumnya menjelaskan tentang malaikat. Namun demikian, malaikat dalam hal ini adalah makhluk sebagai pembentuk unsur manusia yang diberitakan dalam Al Quran tunduk pada manusia mengikuti perintah Allah. Keutamaan malaikat adalah memiliki keimanan dan ketakwaan yang taat. Sebaliknya unsur manusia yang lainnya adalah iblis, yang memiliki karkter sombong dan pembangkang. Dua sifat ini adalah dalam diri manusia. Sebagaimana dijelaskan di dalam Al Quran.
"dan jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya" (Asy Syams, 91:7-10).
Jadi dari kedua unsur manusia yang fujur dan takwa, ada manusia-manusia takwa berkualitas tinggi dengan ciri-ciri berilmu tinggi dan sangat mencintai kebaikan. Selalu berusaha mengajarkan kebaikan, memiliki kemampuan membedakan dengan jelas bersumber dari wahyu. Mengajarkan bagaimana cara berargumen dan memberi nasehat dengan kepastian yang jelas.
Manusia berkualitas tinggi yang selalu membawa misi kebaikan adalah guru. Kebaikan adalah pengetahuan-pengetahuan yang benar, mengandung keyakinan, dan bisa dibuktikan. Inilah ilmu didaktik yang dimiliki para guru, ilmu tentang pengetahun yang baik yang bisa menghasilkan argumen-argumen terbaik. Melatih kemampuan berargumen merupakan pedagogik yang harus dimiliki guru.***
TIGA KUALITAS OTAK
OLEH: TOTO SUHARYA
Mohon dibaca tuntas. Ketika Mas Menteri Nadeim Anawar Makarim membatalkan Ujian Nasional, itulah awal dari kemerdekaan dunia pendidikan dari belenggu kejumudan dalam berpikir. Lahirnya konsep merdeka belajar, sebagai genderang dimulainnya perubahan paradigma dalam pendidikan. Tentu saja mengubah paradigma pendidikan berurusan dengan memperbaiki isi otak orang-orang.
Kualitas isi otak dapat dibedakan dengan tiga kondisi. Pertama, otak berisi judul dan pesan singkat. Otak ini hanya diisi oleh bacaan-bacaan singkat bersumber pada judul-judul artikel, judul berita, judul buku, judul film, dan judul di pesan-pesan singkat di media sosial.
Kedua, kualitas otak berisi bacaan tidak tuntas. Otak ini lebih jauh tidak hanya berisi judul, isi bacaannya, namun terbatas pada hal-hal yang menarik bagi dirinya. Sehingga otak ini sering salah persepsi dan baper akibat bacaannya tidak tuntas. Kritikan-kritikan yang dihasilkannya selalu memperlihat kebodohan karena kritikannya terkadang tidak relevan dengan isi bacaan yang dibacanya.
Ketiga, kualitas otak berisi bacaan tuntas. Kualitas otak ini sangat berkelas. Otak ini tidak pernah gagal paham, dan selalu mengedepankan literasi, verifikasi, dan konfirmasi. Kritikan-kritikan yang dihasilkan otak ini, bersumber pada argumen-argumen yang kebenaran argumennya benar, meyakinkan, dan bisa dijastifikasi.
Ketiga kualitas otak ini ada dalam kehidupan sehari-hari kita. Otak pembaca judul dia tidak bisa bertahan lama belajar, konsentrasinya hanya menitan. Bawaannya cepat bosan, dan jika diberi pekerjaan tidak sampai tuntas, dan cenderung mencari kesenangan untuk dirinya. Semua sudut pandang untuk kesenangan dirinya dengan argumen dari judul-judul yang dia kumpulkan. Sifat emosionalnya mudah terungkap dari bahasa tubuhnya yang tidak bisa rilek ketika komunikasi dengan otak lain. Otak pembaca judul mudah sekali terprivokasi, karena terlalu cepat mengambil keputusan.
Otak pembaca tidak tuntas, selalu kritis menanggapi pemikiran otak lain, namun tidak pernah cukup argumen untuk mempertanggung jawabkan kritikannya. Pandangannya nampak objektif, tapi sayang argumen yang dibangunnya berangkat dari kesalahpahaman. Otak kritisnya tidak bertahan lama karena selalu kehabisan argumen. Perubahan ditanggapinya sebatas nama tanpa memahami secara teknis apa yang harus dan bisa dilakukan. Otak pembaca tuntas cenderung kurang toleran pada perbedaan. Rasa ingin tahunya hanya sebatas menguji dan setelah itu meninggalkannya.
Otak pembaca tuntas, kekritisannya muncul dari rasa ingin tahu pada hal-hal unik berbau prubahan. Konsentrasinya bisa bertahan dalam durasi panjang. Otak pembaca tuntas tertarik pada konsep-konsep perubahan dan berusaha diskusi untuk memahami sampai pada tataran teknis apa yang harus dan bisa dilakukannya. Otak pembaca tuntas, emosinya lebih stabil, dia selalu menjaga marwahnya untuk tidak membenci dan menyalahkan otak lain.
Pendidikan adalah soal isi otak, apakah dia berisi penuh, setengan penuh, atau tidak penuh-penuh. Otak pembaca judul otaknya selalu penuh. Ruang otaknya menjadi sempit karena selalu terasa penuh akibat terlalu banyak membaca judul. Orang pembaca setengah, otaknya selalu berisi setengah tak pernah penuh. Bagi otak ini, pengetahuan yang dibutuhkannya hanya untuk mengkritik. Bagi otak pembaca tuntas, dia selalu memenuhi seluruh ruang otaknya, namun tidak pernah penuh-penuh. Otak pembaca tuntas mereka selalu menyadari, "semakin banyak tahu, semakin tahu, lebih banyak tidak tahu". Karakter otak pembaca tuntas, tidak pernah melupakan dirinya untuk terus berefleksi diri.***
Sunday, November 13, 2022
IDE PENGAJARAN DALAM AL QURAN
OLEH: TOTO SUHARYA
Al Quran mengandung kabar gembira dan peringatan. "Dan Kami turunkan (Al Qur'an itu dengan sebenar-benarnya dan Al Qur'an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan." (Al Israa, 17:05).
Kabar gembira dan peringatan dapat kita terima dalam bentuk pengetahuan. Ruh adalah substansi dari unsur manusia yang bisa menerima pengetahuan. Jenis pengetahuan yang diterima ruh, akan jadi bakat bawaan seseorang. Pengetahuan yang dimiliki ruh sangat tergantung pada lingkungan pemberi pengetahuan di mana manusia tinggal. Pengetahuan dominan yang sering masuk pada ruh, itulah kecenderungan tabiat yang akan muncul.
Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaan (tabiat) masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (Al Israa, 17: 84-85).
Pendidikan adalah upacara terencana untuk memberi ruh pengetahuan yang menggembirakan atau petunjuk hidup. Jadi inti pengajaran adalah merencanakan pengetahuan menggembirakan dan petunjuk apa yang harus diberikan pada ruh.
Perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru adalah merancang pengetahuan yang bisa membawa harapan baik berupa kabar gembira. Juga, memilih pengetahuan teknis yang bisa membekali siswa dalam menjalani hidup sukses dan sejahtera. Petunjuk hidup dalam bentuk etika, dan keterampilan teknis dalam menyelesaikan masalah hidup sehari-hari.
Selain itu pendidikan berisi pengajaran keterampilan bagaimana berargumen untuk menolak perbuatan-perbuatan buruk, dan menjelaskan perbuatan-perbuatan baik yang harus dilakukan. Keterampilan ini bertujuan agar siswa bisa membedakan dan memilih jalan-jalan terbaik yang dapat membawa kesejahteraan dunia dan hidup setelah kematian.
"dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," (Al Mursaalat, 7:4-6).
Kemampuan berargumen seperti kemampuan berpikir ilmiah. Argumen didukung oleh data-data, untuk memperkuat kesimpulan. Informasi dari Al Quran dapat digunakan untuk membangun argumen. Shalat dapat diajarkan dengan pendekatan argumen, bukan sekedar perintah. Mengajarkan agama tidak selalu pasif hanya menerima hukum-hukum baku yang sudah ditetapkan. Agama melalui pengetahuan Al Quran dapat diajarkan melalui pemahaman argumen.
Pengajaran literasi dan numerasi dengan pendekatan HOTS adalah pengajaran yang menganjurkan siswa harus belajar berargumentasi. Siswa harus mampu membuat keputusan dalam berbagai hal dengan menggunakan argumentasi.
Pendidikan yang dianjurkan dari Al Quran sebenarnya tidak berbeda dengan ajaran dari hasil pemikiran manusia dari alam. Mengapa bisa memiliki kesamaan? Fakta dari Al Quran mengatakan bahwa bahwa Al Quran punya dimensi lahir dan batin. Alam semesta adalah versi lahir dari Al Quran.
Belajar agama dengan belajar ilmu-ilmu umum sebenarnya tidak ada perbedaan. Agama sering diajarkan dengan pendejakatan-pendekatan doktrin terima jadi. Pelajaran di mata pelajaran diajarkan dengan argumentasi. Agama sebenarnya bisa diajarkan dengan pendekatan argumentatif.
Wednesday, November 2, 2022
SEBAB PENDIDIKAN MEMBUAT MISKIN
Oleh: Toto Suharya
Tujuan pendidikan adalah membantu siswa mencapai kehidupan sejahtera dan bahagia (Ki Hadjar Dewantara). Pemikiran Ki Hadjar Dewantara jika ditelusuri sesungguhnya mengandung nilai-nilai Al Qur'an. Di dalam ayat-ayat Al Qur'an banyak kita temukan tujuan dari manusia diberi petunjuk oleh Allah melalui para utusan untuk mendapatkan keberuntungan dan kebahagian hidup.
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung" (Ali Imran, 3:104)
Isi pendidikan konsep dasarnya adalah "menyeru pada kebajikan" dan "mencegah kemunkaran". Konsep kebajikan di dalam Al Qur'an dijelaskan bersamaan dengan "kerelaan hati" dan "berserah diri". Konsep ini dapat diteliti dalam surat Al Baqarah ayat 112 dan 158.
(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Baqarah, 2:112)
"Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui." (Al Baqarah, 2:158).
Pendidikan adalah upaya sengaja agar peserta didik bisa berprilaku mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dalam Al Qur'an dengan berserah diri pada Allah dan dengan kerelaan hati.
Konsep general dari prilaku-prilaku nyata yang harus dilakukan dengan kerelaan hati dan berserah diri pada Allah dijelaskan dalam Al Qur'an.
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al Baqarah, 2:177).
Konsep kebijakan dijelaskan dalam Al Qur'an dalam dua dimensi yaitu spiritual (ruhaniah) dan faktual (lahiriah). Jelas sekali bahwa Al Qur'an memberi petunjuk pada manusia agar bisa hidup bahagia dan sejahtera secara lahiriah dan ruhaniah. Nabi Muhammad bersabda bahwa setiap ayat Al Qur'an punya "lahir dan batin". (Lings, 2022 hlm. 38)
Di dalam hadis dijelaskan, Nabi Muhammad diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak (karakter). Dengan demikian pembentukkan akhlak memiliki dua dimensi yaitu ruhaniah dan lahiriah. Pendidikan dalam dimensi ruhaniah adalah melatih pola pikir peserta didik agar mau beriman kepada Allah, para utusan-Nya, dan kitab-kitab petunjuk-Nya.
Pada dimensi lahiriah pendidikan berisi perintah (menyuruh) peserta didik untuk berbuat baik dengan harta yang dimilikinya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan membebaskan manusia dari penindasan. Komitmen ini dilakukan dengan shalat, zakat, menepati janji, dan sabar.
Konsep-konsep pendidikan di atas tidak bersifat ekslusif untuk sekelompok umat tertentu, tetapi bersifat general untuk umat manusia. Konsep-konsep pendidikan dalam Al Qur'an dapat dikembangkan dalam muatan kurikulum dengan penjelasan konsep sesuai dengan bahasa dan budaya masyarakat dimana mereka tinggal.
Pendidikan yang membuat miskin selama ini diawali dari pendangkalan dari tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan tertutupi oleh kegiatan-kegiatan lahiriah tanpa didukung oleh pembentukan karakter secara ruhaniah. Selama ini sifat-sifat ilahiah pendidikan untuk membentuk manusia-manusia rela dan berserah diri pada Allah dalam melakukan segala perbuatan terabaikan. Sifat ilahiah pendidikan tergeser, sehingga melahirkan manusia-manusia berkepentingan dan individualis dalam melakukan berbagai hal.
Dunia pendidikan jadi miskin, tidak melahirkan manusia-manusia penyejahtera bagi kehidupan masyarakat. Pendidikan karakter hanya dibentuk dalam bentuk pembiasaan, sementara ruhaniahnya kering dengan makna. Pembiasaan dalam pendidikan karkater dirasakan siswa seperti penjajahan, pemakasaan, dan tidak menarik minat.
Disadari saat ini kita berada di awal abad 21, dimana setiap awal abad dunia seperti melakukan refleksi. Konsep-konsep pendidikan yang dianggap mapan di abad sebelumnya, secara alamiah menuntut kita untuk melakukan refleksi, verifikasi, dan redefinisi. Hal ini merupakan gejala alamiah yang kerap terjadi dalam siklus seratus tahunan. Sebagaimana dalam sebuah Hadis Nabi Muhammad bersabda, "Tuhan akan mengutus kepada umat ini di awal setiap seratus tahun seseorang yang akan memperbarui agama-Nya untuk Nya. (HR. Thabrani). Wallahu'alam***
NABUNG SAHAM DENGAN LOGIKA TUHAN
OLEH: TOTO SUHARYA
Menabung saham saat ini bukan lagi barang langka yang hanya dilakukan segelintir orang. Ilmu tentang saham sudah banyak beredar di media sosial. Namun masih sedikit sekali orang yang paham mengapa harus nabung saham. Maraknya judi online, penipuan mengatasnamakan investasi dan trading saham masih saja terjadi. Dunia pendidikan harus berperan untuk mengantisifasi fenomena ini.
Berikut adalah panduan singkat bagaimana cara mengajarkan nabung saham pada anak-anak SMA. Anak-anak SMA sedikitnya setiap hari dia dibekali dengan uang jajan atau uang saku. Uang ini biasanya mereka gunakan untuk membeli makanan atau ongkos transportasi. Uang jajan yang mereka kantongi biasanya antara Rp. 20.000 hingga 50.000 per hari. Jika saja anak-anak bisa menyisikan Rp. 5000 per hari, mereka bisa membeli 100 lembar (1 lot) saham dengan harga Rp. 50 rupiah perhari.
Jika nabung saham 100 lebar perhari dikali satu tahun dengan hari efektif sekolah setahun 300 hari, maka anak SMA dalam satu tahun bisa mengumbulkan 30.000 per lembar saham setahun dengan jumlah dana Rp. 1.500.000 per tahun. Jumlah ini cukup pantastis untuk ukuran anak SMA.
Jika dalam satu tahun terjadi kenaikan harga saham tiga kali lipat dari harga awal beli, maka dana yang diinvestasikan siswa menjadi bertambah yaitu 4.500.000. Itulah gambaran keuntungan menabung saham dalam jangka waktu panjang. Sebaliknya bagaimana jika harga saham mengalami penurunan misalnya 30% dari harga awal. Jika harga turun selama uang dalam tabungan saham uang dingin, yang harus dilakukan adalah tidur saja menunggu harga saham naik. Selama harga saham turun jika tidak dijual maka penabung saham tidak akan mengalami kerugian.
Masalahnya ketika harga saham turun, penabung saham harus mampu bersabar hingga harga saham kembali naik. Berapa lama harga saham akan naik kembali? Tidak ada yang tahu, dan hanya Tuhan yang tahu. Dalam situasi ini, saya ajarkan para penabung saham gunakan logika Tuhan dengan sumber logika pada Al Qura'an. Inilah yang harus dilakukan ketika harga saham turun.
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (Al Baqarah, 2:45).
Sesungguhnya seluruh pergerakan harga adalah Tuhan. Para ahli ekonomi menyebutkannya invisible hand. Maka yang harus dilakukan adalah sabar dan mohon pertolongan pada Allah dengan shalat. Dalam memohon pertolongan pada Allah kuncinya adalah sabar. Dalam logika Tuhan sabar adalah penyebab dan keberuntungan adalah akibat. Semakin lama bersabar dalam investasi semakin besar keberuntungan.
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (Al Baqarah, 2:155).
Berpegang teguhlah pada logika Tuhan, "sabar adalah sebab, dan kebetuntungan besar adalah akibat". Sesunguhnya janji Allah adalah kepastian, cepat atau lambat akan terjadi.
"Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Az Zumar, 39:10).
Yakinlah pada janji Allah. Dia akan memberi keberuntungan pada orang sabar. Inilah logika Tuhan yang harus terus dipegang. Sebagaimana Allah berjanji dalam Al Qur'an.
Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. (Ar Ruum, 30:60).
Sebaik-baiknya menabung saham dilakukan sejak dini, agar anak-anak bisa belajar bersabar dalam jangka waktu lama. Semakin lama dalam kesabaran maka keberuntungan akan semakin besar. Wallahu'alam.
KENAPA NABI MUHAMMAD MINTA AMPUN 100 KALI?
Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Dibakabarkan dalam hadis, Nabi Muhammad beristigfar tiap hari tidak kurang dari 100 kali. Dari Ibnu Um...
-
Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Nabi Muhammad adalah contoh teladan umat manusia. Namun telah terjadi perbedaan pendapat, ada yang berp...
-
Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd Judul ini menjadi sebuah kegiatan webinar di sekolah dalam ranggka pendidikan karakter. Webinar adalah...
-
Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Adam dijadikan oleh Allah sebagai makhluk pembelajar sepanjang hayat. Kata pembelajar sepanjang hayat t...
.jpeg)





