Saturday, December 30, 2023

ILMU PERNAPASAN DALAM AL QURAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Ternyata ilmu pernapasan bisa dipelajari oleh semua kalangan. Seorang ahli pernafasan Mas Gunggung, menjelaskan bahwa pada dasarnya kita semua secara otomatis bernafas. Namun dengan menguasai ilmu pernafasan kita bisa mengatur secara manusia pada saat bernafas.  Mas Gunggung, menjelaskan ilmu pernafasan ini setelah mempelajari lebih dari 200 jurnal penelitian tentang pernafasan.

Menariknya ilmu Mas Gungung di dapat atas dasar kepenasarannya terhadap ilmu pernafasan. Kesadarannya untuk mempelajari ilmu pernafasan setelah melihat ibunya sakit dan tidak berbuat apa-apa. Posisi dia pada saat itu sebagai petarung bebas, namun ketika melihat ibunya sakit, dia tidak bisa berbuat apa-apa. 

Mas Gunggung punya filosofi, ketika manusia memiliki kemampuan merusak (jadi petarung), dia juga harus memiliki kemampuan memperbaiki. Atas dasar itu, hatinya tergerak untuk mempelajari ilmu pernafasan. Menurut beliau, guru-guru petarung terbaik di zaman dahulu, selain dia punya kekuatan mematikan lawan, dia juga punya kemampuan mengobati. 

Diumpamakan dengan dunia teknologi saat ini, ada kendaraan dengan dengan sistem otomatis dan ada kendaraan dengan sistem manual. Pada saat kita bernafas dengan otomatis, pada saat itu kita sedang bernafas dengan sistem otomatis, dan pada saat kita mengatur pernafasan kita sedang menggunakan sistem bernafas secara manual. 

Mesin kendaraan yang menggunakan sistem otomatis jika digunakan berlebihan, pemakaian yang tidak beraturan, maka otomatis mesin cepat aus atau rusak. Untuk itulah, dalam bernafas kita juga perlu mempelajari ilmunya, agar kita bisa menggunakan pola-pola pernafasan secara manual untuk melatih supaya bisa mengatur nafas sesuai aturan agar tubuh kita tidak berlebihan atau kekurangan.

Hemat penulis bernafas adalah bagian dari ruh Allah yang "tiupkan/panapahna" pada jasad manusia. Kata "ditiupkan" ini menjadi titik point masuknya kita untuk mempelajari ilmu bernafas. Artinya, ketika ruh ditiupkan pada jasad manusia, kata "ditupkan" menjadi tanda bahwa bagian dari unsur ruh adalah nafas. Ketika manusia meninggal, maka manusia akan meniupkan/menghembuskan nafas terakhirnya kembali kepada Allah.

Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan (wanapahna) kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". (Shaad, 38:72).

Ruh menjadi inti dari hidup manusia, dan bernafas bagian di dalamnya. Untuk itu mengatur pernafasan dapat berkorelasi dengan seluruh aspek atau organ kehidupan. Mengatur pernafasan dapat menjadi obat atau usaha manusia dalam menjaga kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat. 

Fakta empiris, menurut Mas Gunggung dengan mempelajari pernafasan kita bisa mengobati penyakit tanpa pengobatan medis. Syaratnya, kita harus mengetahui bagaimana cara mengatur nafas dan berapa ukurannya. Dalam kehidupan, ada manusia yang kelebihan nafas dan ada yang kekurangan nafas. Jika kita sudah tahu ilmunya, maka kita bisa mengendalikan nafas agar ada pada kadarnya. 

"Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya." (Al Baqarah, 2:233).

Kadar disini adalah kata kunci bahwa Allah menetafkan sesuatu dengan ukuran. Dalam kehidupan ini semuanya ada ukurannya, termasuk dalam bernafas. Mengetahui ukuran bagaimana kita bernafas itulah ilmu yang dapat kita pelajari melalui berbagai perangkat keilmuan. Hemat penulis, di dunia pendidikan ilmu pernafasan perlu diajarkan, bagaimana cara bernafas, dampaknya, dan ukurannya. Ilmu ini sangat penting untuk dipelajari sebagai kompetensi dasar para siswa. 

Tentang ilmu pernafasan, dijelaskan dalam Al Quran dalam kisah kuda dan Nabi Sulaiman. Di dalam ayat-ayat ini mengandung pesan tentang pernafasan.

"Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya). (ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore." (Shaad, 38:30-31). 

"Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah," (Al 'Aadiyaat, 100:1). 

Ayat ini mengandung pesan tentang mengatur ritme pernafasan. Ritme pernafasan terbaik adalah tenang ketika berhenti dan kencang ketika berlari. Untuk mengetahuinya dengan detail, dibutuhkan riset-riset dan teknologi sehingga manusia bisa mengukur dan menetapkan ritme pernafasan yang bisa menghasilkan manusia-manusia terbaik.

Mas Gunggung adalah orang yang menekuni ilmu pernafasan, dan beliau berhasil mempraktekkan dan menjelaskan kadar-kadar dalam bernafas dan dampaknya terhadap berbagai kebutuhan organ tubuh manusia. Rumus sederhan yang disampaikan oleh Mas Gunggung adalah 5x5 dalam satu menit. 5 detik tarik nafas dan 5 detik hembuskan nafas tanpa tahan nafas, kurang lebih 6 kali tarik dan keluarkan nafas dalam 1 menit. Lakukan selama 15 menit setiap hari dan lakukan pengukuran atau rasakan dampaknya pada kesehatan. Latihan ini untuk mengadirkan gelombang alpa di otak.

Pada awalnya ilmu itu datang dari Allah, dan tugas manusia untuk berpikir, meneliti, dan mengukurnya, agar manusia bisa mempraktekkannya dan memahami dampaknya, selanjutnya manusia harus berbagai dengan mengajarkannya kepada sesama umat manusia sesuai kadar kemampuannya. Maha benar Allah dengan segala firmannya.***

Monday, December 18, 2023

LIMA MACAM PENDIDIKAN YANG MEMBUAT MISKIN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Ketika dunia diam tidak berdaya melihat keganasan Israel membunuh anak-anak balita, orang tua, dan perempuan, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita identifikasi dimana letak kekurangan kita sebagai manusia sampai tidak berdaya. 

Beberapa potensi besar yang sudah kita miliki adalah, kita termasuk bangsa yang percaya kepada Tuhan. Permasalahannya kepercayaan kita kepada Tuhan kurang signifikan berdampak positif pada kehidupan. Kepercayaan kita kepada Tuhan lebih banyak kita gunakan untuk mengobati luka dan penderitaan. 

Kecerdasan yang kita miliki dari Tuhan adalah kemampuan bertahan dalam kondisi sulit ketika kita hidup menghadapi penderitaan. Namun demikian, kepercayaan kita kepada Tuhan kurang kita optimalkan untuk mengubah hidup kita supaya tidak selalu menjadi orang-orang tertindas.

Banyak cara agar kita tidak menjadi orang-orang tertindas, namun untuk saat sekarang, agar tidak menjadi orang tertindas adalah dengan mningkatkan kualitas pendidikan dan mendisrupsi model-model pendidikan yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan zaman. 

Diantara model pendidikan yang tidak sesuai zaman adalah mengajar untuk mata pelajaran. Pengajaran tidak berorientasi pada pengembangan bakat dan minat siswa. Pengajaran difokuskan untuk mengajarkan materi mata pelajaran tanpa ada kaitan dengan kebutuhana siswa. Pada pengajaran seperti ini, seluruh siswa diberi materi mata pelajaran yang sama padahal siswa beragama kompetensinya.

Kedua pendidikan yang tidak sesuai zaman adalah mengajarkan pengetahuan yang tidak berguna bagi kehidupan. Pengajaran fokus pada pemberian materi pengetahuan, sementara pengetahuan itu tidak dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, pelajaran matematika mengajarkan tentang rumus ABC, sementara siswa tidak memiliki kepentingan dengan rumus tersebut karena tujuan hidupnya setelah sekolah mau bekerja. 

Ketiga. pendidikan yang tidak sesuai zaman, mengajarkan sebuah keterampilan hidup tetapi tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Seperti mengajarkan nabung di celengan padahal di zaman teknologi informasi, tempat menabung dan menguntungkan sudah banyak dikembangkan melalui berbagai aplikasi. 

Keempat, pendidikan yang tidak sesuai dengan zamannya adalah mengajarkan mata pelajaran fokus pada pengetahuannya, bukan pada kemampuan berpikirnya. Pengajaran yang fokus pada kepemilikan pengetahuan tidak sesuai era informasi, karena pengetahuan semuanya bisa diakses melalui teknologi informasi secara mandiri.

Kelima pendidikan yang tidak sesuai dengan zaman, pendidikan yang memaksa siswa untuk belajar. Pemaksaan melalui reward, funishment, tidak melahirkan siswa-siwa kreatif, tapi hanya akan melahirkan manusia-manusia dengan mental pegawai.

Pola pendidikan yang masih mempertahankan lima model di atas, akan melahirkan lulusan yang hidupnya tergantung pada selembar kertas ijazah, mereka tidak percaya diri karena tidak memiliki keterampilan. Tujuan hidupnya hanya untuk bekerja demi menyambung keberlangsungan hidupnya di dunia.  

Wednesday, December 6, 2023

RAHASIA SUKSES KARIR PEGAWAI

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Begitu banyak pegawai di sebuah perusahaan atau pemerintahan, tapi mengapa dari sekian ribu pegawai yang terpilih menjadi pemimpin di perusahaan atau pemerintahan hanya satu orang? Kita semua tahu karena orang-orang yang terpilih jadi pemimpin pasti yang punya prestasi di perusahaan atau pemerintahan. 

Namun demikian, apakah semua orang tahu bagaimana cara agar kita bisa berprestasi sehingga punya peluang menjadi pemimpin dan bisa berbuat lebih banyak manfaat lagi bagi orang lain? Tentu banyak pendapat untuk mendapatkan posisi itu. 

Berdasarkan hasil literasi dan pengamatan bertahun-tahun, ditemukan bahwa orang-orang yang berhasil meningkatkan prestasinya ditandai dengan masalah jam kerja dan jumlah pekerjaan. Dari beberapa teman yang sukses menjadi pemimpin di sebuah lembaga, selalu ditemukan ada kebiasaan bekerja lebih dari jam kerja yang telah ditentukan dan selalu mengerjakan pekerjaan melebihi dari tanggungjawabnya. 

Contoh kasus, seorang kepala sekolah yang sempat di wawancara, beliau menceritakan bagaimana prilaku kerjanya ketika sebelum menjadi kepala sekolah. Beliau mengatakan, setiap kegiatan yang diadakan oleh sekolah dia selalu terlibat di dalamnya, terlepas jadi panitia atau bukan. Dia mengatakan, keterlibatannya di dalam setiap kegiatan sekolah karena memang dilakukan atas dasar senang melakukannya sekalipun tanpa insentif tambahan. 

Kasus kedua, seorang kepala sekolah menceritakan bagaimana prilaku kerjanya ketika sebelum menjadi kepala sekolah. Dia senagaja meminta pekerjaan kepada wakil kepala sekolah suatu pekerjaan yang bukan tugasnya dengan alasan ingin mencoba. Lalu pekerjaan itu dia kerjakan sebaik-baiknya sampai tuntas.

Fenomena ini sering terjadi dan bisa kita temukan dari kisah-kisah sukses para tokoh. Orang-orang yang sukses dalam bisang ekonomi, politik, pendidikan, semua memiliki kisah yang sama. Mereka adalah orang-orang yang mampu bekerja di atas rata-rata. Prilaku ini bukan hanya tujuan untuk mengejar karir tetapi karena kepribadian yang dimilikinya. 

Teori ini bisa dijelaskan berdasar pada kajian agama. Prilaku orang yang akan menjadi pemimpin dijelaskan dalam hadis. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia” (HR. Ahmad). 

Hadis ini berkaitan dengan prilaku kerja yang harus dilakukan seseorang jika ingin berkarir dalam sebuah profesi atau pekerjaan. Artinya, pribadi-pribadi yang baik dalam dunia kerja, dan berpotensi jadi pemimpin, ditandai dengan mencintai seluruh pekerjaan yang digelutinya dan bekerja melebihi batas tanggung jawab pekerjaannya sebagai kepribadian yang melekat pada dirinya. 

Pekerja dengan kepribadian di atas, selalu memeliki kompetensi lebih baik dari pekerja-pekerja yang lainnya. Ukuran ini bisa menjadi ukuran bagaimana cara merekrut seorang pemimpin yang bisa diandalkan dalam memimpin sebuah lembaga.***

CARA MEMBANGUN HUBUNGAN SOSIAL YANG SEHAT

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Hasil riset pada 700 lebih miliarder, Thomas J. Stanley mengakui faktor penyebab sukses adalah para miliarder adalah kemampuan bergaul. Kemampuan bergaul berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam membangun hubungan sehat dengan orang lain. 

David J. Lieberman mengatakan "selama empat puluh tahun telah jelas bahwa semua orang yang tidak bahagia punya masalah yang sama; mereka tidak bisa dekat dengan orang-orang yang ingin mereka dekati". Kegagalan cinta menjadi beban psikologi emosi ketika berhubungan dengan orang lain. 

Dari pengamatan penulis, pegawai yang tidak bisa membangun kerjasama, setelah diidentifikasi mereka memiliki permasalahan hubungan yang kurang harmonis di lingkungan keluarga. Fakta ini berkaitan dengan pernyataan Lieberman. 

Keharmonisan hubungan di lingkungan keluarga memiliki hubungan dengan kemampuan kerjasama seseorang di lingkungan kerja atau masyarakat. Dari hasil pengamatan, penulis menyimpulkan bahwa dari kasus-kasus yang ditemukan di lingkungan kerja, orang-orang yang berkinerja baik didukung oleh kehidupan rumah tangga harmonis mampu menjalin hubungan baik dengan anggota keluarganya.

Kegagalan membangun hubungan harmonis di lingkungan keluarga, menjadi beban psikologis ketika seseorang berada di dunia kerja atau masyarakat. Pola hubungan yang tidak harmonis di keluarga ikut membentuk pribadi seseorang ketika berkomunikasi dengan orang lain.

Kehidupan keluarga menjadi faktor pembentuk karakter seseorang. Kehidupan keluarga adalah kehidupan yang dijalani oleh setiap orang. Dalam lingkungan keluarga orang berprilaku sesuai dengan kepribadiannya tanpa diatur oleh atasan secara formal. Oleh karena itu, pergaulan dalam lingkungan keluarga lebih mencerminkan sikap asli seseorang dalam bergaul. Faktor ini akan menjadi sifat dasar seseorang ketika bergaul dengan orang lain. 

Jika hubungan antar keluarga berjalan normal dan harmonis, secara psikologis emoisnya stabil tidak memiliki beban. Ketika berhubungan dengan orang lain di luar keluarganya, pola hubungan harmonis di lingkungan keluarga akan jadi pola hubungan yang terjadi di masyarakat. 

Sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Orangtuanya yang akan membuat dia yahudi, nasrani, dan majusi” (H.R. Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa kehidupan keluarga berperan dalam membentuk psikologi emosi atau karakter seseorang, baik untuk anak-anak maupun orang tua. Hadis ini mengisyaratkan pentingnya aspek-aspek pendidikan di dalam lingkungan keluarga.***




 

Saturday, December 2, 2023

MENGIDENTIFIKASI NEGARA PENGECUT

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Ketika menyaksikan perang Palestina dengan Zionis Israel, manakah negara-negara yang punya karakter pengecut? Pemimpin zionis Israel di media sosial berkata-kata negara-negara muslim pengecut! Mungkin dibenak mereka pemberani adalah mereka yang berani menghadapi tentara Palestina yang diwakili kelompok Hamas. Hamas sebuah kelompok dari Palestina yang berjuang untuk mendapatkan hak kemerdekaan atas tanahnya.  

Mata dunia sudah menyaksikan serangan Zionis Israel terhadap penduduk Palestina bertentangan dengan nurani manusia di seluruh dunia. Serangan udara dan darat dengan menggunakan teknologi perang tercanggih adalah sebuah ironi. Alih-laih zionis menganggap dirinya sebagai kesatria, sementara mata dunia melihat sebagai pengecut. 

Kesatria berperang antara tentara melawan tentara. Kesatria tidak berperang melawan bayi, anak-anak, perempuan, nenek-nenek, dan kakek-kakek warga sipil. Tentara yang menembaki bayi-bayi dan anak-anak tidak layak dikatakan kesatria, tapi dia orang sakit gila, depresi karena dihantui ketakutan. Tentara yang menembaki sekolah, rumah sakit, ambulan, mereka bukan kesatria, mereka adalah pengecut. 

Negara dan tentara kesatria tidak berperang untuk merampas hak orang lain. Negara dan tentara kesatria berperang emosinya tetap terkendali karena masih mampu menggunakan etika dan moral saat berperang. Negara dan kesatria sekalipun marah tidak membabi buta dengan menumpahkan darah balita dan anak-anak.  

Menyaksikan perang Palestina dengan zionis Israel seperti menyaksikan tentara Fir'aun yang mengepung kaum Nabi Musa yang sudah tidak berdaya karena sudah terkepung. Sejarah telah mencatat, negara dan tentara-tentara pengecut ditenggelamkan di laut mati. 

Sejarah telah membuktikan, kekuasaan tidak terletak pada kekuatan jumlah tentara dan peralatan perang. Banyak bukti-bukti sejarah memperlihatkan bagaimana pasukan tentara yang besar dengan senjata lengkap kalah dengan kekuatan pasukan kecil tapi pasukannya semua kesatria.

Di era teknologi informasi saat ini, penduduk dunia sedang disajikan tontonan bagaimana sejarah negara-negara pengecut melakukan pengrusakkan di muka bumi, dan akan mendapat kekalahan yang paling memalukan seperti kisah Jalut dan Talut. 

Dalam kisah sejarah Nabi Muhammad, terekam bahwa perang tidak seimbang berulang-ulang terjadi. dalam kisah perang Badar, jumlah tentara kecil bisa mengalahkan tentara dengan jumlah besar. Perang Ahzab, sebuah kisah perang melawan tentara gabungan berakhir dengan kocar-kacirnya tentara gabungan. 

Kemenangan sebuah perang akan ditentukan oleh tentara-tentara kesatria yang membela haknya. Tentara-tentara yang berperang mengikuti hawa nafsunya demi untuk mendapatkan kekuasaan di dunia, dia akan berakhir dengan kisah-kisah nestapa. 

Kisah sejarah perang tidak seimbang kini sedang berulang. Sekarang kita bisa melihat mana negara-negara dengan tentara pengecut dan mana negara dengan tentara-tentara kesatria. Umat islam di muka bumi ini memperjuangkan kehidupan damai sejahtera di dunia dan akhirat. Tujuan perang adalah untuk menciptakan perdamaian bukan untuk membumihanguskan sebuah negara dengan melakukan genosida.***

Wednesday, November 29, 2023

STRATEGI PECAH BELAH INDONESIA GUNAKAN PSIKOLOGI EMOSI

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Coba perhatikan dengan teliti dibalik postingan media sosial pasti ada pembuatnya. Untuk memahami tujuan para pembuatnya kita bisa identifikasi berdasarkan sudut pandang psikologi emosi.

Emosi dikendalikan oleh pengetahuan yang kita akses. Jika kita disajikan informasi tentang perjalanan kisah duka, emosi kita akan larut dengan kesedihan. Jika kita disajikan tentang penganiayaan, kekerasan, emosi kita ikut marah. 

Emosi adalah hawa nafsu yang ada dalam setiap jiwa manusia. Sebaliknya jika emosi disajikan informasi tentang semangat hidup optimis, emosi akan ikut semangat. Para motivator memanfaatkan pengetahuan-pengetahuan positif untuk membangkitkan emosi-emosi yang mendorong manusia produktif. 

Emosi sifatnya netral dan akan bekerja sesuai dengan informasi yang diterima. Emosi dapat dikendalikan dengan pengetahuan yang kita terima. Untuk mengendalikan emosi, orang harus memperhatikan asupan pengetahuan ke otak. 

Agar emosi tetap terkendali otak harus membuka diri terhadap semua informasi. Namun demikian, ketika otak membuka diri terhadap informasi, otak harus punya kemampuan bernalar seperti kemampuan analisis, verifikasi, untuk membedakan informasi benar atau hoax. Kemampuan bernalar berguna untuk menjaga informasi yang masuk tetap sehat. 

Kemampuan selanjutnya yang harus dimiliki adalah mengolah pengetahuan untuk digunakan dalam mengambil keputusan. Setiap keputusan yang kita lakukan menggunakan pengetahuan yang tersimpan di otak. Pengambilan keputusan didorong oleh emosi berdasarkan pengetahuan yang tersimpan di otak. 

Kecenderungan hati seseorang bersumber pada kebiasaan orang dalam memilih informasi yang paling disukai. Hati yang cenderung mengakses pengetahuan sedih, kekerasan, akan terbawa ke alam bawah sadar menjadi cenderung emosional dan keputusannya dikendalikan oleh dorongan emosi dan mematikan otak rasionalnya. 

Penganut agama yang cenderung emosional biasanya menggunakan sumber pengetahuan yang kurang beragam dan cenderung menggunakan satu sudut pandang. Otak rasionalnya menjadi jarang digunakan. Penganut agama seperti ini, mudah sekali dikendalikan dan sangat rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah. 

Untuk menjaga dunia ini tetap damai, para pendidik, guru bangsa, harus tetap menarasikan kewaspadaan. Kondisi damai adalah anugerah terbesar dari Tuhan. Untuk menjaga pikiran masyarakat tetap damai, dibutuhkan informasi-informasi berimbang dengan mengakses informasi dari berbagai sudut pandang.

Kasus genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina adalah fakta yang disaksikan oleh masyarakat dunia. Informasi ini membawa gerakan bela Palestina di seluruh dunia. Namun harus diwaspadai, emosi masyarakat dunia yang sudah terakumulasi membela kemerdekaan Palestina, bisa dimanfaatkan untuk menimbulkan perpecahan jika tidak terkendali.

Sekenario besar bisa diciptakan dengan menghadirkan informasi-informasi dari kelompok masyarakat yang pro Israel yang seolah-olah melakukan kekerasan pada pendukung Palestina. Skenario ini bisa sengaja diciptakan untuk menyulut emosi kedua belah pihak meningkat.

Indonesia menjadi sasaran agar konflik pro Israel dan Palestina tercipta di masyarakat. Untuk itu, masyarakat harus waspada dengan menjaga akal tetap sehat. Informasi-informasi yang sifatnya provokatif dapat sengaja diciptakan agar ketegangan semakin meningkat. 

Masyarakat harus terus diedukasi agar bisa membaca skenario-skenario pecah belah dibalik informasi yang diakses. Munculnya, informasi-informasi kekerasan yang dilakukan kelompok pro Israel di Indonesia, bisa jadi ada aktor dibelakangnya yang sengaja membuat berita kejadian ini terjadi. Sasarannya adalah mengendalikan emosi masyarakat agar bangkit amarahnya. 

Untuk menjaga bangsa Indonesai tetap damai, sebaiknya setiap anggota masyarakat memikirkan dampak-dampak buruk yang akan terjadi jika berita-berita provokatif itu dipublikasikan. Membela hak-hak kemerdekaan warga penduduk dunia yang terjajah harus tetap kita disuarakan. Namun, emosi kita harus tetap terkendali, jangan sampai terjebak pada konten-konten berita yang mendorong kita jadi emsoional. 

Kekuatan besar bangsa Indonesia adalah masyarakat cinta damai. Jangan sampai kita membela bangsa-bangsa di dunia untuk merdeka dan hidup damai, tetapi kita lupa untuk merawat bangsa kita sendiri agar tetap damai. Dengan tetap menjaga perdamaian dalam negeri, kekuatan bangsa Indonesia akan semakin diperhitungkan sebagai negara penjaga perdamaian dunia.

Berita-berita di media sosial yang menampilkan pro kontra pendukung Palestina dan Israel harus diwaspadai sebagai upaya memecah belah bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia tetap membela hak setiap negara untuk hidup merdeka dan damai, dengan menarasakan informasi-informasi berbasis fakta, hindari berita hoax, dan tetap kritis pada semua berita yang kita akses, agar emosi kita tetap terkendali.***  


  

Friday, November 24, 2023

MEMPELAJARI CARA PROPAGANDA ISRAEL

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Orang-orang yang tidak punya pengetahuan menganggap media sosial adalah tempat mencurahkan isi hati tanpa tujuan-tujuan tertentu. Media sosial dianggap hanya sebatas memperlihatkan apa yang dilakukannya setiap hari kepada publik, hanya sebatas itu.

Namun jika postingan di media sosial dikelola dengan tujuan-tujuan tertentu, setiap postingan akan dirancang sedemikian rupa untuk mencapai tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Jika tujuan itu untuk kepentingan ekonomi, maka postingan akan dirancang agar orang mau membeli. Jika postingan dirancang untuk tujuan politik, maka postingan akan dirancang untuk memengaruhi keputusan orang dalam memilih. 

Baru-baru ini, seluruh dunia melihat bagaimana tentanra Israel dengan dukungan Amerika Serikat melakukan bombardir wilayah Palestina di Gaza. Mata dunia menyaksikan bagaimana anak-anak balita kehabisan oksigen karena rumah sakit di bom. Mayat-mayat bergelimpangan seperti mayat binatang. Rumah-rumah warga sipil, sekolah, universitas, di bom dengan alasan tempat itu dipergunakan sebagai tempat persembunyian tentara Palestina. 

Pertempuran antara tentara pejuang kemerdekaan Palestina dengan Tentara Israel perbandingannya sangat tidak seimbang. Tentara pejuang Palestina menggunakan roket-roket rakitan, sementara tentara Israel menggunakan pesawat tempur canggih, senapan otomatis, tank baja, dan bantuan militer dari Amerika Serikat. 

Dari berita yang beredar di media, akibat serbuan Israel ke Palestina, kurang lebih 11 ribuan lebih penduduk Gaza meninggal terdiri dari anak-anak, dewasa, dan orang tua. Hal yang paling mengenaskan, melihat bayi-bayi dan anak-anak yang tewas terkena serangan rudal, masyarakat dunia menyimpulkan serbuan Israel ke Gaza Palestina November 2023 disimpulkan sebagai Genosida. Pembunuhan masal pertama yang dilakukan di abad informasi, sehingga mata di seluruh dunia menyaksikan kekejian ini.  

Setelah gencatan senjata, situasi sedikit tentang. Israel memposting di media sosial dengan settingan tanpa dosa. Dalam postingan media sosial, tentara-tentara Israel pulang ke rumah disambut bahagia oleh keluarga. Ada setingan dengan gambaran ibu yang sedang menanti anaknya pulang. Ada setingan anak di sekolah yang tidak disangka ayahnya datang ke sekolah. Ada setingan seorang sahabat bertemu kembali dengan sahabatnya. 

Situasi postingan video dibuat sangat menarik simpati dan empati yang melihatnya. Situasi ini disetting untuk memembentuk opini bahwa apa yang dilakukan tentara Israel adalah tugas mulia sebagai tentara. Padahal apa yang dilakukan tentara adalah pembunuhan masal kepada masyarakat tanpa senjata. Melihat propaganda tersebut, orang yang menonton menjadi lupa pada apa sebenarnya yang dilakukan tentara Israel.

Berita lain, dibuat laporan berita review tentang keberadaan lorong di bawah rumah sakit yang didudukinya. Keberadaan lorong bawah tanah dijelaskan seperti membenarkan pengemboman Israel ke rumah sakit. Penjelasan keberadaan lorong di bawah rumah sakit dijelaskan tanpa memperlihatkan kebenaran apakah lorong itu benar-benar ada di bawah rumah sakit atau bukan, tidak dapat dipastikan kebenarannya karena beritanya dibuat oleh tentara Israel dan tentu dengan tujuan-tujuan kepentingan politik Israel. 

Ketika orang menonton video tentara Israel pulang ke rumahnya, pada saat itu orang yang melihatnya lupa bahwa yang dilakukan tentara adalah pembunuhan masal masyarakat sipil tanpa senjata. Namun tontonan di media sosial ditampilkan seakan-akan tentara Israel pulang dari pertempuran seperti pahlawan. Tampilan ini tentu dibuat tidak asal-asalan, disetting menggunakan pendekatan psikologi mental dan emosional yang apik dan terencana.

Pola-pola propaganda seperti ini, jika diperhatikan sama seperti propaganda Amerika Serikat setelah meluluhlantakkan Irak. Jika diamati, skenario yang dilakukan negara Israel, otak besarnya sama seperti yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Irak. 

Untuk itulah, kemampuan yang harus dimiliki manusia-manusia abad 21 adalah kemampuan verifikasi data. Kemampuan berpikir kritis menjadi kompetensi dasar yang harus selalu diajarkan dalam setiap pengajaran. Itulah argumen rasional mengapa berpikir kritis jadi sistem pengajaran yang harus dilakukan di sekolah-sekolah.***

MENGAPA SINGAPURA BERI INSENTIF 975 JUTA PER ANAK?

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd.  Jika di teliti di internet, negara-negara kapitlasi sedang mengalami penuruan jumlah populasi penduduk....